Anda di halaman 1dari 12

Model Pemberdayaan dan Pengembangan Identitas Nasional di Indonesia

Oleh Kibo

Pengertian Identitas Nasional


Secara Harafiah adalah suatu ciriciri atau tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lainnya. Secara Terminologis atau Istilah adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi, golongan sendiri, kelompok sendiri, atau negara sendiri.

Hakikat Identitas Nasional


Identitas nasional pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciriciri khas. Dengan ciri-ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hidup dan kehidupannya.

Elemen-Elemen Identitas Nasional


Empat elemen ini biasa disebut Konsensus Nasional Empat elemen itu adalah : 1.Pancasila 2.UUD 1945 3.Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 4.Bhinneka Tunggal Ika

Unsur Unsur Pembentuk Identitas Nasional

1.Suku Bangsa 2.Agama 3.Kebudayaan 4.Bahasa

Menurut Syarbani dan Wahid dalam bukunya yang berjudul Membangun Karakter dan Kepribadian melalui Pendidikan Kewarganegaraan, keempat unsur Identitas Nasional tersebut diatas dapat dirumuskan kembali menjadi 3 bagian: 1) Identitas Fundamental 2) Identitas Instrumental 3) Identitas Alamiah

Identitas Fundamental: berupa Pancasila yang menrupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara, dan Ideologi Negara Identitas Instrumental: berupa UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, dan Lagu Kebangsaan. Identitas Alamiah: meliputi Kepulauan (archipelago) dan Pluralisme dalam suku, bahasa, budaya dan kepercaraan (agama).

Penyimpangan Identitas Nasional


Dari Segi Geografis
1. Banyak pulau-pulau yang direbut oleh negara lain akibat pertahanan maritim dan udara yang tidak memadai 2. Kesenjangan pembangunan infrastruktur seperti transportasi dan komunikasi antara daerah pedesaan dan perkotaan sehingga banyak urbanisasi yang tidak berencana.

Dari Segi Sosial dan Budaya


1. Lemahnya kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman. Gejala tersebut dapat di lihat dari menguatnya orientasi dalam kelompok, etnik, dan agama yang berpotensi menimbulkan konflik sosial dan bahkan disintegrasi bangsa 2. Kurangnya kemampuan bangsa dalam mengelola kekayaan budaya Indonesia. 3. Terjadinya krisis jati diri (identitas) nasional. Nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, dan keramahtamahan sosial yang pernah di anggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas

Dari Segi Pendidikan


1. Banyaknya tawuran antar pelajar atau mahasiswa akibat kurangnya persaingan yang tidak sehat antar sekolah atau antar kampus. 2. Banyaknya kasus pelecehan seksual pada murid yang dilakukan oleh oknum tenaga pendidik.

Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional


Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor, yaitu: 1.Semakin menonjolnya sikap individualistis, yaitu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum, hal ini bertentangan dengan asas gotong-royong. 2.Semakin menonjolnya sikap materialistis, yang berarti harkat dan martabat kemanusiaan hanya diukur dari hasil atau keberhasilan seseorang dalam memperoleh kekayaan.

Revitalisasi Pancasila sebagai solusi dari penyimpangan identitas Nasional di Indonesia baik itu dari segi pendidikan, sosial, dan budaya.

Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional