REFERAT

TUMOR PAROTIS
Oleh : Huntari Harahap

Pembimbing : dr. Riadi Ali SpB(K)Onk

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN BEDAH RSUD RADEN MATTAHER / PSPD UNJA JAMBI 2012

PENDAHULUAN
Tumor parotis : tumor yang menyerang kelenjar liur parotis  Tumor ganas parotis pada anak jarang didapat  Keganasan pada kelenjar liur sebagian besar asimtomatik, tumbuhnya lambat, dan berbentuk massa soliter  Pencitraan menggunakan CT-Scan dan MRI dapat membantu

ANATOMI KELENJAR PAROTIS  Terdiri dari : lobus superfisialis dan lobus profunda  Dipisahkan oleh N.fasialis  Perdarahan berasal dari a.karotis eksterna  Serabut saraf parasimpatis lewat saraf glosofaringeus .

satu dari tanda cardinal peradangan (2) Pertumbuhan suatu jaringan dengan multiplikasi selsel yang tidak terkontrol dan progresif/neoplasma. Tumor diartikan sebagai : (1) Pembengkakan. .FISIOLOGI KELENJAR PAROTIS  Fungsi utama : produksi saliva DEFINISI Kata tumor berasal dari bahasa Latin tumere yang artinya membengkak.

INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI Neoplasma parotis mencapai 80%.  Neoplasma parotis.  Usia yang lebih sering terkena tumor ini adalah usia 50-an. 55-65 tahun. 70-80% jinak.  Pasien dengan neoplasma ganas biasanya lebih tua. sementara neoplasma jinak ditemukan pada usia rata-rata 45 tahun  .

KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI (WHO/AJCC) Tumor jinak  Plemorphic adenoma ( mixed benign tumor)  Monomorphic adenoma  Papillary cystadenoma lymphomatosum (warthin’s tumor) Tumor ganas  Mucoepidermoid carcinoma  Acinic cell carcinoma  Adenoid cystic carcinoma  Adenocarcinoma  Epidermoid carcinoma  Small cell carcinoma  Lymphoma  Malignant mixed tumor  Carcinoma ex pleomorphic adenoma (carcinosarcoma). .

diduga karena keterlibatan lingkungan dan faktor genetik. nodul tunggal .PLEOMORPHIC ADENOMA Pleomorphic adenoma : tumor campuran (benign mixed tumor). mioepitel dan mesenkim dan tersusun dalam beberapa variasi komponennya . pertumbuhan lambat.5  Penyebab pleomorphic adenoma belum diketahui secara pasti.  .  Gambaran klinis berupa massa tumor tunggal. yang terdiri dari komponen epitel. tanpa rasa sakit.

lunak pada daerah parotis.  Paling sering terjadi bilateral.  Tumor ini tampak rata. memiliki kapsul dan terdiri atas kista multipel.   .  Histologi: adanya struktur papil yang tersusun dari lapisan ganda sel granular eusinofil atau onkosit. dan infiltrasi limfostik yang matang.WARTHIN’S TUMOR sering terjadi pada pria usia 50-60 tahun dan ada hubunganya dengan faktor resiko merokok. perubahan kistik.

dan metastasis kelenjar limfe ditemukan sebanyak 30-40 %.  Usia antara dekade 30-40.  Hampir 75% pasien mempunyai gejala pembengkakan yang asimtomatis. 13 % dengan rasa sakit.  .MUCOEPIDERMOID CARCINOMA Sering terjadi pada orang dewasa dan wanita > laki-laki. dan sebagian kecil lainnya dengan paralisis nervus fasialis.  Tumor ini tidak berkapsul.

6  Wanita > pria.  Tumor ini berkapsul.  .  Tanda patologik khas adalah adanya amiloid.  Asal mula sel ini dipikirkan dari komponen serosa asinar dan sel duktus intercalated. dengan diameter kurang dari 3 cm.KARSINOMA SEL ASINI Angka kejadiannya sekitar 10% dari total seluruh tumortumor kelenjar ludah. merupakan suatu proliferasi sel-sel yang membentuk masa bulat.

bagian bawah dari saluran pernafasan.KARSINOMA ADENOID KISTIK • Tidak hanya timbul pada kelenjar ludah atau rongga mulut. tubulus. dan kekambuhan dapat terjadi setelah 15 tahun • Histologi : sel-sel tumor saling berhubungan membentuk suatu rongga kistik menghasilkan suatu kelompok tumor yang solid. nasopharinx. • Usia 40 dan 60 tahun • Kekambuhan lokal yang sering. rongga hidung. atau cribriform . tetapi dapat pula timbul pada kelenjar lakrimalis. dan sinus paranasalis.

 Insiden metastasis ke nodus limfatikus sebanyak 47 %.  Sebagian besar pasien tanpa gejala (80%).  Berasal dari tubulus terminal dan intercalated atau strained sel duktus.ADENOKARSINOMA Keganasan kedua paling sering pada anak-anak.  6 .  Small cell carcinoma  Umumnya terjadi pada pria usia tua dan ditandai dengan pertumbuhan cepat.  Tumor ini dipikirkan berasal dari sel duktus ekskretorius.

prostat. Pada seluruh kelenjar parotis biasanya membesar.LYMPHOMA    Paling sering pada laki-laki tua.6 Metastasis ke Kelenjar Parotis dari tempat lain Kelenjar parotis dapat menjadi tempat metastasis dari keganasan yang berasal dari kulit. paru. dan saluran pencernaan. 6 Malignant Mixed Tumor   Sering dikarenakan degenerasi dari benign pleomorphic adenoma (carcinoma ex pleomorphic adenoma). ginjal. dan pada palpasi teraba seperti karet. Sering kali.. kelenjar nodus regional membesar.   . Secara keseluruhan angka harapan hidup 5 tahun adalah 56% dan 10 tahun adalah 31%. payudara.

di pre/infra/retro aurikula (tumor parotis). atau intraoral (tumor kelenjar liur minor)  Rasa nyeri sedang sampai hebat (pada keganasan parotis )  Paralisis n. vagus.glosofaringeus. pleksus simpatikus (pada karsinoma parotis lanjut)  Pembesaran kelenjar getah bening leher (metastase)  . atau di submandibula (tumor sumandibula). 2-3% (pada keganasan parotis)  Disfagia. hipoglosus. gangguan pendengaran (lobus profundus parotis terlibat)  Paralisis n. sakit tenggorok. fasialis. asesorius. tidak nyeri.DIAGNOSIS Anamnesa : Benjolan soliter.

ekstremitas.t.XI. ikterus. dan mobilitasnya .IX. kepala.) Status regional Palpasi apakah ada pembesaran kelenjar getah bening leher ipsilateral dan kontralaeral.PEMERIKSAAN FISIK a. Penampilan (Karnofski / WHO) 2. tulang tengkorak.) Status general 1. mobilitas terhadap jaringan sekitar) 3. → tentukan lokasinya. untuk menilai konsistensi. Palpasi (termasuk palpasi bimanual. jumlahnya. dll) b.) Status lokal 1. permukaan. toraks. pelvis 3. Pemeriksaan fungsi n.X. Inspeksi (termasuk inraoral.XII c. Keadaan umum adakah anemia.vertebra. periksa T.VIII.N.VII. adakah pedesakan tonsil/uvula) 2. ukuran terbesar. abdomen. Apakah ada tanda dan gejala ke arah metastase jauh (paru.R.

PEMERIKSAAN RADIOLOGIS X foto polos  Imaging (CT-Scan dan MRI)  Sidikan Tc seluruh tubuh.  Pemeriksaan Patologi FNAB  Biopsi insisional  Biopsi eksisional  Pemeriksaan potong beku (Frozen section)  . pada tumor ganas untuk deteksi metastase jauh.

 Terapi tambahan : Radioterapi pasca bedah .PROSEDUR TERAPI Tumor Primer a.B.leher yang masih operabel.G. dikerjakan pada: ada metastase K. dilakukan pada: tumor jinak parotis lobus superfisialis Parotidektomi Medial     Parotidektomi subtotal Parotidektomi total Deseksi radikal leher (RND). Tumor operabel Terapi utama ( pembedahan)   Parotidektomi superfisial.

Terapi tambahan  Kemoterapi : Untuk jenis adenokarsinoma (adenoid cystic carcinoma. Terapi utama  Radioterapi : 65 – 70 Gy dalam 7-8 minggu b. malignant mixed tumor.Tumor inoperabel a. acinic cell carcinoma)  -adriamisin 50mg/m2 iv pada hari 1 diulang  -5 fluorourasil 500mg/m2 iv pada hari 1 tiap 3  -sisplatin 100mg/m2 iv pada hari ke 2 minggu Untuk jenis karsinoma sel skwamous (squamous cell carcinoma. adenocarcinoma. mucoepidermoid carcinoma)  methotrexate 50mg/m2 iv pada hari ke 1 dan 7 sisplatin 100mg/m2 iv pada hari ke 2 - .

kemudian dievaluasi :  Menjadi operabel  RND  Tetap inoperabel  radioterapi dilanjutkan sampai 70Gy 2. Terapi utama  Operabel : deseksi leher radikal (RND)  Inoperabel : radioterapi 40 Gy/+kemoterapi preoperatif.METASTASE KELENJAR GETAH BENING (N) 1. Terapi tambahan  Radioterapi leher ipsilateral 40 Gy .

Untuk jenis karsinoma sel skuamous (squamous cell carcinoma.4. mucoepidermoid carcinoma)   Methotrexate 50mg/m2 iv pd hari ke 1 dan 7 Sisplatin 100mg/m2 iv pada hari ke 2 diulang tiap 3 minggu .Untuk jenis adenokarsinoma (adenoid cystic carcinoma. adenocarcinoma. malignant mixed tumor. Metastase Jauh (M)  Terapi paliatif : kemoterapi a. acinic cell carcinoma)    Adriamisin 50mg/m2 iv pada hari 1 5 fluorourasil 500mg/m2 iv pada hari 1 Sisplatin 100mg/m2 iv pada hari ke 2 diulang tiap 3 minggu b.

Fistula kelenjar liur Prognosis  Sesudah terapi adekuat pada tumor benigna terjadi residif lokal kurang dari 1% kasus. perluasan lokal dan besarnya tumor dan jumlah metastasis kelenjar leher. sering timbul residif lokal.  Jika tumor benigna tidak diangkat secara luas.  Ketahanan hidup 5 tahun kira-kira 5%. namun hal ini masih tetap tergantung kepada histologinya .KOMPLIKASI PASCA OPERASI PAROTIS    Sindrom Frey Kelumpuhan saraf fasialis.  Prognosis pada tumor maligna sangat tergantung pada histology.

malignant mixed tumor.Papillary cystadenoma lymphomatosum (warthin’s tumor) serta tumor ganas : mucoepidermoid carcinoma. 4.Monomorphic adenoma. lymphoma. adenoid cystic carcinoma. 3. pemeriksaan fisik. pemeriksaan radiologi dan patologi Terapi pilihan utama untuk tumor kelenjar liur ialah pembedahan sedangkan radioterapi dan kemoterapi merupakan terapi ajuvan . 2. epidermoid carcinoma. small cell carcinoma. carcinoma ex pleomorphic adenoma (carcinosarcoma) Diagnosis ditegakkan berdasarkan : anamnesis.KESIMPULAN 1. pemeriksaan laboratorium. Neoplasma adalah suatu pertumbuhan jaringan baru dengan pertumbuhan yang tidak terkontrol dan progresif Klasifikasi histopatologi tumor parotis menurut WHO/AJCC yakni : tumor jinak : Plemorphic adenoma ( mixed benign tumor). acinic cell carcinoma. adenocarcinoma.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful