Anda di halaman 1dari 19

Difficult Airway

Pendahuluan
Tugas terpenting dari ahli anestesiologi adalah manajemen jalan napas pasien. kelalaian dalam memberikan ventilasi yang adekuat menyebabkan 12 dari 27 pasien yang sedang dioperasi mengalami mati jantung (cardiac arrest).

Anatomi Jalan Nafas


Jalan Napas atau Airway terdiri dari:
rongga hidung dan rongga mulut, faring, laring, trakhea, dan brokus

Anatomi Jalan Nafas

Anamnesa
Gejala yang berhubungan dengan jalan napas:
snoring atau mengorok (misalnya sleep apnea), gigi terkikis, perubahan suara, disfagi, stridor, nyeri servikal, atau pergerakan leher

Mallampati
Klasifikasi y Kelas I y Kelas II y Kelas III y Kelas IV Klinis Tampak uvula, pilar fausial dan palatum mole Pilar fausial dan palatum mole terlihat Palatum durum dan palatum mole masih terlihat Palatum durum sulit terlihat

Mallampati

Pengelolaan Jalan Nafas


Look Listen Feel

Penatalaksanaan
A. Tanpa Alat
1. Membuka jalan nafas 2. Membersihkan jalan nafas

Membuka jalan nafas


Head Tilt (dorong kepala ke belakang) Chin Lift Manuver (perasat angkat dahu) Jaw Thrust Manuver (perasat tolak rahang)

Membuka jalan nafas

Membersihkan jalan nafas


Finger Sweep (sapuan jari) Abdominal Thrust (Gentakan Abdomen) Chest Thrust (Pijatan Dada) Back Blow (Tepukan Pada Punggung)

Membersihkan jalan nafas


Finger Sweep Abdominal Thrust

Membersihkan jalan nafas


Chest Thrust Back Blow

Penatalaksanaan
B. Dengan Alat 1. Pemasangan Pipa (Tube) 2. Penghisapan Benda Cair (Suctioning) 3. Membuka Jalan Nafas Dengan Krikotirotomi

Pemasangan Pipa (Tube)


ETT LMA

Penghisapan Benda Cair (Suctioning)

Krikotirotomi

Terima kasih