Anda di halaman 1dari 33

INFEKSI APIKAL

Andri Abdul Rahman 130112110131

Anatomi Gigi

Bagian :

Mahkota Leher Akar

Sebagian besar gigi tersusun atas dentin, yang dilapisi oleh :


Enamel Semen

Enamel

Jaringan terkeras di seluruh tubuh Tidak memiliki kemampuan bergenerasi

Dentin

Mirip struktur tulang Memiliki kemampuan untuk bergenerasi Tahan terhadap tekanan

Rongga Pulpa

Terdiri dari jaringan ikat yang banyak dan mengandung pembuluh darah dan saraf.

Infeksi Apikal

Definisi

Infeksi pada apeks gigi.

Etiologi

Bakteri-bakteri dari dental karies.

Pathogenesis (pembentukan karies)


Reaksi antara bakteri + karbohidrat + gigi + waktu Dental plaque Terbentuknya asam laktat Dimeneralisasi dan disolusi email Karies

Karies insipiens Karies superfisial Karies media Karies profunda Pulpitis irreversible Daya tahan tubuh baik Pulpitis kronis Nekrotik pulpa Periodontis apikal Abses periapikal Kronis Akut Abses menyebar Daya tahan tubuh lemah Pulpitis akut

Karies Gigi

Definisi

Kerusakan pada email atau dentin yang terlihat dengan adanya perubahan dan hilangnya struktur keras gigi.

Faktor Pembentukan Karies


Host : anatomi dan saliva. Bakteri : Streptococcus mutans. Subtrak diet : karbohidrat / sukrosa. Waktu : >24 jam =calon karies

Klasifikasi Karies Gigi

Berdasarkan Waktu

Primer Sekunder

Berdasarkan Kedalaman

Karies Insipiens Karies Superfisial Karies Media Karies Profunda

Karies Insipiens

Terjadi Perubahan warna pada email, bercak putih, coklat, atau hitam. Asimtomatik. Dapat berkembang menjadi karies superfisialis bila tidak mendapatkan perawatan gigi yang baik.

Karies Superfisialis

Paling dalam sampai batas email dentin (dentinoenamel junction). Dapat menyebabkan iritasi pulpa. Iritasi pulpa : keadaan eksitasi pulpa yang berlebihan pada pemaparan rangsangan mekanik, termal, maupun kimiawi.

Karies Media

Karies yang sudah mengenai dentin tapi belum melebihi pertengahan ketebalan dentin. Dapat menyebabkan hiperemi pulpa. Hiperemi pulpa : Keadaan dimana terjadinya vasodilatasi rongga pulpa akibat mediator inflamasi yang dilepaskan.

Karies Profunda

Karies yang sudah melewati ketebalan dentin dan sudah mendekati / menembusi ruang puang pulpa. Symptom : rasa sakit muncul spontan dan nyeri berdenyut spontan. Progresif ke pulpitis.

Penyakit yang disebabkan karies gigi


Iritasi pulpa. * Kedalaman karies, superfisialis * Rasa ngilu (linu) bila terkena rangsang dingin, manis, asam atau mekanis. * Rasa ngilu hilang bila rangsang dihilangkan. Hiperemi Pulpa. * Kedalaman karies media sampai profunda * Rasa ngilu bila terkena rangsang dingin, manis, asam atau mekanis * Rasa ngilu hilang bila rangsang dihilangkan * Terjadi pelebaran pembuluh darah didalam rongga pulpa

PENCEGAHAN KARIES GIGI. 1. Pembersihan/penyikatan gigi secara teratur 2. Pemberian preparat Fluorida.

Ca10(PO4)6OH2 + F Hidroksil apatit

Ca10(PO4)6OHF Hidroksil fluor apatit

Cara-cara pemberian Fluor : Diberikan dalam bentuk tablet, untuk anak-anak mulai umur 6 bulan.

TABEL PEMBERIAN FLUOR


UMUR 0 - 1 Tahun sulung 2 - 3 Tahun 4 - 5 Tahun tetap 0,50 mg 0,75 mg DOSIS 0,25 mg KETERANGAN

}Tujuannya terhadap gigi

}Tujuannya terhadap gigi


> 6 Tahun 1,00 mg

Sediaan yang beredar saat ini :

VINA FLUOR TABLET

1 mg

Pulpitis

Definisi

Infeksi pada pulpa.

Meliputi sebagian besar infeksi odontogenik.

Dapat disebabkan oleh iritan fisik, kimiawi, mikroorganisme.

Pulpitis Reversible

Inflamasi ringan pada pulpa yang apabila stimulus dihilangkan, pulpa akan kembali normal dan gejala menghilang.
Merupakan respon inflamasi detensif.

Gejala : timbul nyeri yang bersifat transien terhadap rangsangan termal, mekanis, makanan manis, dan sentuhan. Rasa sakit bersifat 10-15 detik, hilang bila stimulus dihilangkan. Tidak ada berdenyut. Karies (+) Sonde (+), dingin (+) gigi vital. Tekanan (-), perkusi (-). Palpasi (-), mobility (-), pokey (0)

Rencana Perawatan Pro Dental foto Pro Penambalan gigi


Terapi

Konsul radiology Konsul konservasi gigi

DD/ Pulpitis irreversible

Pulpitis Irreversible:
Peradangan berkelanjutan pada jaringan pulpa yang menyebabkan jaringan pulpa rusak dan tidak dapat sembuh lagi. Klasifikasi Akut Kronis

Keluhan nyeri Nyilu terus menerus (bisa hilang timbul)

Nyeri bisa ve Tertutup (atas pulpa masih tetutup): 1. Rasa sakit berdenyut spontan Terbuka (hiperplastik)

nyeri = tajam,spontan, menetap, bertambah saat baring

Nyeri memalar ke sinus maxila,telinga

1.
2. 3.

Gejala : Karies +ve : media sehingga profunda Trias Gejala: Sakit berdenyut spontan, terus menerus Rasa sakit menyebar Terdapat gejala peridonitis apikalis (sakit gigi saat menguyah)

Pemeriksaan gigi: Karies (+). Sonde ( +), Dingin (+), Perkusi (+). Lain negative.

2 Jenis :

Pulpitis parsialis

Sebagian gigi. Berdenyut spontan. Hilang timbul, terutama dirasakan pada malam hari,. Nyeri tidak menyebar.

Pulpitis totalis

Seluruh gigi. Trias gejala :


Berdenyut spontan terus menerus, Rasa sakit menyebar. Terdapat gejala periodontitis apikalis.

Pulpitis Kronis

Inflamasi kronis pada jaringan pulpa lebih dari 4 hari.


Bila daya tahan tubuh lebih baik, pulpitis totalis akan berkembang menjadi pulpitis kronis. Terdapat 2 jenis :

Pulpitis kronis tertutup atap pulpa masih tertutup, belum perforasi. Pulpitis kronis terbuka P.K. Hiperplastika, P.K. granulomatosa, Polip pulpa.

Tanda Klinis dari Pulpitis Kronis Hiperplastika


Dari lubang gigi yang karies terlihat masa/benjolan : * Berwarna merah tua * Permukaan berbenjol-benjol * Mudah berdarah dan sakit bila terkena sentuhan * Benjolan tidak dapat diangkat dari dasarnya.

Polip Pulpa dapat dibedakan dengan Polip Gingiva : Tanda-tanda Polip Gingiva : Warna seperti gusi (merah muda) Permukaannya datar Bila terkena sentuhan, tidak sakit dan tidak mudah berdarah Dapat diangkat dari dasarnya

Perbedaan Gambaran Polip Pulpa dengan Polip Gingiva :

Perencanaan Perawatan
Akut Pro rontgen foto = konsul radiologi Pro resep (analgesik = asam metfenemat 500mg tab no IX) Pro perawatan saluran akar =konsul endodonsia

Kronis: Pro rontgen foto = konsul radiologi Pro perawatan saluran akar = konsul endodonsia Jika Akar bengkak atau Buntu = Extraksi Sahaja

Nekrosis Pulpa

Definisi : jaringan pulpa yang sudah mati.

Gejala

Umumnya pasien tidak lagi mengeluhkan rasa nyeri. Nyeri muncul ketika inflamasi menyebar ke jaringan periodontal. Pasien memiliki riwayat nyeri pada gigi yang bersangkutan. Gigi mengalami discolorization.

Hasil tes :

sondasi (-), dingin (-), perkusi (+), tekanan (+)/(-)

Periapikal Abses

Definisi : proses pengumpulan sel inflamasi akut pada apikal gigi yang sudah non-vital disertai supurasi (nanah) di daerah ujung akar. Inflamasi akut yang disertai adanya pembentukan abses dapat berasal dari :

Periapical pathosis Inflamasi periapikal kronis

Pada tahap awal, periapical periodontal ligament fibers mengalami proses inflamasi akut, namun tanpa disertai pembentukan abses (periodontitis apikal akut).

Meskipun proses ini berkaitan dengan gigi non-vital, namun periodontitis apikal akut juga dapat terjadi pada gigi yang vital akibat trauma, kontak oklusal yang abnormal atau penggunaan tusuk gigi sebagai baji. Berdasarkan kondisi klinis, periapikal abses dibagi 2 : symptomatic dan asymptomatic.

Gejala :

Nyeri berdenyut pada daerah gigi sakit spontan Gigi terasa lebih tinggi dibanding gigi yang lain Nyeri bertambah hebat pada penekanan Mobilitas (+) Riwayat bengkak dan fistel Pembesaran KGB

Pemeriksaan gigi: Karies (+), perkusi (+), palpasi (+)

Rencana Perawatan

Pro Dental rontgen foto Sakit waktu datang (akut) = Pro resep Pro Drainase dengan open bor Pro Perawatan saluran Akar /Pro ekstraksi = T.K.P

Terapi: Konsul radiologi Konsul Konservasi Endodonsia = Drainase+ saluran akar Konsul eksodonsia/bedah mulut Resep (T.K.P) = analgesik (asam mefenamat), antibiotik (amox)

Terima Kasih