Anda di halaman 1dari 4

Akibat inflamasi akut

Resolusi

Jika cedera bersifat terbatas/ berlangsung singkat, tidak ada kerusakan jaringan/ kecil, jaringan mampu menggantikan setiap sel yang cedera. Proses ini meliputi netralisasi atau pembangan berbagai mediator kimiawi, normalisasi permeabilitas vaskuler, dan penghentian emigrasi leukosit diikuti kematian (lewat apoptosis) neutrofil yang mengalami ekstravasasi.

Pembentukan jaringan parut atau fibrosis Terjadi setelah destruksi jaringan yang substansial ketika inflamasi tidak beregenerasi. Eksudat fibrinosa meluas akibat peningkatan permeabilitas vaskuler. Pembentukan abses terjadi pada meluasnya infiltrat neutrofil.

Berlangsung menjadi inflamasi kronik Mengikuti inflamasi akut atau responnya kronik sejak awal, Misal: Infeksi virus, jejas yang persisten, penyakit autoimun.
inflamasi kronik bisa menimbulkan jaringan parut, bergantung pada luasnya jejas jaringan awal dan jejas yang terus berlangsung, serta kemampuan jaringan yang terinfeksi untuk tumbuh kembali.

Efek sistemik inflamasi

Demam, malaise, anoreksi,


Laju endap darah yang meningkat (kadar fibrinogen meningkat mudah beraglutinasi) Leukositosis . Leukositosis dapat disebabkan oleh infeksi, radang (inflamasi), reaksi alergi, keganasan, dan lain-lain.