Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN PLEURITIS

OLEH : Akhmad Yuli Hermawan Puji Susanti Erna Achadiyah (10.015) (10.005) (10.035)

AKADEMI KEPERAWATAN Dian Husada MOJOKERTO 2011

DEFINISI
Pleuritis / radang pleura (Pleurisy/Pleurisis/ Pleuritic chest pain) adalah suatu peradangan pada pleura (selaput yang menyelubungi permukaan paru-paru).Radang pleura dapat berlagsung secara subakut, akut atau kronois, dengan ditandai perubahan proses pernafasan yang intensitasnya tergantung pada beratnya proses radang

JENIS-JENIS PLEURITIS BERDASARKAN ETIOLOGI:


1.Pleuritis karena Virus dan Mikoplasma :Efusi pleura karena virus atau mikoplasma agak jarang. Bila terjadi jumlahnya tidak banyak dan kejadiannya hanya selintas saja. Jenis-jenis virusnya adalah: echo virus, Coxsackie group, chlamidia, rivkettsia, dan mikoplasma. 2. Pleuritis karena Bakteri Piogenik : Permukaan pleura oleh bakteri yang berasal dari jaringan parenkim paru dan menjalar secara hematogen, dan jarang yang melalui penetrasi diafragma, dinding dada atau esophagus.

Lanjutan. . . . .
3.

4.

Pleuritis Tuberkulosis: Permulaan penyakit ini terlihat sebagai efusi yang sero-santokrom dan bersifat eksudat. Penyakit ini kebanyakan terjadi sebagai komplikasi tuberculosis paru melalui focus subpleura yang robek atau melalui aliran getah bening. Pleuritis Fungi:Pleuritis karena fungi amat jarang. Biasanya terjadi karena penjalaran infeksi fungi dari jaringan paru. Jenis fungi penyebab pleuritis adalah Aktinomikosis, Koksidiomikosis, Aspergillus, Kriptokokus, Histoplasmolisis, Blastomikosis, dll.

1.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Etiologi. . . . .
Menurunnya tekanan koloid osmotik (hypolbuminemia) Naiknya permeabilitas kapiler (radang,neoplasma) Naiknya hirostatik (gagal jantung) Naiknya tekanan negatif intrapleura (atelektasis) Pneumonia Infark paru akibat emboli paru Kanker Tuberkulosis Cedera (misalnya patah tulang iga) Bahan/zat iritatif dari saluran pernafasan atau tempat lain (misalnya abses) yang sampai ke pleura Trauma Syndrom nefrotik

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS

      

Nyeri pada dada yang diperburuk oleh bernapas Sesak Napas Perasaan ditikam . Nyeri pleuritik (akhir inspirasi) Febris batuk non produktif Pernafasan bisa cepat dan dangkal Gerakan dada asimetris pada daerah yang terkena

PEMERIKSAAN

Pemeriksaan fisik Rontgen Thorax Ultra Sound CT Scan

PENATALAKSANAAN
Ditujukan terhadap pengobatan pada penyebab dasar Mencegah penumpukan cairan : Diuretic, WSD Menghilangkan ketidaknyamanan Pengobatan terhadap penyebab Penatalaksanaan Nyeri : Analgesik

Penggunaaan antibiotika berspektrum luas atau sediaan sulfonamid sangat dianjurkan untuk membunuh kuman-kuman penyebab radang infeksi. Obat-obat tersebut dapat diberikan secara parenteral atau per os, atau gabungan keduanya. Apabila jumlah cairan di dalam rongga pleura dipandang terlalu mengganggu pernafasan, cairan radang tersebut perlu dikeluarkan dengan jalan torakosentesis, dan kemudian ke dalam rongga pleura dimasukkan larutan antibiotika atau sulfonamid.

TERAPI

ASUHAN KEPERAWATAN PLEURITIS

 

 

PENGKAJIAN : Identitas Pasien Keluhan Utama Sesak nafas, rasa berat pada dada, nyeri pleuritik akibat iritasi pleura yang bersifat tajam dan terlokasilir terutama pada saat batuk dan bernafas serta batuk non produktif. RPS RPD

LANJUTAN. . . . .
  

  

Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Psikososial Pengkajian Fisik Identifikasi Faktor resiko penyebab pleuritis Identifikasi tanda dan gejala Pemeriksaan fisik Pemeriksaan Penunjang

PEMERIKSAAN FISIK
 

Inspeksi : Nampak sakit,gerak dada sisi sakit tertinggal Palpasi : gerak dada sisi sakit tertinggal,fremitus raba sisi sakit turun Perkusi : Suara ketuk sisi sakit redup pada bagian bawah garis Ellis Damoiseau Auskultasi : Suara nafas sisi sakit turun/hilang

PEMERIKSAAN PENUNJANG Foto dada posisi frontal, lateral, dan dekubitus Kultur darah Computed tomography/USG Apusan nasofaringeal/ sampel sputum Torakosenstesis jika etiologi efusi tidak diketahui atau tidak dapat ditentukan dari proses infeksi yang telah dicurigai sebelumnya Pemeriksaan cairan pleura : Hitung sel darah dan diferensiasi Protein, laktat dehidrogenase (LDH), glucosa, dan pH Kultur bakteri aerob dan anaerob, mikobakteri, fungi, mikoplasma, dan bila ada indikasi disertai dengan pemeriksaan viral patogen.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ketidakefektifan

pola pernafasan berhubungan dengan menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap penumpukkan cairan dalam rongga pleura Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan metabolisme tubuh, penurunan nafsu makan akibat sesak nafas sekunder terhadap penekanan struktur abdomen Cemas berhubungan dengan adanya ancaman kematian yang dibayangkan (ketidakmampuan untuk bernafas).

INTERVENSI KEPERAWATAN

Persiapan pasien untuk torakosentesis Memberikan posisi yang nyaman dan meminimalkan nyeri Tujuan : - Tingkatkan rasa nyaman -Ajarkan teknik untuk mengurangi rasa nyeri -Berikan dukungan emosional dan health education.

Untuk lebih jelas dan lengkapnya Silahkan kunjungi


www.perpuskampusBdianhusada.ac.id

Mohon maaf bila ada salah-salah kata ato kurang jelasnya. . . .

Wassalamualaikum wr.wb