Anda di halaman 1dari 84

DRS. H. SOENARYO.A.S.

APT,MPD

FARMAKOLOGI DASAR

DRS. H. SOENARYO.A.S. APT,MPD

DEFINISI
FARMAKON = OBAT LOGY = ILMU FARMAKOLOGI: ILMU PENGETAHUAN YANG MEMPELAJARI TENTANG SEJARAH,SUMBER,SIFAT KIMIA FISIKA, KOMPOSISI, EFEK FISIOLOGI, BIOKIMIA, MEKANISME KERJA, ABSORBSI, DISTRIBUSI, BIOTRANSFORMASI, EKSKRESI, PENGGUNAAN SUATU OBAT.

PERKEMBANGAN FARMAKOLOGI
FARMAKOGNOSI. FARMASETIKA. GALENIKA. FARMAKODINAMIK. FARMAKOKINETIK. TOKSIKOLOGI. FARMAKOLOGI KLINIK.

PERKEMBANGAN FARMAKOLOGI LANJUTAN


FARMAKOLOGI EKSPERIMENTAL. FARMAKOTERAPI ETHNO FARMAKOLOGI. FARMAKOLOGI MOLEKULER. DSB.

FARMAKOGNOSI = TUMBUHAN OBAT


ILMU YANG MEMPELAJARI SEGALA ASPEK DALAM TANAMAN/ TUMBUHAN DAN BAHAN HAYATI LAIN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI OBAT ATAU SUMBER OBAT.

MEMFORMULASI/ MEMBUAT OBAT

FARMASETIKA =

ILMU YANG MEMPELAJARI SEGALA CARA MEMBUAT, MEMFORMULASI, MENYIMPAN DAN MEYEDIAKAN OBAT

MEMBUAT SARI ALAMI UTK SEDIAAN BHN BAKU OBAT

GALENIKA =

ILMU YANG MEMPELAJARI SEGALA CARA MEMBUAT,MENYIMPAN, DAN MENYEDIAKAN SARI ALAMI/ HAYATI YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PERSEDIAAN ATAU BAHAN BAKU OBAT.

EFEK OBAT THDP FISIOLOGI DAN BIKOKIMIA

FARMAKODINAMIK =

ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG EFEK YANG DIHASILKAN OBAT TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGI ATAU BIOKOIMIA BERBAGAI ORGAN TUBUH SERTA MEKANISME KERJANYA

NASIB OBAT DIDALAM TUBUH.


ILMU YANG MEMPELAJARI SEMUA ASPEK YANG MENCAKUP NASIB OBAT DIDALAM TUBUH YANG MELIPUTI ABSOBSI, DISTRIBUSI, METABOLISME, DAN EKSKRESINYA.

FARMAKOKINETIK =

TOKSIKOLOGI = KERACUNAN
ILMU YANG MEMPALAJARI TENTANG KERACUNAN OLEH BAHAN KIMIA TERMASUK OBAT, BAHAN YANG DIGUNAKAN DALAM RUMAH TANGGA, INDUSTRI MAUPUN LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA (INSEKTISIDA, PEPTISIDA, BAHAN PENGAWET ,DSB.)

EFEK OBAT TERHADAP MANUSIA

FARMAKOLOGI KLINIK =

ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG EFEK OBAT TERHADAP MANUSIA, PEMAKAIAN OBAT YANG RASIONAL DAN PENILAIAN OBAT TERSEBUT.

FARMAKOLOGI EKSPERIMENTAL
= EFEK OBAT THDP HEWAN PERCOBAAN

ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG EFEK OBAT PD HEWAN PERCOBAAN INI DILAKUKAN SEBELUM PENGUJIAN LEBIH LANJUT SECARA KLINIS. BERTUJUAN UNTUK MENCARI OBAT BARU, SERTA PENGEMBANGAN SUATU PRODUK OBAT. DPT DILAKUKAN SECARA IN VIVO ATAUPUN IN VITRO.

FARMAKOTERAPI
= PENGGUNAAN OBAT UTK TERAPI

ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG PENGGUNAAN OBAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN TERMASUK JUGA FARMAKODINAMIK, FARMAKOKINETIK, DAN EFEK SAMPING OBAT.

=PENGGUNAAN OBAT SECARA TURUN TEMURUN ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG PENGGUNAAN OBAT (UMUMNYA DARI ALAM) YANG DIGUNAKAN SECARA TURUN TEMURUN (ETHNIS), ILMU INI LEBIH CENDRUNG UNTUK MENCARI SUMBER OBAT/ BAHAN OBAT YANG BERASAL DARI ALAM MELALUI PENDEKATAN ETHIS DAN PARANORMAL

ETHNO FARMAKOLOGI

= OBAT PADA TINGKAT MOLEKUL ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG AKTIFITAS OBAT DIDALAM MOLEKUL. BIDANG INI LEBIH MENGKHUSUSKAN TENTANGINTERAKSI OBAT DENGAN SEL ORGAN TUBUH (REESEPTORNYA) HUBUNGAN AKTIFITAS DENGAN STRUKTUR( SAR=Structure activity relatonship) MEMPELAJARI MOLEKUL OBAT UTK MENDAPATKAN EFEKTIFITAS LBH TINGGI DAN SIDE EFEK RENDAH.

FARMAKOLOGI MOLEKULER

PERJALANAN OBAT
PADA PRISIPNYA FARMAKOLOGI ADALAH UTK MENDAPATKAN PEMAHAMAN BAGAIMANA SUATU OBAT DPT MEMBE RIKAN EFEK TERAPI,SERTA EFEK YG MERUGIKAN, MENG-EVALUASI DAN MENGUKUR EFEK TERAPI DARI OBAT TSB

FASE PERJALAN OBAT


1. FASE FARMASETIK. 2. FASE FARMAKOKINETIK 3. FASEFARMAKODINAMIK.

1. FASE FARMASETIK
1. FASE MEMBUAT BENTUK OBAT.
2. FASE CARA PEMBERIAN OBAT. 3. FASE PENGHANCURAN OBAT. 4. FASE PENGLARUTAN. PADA FASE INI SANGAT MENENTUKAN APAKAH OBAT TSB BERHASIL DALAM PENGOBATAN ATAU TIDAK.

BENTUK-BENTUK OBAT
BENTUK DAN JUMAH OBAT DISESUAI KAN DENGAN TUJUAN PENGGUNAAN BENTUK OBAT: @. SERBUK( KAPSUL,SERBUK TABUR ) @. Tablet ( biasa, salut, lapis ) @. Kapsul. @. Cairan. @. Injeksi, suppos,ovula dan dsb.

DOSIS OBAT
TERGANTUNG UMUR, BERAT BADAN TERGANTUNG DEWASA, ANAK-ANAK. JUMLAH PEMAKAIAN 1 KALI/ HARI, 2 KALI/ HARI DAN 3 KALI/ HARI

WAKTU PEMAKAIAN
SEBELUM MAKAN SESUDAH MAKAN PAGI PAGI HARI,SIANG HARI,MALAM HARI

CARA PEMBERIAN
ORAL, MELALUI MULUT. INJEKSI SUB LINGUAL( DIBAWAH LIDAH) INFUS. TOIPIKAL

(PELEPASAN BAHAN OBAT)

DESINTEGARSI

CEPAT LAMBAT

DISOLUSI
PERISTIWA LARUTNYA BAHAN OBAT UNTUK MELINTASI MEMBRAN BIOLOGIS.

2. FASE FARMAKOKINETIK
MELIPUTI ABSORBSI,DISTRIBUSI MELALUI SIRKULASI DARAH KETEMPAT KERJA OBAT,MENG-INAKTIFKAN OBAT MELALUI METABOLISME / EKSRESI (ELIMINASI) OBAT.

ABSORBSI
ABSORBSI PASIF ABSORBSI AKTIF PINOSITOSIS. ABSORBSI PASIF: UMUMNYA TERJADI MELALUI DIFUSI( BERGERAK DARI KOSENTRASI TINGGI KE KOSENTRASI RENDAH) TANPA PER LU ENERGI UTK MENEMBUS MEMBRAN.

ABSORBSI AKTIF: PADA CARA INI DIBUTUHKAN KARIER( PEMBAWA) UTK BERGERAK MELAWAN PERBEDAAN KOSENTRASI KARIER BRP ENZYM ATAU PROTEIN

PINOSITOSIS : CARA INI ADALAH MEMBAWA OBAT MENEMBUS/ MELINTASI MEMBRAN DENGAN PROSES MENELAN MOLEKUL OBAT.

FASE FARMAKOKINETIK
MEMPELAJARI NASIB OBAT DALAM TUBUH. ABSORBSI : MERUPAKAN PROSES PENYERAPAN OBAT DARI TEMPAT PEMBERIAN YG MENYANGKUT KECEPATANNYA DAN KELNGKAPAN TNSAFERNYA. PEMBERIAN DINYATAKAN DALAM % DARI JUMLAH OBAT YANG DIBERIKAN.

BIOAVALIABILITAS:
MERUPAKAN JUMLAH OBAT DALA % TERHADAP DOSIS YANG MENCAPAI TEMPAT KERJANYA ATAU SIRKULASI SISTEMIK.(SS)

ATAU
MERUPAKAN GAMBARAN KECEPATAN DAN KELENGKAPAN ABSORBSI,META BOLISME OBAT SBLM MENCAPAI S S

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR OBAT DI SIRKUALSI SISTEMIK


OBAT MENGALAMI METABOLISME : @. OLEH ENZIM DI DINDING USUS. @. HATI METABOLISME INI MERUPAKAN LINTASAN PERTAMA,SEBAGIAN OBAT MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEBAGIAN LAGI TETAP UTUH.

CARA MENGHINDARI METABOLISME LINTAS PERTAMA

1. PEMBERIAN SECARA PARENTRAL


( DISUNTIKKAN) 2. PEMBERIAN SECARA SUBLINGUAL 3. PEMBERIAN SECARA RECTAL. 4. PEMBERIAN BERSAMA MAKANAN.

BIOEKUIVALENSI
JUMLAH KADAR OBAT YANG DALAM DARAH ATAU JARINGAN

. OBAT YANG MEMPUNYAI

EKUIVA-

LENSI SAMA BELUM TENTU AKAN MEMPUNYAI BIOEKUIVALENSI YANG SAMA.

OBAT DGN EKUIVENSI SAMA TAPI BIOEKUIVALENSI TIDAK SAMA


DISEBABKAN: 1. PROESES ABSORBSI TIDAK SAMA (DIGOKSIN DGN DIPHENHIDRAMINE) 2. PROSES METABOLISME TIDAK SAMA (ERITROMISIN DGN LEVODOPA)

YANG MEMPENGARUHI ABSORBSI


LUAS PERMUKAAN, CONTOH USUS HALUS JENIS PERMUKAAN: LAMBUNG,EPITEL LAMBUNG TERTTUPI OLEH MUKUS YG TEBAL DAN TAHANAN LISTRIK TINGGI

YANG MEMPENGARUHI ABSORBSI(LANJUTAN)


TUJUAN PEMBUATAN OBAT YG MENGALAMI METABOLISME DI GIT OBAT SUKAR LARUT DALAM GIT.

TEMPAT OBAT DI ABSORBSI


MUKOSA MULUT (NITRO GLISERIN). MUKOSA REKTUM GIT DAN USUS HALUS.

DISTRIBUSI OBAT
ADA DUA FASE: KE ORGAN YANG PERFUSINYA SANGAT BAIK(JANTUNG, HATI, GINJAL) KE ORGAN YANG PERFUSINYA KURANG BAIK(OTOT,KULIT,JAR.LEMAK)

YANG MEMPENGARUHI DISTRIBUSI OBAT


KELARUTAN BAHAN OBAT,YANG LARUT DLM LEMAK LEBIH CEPAT IKATAN DGN PROTEIN PLASMA *AFINITAS. * KADAR OBAT. * KADAR PROTEIN PLASMA.

OKUMULASI OBAT DISEBABKAN


DITRANSFORT SECARA AKTIF IKATAN DGN KOMPONEN INTRA SEL(PROTEIN, POSPOLIPIDE, NUKLEO PROTEIN. JARINGAN LEMAK SIFAT ASAM BASA ATAU BASA

REDISTRIBUSI: PERPINDAHAN OBAT DARI TEM PAT KERJANYA KE-JAR.LAIN


UTK OBAT-YG MUDAH LRT DLM LEMAK CEPAT MENCAPAI KESEIMBANGAN DLM OTAK DAN KDRNYA CEPAT TURUN & DLM PLASMA MK AKTIVITASNYA CPT TURUN PULA DLM OTAK,SEHINGGA CPT PULA TERDISTRIBUSI KEJARINGAN LAIN.

SAWAR ( BARIER )
SAWAR DARAH OTAK; SULIT DI TEMBUS OLEH OBAT DLM BTK ION (AMONIUM QUARTENER,PENISILIN) SAWAR SALURAN CERNA; MDH DI TEMBUS OLEH OBAT SAWAR DARAH IBU & JANIN,MDH DITEMUS OLEH OBAT( kesimbangan 40 M)

(BIOTRANSFORTASI)
YI: PROSES PERUBAHAN STRUKTUR KIMA OBAT DALAM TBH DAN DIKATALIS OLEH ENZYM HSL METABOLISME: 1. MENJADI BTK POLAR DI EKSKRESI LEWAT URINE.

METABOLISME

METABOLISME
LANJUTAN

3. OBAT TDK AKRIF,AKHIR KERJA OBAT 4. MENJADI AKTIF A LHB AKTIF 6. BERUBAH JADI BTK LAIN YG EFEK NYA BERUBAH.

REAKSI BIOKMIA
DLM METABOLISME
ADA 2 JENIS: 1. OKSIDASI, REDUKSI ATAU HI DROLISA. 2. KONGYUGASI METABOLIT DGN SUBSTAT ENDOGEN AS.SULAT (AS. GLUKONAT, AS. AMINO)

YG BERPERAN DLM METABOLISME

JENIS ENZYM

1. ENZYM MIKROSOM(TERLETAK PD RETIKULUM ENDOPLASMA HALUS. 2. NON ENZYM MIKROSOM. KEDUA ENZYM TSB TERLETAK DLM HATI DAN JAR. LAIN(GINJAL, PARU, EPITHEL SALURAN CERNA DLL.

METABOLISME
METABOLISME OBAT DIHATI DPT TERGANGGU OLEH KERUSAKAN PARENKIM ATAU SEROSIS HEPATIS. TERGANGGUNYA AKTIFITAS ENZYM MIKROSOM OLH ZAT KIMIA ATAU DOSIS OBAT.

GANGGUAN

CONTOH
PHENOLBARBITAL: MENINGKATKAN BIOTRANSFORMASI BANYAK OBAT, WARFARIN PERLU PENAMBAHAN DOSIS WARFARIN. . HIDROKARBON POLISIKLIK TERTENTU SAJA. . SIMETIDIN, DAN MENGHAMBAT

SIMETIDINE DAN ALKOHOL MENGHAMBAT KERJA ENZYM SI TOKROM 450 ENZYM SITOKROM UTK OKSIDASI DAN MENGHASILKAN SENYAWA YG SANGAT REAKTIF. DAN BL KEADAAN NORMAL DPT DI UBAH MENJADI METABOLIT YG STABIL.

DOSIS TERLALU BESAR, DPT MERU SAK JARINGAN/SEL. OK METABOLIT BANYAK,IN AKTIFASI LMBT AKIBATNYA BERAKSI DGN KOMPNEN SEL/ JARINGAN.

PENGOBATSN PADA BAYI PREMATUR


HARUS HATI-HATI OK: 1.FUNGSI ENZIM METABOLIT RENDAH 2.FUNGSI EKSKRESI BLM SEMPURNA 3.FUNGSI BBB BLM SEMPURNA

EKSKRESI
PENGELUARAN OBAT DR TUBUH BAIK DLM BTK METABOLIK ATAU ASLINYA. EKSKRESI MELALUI: GINJAL,USUS BERUPA FACES,LIUR AIR MATA, SUSU DAN KERINGAT.

EKSKRESI LEWAT GINJAL


OBAT YG LRT DLM AIR LBH CEPAT DI EKSKRESI DP LRT DLM LEMAK URINE LHB BASA, AS LEMAH TER IONISASI LEBIH BANYAK REABSI KURANG AKIBATNYA EKSKRESI LHB BANYAK.

OBAT YG DI METABOLIT DI HATI


DI EKSKRESI USUS MELALUI EM PEDU DALAM BENTUK FACES. ATAU DISERAP KEMBALI DAN DIBUANG MELALUI GINJAL.

3 FASE FARMAKODINAMI
MEMPELAJARI EFEK BIOKIMIA DAN FISIOLOGI OBAT SERTA ME KANISME KERJANYA.

TUJUAN
MENGETAHUI EFEK UTAMA OBAT. MENGETAHUI INTERAKSI OBAT DGN EFEKTOR. MENGETAHUIURUTAN SPEKTRUM EFEK DAN RESPON YG TERJADI. DASAR TERAPI RASIONAL PENGEMBANGAN & SINTESA OBAT BARU

EFEK OBAT
UMUMNYA TIMBUL OK INTERAKSI OBAT DGN RESEPTORNYA PD SEL SUATU MIKROORGANISME.
INTERAKSI OBAT DPT TERJADI PERUBAHAN BIOKIMIA DAN FISISIOLOGIS DARI ORGANISME.

FUNGSI RESEPTOR
1. PENGIKAT LIGAND YG SESUAI. 2. PENGHANTAR SINYAL YG DPT LSG 3. MENIMBULKAN EFEK INTRA SEL. TETAPI JUGA DIPENGARUHI OLEH MEKANISME HAEMOSTATIL LAIN

DESENSITISASI
BERKURANGNYA EFEK PERANGSANGAN SELANJUTNYA OLEH OBAT YANG SAMA ATAU HILANG SAMA SEKALI. AKIBATNYA TERJADI HIPERAKTIFITAS TERHADAP AGONIS.

AGONIS
SUBTANSIA/SENYAWA YG EFEK NYA MENYERUPAI SENY. ENDOGEN. ANTAGONIS: SENYAWA YG TDK MEMPUNYAI AKTIFI TAS INTRINSIK,TTPI MENGHAMBAT SECARA KOMPETITIF EFFEK SUATU AGONIS DITEMPAT IKATANNYA.

INTERAKSI OBAT DG RESEPTOR


OBAT + RESEPTOR OB + EFEK
IKATAN OBAT DENGAN RESEPTOR BIASANYA LEMAH(ION,HIDROGEN,
HIDROFOBIK, VANDER WAALS.)

IKATAN YG KUAT YAI: IKATAN KOVALEN

INTENSITAS OBAT
BERBANDING LURUS DG FRAKSI RESEPTOR YG DIDUDUKI ATAU DIIKATNYA. MAKSIMAL BILA SELURUH RESEPTOR SUDAH DIDUDUKI OLEH OBAT

JUMLAH OBAT DI ABSORBSI


DITENTUKAN OLEH: A. FAKTOR OBAT a.SIFAT FISIKOKIMIA OBAT 1. STABILITAS PD PH LAMBUNG 2. STABILITAS THD ENZIM PENCER NAAN.

JUMLAH OBAT DI ABSORBSI LANJUTAN


3. KELARUTAN DALAM CAIRAN GIT 4. UKURAN MOLEKUL 5. DERAJAT IONISASI PD PH SALUR AN CERNA. 6. KELARUTAN DLM BTK ION DLM LE MAK.

JUMLAH OBAT DI ABSORBSI LANJUTAN


7. STABILITAS THD ENZIM DINDING G.I.T 8. STBILITAS THD ENZIM DALAM HATI 9.STABILITAS THD FLORA USUS

JUMLAH OBAT DI ABSORBSI LANJUTAN


B. FORMULASI OBAT. a. KEADAAN FISIK OBAT( UKURAN,
PARTIKEL, BENTUK, KRISTAL, DLL

b. KONSTITUEN OBAT ( ZAT PENGISI, PENGIKAT, PENYALUT DSB.)

B. KECEPATAN ABSORBSI
1.KELARUTAN OBAT DALAM AIR / CAIRAN G.I.T. 2.UKURAN MOLEKUL OBAT 3.DERAJAT IONISASI PADA PH SALURAN CERNA.

B. KECEPATAN ABSORBSI LANJUTAN


4.KAPASITAS ABSORBSI (LUAS PERMUKAAN LAMBUNG.)

5.KECEPATAN PENGOSONGAN LAMBUNG.(MOTILITAS git, ph,


MAKANAN, BTK TBH,STRES,ULCUS,DSB)

1. STABILITAS TERHADAP ENZYM ENZYM DIDINDING GIT 2. KELARUTAN DLM BTK NON-ION DALAM LEMAK. 3. STABILITAS TERHADAP ENZYM DALAM HATI

JUMLAH OBAT YG MENCAPAI SIRKULASI SISTEMIK

JUMLAH OBAT YG MENCAPAI SIRKULASI SISTEMIK LANJUTAN


4.KAPASITAS METABOLISME DLM DINDING git DAN HATI. 5.METABOLISME DLM DINDING GIT DAN HATI, FAKTOR GENETIK,ALIR AN DARAH, PENY. HATI, DSB.

KECEPATAN DESINTREGASI DAN DISOLUSI


1. KEADAAN FISIK OBAT( UKURAN PARTIKEL,BTK SEDIAAN, DSB) 2. KONSTITUEN ( ZAT PENGISIPENGIKAT, PENYALUT, DSB). 3. Ph PADA GIT

MENENTUKAN JUMLAH OBAT YG DISERAP


1. WAKTU TRANSIT DI git 2. LUAS PERMUKAAN ABSORBSI. 3. PERFUSI git.

MENENTUKAN JLM OBAT TERSEDIA UTK DISERAP


METABOLISME DLM git( Ph,flora Usus, enzim )

INTERAKSI DLM ABSORBSI DLM GIT


ADANYA MAKANAN. PERUBAHAN Ph SAL. CERNA( ANTA SIDA ) PERUBAHAN MOTILITAS GIT( ADA KONTRAKSI DI LAMBUNG

PENGGOLONGAN OBAT
I. BERDASARKAN SUMBERNYA: 1. ALAMI 2. SEMI SINTETIS 3. SINTETIS.

II. BERDASARKAN RUMUS KIMIA


1. GOL. ALKOHOL. 2. GOL. ASAM. 3. GOL. FENOL. 4. GOL. ALKALOID. 5. GOL. FLAVONOID 6. GOL. STEROID. 7. DLLL.

III.BERDASARKAN TEMPAT KERJA


1.SSP(SUSUNAN SYARAF PUSAT) 2 SSO(SUSUNAN SYARAF OTONOM 3.SIRKULASI(JANTUNG,PEMBULUH DARAH.) 4. RESPIRASI(BRONKODILASATOR, DAN OBAT ASMA LAINNYA.)

IV.BERDASARKAN TEMPAT KERJA(LANJUTAN)


5. EKSRESI (GINJAL, PARU, KULIT) 6. LOKAL ( KULIT, MATA, HIDUNG) 7. LAIN-LAIN.

IV. BERDASARKAN EFEK TERAPINYA.


1.ANALGETIK, ANTIPIRETIK,ANTI INLFAMASI. 2. ANAAESTETIK UMUM & LOKAL. 3. ANTI ALLERGI. 4. ANTI EPILEPSI. 5. ANTI BAKTERI.

BERDASARKAN EFEK TERAPINYA(LANJUTAN)


6 ANTI PARASIT 7. ANTI MIGRAIN. 8. ANTI PARKINSON. 9. ANTI NEOPLASTIK, IMUNODEPRESAN. 10. PSIKOFARMAKA(ANTI ANXIETAS.

BERDASARKAN EFEK TERAPINYA(LANJUTAN)


11. KARDIO FASKULER( ANTI HIPERTENSI,ANTI ARITMIA, ANTI ANGINA, VASODILASATOR,DLL) 12. SALURAN CERNA (ANTASIDA, ANTI EMETIK,ANTI SPASMODIK, ANTI HAEMOROID )

BERDASARKAN EFEK TERAPINYA(LANJUTAN)


13. HORMON & ANTAGOINISNYA. (ANDROGEN, TIROID,ASTEROGEN, ANTI TIROID,LLL). 14. METABOLISME (ANTI DIABETES ANTI URISEMIA,DLL) 15. VITAMIN DAN MINERAL.

V. BERDASARKAN TINGKAT KEAMANANNYA


GOL NARKOTIKA. GOL OBAT KERAS. GOL. OBAT BEBAS TERBATAS. GOL OBAT BEBAS.