Anda di halaman 1dari 60

Perawatan TM

Definisi
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menjaga produktivitas dan kelangsungan hidup TM

Tujuan Perawatan TM :
Mengoptimalkan produktivitas tanaman sesuai umur, memudahkan pemanenan dan pengelolaan kebun

Jenis Pekerjaan Perawatan TM :


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengendalian Gulma Penunasan Pelepah (Pruning) Rawat TPH Pemupukan Pengendalian Hama & Penyakit Pengawetan Tanah & Air Pemeliharaan Jalan

Pengendalian Gulma

1. Pengendalian Gulma
1. Pengendalian gulma di jalan panen bertujuan agar mudah dilalui oleh pekerja 2. Pengendalian gulma di piringan pohon bertujuan untuk memudahkan dalam pengutipan brondolan dan meningkatkan efektivitas pemupukan. 3.Pengendalian gulma di gawangan bertujuan untuk mengurangi persaingan terhadap penyerapan air, unsurhara, serta untuk menjaga kelembaban kebun. Gulma di gawangan ada yang perlu diberantas hingga tuntas dan ada yang cukup dikendalikan saja.

PG di Jalan Panen
Jalan Panen adalah jalan ditengah-tengah barisan tanaman yang diperuntukkan bagi orang panen dalam pelaksanaan panen dan evakuasi hasil

Standar :
Lebar jalan 1,2 1,5 m Letaknya searah barisan tanam pada areal datar, dan mengikuti kontur untuk daerah berbukit ( ada teras ) Bebas dari gulma, tunggul / kayu Setiap dua barisan tanaman harus ada 1 jalan panen Rutin, dengan rotasi 90 hari ( 4 kali setahun ) secara chemist / selektif Pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan kegiatan perawatan piringan dan TPH

PG di Piringan ( Circle )
Piringan adalah daerah disekeliling pohon yang dibersihkan guna mempermudah pengumpulan brondolan pada waktu panen maupun sebagai tempat penaburan pupuk

Standar :
Rawat Piringan dilakukan 4 kali setahun ( Rotasi 90 hari) / 3 kali secara kimia dan 1 kali manual Piringan harus bebas dari segala jenis gulma Jari-jari piringan adalah minimal 15 cm dari ujung daun terluar atau 2 2,5 meter dari pangkal tanam

PG di Gawangan
Definisi :
Membersihkan gulma berat dan mengendalikan gulma ringan, serta potongan kelompok anak kayu maupun sampah lain yang dianggap menganggu yang terletak di gawangan (areal antara tanaman sawit kecuali piringan)

Standar :
Rutin dengan rotasi 90 hari ( 4 kali setahun ) secara manual Bebas dari gulma berat misalnya alang-alang (Imperata cylindrica), sembung rambat (Mikania micrantha), pakis kawat ( Dicranopteris linearis), dsb. Serta gulma ringan seperti pakis kadal (Nephrolepis biserata), paitan (Paspalum conjugatum), dan babadotan (Ageratum conyzoides).

Pruning (Penunasan Pelepah)

Pruning (Penunasan Pelepah)


definisi :
Pekerjaan memotong pelepah dengan tujuan menjaga standar jumlah pelepah tiap pohon kelapa sawit

Standar :
Tanaman TBM III TM I, jumlah pelepah yang harus ada 56 64 pelepah Tanaman TM III ke atas, jumlah pelepah yang harus ada 48 - 56 pelepah Pruning harus dilakukan secara rutin pada Tanaman menghasilkan Alat yang digunakan adalah dodos ( umur tanaman < 7 thn ) dan menggunakan egrek ( umur tanaman > 7 thn ) Pruning maksimum boleh dilakukan dalam bentuk songgo dua ( untuk TM yang dipanen dengan dodos ) dan songgo satu ( untuk TM yang dipanen dengan egrek ) Potongan pelepah harus rapat, dan pelepah bekas pruning harus disusun di gawangan mati

Tujuan Pruning (Penunasan Pelepah)


Antara lain ..
Mempermudah pekerjaan potong buah. ( Melihat & memotong buah masak ). Untuk menjaga keseimbangan fisiologis tanaman dan sanitasi sehingga lingkungan yang tidak sesuai bagi perkembangan hama dan penyakit. Untuk memperlancar proses penyerbukan alami Menghindari tersangkutnya brondolan pada ketiak pelepah. Untuk mempermudah membersihkan piringan dan pemupukan.

Peralatan Kerja
 Alat alat disesuaikan dengan tinggi tanaman dan ukuran pelepah
Penggolongan Alat Kerja
No . 1. Nama Alat Ketinggian batang Penggunaan

Dodos Kecil (lebar mata 8 cm) Dodos Besar (lebar mata 14 cm)

2.

3. Pisau egrek

Dibawah 90 Tunas pd cm tanaman umur dibwah 4 thn 90 cm2,5m Tunas pd tanaman umur 4-8 tahun Di atas 2,5m Tunas pd tanaman umur di atas 8 tahun

Tenaga Kerja
Staf kebun harus membentuk kelompok kerja tunas pokok berdasarkan rumusan yang telah ditentukan. Tenaga tunas harus terlatih dan tidak boleh diganti ganti dengan orang yang belum terbiasa menunas. Penunas cadangan dibutuhkan apabila salah seorang penunas inti sakit/absen.
KEBUTUHAN TENAGA TUNAS POKOK

Umur tanaman ( tahun )

Kebutuhan tenaga kerja ( HK/ha )

Frekuensi Penunasan

<5 5-10 10-15 16-20 >20

3,5 2,5 2,5 4,5 5,0

6 bln sekali 6 bln sekali 8 bln sekali 8 bln sekali 8 bln sekali

Umur Tanaman ( tahun ) <3

Kebijakan

Jumlah Songgo
-

Jumlah Pelepah

Pemotongan pelepah tdk diperbolehkan. Prioritas untuk permulaan panen dng cara memotong pelepah-pelepah tua dan kering. Dipertahankan 48-56 pelepah

4-7 8-14 Dipertahankan 40-48 pelepah >15 Minimum dipertahankan 32 pelepah

3 2 1

6-7 5-6 4

Catatan
Standar jumlah pelepah tanaman umur > 8 tahun adalah 40 48 pelepah/tahun dan umur < 8 tahun sebanyak 48 56 pelepah/pohon.Tanaman yang mempunyai jumlah < 40 pelepah/pohon dapat merangsangterbentuknya bunga jantan yang lebih banyak, sebaliknya jika > 56pelepah/pohon dapat merangsang timbulnya penyakit busuk tandan danmenyulitkan panen karena tandan matang panen sulit kelihatan. Padawaktu menunas pelepah dipotong mepet ke batang dengan bekaspotongan miring keluar (ke bawah) berbentuk tapak kuda dengan sudut30o. Pemotongan pelepah yang tidak mepet atau seperti tanduk harusdihindari, karena brondolan akan tersangkut diketiak pelepah. Hal iniakan menyebabkan kriteria tandan matang panen akan sulit dilihat olehpemanen, karena brondolan tidak jatuh di piringan pohon. Brondolanyang tersangkut akan menyebabkan produksi menurun dan brondolantersebut dapat tumbuh di ketiak pelepah. Pelepah bekas tunasan agar dipotong menjadi 3 bagian, kemudian disusun di gawangan mati.

Lanjutan ..
Khusus pada areal bergelombang-berikut pelepah disusun searah dengan kontur atau tegak lurus dengan arahlereng yang bertujuan untuk mengurangi erosi permukaan. Penunasanpelepah dapat dilaksanakan dengan rotasi 10 12 bulan sekali.

Rawat TPH

Rawat TPH
TPH ( Tempat Pengumpulan Hasil) Adalah tempat yang dibuat khusus untuk pengumpulan hasil panen dari dalam blok, sehingga hasil panen terkumpul dan mempercepat pengangkutan.

Standar :
TPH harus bersih dari gulma Dirawat secara rutin dengan rotasi 90 hari ( 4 kali setahun ) Rawat TPH dilakukan bersamaan dengan kegiatan rawat piringan dan jalan panen

Pemupukan

Ruang Lingkup Pemupukan

1. Definisi 2. Gejala Kekurangan Pupuk 3. Pelaksanaan Pemupukan

1. Definisi

Pupuk adalah bahan kimia yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman

Jenis-jenis Pupuk
Jenis Pupuk menurut unsur yang dimilikinya : Pupuk N ( Nitrogen ) Pupuk K ( Kalium ) Pupuk P ( Phospor ) Pupuk Mg ( Magnesium ) Pupuk B ( Boron ) Pupuk Compound ( NPKMg )

2. Gejala Kekurangan Pupuk

definisi :
Tanda-tanda yang diperlihatkan oleh tanaman sebagai akibat kekurangan salah satu atau lebih unsur hara / pupuk

3. Pelaksanaan Pemupukan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan antara lain :
- Waktu Pemupukan - Dosis Pemupukan - Aplikasi Pemupukan - Pengangkutan dan Ecer Pupuk - Alat-alat Pemupukan - Penaburan Pupuk

Waktu Pemupukan
definisi :
Waktu pemupukan adalah saat dimana pemupukan tersebut dilakukan, kaitannya dengan cuaca / musim

Standar :
Pemupukan, khususnya Urea tidak boleh dilakukan pada musim kemarau ( CH < 75 mm ) Pemupukan tidak boleh pada saat musim hujan besar ( CH > 200 mm ) Pemupukan dilakukan pada awal musim hujan atau akhir musim kemarau

Dosis Pemupukan
definisi :
jumlah satuan pupuk ( biasanya dalam gram ) yang diberikan kepada pohon kelapa sawit pada tiap pemberian ( aplikasi )

Standar :
Pada TM digunakan dosis rekomendasi berdasarkan hasil analisa daun yang dibuat oleh function tanaman Pada TBM digunakan dosis standar sesuai umur tanaman ( lihat Tabel Rekomendasi )

Aplikasi Pemupukan
definisi :
frekuensi pemberian pupuk dalam setahun

Standar :
Pada TBM, aplikasi pemupukan dilaksanakan berdasarkan umur tanaman Pada TM, pemberian pupuk dilakukan 2 kali dalam setahun

Pengangkutan dan Ecer Pupuk


definisi :
Kegiatan memindahkan pupuk dari gudang ke lapangan dan di ecer pada areal / blok yang akan di pupuk

Standar :
Pupuk harus diangkut dan di ecer ke lapangan pada pagi hari sebelum aktivitas pemupukan, tidak dibenarkan diangkut ke areal pada sore hari untuk pemupukan esok harinya Pupuk yang sudah di ecer di jalan harus dilangsir ke gawangan sebelum pembagian pupuk ke penabur Pembukaan goni pupuk harus dilakukan di piringan pohon atau di jalan pikul

Alat-alat Pemupukan
definisi :
Semua peralatan yang diperlukan dalam aktivitas pemupukan

Standar :
Ember plastik ukuran 15 20 Kg Gendongan dari kain / plastik Takaran untuk penaburan pupuk dikalibrasi

yang

sudah

Penaburan Pupuk
definisi : Cara meletakkan / memberikan pupuk pada piringan pohon kelapa
sawit

Standar :
Pada TBM, pupuk harus ditaburkan merata melingkar pada piringan pohon Pada TM, pupuk harus ditaburkan merata di piringan pada jarak 50 cm dari pangkal batang Pada areal berkontur, dimana pohon berada pada teras, pupuk ditaburkan pada zona dekat dinding teras Penaburan pupuk tidak boleh menumpuk dan menggumpal Pupuk tidak boleh ditabur pada pokok yang piringannya banyak gulma Goni bekas pupuk harus dikumpulkan dan dibawa ke gudang

Cara Penaburan Pupuk

Pengendalian Hama dan Penyakit

4. Pengendalian Hama dan Penyakit

definisi :
Hama adalah pengganggu pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh serangga dan atau mamalia yang dapat menurunkan hasil dan secara ekonomis merugikan manusia Jenis hama yang umum menyerang kelapa sawit : Kelompok Serangga ( Ulat Api, Ulat Kantong, kumbang dan sebagainya) Kelompok Mamalia ( tikus, babi, gajah dan sebagainya )

Standar :
Setiap tanaman kelapa sawit harus bebas dari hama

Gejala Serangan Ulat Api


Daun berlubang-lubang dimulai dari pinggir daun Ulat yang baru menetas sudah mulai makan daun, dimana bekas serangannya berupa bercak-bercak transparan pada daun

Gejala Serangan Ulat Kantong


Serangan awal dimulai dari busuknya lapisan epidermis daun, selanjutnya daun mengering yang menyebabkan tajuk bagian bawah berwarna abu-abu, dan hanya daun muda yang masih berwarna hijau. Akhirnya daun menjadi tidak utuh lagi, rusak dan berlubang-lubang.

Umur Tanaman < 3 tahun

Metode Pengendalian Bila rata-rata populasi larva < 10 ekor/pelepah dan arealnya terbatas maka dilakukan handpicking. Bila rata-rata populasi larva > 10 ekor maka dilakukan penyemprotan insektisida atau virus dengan knap sprayer atau mist blower

3-7 tahun

Semprot insektisida atau virus menggunakan mist blower atau pulsfog Infus akar dengan insektisida sistemik bila areal seranganny terbatas

7-15 tahun

Semprot insektisida atau virus menggunakan pulsfog Infus akar dengan insektisida sistemik bila areal serangannya terbatas

> 15 tahun

Semprot insektisida atau virus menggunakan pulsfog Infus akar/trunk injection dengan insektisida sistemik bila areal serangannya terbatas.

Kumbang
Kumbang yang sering menyerang adalah kumbang tanduk Ciri-cirinya : Telur berbentuk lonjong, berwarna putih dan diliputi oleh butiran tanah. Panjangnya 3-3,5 mm dan lebarnya 2mm Larva baru berwarna putih, bagian mulut merah kecoklatan. Larva dewasa panjangnya 60-105 mm, lebar 25 mm. Bentuk larva membengkok, bagian yang berbentuk kantung, badan ditumbuhi rambut-rambut pendek Kepompong berwarna coklat, panjang 45-50 mm dan lebar 2 mm, ada didalam butiran tanah dan sisa-sisa tanaman Kumbang dewasa berwarna hitam, panjang 35-45 mm, bagian bawah berwarna coklat. Cula pada kumbang jantan lebih panjang dari betina

Gejala Serangan :
Kumbang tanduk banyak menyerang tanaman muda ( TBM ), terutama exreplanting Serangan terlihat pada daun yang baru membuka, dimana daun terpotong menyudut kearah tulang daun utama

Gambar Kumbang Tanduk (Oryctes rhinocheros )

Gambar Serangan Oryctes rhinocheros

Sarang tikus

Serangan Babi hutan

Serangan Gajah

Pengendalian :
Tikus , Biasanya diberi Klerat RM-B Babi hutan , Biasanya dilakukan dengan cara memberi umpan beracun, pagar kebun/pringgan, pagar individu tanaman, dan membentuk kelompok buru babi. Gajah , Menghalau gajah masuk ke kebun , biasanya menggunakan elektrik-fence, membangun parit isolasi, menggunakan gajah terlatih, dsb. Catatan cara-cara tersebut efektif, namun memerlukan biaya cukup besar.

Penyakit Tanaman Kelapa Sawit


definisi :
Faktor

pengganggu tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh jamur, bakteri atau virus yang secara ekonomis dapat menurunkan hasil

Standar :
Setiap tanaman harus bebas dari penyakit

Nama Penyakit Busuk Pangkal Batang

Penyebab Jamur Gonoderma sp.

Gejala Daun seperti kekurangan makanan dan air. Daun tombak yang baru keluar mengumpul lebuh dari 3 daun. Pelepah daun terkulai, warnanya kusam dan pucat Terlihat benda seperti benang berwarna putih pada sekitar pangkal batang. Sebagian/keseluruhan buah akan membusuk sebelum matang. Pelepah melengkung berputar kebawah Tanahnya seperti abnormal Biasanya menyerang tanaman muda (TBM)

Busuk Tandan

Marasmius Palmivorus

Penyakit Tajuk

(belum diketahui)

Pengawetan Tanah dan Air

Pengawetan Tanah dan Air


Tujuan Memanfaatkan areal berbukit yang sebenarnya kurang memadai untuk menanam sawit Menahan erosi Standar : Pembuatan Teras kontur dan tapak kuda Teras kontur dan tapak kuda dirawat 3 tahun sekali

Pemeliharaan Jalan

Definisi : Merawat jalan & parit yang telah dibangun saat LC/LP sehingga produktivitas bisa optimal Standar Perawatan jalan utama tiap 6 bulan sekali dg pengerasan, digrader dan dipadatkan dg compactor Perawatan parit dg jalan mendalamkan dan mencuci tiap 6 bulan sekali

Thank You!

office.microsoft.com