Anda di halaman 1dari 40

DIAJUKAN OLEH: Mr. Teddy Boen Prof. Priyo Suprobo Prof. Sarwidi Dr. Krishna S. Pribadi Ir.

Mudji Irmawan A Dr. Iman Satyarno Dr. Ashar Saputra

Indonesia terletak pada dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur.

Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadi bencana. Bencana alam yang sering terjadi di wilayah Indonesia antara lain: banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi dan tanah longsor.

Menurut United Nations International Stategy for Disaster Reduction (UNISDR: Badan PBB untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana), Indonesia merupakan negara paling rawan bencana alam di dunia. Bencana alam yang terjadi di Indonesia : - gempa bumi, - tsunami, - letusan gunung berapi, - banjir, - tanah longsor, - kekeringan, dan - kebakaran hutan.

Gempa bumi (Earthquake) adalah getaran/goncangan/ gerakan bergelombang yang dirasakan di permukaan bumi yang terjadi akibat perubahan mendadak lapisan kulit bumi karena pengaruh aktivitas tenaga asal dalam (endogen). Getaran tersebut dapat direkam oleh pencatat gempa bumi yang disebut Seismograf.

1. Gempa Bumi di Aceh tahun 2004 Peristiwa gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia 2. Gempa Bumi Yogyakarta 2006 3. Gempa Bumi Bengkulu 2007 4. Gempa Bumi Sumatera Barat 2009

http://manado.olx.co.id/rumah-kayu-modern-knock-down-iid139458991)

INGIN MEMBANGUN RUMAH ?


(http://propertybth.blogspot.com/2010/12/gambar-dandenah-type-3690.html)

( http://pesona-bougenville-regency.blogspot.com/ )

(http://argajogja.blogspot.com/2009/09/desain-fasad-modern-tropis-2lantai.html )

Sudahkah memenuhi kaidah teknis bangunan tahan gempa secara benar ???

Apa yang dimaksud bangunan tahan gempa?

Rumah Tahan Gempa adalah rumah yang mampu menahan gempa baik itu gempa kecil, gempa sedang maupun gempa berskala besar

Kualitas bahan bangunan yang baik

Seluruh elemen struktur utama tersambung dengan baik

Keberadaan dan dimensi struktur yang sesuai

Mutu pengerjaan yang baik

A.BETON

B. M O R T A R

C. BATU PONDASI

Pondasi terbuat dari batu kali/gunung yang keras


(http://99dhyc.wordpress.com/tag/ pondasi-batu-kali/)

D. KAYU

Kayu yang digunakan harus : - Berkualitas baik - Keras - Kering - Berwarna gelap - Tidak ada retak - Lurus

(http://investasijabonku.blogspot.com/201 1/07/pengolahan-kayu-jabon.html)

a. Pondasi
Ukuran minimum pondasi : - Lebar atas 30 cm - Lebar bawah 60 mm - Ketinggian pondasi 60 mm

b. Balok Pengikat / Sloof


Spesifikasi : - Ukuran sloof : 15 x 20 cm - Tulangan utama 10 mm - Tulangan begel 8 mm - Jarak tulangan begel 15 cm - Tebal selimut beton 15 mm

c. K o l o m
Spesifikasi : - Ukuran kolom : 15 x 15 cm - Tulangan utama 10 mm - Tulangan begel 8 mm - Jarak tulangan begel 15 cm - Tebal selimut beton 15 mm

d. Balok Keliling / Ring


Spesifikasi : - Ukuran kolom : 12 x 15 cm - Tulangan utama 10 mm - Tulangan begel 8 mm - Jarak tulangan begel 15 cm - Tebal selimut beton 10 mm

e. S t r u k t u r A t a p
1) Struktur Kuda-kuda

2) Gunung - gunung / Ampig Spesifikasi : * Bingkai - Ukuran kolom : 12 x 15 cm - Tulangan utama 10 mm - Tulangan begel 8 mm - Jarak tulangan begel 15 cm -Tebal selimut beton 10 mm * Ampig Terdiri dari susunan bata yang direkatkan dengan campuran adukan 1 semen : 4 pasir dan diplester.

f. Dinding
- Angkur min. 10 mm Panjang 40 mm Di setiap 6 lapis bata - Tebal siar 15 mm - Siar tegak bata harus selangseling pada tiap lapis bata - Dinding diplester dengan perbandingan campuran 1 semen : 4 pasir, tebal 2 cm - Luas area tembok maksimum 9 m2 - Jarak antar kolom 3 m

a. Pondasi Balok Pengikat / Sloof


- Angkur besi ditanam untuk menghubungkan pondasi dan sloof - Jarak maksumal tiap angkur 1 m

b. Balok Pengikat / Sloof Kolom


Tulangan kolom dilewatkan / dibengkokkan ke sloof dengan panjang lawatan min. 40xdia. (40 x 10 mm = 40 mm)

Refer model DETAIL 1

c. Kolom - Dinding
Pada pertemuan dinding dan kolom dipasang angkur di setiap 6 lapis bata dengan panjang 40 cm

d. Kolom Balok Keliling / Ring


Tulangan kolom dilewatkan ke balok ring dengan panjang lewatan minimal 40 x dia. (40 cm)

e. Balok Keliling / Ring Kuda - kuda


Untuk menyambungkan kuda-kuda dengan balok ring digunakan angkur/baut tanam min. dia. 10 mm Bisa juga angkur menggunakan besi dia. 10 mm yang ditanam ke dalam balok ring kemudian dikaitkan

f. Angkur Gunung - gunung


Memasang angkur bata pada gununggunung min. dia. 10 mm sepanjang 40 cm pada setiap 6 lapis bata. Tulangan dari balok bingkai ampig dibelokkan ke kolom sepanjang 40 x dia. ( 40 cm )

a. Pengecoran Kolom

- Pastikan cetakan / bekisting rapat dan kuat/kokoh - Pengecoran kolom dilakukan secara bertahap setiap 1 m setelah dinding batu bata dipasang setinggi 1m - Pada saat pengecoran beton dirojok dengan besi tulangan atau bambu agar tidak ada yang keropos - Pelepasan cetakan / bekisting minimal 3 hari setelah pengecoran

b. Pengecoran Balok Ring


- Tulangan dirangkai di atas dinding dan kolom yang telah dipasang - Cetakan / bekisting pada balok gantung harus diberi penyangga - Cetakan / bekisting dapat dilepas setelah 3 hari (untuk balok yang menumpu pada dinding) dan pada balok gantung baru bisa dilepas setelah 14 hari

a. Pekerjaan Pondasi

c. Pekerjaan Dinding d. Pekerjaan Kolom dan Balok Ring e. Pekerjaan Atap f. Pekerjaan Pembersihan Tahapan Pembangunan Keseluruhan

SELESAI