Anda di halaman 1dari 16

Viktimologi Oleh :I Wayan Puspa

3/23/2012 puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com 1

Sejarah Perkembangan
Karya Hans von Hentig, dlm jurnal Kriminologi yg berjudul remarks on the interaction of perpetrator and victim (1941), merupakan langkah pertama yang memaparkan analisa yang menyeluruh mengenai hubungan interaksi antara pelaku (yang menjadi kajian kriminologi) dan korban (yang menjadi objek kajian viktimologi). Hans von Hentig (1949), memfokuskan pada korban kejahatan dlm tulisannya yang berjudul the criminal and

his victim.

Benjamin Mendelshon (1947), memperkenalkan nama Victimology, dan pada tahun 1956 istilah tsb diperkenalkan kembali dlm tulisannya revue internationale de criminologie et de police technique
3/23/2012 puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com 2

Ellenberger (1954), melakukan studi ttg hububungan psikologis antara penjahat dengan korban, bersama dengan H.Manheim (1965), Schafer (1968), dan Fiseler (1978) P Cormil (1959), dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa korban patut mendapat perhatian yang lebih besar dari kriminologi dan viktimologi dalam membuat kebijakan kriminal dan pembinaan para pelaku kejahatan. Simposium internasional di Jerussalem, kesimpulan : viktimologi dapat dirumuskan sebagai studi ilmiah mengenai para korban, dan kriminologi telah diperkaya dengan suatu orientasi viktimologi.

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com

Simposium kedua di Boston (5-9 September 1976). Postgraduate course on the victim of crime in the criminal justice system 2 kali dilakukan di Dubrovnick, Yogoslavia Tahun 1977, didirikan Word Society of Victimology (WSV), yang dipelopori oleh schneider dan Drapkin. Kongres Milan, Italia (26 Agustus-6 September 1985), dengan nama Congress on the Prevention of Crime and the Treatment of Offenders, yang menghasilkan beberapa prinsip tentang korban kejahatan dan penyalahgunaan kekuasaan yang selanjutnya diadopsi oleh PBB pada tangal 11 Desember 1985, dalam suatu deklarasi yang dinamakan Declaration of Basic Principles of Justice for Victim of

Crime and Abuse of Power.

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com

Pengertian
Viktimologi, dari kata victim: korban, logi : ilmu pengetahuan. Latin, victima : korban, dan logos : ilmu pengetahuan. Viktimologi artinya ilmu pengetahuan tentang korban. Crime Dictionary : victim adalah orang yang telah mendapat penderitaan fisik atau penderitaan mental, kerugian harta benda atau mengakibatkan mati atas perbuatan atau usaha pelanggaran ringan dilakukan oleh pelaku tindak pidana dan lainnya.
3/23/2012 puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com 5

Arif Gosita (1989 : 75) : korban adalah mereka yang menderita jasmaniah dan rohaniah sebagai akibat tindakan orang lain yang mencari pemenuhan diri sendiri atau orang lain yang bertentangan dengan kepentingan dan hak asasi yang menderita. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 ttg Perlindungan Saksi dan Korban : korban adalah seseorang yang mengalami penderitaan fisik, mental, dan/atau kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh suatu tindak pidana.
3/23/2012 puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com 6

3 (tiga ) fase Viktimologi : 1. Fase pertama : viktimologi hanya mempelajari korban kejahatan saja (penal or special victimology). 2. Fase kedua :viktimologi tidak hanya mempelajari masalah korban kejahatan tetapi juga meliputi kecelakaan (general victimology). 3. Fase ketiga, viktimologi berkembang lebih luas, yaitu mengkaji permasalahan korban karena penyalahgunaan kekuasaan dan hak-hak asasi manusia (new victimology)
3/23/2012 puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com 7

Manfaat Viktimologi
Arif Gosita : 1. Mempelajari hakekat siapa korban itu dan yang menimbulkan korban, apa artinya viktimisasi dan proses viktimisasi, 2. Memberikan sumbangan dalam mengerti lebih baik tentang korban akibat tindakan manusia yang menimbulkan penderitaan fisik, mental, dan sosial. 3. Memberikan keyakinan bahwa setiap individu mempunyai hak dan kewajiban untuk mengetahui bahaya yang dihadapinya berkaitan dengan kehidupan dan pekerjaan mereka

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com

4. Memperhatikan permasalahan viktimisasi yang tidak langsung, misalnya akibat-akibat pada setiap akibat polusi industri 5. Memberikan dasar pemikiran untuk masalah penyelesaian viktimisasi kriminal, pendapat-pendapat viktimologi dipergunakan dalam keputusan-keputusan peradilan kriminal dan reaksi pengadilan terhadap pelaku kriminal.

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com

3 (tiga) hal utama dalam mempelajari manfaat studi korban : 1. Manfaat yang berkenaan dengan usaha membela hak-hak korban dan perlindungan hukum. 2. Manfaat yang berkenaan dengan penjelasan peran korban dalam suatu tindak pidana. 3. Manfaat yang berkenaan dengan usaha pencegahan terjadinya korban.

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com

10

Viktimologi juga berperan dalam hal penghormatan hakhak asasi korban sebagai manusia, anggota masyarakat , dan sebagai warga negara yang mempunyai hak dan kewajiban asasi yang sama. Viktimologi bermanfaat bagi kinerja aparatur penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan. Viktimologi dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam upaya memperbaiki berbagai kebijakan/perundangundangan.

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com

11

Ruang Lingkup Viktimologi


J.E Sahetapy : meliputi bagaimana seseorang (dapat) menjadi korban yang ditentukan oleh suatu victimity yang tidak selalu berhubungan dengan masalah kejahatan, termasuk pula korban kecelakaan, dan bencana alam selain dari korban kejahatan dan penyalahgunaan kekuasaan. Korban (Arif Gosita, 1989 : 75-76) : bahwa korban dapat berarti individu, atau kelompok baik swasta maupun pemerintah). Abdussalam (2010 : 6-7) : korban perseorangan, institusi, lingkungan hidup, masyarakat, bangsa, dan negara.
3/23/2012 puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com 12

Romli Atmasasmita (1992 : 7), bahwa untuk perbuatan pelanggaran hukum tertentu, mungkin terjadi apa yang sering dikenal dalam kepustakaan kriminologi, sebagai victimless crime (Schur, 1965), atau kejahatan tanpa korban Bahwa korban dan pelaku adalah tunggal .

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com

13

Tujuan Viktimologi (Muladi) : 1. Menganalisis berbagai aspek yang berkaitan dengan korban. 2. Berusaha untuk memberikan penjelasan sebab musabab terjadinya viktimisasi. 3. Mengembangkan sistem tindakan guna mengurangi penderitaan manusia

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com 14

Hubungan Viktimologi dan Kriminologi


Viktimologi tidak terpisahkan dengan Kriminologi (von Hentig, H. Manheim, Paul Cornil). Kriminologi merupakan ilmu pengetahuan yang menganalisis tentang kejahatan dengan segala aspeknya, termasuk korban. Viktimologi terpisah dengan Kriminologi (Mandelsohn). Viktimologi merupakan suatu cabang ilmu yang mempunyai teori dalam kriminologi, tetapi dalam membahas persoalan korban, viktimologi juga tidak dapat hanya terfokus pada korban itu sendiri.,

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com

15

Bahan Pustaka
Yulia, Rena. 2010. Viktimologi Perlindungan Terhadap Korban Kejahatan. Yogyakarta : Graha Ilmu. Waluyo, Bambang. 2011. Viktimologi Perlindungan Korban dan Saksi. Jakarta : Sinar Grafika.

3/23/2012

puswintra@gmail.com, http://wayanpwijayakusuma.blogspot.com

16