Anda di halaman 1dari 10

ANATOMI DAN STRATEGI GERAKAN SOSIAL

Pertemuan Ke-5. Abdul Kholek. MA

Anatomi Gerakan Sosial


1.Kepercaya -an

6.Efek

5.Strategi

2.Pengorganisasian

4.Keikutsertaan

3.Penyebab

Aspek Dasar Gerakan Sosial


Aspek Kepercayaan (Belief) Kepercayaan : Sesuatu yang dianggap benar, menjadi motor penggerak untuk menentang/menggugat realitas. Kepercayaan meliputi doktrin (agama dan budaya), ideologi, pandangan hidup, kerangka berpikir 2) Aspek Pengorganisasiaan (organization) Organisasi diartikan sebagai sebuah cara atau mekanisme untuk menggerakkan orang yang mempunyai keyakinan yang sama. Asosiasi aktor inilah yang menetapkan tujuan (goal), serta menggerakkan massa untuk menentang realitas.
1)

3)

4)

Aspek Penyebab (Causes) Pertama gerakan yang berakar pada budaya/tradisi atau doktrin keyakinan. Kedua, gerakan yang muncul spontan dilatarbelakangi oleh motif ekonomi. Aspek Keikutsertaan (Joining) Keikutsertaan actor baik secara individual, kelompok atau kolektif. Kecenderungan ikut sertanya masyarakat kedalam gerakan tidak terlepas dari pembacaan mereka terhadap realitas (budaya/kepercayaan dan ekonomi).

Asfek Strategi (Strategies) Strategi merupakan jantung dari gerakan, pemilihan dan penerapan strategi disesuaikan dengan setting sosial dan kesiapan aktor-aktor dalam gerakan. 6) Efek Gerakan. Efek merupakan hasil yang dicapai dari gerakan sosial yang dilakukan. Biasanya efek gerakan ditentukan seberapa tetap dan akurat penerapan strategi yang dilakukan.
5)

Strategi Gerakan Sosial


1)

Low Profile Strategy Strategi isolasi politik digunakan dalam kondisi politik yang represif, digunakan untuk menghindari tekanan dari Negara. Actor gerakan melakukan isolasi dan menghindari dari agenagen Negara.

2)

Strategi Pelapisan Digunakan dalam kondisi politik yang tidak memberikan ruang pada gerakan diluar cita-cita pemerintah. Sehingga kecenderungan aktor menerapkan program pemberdayaan masyarakat.

3)

Strategi Advokasi Strategi pendampingan merupakan pilihan strategi yang cukup populer, dalam Negara yang menuju tahapan konsololidasi demokrasi sangat tepat, jika actor-aktor gerakan sosial menerapkan strategi ini.

4)

Keterlibatan Kritis. Kombinasi strategi kerjasama dan advokasi, digunakan untuk perubahan kebijakan atau mempengaruhi kebijakan

Advokasi Sebagai Strategi Populer dalam Gerakan Sosial.

R. Sharma (2004:7), advokasi sebagai tindakan berbicara, menarik perhatian masyarakat tentang suatu masalah, dan mengarahkan pengambil keputusan mencari solusi. Ismail Nawawi (2009:182) memberikan definisi advokasi sebagai usaha politis warga masyarakat yang terorganisir untuk mentransformasikan hubungan kekuasaan. Abdul Hakim (2005:VII), mendefinisikan advokasi sebagai sebuah kegiatan yang direncanakan bersama oleh kelompok-kelompok masyarakat untuk mentransformasikan hubungan kekuasaan asimetris (tidak demokratis) > simetris yaitu hubungan kekuasaan yang lebih demokratis dan adil. Advokasi merupakan suatu tindakan individu, kolektif atau organisasi masyarakat/NGO, yang terorganisir, sitematik, berusaha untuk mempengaruhi pengambil kebijakan agar lebih mempertimbangkan partisipasi masyarakat sipil dalam setiap kebijakan.

Proses dan Strategi Advokasi


Identifikasi : Melakukan analisis kasus untuk menetapkan proses awal advokasi
Mengevaluasi Kebijakan
Pelaksanaan Kebijakan Penerapan Strategi dan Trik Solusi Identifikasi Masalah

Solusi : Membangun alternatif solusi yang menjadi tujuan adavokasi


Strategi : Inti atau jantung dari pelaksanaan advokasi.

Disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau setting masalah Pelaksanaan : Sebagai respon dari pengambilan kebijakan, atas pelaksanaan strategi advokasi Evaluasi : Untuk melihat efektifitas dari kebijakan yang telah didorong dalam advokasi.

Model Ritu R. Sharma

Strategi Advokasi
1. Strategi Kerjasama (Kaloborasi) : NGO melakukan kerjasama dengan pemerintah
Kerjasama

2.

3.

4. 5.

atau negara untuk memperbaiki pelayanan pada masyarakat Strategi Edukasi : Pendidikan politik membangun kesadaran kritis , memperkuat elemen masyarakat sipil. Strategi Persuasi : Mobilisasi massa untuk memperngaruhi penguasa. Lobi, rapat, demo, konferensi dll. Strategi Litigasi : Proses hukum Starategi Konfrontasi : Melancarkan protes keras pada penguasa, melalui demo

Konfrontasi

Edukasi

Litigasi

Persuasi

Referensi :
Suharko, Modul Gerakan Sosial, 2011 Fadillah, Gerakan Sosial, 2006 Ngadisah, Konflik Pembangunan dan Gesospol di Papua, 2003. Valerie Miller, Pedoman Advokasi, 2004 Ritu R Sharma, Pengantar Advokasi, 2004 Nawawi Ismail, Publik Policy, 2009.