Anda di halaman 1dari 18

INFEKSI NOSOKOMIAL

Bagian 4 : Infeksi nosokomial


Pencegahan Infeksi Nosokomial 21. Panduan Kewaspadaan Isolasi untuk Rumah Sakit 22. Pencegahan Infeksi Saluran Kemih 23. Pencegahan Infeksi Tempat Pembedahan 24. Pencegahan Infeksi yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Infus 25. Pencegahan Infeksi Pada Ibu Dan Bayi Baru Lahir 26. Pencegahan Diare Infeksius Dan Mengelola Pelayanan Makanan Dan Minuman 27. Pencegahan Pneumonia 28. Kegiatan Pemantauan Infeksi
20.

Infeksi Nosokomial di Negara-negara Berkembang

Latar belakang

Penyebab utama penyakit dan kematian yang dapat dicegah Infeksi yang paling penting :

InfeksiSaluran kemih (kateter), pneumonia (ventilator), dan diare Infeksi yang menyertai operasi atau tindakan medis yang invasif Infeksi pada ibu dan bayi baru lahir

Infeksi Nosokomial di Negara-negara Berkembang

Faktor-faktor penyebab :

Praktek pencegahan infeksi yang buruk

Kurangnya pelatihan dan supervisi

Penggunaan sumberdaya terbatas


yang tidak tepat Rumah sakit yang penuh sesak

Infeksi Nosokomial Di Negaranegara Berkembang

Faktor-Faktor Penyebab Utama


Suntikan yang tidak aman dan seringkali tidak perlu Penggunaan alat medis tanpa ditunjang pelatihan maupun dukungan laboratorium Standar dan praktek pengoperasian bank darah dan pelayanan transfusi yang tidak memadai Penggunaan cairan infus yang terkontaminasi, khususnya di RS yang membuat cairan sendiri Meningkatnya resistensi terhadap antibiotik karena penggunaan antibiotik spektrum luas yang berlebihan atau salah

Kejadian dan jenis Infeksi Nosokomial di Negara Sedang Berkembang

Angka kejadian infeksi nosokomial meningkat secara global, terutama di negara dengan sumber daya yang terbatas
Jenis yang paling sering adalah infeksi luka bedah dan infeksi saluran kemih dan saluran pernafasan bagian bawah (pneumonia) Tempat paling tinggi terjadi di unit perawatan khusus, ruang rawat bedah dan ortopedi serta pelayanan obstetri (seksio sesarea)

Tingkat paling tinggi dialami oleh pasien usia lanjut, mereka yang mengalami penurunan kekebalan tubuh (HIV/AIDS, pengguna produk tembakau, penggunaan kortikosteroid kronis), TB yang resisten terhadap berbagai obat dan mereka Source: Alvarado 2000; Emori and Gaynes 1993 penyakit bawaan yang parah yang menderita

Dampak Infeksi Nosokomial

Menyebabkan cacat fungsional, stress emosional dan dapat menyebabkan cacat yang permanen dan kematian Dampak tertinggi pada negaranegara sedang berkembang dengan prevalensi HIV/AIDS yang tinggi Meningkatkan biaya pelayanan kesehatan dengan meningkatnya :

Lama perawatan di rumah sakit Pengobatan dengan obat-obat mahal Source: Gisselquist et al 1999 Penggunaan layanan lain

Pencegahan Infeksi Nosokomial

Sebagian besar dapat dicegah dengan berbagai cara pencegahan infeksi yang telah tersedia dan relatif murah

Terapkan Tindakan Pencegahan Baku khususnya cuci tangan (atau penggunaan larutan cuci tangan antiseptik) dan memakai sarung tangan Memproses alat dan benda bekas pakai dengan benar Mengurangi suntikan yang tidak aman dan tidak perlu Meningkatkan praktek pencegahan infeksi di Kamar Operasi dan ruang lain yang beresiko tinggi untuk mencegah infeksi luka bedah dan mencegah penyakit yang ditularkan melalui darah

Sumber: Simonsen et al 1999

Tidak semua dapat dicegah, khususnya penyakit pada orang tua, sakit jantung kronis, penyakit paru-paru atau ginjal, kurang gizi parah dan yang disebabkan oleh komplikasi AIDS

Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

Sebagian besar Infeksi Saluran Kemih nosokomial terjadi pada pasien yang menggunakan kateter Setelah 7-10 hari sekitar 50% mengalami ISK, tetapi bila urine dialirkan ke dalam kantung terbuka, 90% pasien akan terkena infeksi Sebagian besar disebabkan oleh bakteri gram negatif, khususnya E. Coli Petunjuk langkah demi langkah untuk asepsis pemasangan, perawatan, pencabutan kateter nelaton maupun foley kateter Panduan untuk pemrosesan ulang perlengkapan kateter

Infeksi Tempat Pembedahan

Klasifikasi infeksi tempat pembedahan menurut CDC

Epidemiologi dan mikrobiologi Infeksi Tempat Pembedahan

Meningkatkan rawat inap pasca bedah Mikroorganisme tergantung jenis dan lokasi pembedahan. Stafilokokus, SpesiesEnterokokus dan E Coli merupakan 3 patogen yang paling sering terisolasi Sebagian besar ITP sumber patogen berasal dari kulit, selaput lendir dan usus Sumber eksogen patogen ITP : tim bedah, ruang bedah dan instrumen. Organisme eksogen terutama Stafilokokusaerobikatau spesies Streptokokus

Patogenesis Infeksi Tempat Pembedahan

Pada akhir pembedahan bakteri dan mikroorganisme mengkontaminasi semua luka operasi ( Fry, 2003 ) Faktor yang menentukan terjadinya ITP : jumlah, jenis dan virulensi mikroorganisme, immunitas pasien dan faktor eksternal misalnya lama perawatan prabedah dan lamanya operasi Faktor yang dapat membantu mengurang jmlah mikroorganisme : teknik dan keterampilan bedah yang baik

Faktor resiko Infeksi Tempat Pembedahan


Faktor pasien

Status gizi

DM tidak terkontrol
Perokok Infeksi di bagian tubuh lain Sistim kekebalan tubuh

Faktor resiko Infeksi Tempat Pembedahan


Faktor pembedahan

Pencukuran prabedah Persiapan kulit prabedah Lama pembedahan Antibiotika profilaksis Ventilasi ruang bedah Pemerosesan instrumen Bahan asing di tempat pembedahan Teknik bedah :hemostasis buruk, dead space, trauma jaringan

Pencegahan Infeksi Karena Penggunaan Alat Infus

Hampir 50% pasien yang masuk rumah sakit mendapatkan terapi intravena, baik melalui kateter sentral maupun perifer, dan menyebabkan populasi terbanyak yang beresiko terinfeksi aliran darah baik lokal maupun sistemik Kateter vena ataupun arteri memungkinkan masuknya mikroorganisme ke dalam aliran darah melalui :

Alat yang digunakan pada saat pemasangan, Kontaminasi pada alat atau selang yang terhubung, dan Patogen pada kulit di sekitar lokasi pemasangan.

Penggunaan teknik aseptik pada saat pemasangan dan perawatan yang lebih baik setelah terpasang dapat mengurangi resiko infeksi

Bagaimana Mendapatkan Sumber Air Bersih yang Berkesinambungan


AquaChlor Sodium Hypochlorite Generating System
Persyaratan

Listrik (AC/DC atau solar) Elektroda menghasilkan larutan 0,6% menggunakan garam meja (NaCL) dan air kran, air sumur atau air sungai Tahan lama, hampir tidak memerlukan biaya perawatan 20.000 liter/hari (solar)

Source: www.aquachlorese.com 2003

Kegiatan Pemantauan Infeksi

Lakukan survei bila dapat memberikan informasi khusus (dan diperlukan) yang tidak bisa didapat dengan cara lain Untuk sebagian besar fasilitas dengan sarana terbatas, prioritas harus

Menjamin agar praktek PI yang dianjurkan dapat dilaksanakan Menjamin praktek perawatan pasien dilakukan sebaik mungkin (misal Pencegahan Infeksi) Menghilangkan praktek yang tidak aman dan tidak perlu (injeksi, transfusi darah, infus, kateter urin)

Penanganan yang seksama tentang deteksi dan penatalaksanaan Infeksi nosokomial

Terima Kasih!