Anda di halaman 1dari 27

SISTEM NEUROMUSKULER

Bagian Faal FK UNHAS

Neuromuscular Junction
Aksi potensial di saraf memicu pelepasan bahan kimia pada sinaps yang memicu potensial aksi dalam otot

Motor Endplate

Neuromuscular Junction

- Serat otot dipersarafi oleh saraf bermielin - 1 junction per 1 serat otot - Ujung saraf invaginasi ke dalam serat otot, tapi berada di luar membran serat otot - Ditutupi oleh sel Schwan insulasi dari cairan intersisial - Akson terminal mengandung banyak mitokondria untuk sintesis neurotransmiter - Neurotransmiter disimpan di dalam vesikel sinaptik

Sekresi Asetilkolin (AK)


Impuls

Neuromuscular junction

Saluran Ca2+ terbuka

Vesikel AK dilepaskan menuju ke ruang sinaptik

Ca2+ menarik vesikel AK ke membran saraf dekat dense bar

Vesikel AK menyatu ke membran saraf

AK keluar ke ruang sinaptik melalui proses eksositosis

Efek AK pada membran Postsinaptik


Reseptor AK pada celah subneural adalah saluran AK (acetylcholine-gated ion channel) Saluran AK bila sudah ditempeli AK terbuka

Na+

Saluran AK yang terbuka dapat dilalui ion-ion positif Na, K, Ca depolarisasi Ion-ion negatif tidak bisa lewat, karena muatan negatif di pintu

AK

Nasib AK Setelah Dilepaskan


AK hanya berada di ruang sinaptik selama beberapa milidetik, kemudian segera disingkirkan sehingga tidak terjadi re-eksitasi otot setelah selesai satu potensial aksi Mengaktivasi reseptor AK Segera disingkirkan dengan cara:
- Terbanyak dihancurkan oleh enzim AK- esterase yang terdapat di lamina basalis pada ruang sinaptik, antara presinap dan post-sinap - Sejumlah kecil berdifusi keluar dari ruang sinaptik

STRUKTUR SERAT OTOT

Kontaksi dan Relaksasi

Kontaksi dan Relaksasi (2)

KONTRAKSI
1. Ca2+ masuk ke sarcoplasm dan mengikat troponin. Troponin kemudian menarik molekul tropomyosin menjauh dari situs aktif (Exposure of active site: Ca 2+ entering sarcoplasm bind to troponin. The troponin then changes position, pulling the tropomyosin molecule away from the active site)

KONTRAKSI (2)
2. Ketika sisi aktif teraktifasi, kepala myosin berikatan dengan sisi aktif (Formation of cross-bridge: when the active sites are exposed, myosin heads binding to them)

KONTRAKSI (3)
3. Menggunakan ATP, kepala myosin mengarahkan aktin menuju garis M (Pivoting: Using ATP as the source of energy, myosin heads pivot the actin toward M line)

KONTRAKSI (4)
4. Pembentukan ATP baru di kepala myosin memutuskan ikatan kepala myosin dan aktin. (Detachment of cross-bridge: The forming of new ATP in myosin head breaks the cross bridge)

KONTRAKSI (5)
5. Relaksasi dan siap untuk kontraksi baru (Myosin reactivation: relaxation and be able for the next contraction)

KINERJA OTOT
Kinerja otot dinilai dari kekuatan otot (muscle strenght), ketahanan otot (muscle endurans), kecepatan otot (muscle speed), dan daya otot (muscle power) 3 jenis kontraksi : isotonik, isometrik, dan isokinetik Pola kontraksi : konsentrik, eksentrik.

Kontraksi isotonik
Aktifitas yang sering pada mengangkat beban berat Disebut juga kontraksi dinamis dengan pola gerakan konsentrik (sudut sendi mengecil) dan eksentrik

Kontraksi isometrik
Panjang otot tetap dan menghasilkan tegangan Memegang suatu beban pada tangan, atau mencoba mengangkat beban yang tidak bergerak; kontraksi otot pegulat Disebut juga kontraksi statis

Kontraksi isokinetik
Kontraksi maksimal pada kecepatan tetap melalui seluruh jangkauan gerakan, misalnya gerakan selama berenang gaya bebas

Kekuatan otot
Kekuatan maksimal dalam sekali usaha untuk melawan suatu tahanan atau mengangkat beban Ditentukan oleh besar ukuran otot atau luas penampang potongan melintang otot, dan distribusi otot cepat/lambat

Daya otot (Muscle power)


Merupakan ukuran jumlah total kerja otot dalam suatu satuan waktu Bila daya otot 1 kg-m dalam satu menit artinya dapat mengangkat benda seberat 1 kg setinggi 1 meter dalam 1 menit Ditentukan oleh banyaknya serabut otot, jenis serabut otot, dan sistem energi yang terlibat

Ketahanan otot
Kemampuan otot untuk melakukan kerja submaksimal secara berulang dan kontinue hingga waktu tertentu Melibatkan banyak otot, sistem aerobik, diet KH dan lemak Diet KH lebih meningkatkan ketahanan otot

Kelelahan otot
Kelelahan lokal (local muscular fatique) : setelah aktifitas dengan intensitas tinggi akibat akumulasi asam laktat ; umumnya mengenai otot cepat akibat terkurasnya glikogen otot Kelelahan menyeluruh terjadi pada aktifitas endurans Disebabkan oleh hipoglikemia, menurunnya glikogen hati, dehidrasi, kehilangan elektrolit, hipertermia, dan kebosanan (psikis)

Nyeri otot (muscle soreness)


Dihubungkan dengan jenis kontraksi Penyebab belum jelas, beberapa teori dikemukakan adalah kerusakan jaringan, spasme lokal, overstreching Nyeri otot nampaknya lebih berhubungan dengan gangguan pada elemen jaringan penyambung ; kontraksi eksentrik tegangan pada jaringan penyambung otot, kontraksi konsentrik tarikan pada tendon

SOURCE OF THE ENERGY


ATP ADP + Pi 3 ways of ATPs generation: 1. Creatine-phosphate ADP + CP ATP + C 2. Glycolysis: doesnt require oxygen, higher level of activity, 2,5 x faster than oxidative metabolism, produces lactic acid. 3. Oxidative metabolism: requires oxygen, moderates level of activity, slow movement