Anda di halaman 1dari 30

CLEAN UP DANAU TOBA SEBAGAI POTENSI DAN PENGEMBANGAN EKOWISATA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

HELMUT TODO TUA SIMAMORA BADAN LINGKUNGAN HIDUP, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN SAMOSIR

PROFIL BADAN LINGKUNGAN HIDUP, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (BLHPP) KABUPATEN SAMOSIR
Dibentuk dalam keputusan Peraturan Daerah Kabupaten Samosir Nomor 21 Tanggal 28 Desember Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Samosir. Struktur Organisasi dan Tata Kerja : 1. Kepala Badan. 2. Sekretariat , terdiri dari sub bagian: a. Umum dan Perlengkapan. b. Keuangan dan Kepegawaian.

Struktur Organisasi dan Tata Kerja :


c. Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan. 3. Bidang Bina Teknologi Lingkungan, terdiri dari Sub Bidang : a. Pengembangan Teknik Lingkungan. b. Analisa Dampak Lingkungan. 4. Bidang Pengendalian Lingkungan, terdiri dari Sub Bidang : a. Pengendalian Pencemaran Lingkungan.

Struktur Organisasi dan Tata Kerja :


b. Pengendalian Kerusakan dan Bina Pengelolaan Lingkungan. 5. Bidang Penelitian dan Pengembangan, terdiri dari Sub Bidang : a. Penelitian. b. Pengembangan.

TUGAS, FUNGSI DAN KEDUDUKAN


1. BLHPP merupakan unsur pendukung tugas Bupati. 2. Tugas BLHPP adalah melaksanakan penyusunan dan Pelaksanaan kebijakan daerah dibidang tugasnya. 3. Fungsi BLHPP, terdiri dari : a. Perumusan kebijakan teknis di bidang lingkungan hidup, penelitian dan pengembangan.

TUGAS, FUNGSI DAN KEDUDUKAN b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang lingkungan hidup, penelitian dan pengembangan. c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang lingkungan hidup, penelitian dan pengembangan. d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. BLHPP dipimpin oleh seorang Kepala Badan. Kepala Badan berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Visi Visi : Tahun 2015, Kabupaten Samosir Menjadi Daerah Tujuan Wisata Lingkungan yang Inovatif .

Misi
Memantapkan Good Governance dengan dukungan SDM yang berkualitas serta prasarana dan sarana yang memadai dan berstandar; Mengembangkan ekonomi kerakyatan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dengan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan dan terkendali. Meningkatkan infrastruktur dan konservasi alam yang handal berdasarkan tata ruang yang mantap untuk mendukung industri pariwisata berbasis lingkungan dan budaya; Meningkatkan kondusifitas daerah dengan mendorong pelaksanaan demokrasi dan penegakan hukum; Mengembangkan jejaring yang sinergis kepada semua pihak.

PROFIL Pembentukan Kabupaten Samosir Dasar Pembentukan: UU No. 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kab. Samosir dan Kab. Serdang Bedagai di Prov. Sumatera Utara. Penetapan Hari Jadi Kabupaten Samosir : 7-1- 2004 Letak Geografis : 20 24 20 45 LU dan 980 21 990 55 BT Sumber : Data Bappeda Kab. Samosir,2009.

Topography Kabupaten Samosir :


0 2 (datar) 2 15 (landai) 15 40 (miring) > 40 (terjal) = 10% = 20% = 55% = 15%

Luas wilayah : 2.069,05 Km2 Luas Daratan : 1.444,25 Km2 Luas Perairan Danau Toba : 624,80 Km2 Ketinggian : 904 2157 Mdpl Volume Danau Toba : 1.181.547.528.152 M3 Luas Genangan Permukaan : 1.154.491.000.000 M2 Kedalaman Maksimal : 500 M

POTENSI NERACA DEBIT AIR DANAU TOBA


Aliran Masuk ( m/det) / Thn : 1.475.496 m3/det Aliran Masuk (m/det) / Bulan : 122.958 m3/det Aliran Keluar (m3/det) / Tahun: 1230 m3/det Aliran Keluar (m3/det) / Bulan : 102,50 m3/det Rata-rata Tinggi Muka Air (m) : 904 mdpl Sumber : SLHD Kab. Samosir, 2009

Profil Iklim dan Alam Kabupaten Samosir


Kecepatan Angin Suhu (oC) Penyinaran Matahari Kelembaban Curah Hujan / Tahun Rata-rata Curah Hujan pH Air Danau Toba Dissolved Oxygen Air (DO) : Rata-rata 3,25 Knot : Rata-rata 21,30 o C : Rata-rata 46,6 : Rata-rata 82,5 : 118 - 369 mm : 215,16 mm/Bulan : Rata-rata pH 6 - 9 :5 7

Arah Pengembangan Clean Up Danau Toba dan Ekowisata Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

1. Penerapan Penggunaan Pupuk dan Anti hama dari bahan bioorganik pada lahan pertanian untuk meminimalkan laju pencemaran air Danau Toba. 2. Penerapan Teknologi Konservasi Lahan Pertanian pada lahan-lahan marjinal. 3. Meminimalkan Penggunaan Pupuk Kimia dan Pestisida. 4. Penerapan UU/PP/Perda tentang RTRW. 5. Penerapan Penggunaan Pakan Ikan yang ramah lingkungan.

Arah Pengembangan Clean Up Danau Toba dan Ekowisata Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
6. Penerapan UU No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 7. Kewajiban setiap Badan Usaha memiliki AMDAL/DPPL/UKL-UPL dan melakukan Monitoring & Evaluasi. 8. Kewajiban setiap usaha bengkel kenderaan bermotor memiliki bak penampungan limbah oli dll, agar tidak mencemari badan air. 9. Penerapan garis batas sempadan danau/sungai yang dapat dibangun Konstruksi/Infrakstruktur. 10. Penerapan reboisasi hutan dan biodiversitas. 11. Penerapan penggunaan IPAL dan bak sampah pada gedung instansi, rumah tinggal, restauran/cafe/kantin dan hotel dalam pengelolaan limbah padat dan cair dan kewajiban pemilik kapal membuat waste container pada kapal (boat) sehingga pencemaran air Danau Toba dapat diminimalisir.

HUBUNGAN CLEAN UP DANAU TOBA DENGAN CITA-CITA LUHUR PEMERINTAH KABUPATEN SAMOSIR DALAM MERAIH PIALA PROGRAM ADIPURA

DEFENISI ADIPURA Program ADIPURA merupakan salah satu program strategis Kementerian Negara Lingkungan Hidup ( KNLH) yang bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan kota bersih dan teduh.

HUBUNGAN CLEAN UP DANAU TOBA DENGAN CITA-CITA LUHUR PEMERINTAH KABUPATEN SAMOSIR DALAM MERAIH PIALA PROGRAM ADIPURA

Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mencapai Visinya bahwa Tahun 2015, Kabupaten Samosir menjadi Daerah Tujuan Wisata berwawasan Lingkungan yang Inovatif sangat berkaitan erat dengan program strategis dalam Program Adipura tersebut. Sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap kelangsungan lingkungan hidup di Kabupaten Samosir dan untuk mencapai tata kepemimpinan yang baik (Good Governance) dan lingkungan yang baik (Good Environment), maka telah dilaksanakan :

1. Sosialisasi dan Implementasi Program ADIPURA dengan mendorong seluruh unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Samosir dan masyarakat (berupa rapat-rapat koordinasi Adipura antar SKPD) dalam mewujudkan Kota Pangururan yang bersih dan teduh dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik. 2. Menciptakan Kota Pangururan yang bersih dan teduh (clean and green city). 3. Membangun partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Samosir, Masyarakat dan Pengusaha dalam pengelolaan lingkungan Kota Pangururan sekitarnya.

STRATEGI DAN LINGKUP KERJA DALAM PROGRAM ADIPURA STRATEGI Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menjalankan Program ADIPURA menerapkan strategi lingkungan hidup, antara lain : 1. Menjadikan lingkungan dan Danau Toba sebagai isu utama. 2. Fokus dan akuntabilitas. 3. Pendekatan emosional sosial melalui kegiatan gotong-royong. LINGKUP KERJA Target penilaian di dalam Program ADIPURA, Pemerintah Kabupaten Samosir telah menetapkan : 1. Lingkup area : Kota Pangururan. 2. Substansi masalah lingkungan / isu : Sampah, Kualitas Air Danau Toba, Pembersihan Eceng Gondok di sekitar perairan Danau Toba dan Ruang Terbuka Hijau. 3. Kegiatan Pokok : Sosialisasi, Pemantauan dan Evaluasi, serta Peningkatan Kapasitas.

STRUKTUR EVALUASI
STRUKTUR EVALUASI Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menerapkan persyaratan yang terdapat pada Program ADIPURA menggunakan 2 (Dua) kriteria, yakni : Kriteria Fisik. Kriteria Non Fisik. Kriteria Fisik Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memenuhi Kriteria Fisik tersebut telah membangun, antara lain : 1. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Cinta Dame di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, digunakan untuk Pengolahan dan Pengelolaan : sampah organik menjadi pupuk kompos dalam kemasan dan siap digunakan sebagai pupuk pertanian, sampah inorganik menjadi bahan yang dapat diolah daur ulang untuk digunakan kembali. Sehingga TPST tersebut memiliki potensi nilai ekonomis.

KRITERIA FISIK
Target kubikasi / volume (m3) pengolahan sampah di TPST berkisar : 0,66 m3/hari yang dihasilkan dari jumlah penduduk Kabupaten Samosir sebanyak 131.549 jiwa. 2. Pembuatan Kapal Motor tradisional yang diberi nama : KM. Patiur Tao Toba. KM. Patiur Tao Toba telah dilengkapi alat bantu mesin pencacah eceng gondok, sehingga dalam pelaksanaan kerja rutinnya selain mengangkut Eceng Gondok dari sekitar perairan Danau Toba juga langsung mencacah Eceng Gondok untuk selanjutnya dibawa dan diolah di TPST Cinta Dame. Target kubikasi / volume (m3) Eceng Gondok yang terangkut untuk diolah berkisar 1 m3. KM. Tao Toba juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pengambilan sampel air di perairan Danau Toba dalam penelitian in-situ sebagai bagian dari kegiatan Laboratorium Lingkungan di bawah koordinasi Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Samosir.

KRITERIA FISIK
3. Rencana Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Pangururan, yang perencanaan Detail Engineering Design (DED) telah dibuat pada tahun 2009, namun belum terlaksana pembangunannya karena kendala Dana pembangunan IPAL belum ada kepastian dari Pemerintah Pusat dan / atau Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. 4. Pembangunan IPAL RSUD. Dr. Hadrianus Sinaga dengan kapasitas 73 m3/hari dengan sistem kapsul bioreaktor yang didesain modern mampu meminimalisir dampak negatif dari efluen bahan buangan limbah cair rumah sakit.

KRITERIA FISIK
Target titik pemantauan kualitas air di dalam penelitian in-situ berjumlah 92 point. Gedung Laboratorium Lingkungan yang dilengkapi dengan alat bantu sarana dan prasarana yang memadai. Laboratorium Lingkungan ini dikelola oleh Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Samosir. Direncanakan pada Triwulan ke - II Tahun 2011 ini akan difungsikan dalam waktu dekat. Laboratorium Lingkungan difungsikan sebagai tempat untuk menguji secara ilmiah berdasarkan fisika, kimiawi dan biologi. Tenaga kerja yang terlibat di dalamnya disesuaikan dengan latarbelakang pendidikan, dan bidang keahliannya. Selain itu, Laboratorium Lingkungan ini didukung oleh para Tenaga Ahli sesuai keahliannya dari Akademisi.

KRITERIA NON FISIK

Kriteria Non Fisik Selain itu juga, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Samosir telah rutin melaksanakan, antara lain : 1. Pembuatan Dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kabupaten Samosir setiap tahun, yang berisi trend keadaan status lingkungan hidup, sosial dan budaya masyarakat yang terdapat di Kabupaten Samosir. 2. Penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 3. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

KRITERIA NON FISIK

4. Kegiatan Jum at bersih yakni kegiatan rutin membersihkan pasar, prasarana umum, perairan Danau Toba dari eceng gondok di sekitar Kota Pangururan, Tano Ponggol, Putri Lopian, Lokasi wisata Pantai Pasir Putih dan sekitarnya. 5. Mewujudkan Kota Pangururan menuju Zero Waste. Hal Yang Pernah Dicapai Pada Tahun 2007 Kabupaten Samosir mendapat Sertifikat ADIPURA dari Kementerian Negara Lingkungan hidup.

Harapan dari Clean Up Danau Toba sebagai Potensi dan Pengembangan Ekowisata
1. Tercapainya Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Samosir Tahun 2011-2015. 2. Terwujudnya Perairan Danau Toba yang Asri dan bernilai jual lingkungan sehingga masyarakat Kab. Samosir dapat menikmati kemakmuran dan kesejahteraan dari alam Danau Toba. 3. Terwujudnya Hubungan yang Harmonis antara kearifan lokal, budaya masyarakat dan lingkungan dalam Pengembangan Ekowisata. 4. Terwujudnya Cita-cita dalam UU No.32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup dan UU No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan dalam mendukung Pembangunan Nasional.

TARGET PEMERINTAH KABUPATEN SAMOSIR TERHADAP CLEAN UP DANAU TOBA DAN LINGKUNGAN HIDUP DI SEKITARNYA MENUJU KABUPATEN SAMOSIR MENJADI KABUPATEN ZERO WASTE

Penerapan dan Pemantapan kinerja pada : A. Level Institusi 1. Kelembagaan a. Pengelolaan Lingkungan Hidup. b. Pengelolaan kebersihan/sampah. c. Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). 2. Penerapan Produk Hukum. 3. Penetapan Anggaran dan Potensi serta Realisasi penerimaan retribusi untuk kebersihan.

TARGET PEMERINTAH KABUPATEN SAMOSIR TERHADAP CLEAN UP DANAU TOBA DAN LINGKUNGAN HIDUP DI SEKITARNYA MENUJU KABUPATEN SAMOSIR MENJADI KABUPATEN ZERO WASTE

4. Pengadaan Fasilitas : a. Pengelolaan kebersihan/sampah. b. Pengendalian pencemaran air. c. Pengelolaan RTH. 5. Tingkat Pelayanan terhadap : a. Pengelolaan kebersihan/sampah. b. Penanganan transportasi sampah dan tingkat pelayanan kebersihan kota dan perairan Danau Toba.

TARGET PEMERINTAH KABUPATEN SAMOSIR TERHADAP CLEAN UP DANAU TOBA DAN LINGKUNGAN HIDUP DI SEKITARNYA MENUJU KABUPATEN SAMOSIR MENJADI KABUPATEN ZERO WASTE

B. Manajemen 1. Perencanaan dan komitmen pemerintah mengenai lingkungan dan keberlanjutan kelestarianDanau Toba. 2. Pelaksanaan pemanfaatan sampah dalam kegiatan pengomposan sampah. 3. Pengendalian dan pengawasan dalam pengelolaan kebersihan/sampah dan RTH.

TARGET PEMERINTAH KABUPATEN SAMOSIR TERHADAP CLEAN UP DANAU TOBA DAN LINGKUNGAN HIDUP DI SEKITARNYA MENUJU KABUPATEN SAMOSIR MENJADI KABUPATEN ZERO WASTE

C. Partisipasi Masyarakat 1. Peran serta unsur-unsur masyarakat dibidang kebersihan dan penghijauan kota. 2. Peran serta masyarakat di wilayah permukiman dalam pengelolaan sampah dan limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan dan badan perairan Danau Toba.

Demikian salah satu bentuk nyata penerapan prinsip-prinsip good governance yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Samosir dalam pelaksanaan Clean Up Danau Toba dan Program ADIPURA. TERIMAKASIH