Anda di halaman 1dari 22

PENYULUHAN Mengenal dan Mencegah Penyakit Lambung karena Makanan dan ClickKeracunan style to edit Master subtitle Makanan

Disusun oleh: Dokter Muda Dhina Amalia Putri 01.207.5467

3/19/12

Pembimbing dr. H. Nur Anna, Sp.PD

Keracunan makanan
Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Makanan yang baik tentunya harus memenuhi kandungan nutrisi serta persyaratan kesehatan dan kebersihan. Bahan makanan merupakan media yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme sehingga kerusakan makanan biasanya dapat ditimbulkan dengan mudah oleh mikroorganisme. Masalah yang sering dihadapi 3/19/12 akibat kerusakan makanan adalah masalah

Kejadian keracunan makanan biasanya disebabkan karena telah mengkonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh mikroorganisme seperti bakteri, parasit atau virus. Bahan kimia berbahaya juga dapat menyebabkan keracunan makanan seperti bahan pengawet ataupun pestisida sehingga persyaratan kesehatan dan kebersihan baik saat pengolahan ataupun saat makan itu sendiri harus terjaga dengan baik.

3/19/12

Gejala Pada sebagian besar kasus keracunan makanan, gejala yag timbul adalah sebagai berikut:
Kram perut Mual Muntah Diare Demam Dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh
3/19/12

Biasanya gejala tersebut berlangsung mulai dari hitungan jam hingga hari dan biasanya kasus keracunan makanan tidak terlalu berat dan dapat sembuh dalam waktu 24-48 jam, tetapi dapat juga terjadi kasus keracunan makanan hingga menyebabkan kematian.

3/19/12

Penanganan
Penanganan

utama dari kasus keracunan makanan adalah dengan cara mengganti cairan tubuh yang keluar (karena muntah dan diare) baik dengan minuman ataupun infuse bila sampai dirawat di rumah sakit. Pemberian obat anti muntah dan diare serta penurun demam bila ada dapat membantu.

3/19/12

Pencegahan
1. Masaklah daging, unggas dan telur hingga

matang

2. Pisahkan

wadah antara bahan makanan mentah dengan yang matang lemari es segera

3. Simpan makanan yang masih tersisa di 4. Cuci bersih bahan makanan seperti sayur

dan buah dan peralatan memasak seperti pisau melebihi tanggal kadaluarsa

5. Pastikan bahan makanan berpengawet tidak 3/19/12

Kata maag ternyata berasal dari bahasa Belanda yang berarti lambung, sehingga biasanya bila seseorang yang mempunyai masalah dengan lambungnya menyebutnya sebagai sakit maag. Namun secara medis istilah yang sering digunakan untuk sakit maag ini adalah dispepsia.

3/19/12

Dispepsia sendiri adalah rasa nyeri atau tidak nyaman disekitar ulu hati. Pasien dengan dispepsia atau sakit maag ini biasanya juga mengeluh kembung, rasa mual bahkan sampai muntah. Dispepsia atau sakit maag biasanya sering ditemukan pada penyakit gastritis.

3/19/12

Gastritis adalah suatu penyakit berupa peradangan pada lapisan lambung


3/19/12

Penyebab
Lambung

menghasilkan suatu zat yang disebut asam lambung untuk mencerna makanan. Dasar penting terjadinya gastritis adalah adanya gangguan keseimbangan asam lambung tersebut. Namun gastritis juga dapat timbul tanpa diketahui sebabnya.

3/19/12

Faktor pencetus
Gangguan keseimbangan asam lambung biasanya dapat dicetuskan oleh beberapa faktor dibawah ini:
Makanan yang merangsang lambung Merokok Minum alkohol Kondisi stress Konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu

lama
Makan tidak teratur
3/19/12

Gejala
Nyeri atau rasa terbakar di ulu hati atau perut

sebelah atas, rasa tidak nyaman di perut, mual, muntah, rasa penuh di lambung, rasa tidak nyaman setelah makan, rasa cepat kenyang, kembung atau sendawa.

3/19/12

Komplikasi
Bila gejala tersebut berlangsung lama dan

semakin parah pada lambung akan timbul suatu luka (tukak lambung) yang mengalami perdarahan. Hal ini dapat dilihat dari tinja yang berwarna kehitaman ataupun muntah darah.

3/19/12

Penatalaksanaan
Prinsip penatalaksanaan untuk gastritis adalah
Menetralkan asam lambung di dalam lambung Mengurangi produksi asam lambung Memperkuat pertahanan mukosa lambung

Antasid adalah salah satu obat untuk menetralkan asam lambung di lambung. Namun sebaik-baiknya pengobatan yang terbaik adalah pencegahan.
3/19/12

Pencegahan
Untuk mencegah timbulnya gastritis sebaiknya hindari faktor pencetus yang telah disebutkan diatas yaitu:
Hindari makanan ataupun minumam yang

merangsang lambung seperti kopi; sari buah sitrus; anggur putih; minuman bersoda, susu dan produk olahan susu seperti keju; cokelat; makanan berlemak; gorengan; makanan pedas atau memakai bumbu yang merangsang seperti cuka dan merica.

Berhenti merokok 3/19/12

3/19/12

3/19/12

3/19/12

3/19/12

3/19/12

TERIMA KASIH

3/19/12