Laporan Medis Pasien HCC dan Pneumonia
Laporan Medis Pasien HCC dan Pneumonia
10 Februari 2025
Tim Jaga
3rd call : dr. Tika Rizki Amelia Matondang
2nd call : dr. Angelina Yuwono/ dr. Cynthia Margaretha
1st call : dr. Maya Diana/ dr. Wahyu Alamsyah/ dr. Ferry
Fhrans
Identitas Pasien
• Nama : Tn. AR
• Umur : 50 tahun
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Pekerjaan : Pegawai swasta
• Status : Sudah menikah
• MR : 00911777
WAKTU /JAM KEGIATAN URAIAN
Jantung
- Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat
- Palpasi : iktus kordis teraba sejajar LMCS, thrill (-), lifting (-), heaving (-)
- Perkusi : Batas jantung kanan linea parasternalis kanan
Batas jantung kiri LMCS
Batas jantung atas ICS II sinistra
- Auskultasi : auskultasi sambil meraba pulsasi arteri karotis: regular, T1>T2, M1>M2, A2>A1, P2>P1, murmur
(-) dan gallop (-)
Toraks anterior
- Inspeksi : gerakan simetris, lesi (-), pola napas regular, retraksi interkostal (-).
- Palpasi : ekspansi paru simetris, emfisema subkutis (-), nyeri tekan (-), SF kanan = kiri
- Perkusi : sonor (+/+) pada kedua lapangan paru. Batas paru – hati relatif/absolut : ICS V/VI dekstra,
Batas paru – lambung pada ICS VI
- Auskultasi:
- SP : bronkovesikuler (+/+)
- ST : rhonki (+/+), wheezing (-/-)
WAKTU/ KEGIATAN
JAM URAIAN
Toraks posterior
- Inspeksi : benjolan (-), kelainan tulang belakang (-)
- Palpasi : ekspansi paru simetris, emfisema subkutan (-), Stem fremitus kanan = kiri
- Perkusi :
- P1 sonor pada kedua lapang paru
- P2 sonor pada kedua lapang paru
- P3 sonor pada kedua lapang paru
- P4 sonor pada kedua lapang paru
- P5 sonor pada kedua lapang paru
- Auskultasi :
- SP : bronkovesikuler (+/+)
- ST : rhonki (+/+), wheezing (-/-)
WAKTU/JAM KEGIATAN URAIAN
Abdomen :
- Inspeksi : simetris membesar
- Palpasi : H/R/L sulit dinilai, NT hipokondria kanan, undulasi (+)
- Perkusi : shifting dullness (+), nyeri ketok CVA (-/-) pada pinggang
- Auskultasi : BU (+) normal
Ekstremitas :
Superior: akral hangat (+), CRT < 2”, edema (-/-), pulse (-), ptekie (-/-), hematom (-/-),
Inferior: akral hangat (+), CRT < 2”, edema (+/+), pulse (-), ptekie (-/-), hematom (-/-)
Hematologi Lengkap 8/2/25
Jenis Pemeriksaan Satuan Hasil Nilai Rujukan
MCV fL 91 81-99
MCH pg 30 27.0-31.0
Jenis Pemeriksaan
Satuan Hasil Rujukan
eGFR 35 mL/menit/1.73 m²
Jenis Pemeriksaan
Satuan Hasil Rujukan
aPTT 0.9
pH 7.491 7.35-7.45
Imunoserologi 6/12/2024
Satuan Hasil Rujukan
Kesimpulan : Pneumonia
USG Bedsite RSUP HAM (8/2/25)
USG Bedsite RSUP HAM (8/2/25)
Hepar : kesan membesar, permukaan irreguler, tepi tumpul, struktur vena bizzare, tampak nodul
Limpa : kesan membesar
Pankreas : tidak tervisualisasi
Gall bladder : dinding menebal tidak tampak sludge atau batu
Tampak Fluid Collection di abdomen
Ginjal kanan : Gambaran nefritik akut
Ginjal Kiri : dalam batas normal
Paru Kanan : Fluid (-), konsolidasi (+), B line (+), nodul (+)
Paru Kiri : Fluid (-), konsolidasi (+), b line (+), nodul (-)
Kesan :
Hepatocellular Carcinoma
Edema GB Wall
Asites Masif
Gambaran Nefritis Akut Kanan
Metastasis Paru
Pneumonia
CT Scan Liver 3 Fase (1/11/2024)
Kesimpulan
• Hepatosplenomegali dengan HCC tipe diffuse yang melibatkan lobus kanan
dan sebagian lobus kiri dengan multinodular di lobus kiri ukuran beberapa
mm.
• Metastasis paru.
• Asites minimal.
• Kalsifikasi prostat.
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
1. Cancer pain ec Anamnesis Terapi - Keluhan membaik
HCC (BCLC C) Nyeri perut dialami pasien sejak 1 minggu ini dan memberat sejak 1 hari ini - Injeksi ketorolac 30 mg/8 jam/iv - Monitoring klinis
hingga menyebabkan pasien gelisah dan tidak dapat beristirahat sama sekali., - MST 2x10mg PO
nyeri perut dirasakan pada bagian perut kanan atas. Nyeri tajam dan bersifat
hilang timbul, tidak menjalar, tidak diperberat dengan makanan, posisi atau Rencana
aktivitas. Nyeri perut tidak berkurang dengan mengonsumsi obat anti nyeri. - Pantau VAS
Riwayat HCC dan hepatitis B kronik dengan pengobatan lenvima 1x4 mg dan
entecavir 1x0.5 mg.
Pemeriksaan
Sens : CM
TD : 119/80 mmHg
Frekuensi nadi : 115 x/i
Frekuensi napas : 21 x/menit
Suhu : 36.80C
SpO2 : 98% RA
VAS : 7-8
Abdomen : shifting dullness (+), undulasi (+), nyeri tekan hipokondria kanan (+)
ECOG : 2 poin
BCLC : stage C
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
2. HCC (BCLC C) Anamnesis Terapi - Keluhan membaik
Nyeri perut dialami pasien sejak 1 minggu ini dan memberat sejak 1 hari ini - Lenvima 1 x 4 mg - Monitoring klinis
hingga menyebabkan pasien gelisah dan tidak dapat beristirahat sama sekali.,
nyeri perut dirasakan pada bagian perut kanan atas. Nyeri tajam dan bersifat Rencana
hilang timbul, tidak menjalar, tidak diperberat dengan makanan, posisi atau - Pantau kondisi klinis pasien
aktivitas. Nyeri perut tidak berkurang dengan mengonsumsi obat anti nyeri.
Riwayat HCC dan hepatitis B kronik dengan pengobatan lenvima 1x4 mg dan
entecavir 1x0.5 mg.
Pemeriksaan
Sens : CM
TD : 119/80 mmHg
Frekuensi nadi : 115 x/i
Frekuensi napas : 24 x/menit
Suhu : 36.80C
SpO2 : 98% RA
VAS : 7-8
BB : 60 kg
Abdomen : shifting dullness (+), undulasi (+), nyeri tekan hipokondria kanan (+)
ECOG : 2 poin
BCLC : stage C
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
3. Hepatitis B kronik Anamnesis: Terapi - Keluhan membaik
Pasien dengan riwayat menderita hepatitis B kronik dengan pengobatan rutin - Tirah baring - Monitoring klinis dan
entecavir 1x0.5 mg - Diet hati 1700 kkal laboratorium
- Entekavir 1x0.5 mg
Pemeriksaan:
Abdomen: simetris, shifting dullness (+), undulasi (+), nyeri tekan hipokondria
kanan
Lab 6/12/2024
HbsAg: Reaktif
Lab 2/1/2024
Anti HCV: NR; HIV 3 metode: NR
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
3. Asites sirotik Anamnesis Terapi - Keluhan membaik
Perut dirasakan membesar sejak 1 bulan SMRS dan semakin membesar sejak - Furosemide 1x40 mg - Monitoring klinis dan
3 hari SMRS. Benjolan pada perut kanan tidak dijumpai. Riwayat HCC dan - Spironolakton tunda (pasien laboratorium
hepatitis B kronik dengan pengobatan lenvima 1x4 mg dan entecavir 1x0.5 mg hiperkaelmia)
Pemeriksaan Rencana :
Abdomen : simetris, shifting dullness (+), undulasi (+), nyeri tekan hipokondria - USG abdomen
kanan - Tapping asites + Analisa cairan ascites
- Balance cairan per 24 jam
Lab (8/2/2025) :
Hb/Leu/Plt: 10.9/28.890/717.000
Bilirubin total/bilirubin direk: 0.5/0.26
Ur/Cr: 108/2.21 (eGFR: 35 ml/min/1.73 m2)
SGOT/SGPT : 225/26
Albumin : 3.01
Lab 6/12/2024
HbsAg: Reaktif
Pemeriksaan
Sens : CM
TD : 119/80 mmHg
Frekuensi nadi : 115 x/i
Frekuensi napas : 24 x/menit
Suhu : 36.80C
SpO2 : 98% on nasal kanul 3 lpm
Thorax
SP: bronkovesikuler (+/+) , ST : ronkhi (+/+)
Pemeriksaan
Sens : CM
TD : 119/80 mmHg
Frekuensi nadi : 115 x/i
Frekuensi napas : 21 x/menit
Suhu : 36.80C
SpO2 : 98% RA
Thorax
SP: bronkovesikuler (+/+) , ST : ronkhi (+/+)
Laboratorium (8/2/2025)
Hb/Leu/Plt: 10.9/28.890/717.000
MCV/MCH/MCHC : 91/30/25.8
Ur/Cr: 108/2.21 (eGFR: 35 ml/min/1.73 m2)
Na/K: 132/6.3
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
7 Anemia normokrom Anamnesis Terapi - Keluhan membaik
normositer ec penyakit kronis Lemas dialami pasien sejak 2 minggu ini. - Atasi penyakit dasar - Monitoring klinis dan
dd perdarahan Pusing hoyong tidak dijumpai, keringat dingin tidak dijumpai. laboratorium
Keluhan perdarahan seperti BAB hitam atau berdarah disangkal, Rencana
mimisan disangkal, gusi berdarah disangkal, keluhan bintik merah di - Cek Retikulosit
kulit disangkal. - Cek Morfologi Darah Tepi
Riwayat terpapar zat kimia atau pestisida disangkal. - Feses rutin dan benzidine test
Riwayat kuning tidak dijumpai.
Riwayat transfusi darah tidak dijumpai.
Pemeriksaan Fisik
Mata : Konjungtiva palpebra inferior anemis (+/+)
Laboratorium (8/2/2025)
Hb/Leu/Plt: 10.9/28.890/717.000
MCV/MCH/MCHC : 91/30/25.8
Ur/Cr: 108/2.21 (eGFR: 35 ml/min/1.73 m2)
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
8. Hiponatremia Anamnesis Farmakologi: - Keluhan membaik
normoosmolar Mual tidak dijumpai. Muntah tidak dijumpai. Muntah - IVFD NaCl 0.9% 10 gtt/i - Monitoring klinis dan
normovolume (132) hitam atau muntah berwarna merah tidak dijumpai. tanda-tanda vital
Riwayat muntah menyembur tidak dijumpai. Riwayat Rencana
muntah hitam atau merah segar tidak dijumpai. - Pemeriksaan natrium serum
Penurunan nafsu makan dijumpai sejak 1 bulan ini.
Pasien hanya mengkonsumsi 1-2 sendok per hari.
Riwayat penurunan berat badan tidak diketahui.
Pemeriksaan Penunjang
Lab (8/2/25)
Natrium: 132
Osmolaritas: 288.94 mosmol/l
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
9. Hiperkalemia (6.3) Anamnesis: Farmakologi: - Keluhan membaik
Mual tidak dijumpai. Muntah tidak dijumpai. Muntah - Diet rendah kalium - Monitoring klinis dan
hitam atau muntah berwarna merah tidak dijumpai. - Injeksi ca glukonas 1 amp tanda-tanda vital
Riwayat muntah menyembur tidak dijumpai. Riwayat - Injeksi insulin rapid 10 unit +D40% IV - Target K < 5.5
muntah hitam atau merah segar tidak dijumpai.
Penurunan nafsu makan dijumpai sejak 1 bulan ini. Rencana:
Pasien hanya mengkonsumsi 1-2 sendok per hari. - Pemeriksaan kalium serum setelah 1-2 jam
Riwayat penurunan berat badan tidak diketahui. pemberian D40% + insulin
- EKG serial
Pemeriksaan Penunjang
Lab (8/2/25)
Kalium: 6.3
EKG : tidak dijumpai T tall
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
10. Hipoalbuminemia ec Anamnesis: Farmakologi - Keluhan membaik
chronic liver disease dd/ Mual tidak dijumpai. Muntah tidak dijumpai. Muntah - Diet ekstra putih telur 6 butir/hari - Monitoring klinis dan
low intake (3.01) hitam atau muntah berwarna merah tidak dijumpai. tanda-tanda vital
Riwayat muntah menyembur tidak dijumpai. Riwayat Rencana
muntah hitam atau merah segar tidak dijumpai. - Konsul gizi
Penurunan nafsu makan dijumpai sejak 1 bulan ini.
Pasien hanya mengkonsumsi 1-2 sendok per hari.
Riwayat penurunan berat badan tidak diketahui. Kedua
kaki bengkak
Pemeriksaan Fisik
Ekstremitas inferior : edema +/+
Pemeriksaan Penunjang
Lab (8/2/25)
Albumin : 3.01
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
11 Post PSMBA Anamnesis: Rencana - Keluhan membaik
- Pemeriksaan feses rutin dan benzidine test - Monitoring klinis dan
tanda-tanda vital
• BAB hitam dan BAB berdarah saat ini tidak - Pantau tanda-tanda
perdarahan
dijumpai.
• Riwayat BAB hitam dijumpai terakhir sejak 2 hari
SMRS
Pemeriksaan fisik :
- Rectal toucher → pasien menolak dilakukan
RT
TARGET DAN
NO MASALAH PENGKAJIAN INSTRUKSI
MONITORING
12 High Risk Trombosis Pemeriksaan Penunjang: Rencana - Keluhan membaik
Trombosis reaktif dd - Atasi penyakit dasar - Monitoring klinis dan
esensial Khorana Score 0 tanda-tanda vital
HASBLED - Pantau tanda-tanda
perdarahan
D-dimer: 3.89 mg/L
Fibrinogen: 439.3 mg/dL
Trombosit: 717.000 /μl
TERIMA KASIH