Anda di halaman 1dari 10

ARSITEKTUR BIOKLIMATIK (AR 5317)

Desain Eksploratif (Kampus Arsitektur)


Oleh :

Kristin N. Johannis 090 212 045


Dosen Mata Kuliah Prof. DR Ir. Jeffrey I. Kindangen , DEA , IAI

Arsitektur Bioklimatik
Arsitektur Bioklimatik merupakan seni merancang bangunan dengan metode hemat energi dengan memperhatikan iklim setempat dan memecahkan masalah iklim dengan menerapkannya pada elemen bangunan. Arsitektur bioklimatik juga merupakan suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungannya dalam kaitannya dengan iklim daerah tersebut. Pada akhirnya bentuk arsitektur yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh budaya setempat, dan hal ini akan berpengaruh pada ekspresi arsitektur yang akan ditampilkan dari suatu bangunan, selain itu pendekatan bioklimtaik akan mengurangi ketergantungan karya arsitektur terhadap sumber sumber energi yang tidak dapat diperbaharui.

Prinsip-prinsip perancangan arsitektur bioklimatik antara lain konfigurasi bangunan yang dipengaruhi oleh iklim, orientasi bangunan yang krusial, sumber energi alami, serta konsumsi energi yang rendah. Pengendalian iklim juga dapat dilakukan dengan : Memaksimalkan keuntungan matahari ; Meminimalkan perlakuan aliran panas ; Meminimalkan pembesaran bukaan/bidang terhadap matahari ; Memperhatikan ventilasi; Memperhatikan penguapan pendinginan sistem atap. Adapun maksud dan tujuan dari perancangan desain eksploratif ini adalah menciptakan kampus arsitektur yang nyaman dan secara langsung mendukung peran arsitek dalam mengurangi global warming.

Penerapan Konsep Arsitektur Bioklimatik Pada Desain Eksploratif

1)Orientasi Massa / Bangunan


Dalam prinsip konsep arsitektur bioklimatik, orientasi massa/ bangunan amat perlu diperhatikan. Orientasi yang baik adalah orientasi bangunan memanjang yang sejajar dengan arah peredaran matahari dari timur ke barat. Maka dalam desain eksploratif ini pun, orientasi bangunan dibuat mengikuti arah peredaran matahari yaitu timur-barat.

2) Green Roof
Penggunaan green roof menjadi saah satu solusi pada penerapan konsep arsitektur bioklimatk. Karena green roof dibuat untuk mereduksi panas yang masuk melalui atap.

3) Panel Surya ( Solar Panel)


Panel surya berfungsi sebagai pengganti energi listrik cadangan. Panel surya menggunakan panas matahari sebagai sumber utamanya. Sehingga dapat menghemat penggunaan listrik.

4) Penggunaan Skylight
Pada atap pelana digunakan skylight, agar memaksimalkan cahaya matahar yang masuk. Atap skylight digunakan tepat di atas void, agar cahaya dapat masuk sampai ke lantai 1.

5) Penggunaan Kaca dan Bukaan


60 % bangunan menggunakan kaca, serta memaksimalkan bukaan seperti jendela dan ventilasi, agar cahaya matahari yang diperlukan dapat masuk, serta sirkulasi/aliran udara dapat berjalan dengan baik.

6) Vegetasi sebagai Barrier


Vegetasi seperti tumbuhan rambat dan pepohonan serta taman diaplikasikan pada rancangan ini, bertujuan untuk mereduksi panas yang berlebihan yang tidak diperlukan oleh bangunan.

Site Plan

Tampak Depan

Tampak Samping Kiri

Tampak Belakang

Tampak Samping Kanan

Kampus Arsitektur
Perspektf

Output Desain Eksploratif