Anda di halaman 1dari 37

Rinitami Njatrijani, S.H., M.Hum.

y RUANG LINGKUP: Mengatur hubungan antar anggota

masyarakat, yaitu sejak manusia lahir hingga meninggal dunia.


y MELIPUTI:
y Hukum Perorangan, Hukum Keluarga y Hukum Harta Kekayaan termasuk Hukum Benda dan Hukum

Perikatan, dan y Hukum Warisan


y SIFAT: pluralistis

bersumber pada: Hukum Adat, Hukum Agama, Hukum Perdata Barat/ Belanda. y HUKUM DAGANG: Bagian dari Hukum Perdata khususnya Hukum Perikatan yang mengatur bagaimana masyarakat melakukan kegiatan perekonomian pada umumnya dan perdagangan pada khususnya. y HUKUM EKONOMI: Rangkaian peraturan yang mengatur kegiatan ekonomi di dalam masyarakat, yang meliputi Hukum Sipil dan Hukum Publik.

Hukum yang mengatur: y Hubungan antara dua orang atau lebih y Mengenai harta kekayaan y Dimana pihak yang satu berhak atas prestasi dan yang lain wajib memenuhi prestasi. PRESTASI: ( Pasal 1234 KUHPerdata) y Memberikan sesuatu y Berbuat sesuatu y Tidak berbuat sesuatu

y PERJANJIAN: perbuatan dimana satu orang atau lebih

mengikatan dirinya kepada satu orang lain atau lebih.


y SYARAT SAH PERJANJIAN: ada kata sepakat, cakap

membuat perjanjian/ dewasa, suatu hal tertentu, suatu sebab yang halal.
y AKIBAT: perjanjian yang dibuat secara sah mengikat

para pihak, tidak dapat ditarik kembali kecuali diperjanjikan sebelumnya dengan alasan tertentu, perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik.

y Merupakan jenis khusus dari hukum perdata. y Tindakan hukum/ perbuatan hukum, hubungan

Hukum Dagang. y Merupakan tindakan hukum, perbuatan hukum atau hubungan hukum keperdataan.
y HUKUM PERDATA: merupakan sumber utama dari

hukum dagang.

y Pada Pasal 1 KUHD ditentukan: seberapa jauh dari

padanya dalam kitab ini tidak khusus diadakan penyimpangan-penyimpangan dalam KUHD berlaku pula ketentuan-ketentuan dari KUH Perdata.

y Dalil: LEX SPECIALIS DEROGAT LEGI GENERALI

y Hukum khusus dapat mengesampingkan hukum

umum.

y Hukum Perdata: Hukum yang mengatur hubungan hukum antara

perseorangan yang satu dengan perseorangan yang lain sesuai dengan kehendak para pihak. y Sistematik Hukum Perdata:
y y y y

Buku I: Hukum Perorangan Buku II: Hukum Kebendaan Buku III: Hukum Perikatan Buku IV: Hukum Pembuktian dan Daluwarsa

y Hukum Dagang: terletak pada Hukum Perikatan y Pengaturan Hukum Dagang: 1. Dalam arti dogmatis 2. Yang sedang berlaku
Dalam arti sempit: KUHD Dalam arti luas: y KUHD y BK III KUH Perdata y Peraturan lain yang ada hubungannya y Kebiasaan-kebiasaan perdagangan

3.

Hukum dagang dalam arti yang sesungguhnya yaitu hukum yang berlaku bagi para pengusaha

KUHD BERLAKU BAGI BANGSA INDONESIA Atas Dasar. Ps. II ATURAN PERALIHAN UUD 1945 (Diberlakukan pada tgl 1 Mei 1848 untuk gol. Eropa, Tahun 1924 berlaku bagi gol. Tionghoa dan Timur Asing) Dengan Penetapan Raja tgl. 15 IX-1916 mulai berlaku bagi Bangsa Indonesia pada tgl 1-1-1917 dengan cara penundukan diri secara suka rela pada KUHD Turunan dari WETBOEK VAN KOOPHANDEL BELANDA WvK BLD dibuat atas dasar azas Konkordansi Ps. 131 I.S. (Mulai berlaku tgl 1 Oktobe1 1838) CODE DE COMMERCE (Perancis), th. 1808
y ORDONANCE DU COMMERCE TH 1673 (Kodif. Hk. Dagang yg 1) y LODEWIJK XIV PERANCIS y ORDONANCE DE LA MARINE

y Dengan dikeluarkannya Staatsblad. 1938 no. 276 yang

mulai berlaku pada tanggal 17 Juli 1938, pasal 2 sampai pasal 5 KUHD dihapus. Istilah pedagang diganti dengan pengusaha memasukkan istilah perusahaan pada pasal 6, 16 KUHD.

y Perusahaan: tidak diatur dalam KUHD


y Menurut Pemerintah Belanda: keseluruhan perbuatan

dilakukan secara terus menerus, dengan terangterangan, dalam kedudukan tertentu, mencari laba. y Prof. Molengraaf: ditinjau dari sudut ekonomi yaitu perbuatan dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara:
y Mengadakan perjanjian dagang y Memperjualbelikan barang y Menyerahkan barang

y Prof. Polak: ditinjau dari sudut komersiil, perusahaan

memperkirakan untung rugi dan semua dicatat dalam pembukuan.

MENJALANKAN PERUSAHAAN: y Dilakukan secara terus menerus y Dilakukan secara terang-terangan y Tujuan untuk mencari keuntungan y Ada hal yang tertentu yang menjadi obyek usaha y Kesemuanya dicatat dalam pembukuan MENJALANKAN PEKERJAAN: y Dilakukan secara terus menerus y Dilakukan secara terang-terangan y Dalam kedudukan yang tertentu y Keuntungan bukan tujuan yang utama y Tidak harus membuat pembukuan

y Diatur dalam Buku III Bab VII A KUHPerdata, yaitu : y 1). Perjanjian pelayanan berkala (Pasal 1601

KUHPerdata) : Pelayanan dilakukan hanya untuk waktu tertentu dan perbuatan tertentu. Menimbulkan hubungan hukum koordinasi , artinya kedudukan hukum yang sejajar antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. y 2) Perjanjian kerja (Pasal 1601 a jo Pasal d, Pasal 1603z KUHPerdata)

y 3. Perjanjian Pemborongan pekerjaan (Pasal 1601 b jo

Pasal 1604 s/d 1617 KUHPerdata)


y B. Perjanjian Pemberian Kuasa (Buku III Bab XVI Pasal

1792 s/d Pasal 1819 KUHPerdata). y PERBEDAAN ANTARA PERJANJIAN KERJA DAN PERJANJIAN PEMBERIAN KUASA :
N0 1. 2. 3. Pemberi Kuasa Upah/ tanpa upah Koordinasi Tetap dan tidak tetap Perjanjian Kerja Upah Subordinasi Tetap

y Setiap pengusaha diwajibkan oleh Undang-Undang

untuk membuat dan memelihara pembukuan. y FUNGSI PEMBUKUAN y 1. Agar dapat diketahui harta kekayaan (aset) perusahaan setiap saat. Pergerakan aset ini harus diikuti dengan berfungsinya proses pembukuan yang jujur, terutama untuk pergerakan aset tetap dan tidak tetap (bergerak) atau aset berwujud dan tidak berwujud, dimana untuk aset-aset tersebut dapat berpindah kepemilikannya dengan cepat, dalam waktu yang singkat.

y 2) Sebagai alat bukti (Pasal 7 KUHD) y Dalam hal ini pembukuan sebagai alat bukti, apabila

terjadi perkara di pengadilan maupun yang berkaitan dengan pajak. Pembukuan yang benar akan sangat membantu kita dalam proses pengadilan maupun bila kita berhdapan dengan masalah perpajakan, sebab pembukuan dibuat bukan untuk menghindari pajak.
y Pasal 6 KUHD, pengusaha wajib untuk : y 1) Membuat dan memelihara catatan-catatan

mengenai harta kekayaan pribadinya dan harta

y kekayaan perusahaannya (Pasal 6 ayat 1 KUHD) y 2. Membuat neraca berupa daftar aktiva dan pasiva

(Pasal 6 ayat 2 KUHD) y 3. Catatan-catatan tersebut wajib disimpan selama 30 tahun dan untuk surat-surat, surat kawat dan tembusannya, wajib disimpan selama 10 tahun. y Ketentuan ini sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman, teknologi dan kebutuhan hukum masyarakat, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan, karena menimbulkan beban ekonomis dan administratif yang tidak kecil.

y Pasal 11 ayat 1 disebutkan bahwa : y Catatan terdiri dari neraca tahunan, perhitungan rugi

laba tahunan, rekening, jurnal transaksi harian, atau setiap tulisan yang berisi keterangan mengenai hak dan kewajiban, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha perusahaan; y Bukti pembukuan terdiri dari warkat-warkat yang digunakan sebagai dasar pembukuan yang mempengaruhi perubahan kekayaan, utang dan modal;

y Data pendukung administrasi keuangan yang

merupakan bagian dari bukti pembukuan. Catatan/dokumen-dokumen ini wajib disimpan selama 10 (sepuluh) tahun sejak akhir tahun buku perusahaan yang bersangkutan. y Sedangkan yang terkait dengan : y Data pendukung administrasi keuangan yang tidak merupakan bagian dari bukti pembukuan, jangka waktu penyimpanannya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang bersangkutan.

y Dokumen yang terdiri dari data atau setiap tulisan

yang berisi keterangan yang mempunyai nilai guna bagi perusahaan, meskipun tidak terkait langsung dengan dokumen keuangan, jangka waktu penyimpanannya diteapkan berdasarkan nilai guna dokumen tersebut.

y Pada prinsipnya setiap pembukuan itu bersifat rahasia,

artinya tidak setiap orang boleh melihatnya, kecuali bagi mereka yang diperbolehkan oleh UndangUndang. Namun sifat kerahasiaan tersebut dapat diterobos sesuai dengan asas : y 1. REPRESENTASI (REPRESENTATION)/ pembukaan oleh hakim y Menurut ketentuan Pasal 8 KUHD, kerahasiaan pembukuan dapat diterobos apabila : y A. Terjadi dalam pemeriksaan perkara yang sedang berlangsung di muka pengadilan.

y B. Pembukaan dilakukan atas permohonan pihak yang

berkepentingan, atau oleh hakim karena jabatannya atau penawaran pembukaan oleh pengusaha yang membuat pembukuan kepada hakim. y 2.KOMUNIKASI ( COMMUNICATION/PEMBERITAAN) y Menurut Pasal 12 KUHD, kerahasiaan pembukuan dapat pula diterobos melalui: y A. Pemberitaan dapat terjadi di muka sidang pengadilan maupun di luar sidang pengadilan;

y B. Pihak-pihak yang berwenang untuk menuntut y y y y

pemberitaan : A. Ahli waris pengusaha, sekutu, dan buruh yang berkepentingan terhadap perusahaan; B. Sekutu atau persero; C. Pekerja yang berkepentingan terhadp perusahaan; D. Orang yang berwenang mengangkat pengurus, yaitu pengusaha atau pemilik perusahaan.

y Adalah semua benda berwujud atau yang tidak

berwujud yang menunjang pelaksanaan usaha. Terdiri dari:


y Benda tetap: y Yang berwujud: tanah, gedung/rumah (Rusun,apartemen) kapal terdaftar, yang berukuran 20m kubik ke atas. y Yang tidak berwujud: hipotek. y Benda bergerak: y Yang berwujud: mebeler, mesin-mesin,alat-alat pabrik, alat telekomunikasi, komputer, kendaraan, barang dagangan, buku dan lain-lain. y Yang tidak berwujud: gadai, piutang, nama perusahaan, good will, merk perusahaan.

URUSAN PERUSAHAAN/ ASET PERUSAHAAN


2. BENDA BERGERAK 1. BENDA TETAP a. Berwujud: Tanah, Kapal terdaftar, Gedung/rumah/rusun/aparte men b. TIDAK berwujud Hipotek a. Berwujud Mebeler, Mesin-mesin, Mobil, Alat Telkom,Brg dagangan,buku dll b. TIDAK Berwujud Piutang, Gadai, Nama Perusahaan, Merk, Patent, Good Will,dll 3. YG TDK BERUPA BENDA Langganan, Rahasia Perusahaan, Relasi

y U P itu dapat dijual secara en bloc ( bersama-sama

sehingga merupakan satu kesatuan), tetapi tidak dapat diserahkan secara en bloc , karena tiap-tia benda itu mempunyai cara penyerahannya sendirisendiri, yang dapat diperinci sebagai berikut : y 1. Penyerahan benda tetap melalui balik nama pada pejabat yang berwenang mendaftar benda tetap tsb. y 2. Penyerahan benda bergerak diatur oleh Pasal 612, 613 KUHPer yang dapat diperinci sebagai berikut : y 2.1. Penyerahan benda bergerak yang bertubuh dapat dilakukan :

y A. Secara fisik dari tangan ke tangan ( Hand by hand) y B. Dengan menyerahkan kunci gudang, dimana benda

itu berada; y C. Tidak perlu diserahkan, apabila benda yang akan diserahkan itu sudah ada dalam kekuasaan si penerima atas dasar hak (titel) lain. y 3. Penyerahan piutang atas nama atau benda tak bertubuh lainnya dilakukan dengan cara membuat sebuah akata otentik atau di bawah tangan (cessie), dengan mana hak kebendaan itu diserahkan kepada orang lain.

y (hand by hand), Cessie itu harus diberitahukan diakui

atau disetujui oleh debitur, agar cessie itu berlaku bagi debitur. y 3. Penyerahan piutang atas pembawa (aan toonder), cukup diserahkan secara fisik (hand by hand), sedangkan piutang atas pengganti (aan order), harus dilakukan dengan cara endossemen dan penyerahan fisik.

y PENGERTIAN y Persaingan pada umumnya baik, sepanjang untuk

meningkatkan usaha dan menambah hasil produksi dan memperlancar distribusi bagi kepentingan semua pihak. Tetapi apabila persaingan itu sendiri saling menjatuhkan pihak lawan dengan perbuatan yang melanggar hukum, yaitu melanggar norma-norma sopan santun dalam lalu-lintas perusahaan, maka persaingan itu dikatakan melawan hukum. y Bentuk persaingan melawan hukum tersebut berupa:

y Penggunaan upaya yang bertentangan dengan norma-

norma kesusilaan dan kejujuran dalam masyarakat yang sopan, dengan tujuan untuk mengelabuhi konsumen dan merugikan pesaingnya. Persaingan semacam ini bersifat melawan hukum (onrechtmatig), karena hukum hanya memberi perlindungan pada tata pergaulan perusahaan yang tertib. y DASAR HUKUM : y Pasal 1365 KUHPerdata : Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu mengganti kerugian tersebut .

y Perbuatan Melawan Hukum yaitu: perbuatan yang y y y y y

bertentangan dengan atau melanggar : a. Hukum atau peraturan perundangan, b. Hak orang lain, c. Wajib hukumnya sendiri d. Keadilan dan kesusilaan, e. Kepatutan yang layak diindahkan dalam pergaulan masyarakat terhadap orang atau barang.

y Pasal 382 bis KUHP :

Barangsiapa untuk mendapatkan, mempertahankan atau memperluas perusahaan atau perdagangan milik sendiri atau milik orang lain, dengan cara melakukan perbuatan curang untuk menyesatkan khalayak umum atau orang tertentu, dan yang karenanya timbul kerugian pada konkuren-konkurennya atau konkuren-konkuren orang lain itu, diancam pidana penjara, karena persaingan melawan hukum, paling lama satu tahun empat bulan atau denda paling banyak Rp.900,.

y 1. Perbuatan yang berujud tipu muslihat untuk

mengelabuhi khalayak umum atau orang tertentu; y 2. Pengelabuhan mata khalayak umum atau orang tertentu itu dengan maksud untuk mendapatkan, mempertahankan atau memperluas usaha perniagaan atau perdagangan milik sendiri atau milik orang lain; y 3. Kesemuanya itu baru bisa dipidana penjara, bila terbukti bahwa perbuatan-perbuatan yang berujud tipu muslihat itu menimbulkan kerugian bagi pesaing-pesaing si pembuat atau pesaing orang lain itu.

y PENGERTIAN : y Hak reklame adalah hak yang diberikan kepada

penjual untuk menuntut pengembalian barang jualan yang masih ada di tangan pembeli (Pasal 1145 KUHPer). y Hak ini diberikan kepada pihak penjual yang mengadakan perjanjian jual beli mengenai barang bergerak dan penjual sudah menyerahkan benda itu kepada pembeli, tetapi pembeli belum atau baru sebagian membayar harga benda itu.

y Menurut Pasal 1474 KUHPerdata, kewajiban utama

penjual ada dua : yaitu menyerahkan benda dan menjamin keamanan benda itu dari gugatan pihak ketiga serta menjamin tidak adanya cacat tersembunyi. Sedangkan menurut Pasal 1513 KUHPerdata, kewajiban utama pembeli ialah membayar harga benda yang dibeli. y HAK-HAK PENJUAL y Perjanjian jual beli adalah perjanjian timbal balik, artinya kedua belah pihak harus berprestasi (Pasal 1457KUHPer). Jika pembeli tidak memenuhi prestasi-

y nya, yaitu membayar harga barang, maka penjual

berhak : y 1. menuntut pemecahan perjanjian jual beli kepada Hakim berdasar Pasal 1266 KUHPerdata; y 2. penuntutan tersebut di atas dapat disertai dengan tuntutan pembayaran ganti rugi, biaya dan bunga (Pasal 1267 KUHPerdata ) y 3. menuntut agar pembeli melaksanakan prestasinya, jikaperlu disertai dengan pembayaran ganti rugi, biaya dan bunga atau

y 4. menuntut primer agar pembeli melaksanakan

prestasinya dan subsider menuntut pemecahan perjanjian jual belinya. y PENGATURAN HAK REKLAME : y Pasal 1145, 1146 dan 1146 a KUHPerdata, mengenai hak reklame di luar kepailitan. y Pasal 230 s/d 239 KUHD, mengenai hak reklame di dalam kepailitan.