Anda di halaman 1dari 49

Dra.

Sitti Zuleiha Bagian Mikrobiologi FK-USU

1. 2.

Menjelaskan fisiologi bakteri Menjelaskan metabolisme bakteri

JAWETZ, MELNICK & ADELBERGS MEDICAL MICROBIOLOGY, 24TH EDITION by G.F. Brooks, Carroll, Butel, Morse, McGraw-Hill, 2007. MIKROBIOLOGI KEDOKTERAN, Edisi Revisi, Pengarang Staf Pengajar FK UI, Binarupa Aksara.

Medical

Bakteriologis yaitu mengenal & mengisolasi

secara cepat spesies yang patogenik

Aspek ini

termasuk :

- Nutrisi (makanan) - Pertumbuhan bakteri - Reproduksi - Metabolisma

Klasifikasi

1950 :

- Elektron mikroskop - Cara-cara fraksinasi biokimiawi - Struktur unsur-unsur sel

Bakteri

& cyanobacteria (blue green algae) dahulu

tergolong TT gol.jasad hidup (procaryotae) ok. memiliki struktur intracelluler yang berbeda dari struktur sel organis yg lebih tinggi

Pertumbuhan

bakteri terjadi sintesa yg khas &

berimbang dari komponen2 protoplasma dari bahan gizi yg terdapat di lingkungan

Merupakan

proses yg terus berubah menurut waktu

dan merupakan sifat utama makhluk hidup

Bakteri

sangat omnivora (memakan

segalanya) bermetabolisme & memanfaatkan

segala macam sumber bahan makanan dari


substrat anorganik & organik yang sangat kompleks

Terdapat

perbedaan dalam keperluan akan

bahan gizi pada setiap spesies bakteri

1.

AIR Bakteri membutuhkan air dalam konsentrasi tinggi Pengantar semua bahan gizi yang diperlukan sel Membuang semua zat yg tdk diperlukan ke luar sel

2. GARAM ANORGANIK Untuk mempertahankan tekanan osmotik sel Memelihara keseimbangan asam basa Sebagai aktivator reaksi enzim

3. MINERAL Sulfur (belerang) sebagian besar sulfur sebagai

H2S
Fosfor-fosfat (PO4) diperlukan sbg komponen

asam nukleat & berupa koenzim


Aktivator enzim : Mg, Fe, K & Ca

4. SUMBER NITROGEN Nitrogen yang dipakai bakteri, diambil dlm bentuk NO3, NO2, NH3, N2 & R-NH2 (R-radikal organik)

5. CO2
Diperlukan dalam proses sintesa dengan timbulnya

asimilasi CO2 di dalam sel

1. BAKTERI AUTROTROF (LITOTROF)


Bakteri yang hanya memerlukan air, garam anorganik dan CO2 sebagai sumber C bagi pertumbuhannya Mensintesa sebagian besar metabolik organik dari CO2

2. BAKTERI HETEROTROF (ORGANOTROF) Bakteri heterotrof fotosintetik memperoleh energi dari cahaya Bakteri heterotrof kemosintetik memperoleh energi dari oksidasi senyawa anorganik, memerlukan C dlm bentuk senyawa anorganik

karbohidrat utk pertumbuhannya

BAKTERI
BAKTERI

FOTOTROF dari cahaya matahari


CHEMOTROF dari bahan2 kimia

Banyak bakteri heterotrof tidak dapat tumbuh kecuali diberikan faktor-faktor pertumbuhan

Substansi dlm bentuk ekstrak ragi, darah, vit B kompleks dimasukkan dlm perbenihan sbg katalisator pada reaksi2 dlm sel

1. Bakteri anaerob obligat Hidup tanpa O2, O2 toksis thd gol.bakteri ini
2. Bakteri anaerob aerotoleran Bakteri tdk mati dgn adanya O2 3. Bakteri anaerob fakultatif Mampu tumbuh baik dalam suasana dengan atau tanpa O2

4. Bakteri aerob obligat

Tumbuh subur bila ada O2 dalam jumlah besar

5. Bakteri mikroaerofilik
Hanya tumbuh baik dlm tekanan O2 yg rendah

PSIKHROFILIK

-5 sampai +300 C dengan opt : 10 - 200 C


MESOFILIK

10 - 450 C dengan opt : 20 - 400 C


TERMOFILIK

25 - 800 C dengan opt : 50 - 600 C

Bakteri patogen pada manusia biasanya tumbuh dengan baik pada 370 C (Mesofilik)

pH pH perbenihan juga mempengaruhi pertumbuhan bakteri

Kebanyakan bakteri patogen mempunyai pH optimal 7,2 - 7,6

Dapat berlangsung secara :

1. ASEKSUAL
Pembelahan, pembentukan tunas/cabang,

pembentukan filamen
2. SEKSUAL

Peleburan kromosom 2 jenis bakteri dari satu


famili

1. Pembelahan
Umumnya berkembangbiak secara mitosis dgn

membelah mjd 2 bagian (binary division)


Generation time (waktu diantara 2 pembelahan) bervariasi antara : 20 menit-15 jam GT M.tuberculosis 15 jam

2. Pembentukan Tunas/Cabang Bakteri membentuk tunas, tunas akan melepaskan diri dan membentuk bakteri baru Reproduksi dengan pembentukan cabang diawali dgn pembentukan tunas yg tumbuh menjadi cabang dan akhirnya melepaskan diri

Contoh : Famili Streptomycetaceae

3. Pembentukan Filamen Sel mengeluarkan serabut panjang filamen yg tdk bercabang Bahan kromosom masuk ke dlm filamen Filamen terputus bbrp bagian, tiap bagian membentuk bakteri baru Dijumpai terutama dlm keadaan abnormal Contoh : Haemophylus influenza dibiakkan dlm perbenihan basah

Pembelahan bakteri didahului oleh peleburan bhn kromosom dari 2 sel bakteri Sehingga terjadi sel-sel bakteri dgn sifat yg berasal dari kedua sel induknya

Terjadi antara bakteri-bakteri sejenis dari suatu famili


Cth : Enterobacteriaceae a.l : E. coli dengan Shigella dysentriae E. coli dengan Salmonella typhosa

1. LAG PHASE (Fase Penyesuaian)


Berlangsung

selama 2 jam

Bakteri tidak
Namun

berkembang dlm fase ini

aktivitas metabolisme sgt tinggi

2. LOGARHYTMIK PHASE (Fase Pembelahan)


Bakteri berkembang Fase Pada

biak berlipat 2

ini berlangsung 18-24 jam pertengahan fase pertumbuhan bakteri

sangat ideal, pembelahan tjd sangat teratur


Semua

bahan dlm sel berada dlm keadaan

seimbang (balanced growth)

3. STATIONARY PHASE (FASE STASIONER)


Meningkatnya Bakteri Jumlah

jumlah hasil metabolisme toksis

mulai ada yg mati, pembelahan terhambat. bakteri yang hidup tetap sama

4. PERIOD OF DECLINE (Fase Kemunduran)


Jumlah

bakteri hidup berkurang dan menurun

Keadaan

lingkungan menjadi sangat jelek

Pada beberapa jenis bakteri timbul bentuk2 abnormal

Log bakteri/cc

b a

e
waktu sesudah penanaman (jam)

a-b: Lag phase (2 jam) : bakteri menyesuaikan diri terhadap keadaan sekitarnya b-c: Log phase : bakteri berkembang biak secara

logaritmik sampai jam ke 10


c-d: Stationary phase : jumlah bakteri relatif konstan d-e: Period of decline : jumlah bakteri yang mati lebih banyak

Seluruh proses pengolahan setelah


bahan makanan masuk ke dalam

sel bakteri

Menghasilkan

sub satuan dari hasil antara

metabolisme
Menghasilkan

ATP (Adenosin triphosphat) dari ADP

(Adenosin diphosphat) dan phosphat organis


Menghasilkan

daya reduksi dalam keadaan

SUBSTRAT yg diambil dari perbenihan lebih


dioksidasi daripada hasil biosintesa keseluruhan

Fosforilasi Substrat Fosforilasi Oksidatif

1.

Jalur interkonversi utk metabolit lokal

2.

Jalur asimiliasi utk pembentukan


metabolit lokal

3.

Urutan biosintesis pengubahan metabolit


lokal menjadi produk aktif

4.

Jalur utk menghasilkan energi metabolisme


dan perawatan

Pertumbuhan sel Pembelahan sel Pembaharuan komponen sel

ANABOLISME

/ ASIMILASI :

meliputi proses sintesis (pembangunan)

KATABOLISME

/ DESIMILASI :

meliputi proses degradasi (perombakan)

Proses

Fermentasi

Respirasi Fotosintesis

Pada fermentasi & respirasi, energi diperoleh dari katabolisme KH

Bakteri patogen Menggunakan

zat organik sebagai sumber utk

mendapatkan energi

Membutuhkan
Bakteri

C dalam bentuk anorganik

autotrof kemosintetik mendapatkan

energi dengan oksidasi bahan organik seperti


Fe dan NH3
Bakteri

autotrof fotosintetik mendapatkan

energi utk proses sintesis dari cahaya matahari diolah menjadi energi kimia

Dehidrogenase

melancarkan reaksi reduksi

oksidasi suatu metabolit


Flavoprotein Sitokrom

transport ion H dalam proses respirasi

proses respirasi hanya khusus pada

bakteri aerob utk transport ion H ke O2


Glikosidase

& Fosforilase berperan dalam

metabolisme KH

Menurut
Glukosa

EMBDEN-MEYERHOF (EMP) :

glukosa 6 fosfat fosfogliseraldehide

- fosfogliseral fosfoenolpiruvat - piruvat

1.

Pentosa fosfat (Pentosa Phosphate pathway) : glukosa glukosa 6 fosfat 6 fosfoglukonat pentosafosfat

Dipakai bakteri yg tdk mempunyai enzim aldolosa & triosa PO4 isomerase yg diperlukan pada EMP

2.

ENTNER-DOUDROFF PATHWAY : melalui pembentukan deoksiglukonat glukosa 6 fosfoglukonat ketodeoksiglukonat piruvat + gliseraldehid

Cara ini dipakai pada bbp Pseudomonas sp. &

Escherichia coli

Melalui proses fermentasi, piruvat dapat dipecah


menjadi : Alkohol Asam laktat

Asam butirat
Asam propionat Asam asetat

Fermentasi

dg pembentukan asam campuran khas utk Family Enterobacteriaceae pH 6, enzim hidrogenliase format memecah asam format CO2 dan H2

Dalam

Fermentasi

dgn pembentukan asam butirat dilakukan oleh kebanyakan Clostridium sp.

Melalui

proses respirasi secara aerob, glikolisis diteruskan hingga piruvat terpecah CO2 + H2O yang dilepaskan, diikat dalam bentuk ATP

Energi

Melalui

proses respirasi anaerob, zat anorganik adalah nitrat atau sulfat dan bukan O2 (berfungsi sebagai reseptor H)

Permulaan

reaksi diperlukan pengaktifan asam

lemak dengan CoA dan sebagai hasil adalah gliserol dan asetil CoA

Sintesis

protein memerlukan nitrogen yg biasanya diambil dari medium dalam bentuk NH3 atau NO3 protein mengikuti pola yang ditentukan oleh DNA gen memberikan pola yang menentukan pada sintesis DNA sendiri dan RNA

Sintesis

DNA

RNA

sebagai pembawa berita dari DNA yang menentukan sintesis protein


DNA terdapat semua informasi yang diperlukan dalam penyusunan DNA, RNA dan protein

Dalam

Fermentasi

asam amino dilakukan oleh beberapa jenis Clostridium sp. seperti : Alanin + 2 glisin + 2H2O 3 asam asetat + 3NH3 + CO2

Perbedaan

kemampuan bakteri dalam memecah suatu bahan kimia serta hasil metabolisme yang diperoleh dalam bentuk gas CO2, gas H2S atau bentuk asam yang mengubah pH
ini dapat dipakai untuk membantu determinasi bakteri

Semuanya