Anda di halaman 1dari 22

DELL

Perubahan Strategi Di Kawasan Asia


Pasific
Oleh : Bron Alfiner
Situmorang
Dewi Lina
Dian Inda Sari
Nana Mulyana
Sejarah Singkat Perusahaan
 1984
Pada umur 19 tahun, micheal Dell mendirikan perusahaan Dell Computer dengan modal awal
sebesar $ 1,000 dengan visi dan konsep bisnis sederhana – Bahwa Personal Computer
dapat dirakit berdasarkan pesanan dan dijual langsung ke customer.
Dell percaya bahwa:
1. Dengan memotong jalur distribusi dan dealer retail dapat menghilangkan biaya
kenaikan harga oleh penjual.
2. Merakit berdasarkan pesanan dapat mengurangi secara material cost komputer dan
resiko yang berkaitan dengan penyimpanan dalam jumlah yang banyak pada
sparepart, komponen dan produk jadi.
 1985
Dell membuat system komputer pertama sendiri.
 1988
Dell berhasil menaikan modalnya sebesar $ 30 juta saat IPO. Saat ini modalnya telah mencapai $
85 juta.
 1998
Dell berhasil meraih 12% bagian dari pasar PC di US dan menjadi market leader di bisnis
komputer bersama Compaq dan IBM sampai sekarang.
Company Tour
 Overview We Make Computing Easy. Like it
should be

 Focus Our Direct Connection

 Leadership Why We’re the Industry Leader – Our


Product & Service

We Know Enterprise Computing


 Result Firsthand

We’re Close to Customers Around the


 Global World
Operasi dan Strategi Dibandingkan
dengan Kompetitor
 Traditional PC’s Industry Value Chain (Utilized by Compaq, IBM, HP and Most Other)

Assembling PC Aktivitas Aktivitas Service


Pabrikasi oleh pembuat Sales dan Dan pendukung
Pembelian
Komponen PC PC (untuk Marketing Dilakukan penjual
Oleh
oleh Memenuhi order dilakukan Untuk customer
Pengguna
Supplier dari Suppliers dan Toko yang (atau oleh pembuat
PC
Menjaga stock Mempunyai stock PC – IBM kepada
Channel Distribusi) PC langsung User PC

 Build-to-Order/Direct Sales Value Chain (Employed by: Dell, Gateway, Micron Electronics)

Assembilind Aktivitas Service


Pabrikasi
Pesanan PC Pembelian Dan pendukung
Komponen PC
oleh pembuat PC Oleh Disediakan oleh
oleh
Berdasarkan order Pengguna Pembuat PC (via
Supplier
PC yang datang PC Telephone, fax,
dari customer Email) dll.
Pabrik Assembling Dell – Austin -
Texas, Ireland and Penang - Malaysia.
Proses Penjualan dan Produksi
Pembuatan
Pesanan
Supplier
Massal
(Build in
Order)

Integrasi Virtual
Dan
Pesanan
Informasi Online
Order ke supplier
Komponen
Customer
Assembling
Direct Selling
Keunggulan Kompetitip
 Dell memproduks komputer dengan lebih sederhana dengan
komitmen persediaan Just in time.
 Dell Computer berpartner dengan PC Supplier ternama dengan
mutu dan kualitas produk yang terjamin dalam membangun supply
Chainnya.
 Dell menggunakan teknologi dan membagi informasi baik dengan
supplier yang menjadi partrner maupun dengan customer untuk
menghilangkan batasan di supplier- manufacturer-customer value
chain yang menjadi karakteristik model bisnis Dell.
 Penjualan langsung ke customer memberikan Dell memahami lebih
cepat tentang pemilihan dan kebutuhan dari customernya.
Namun, semua keunggulan
kompetitif ini tidak bisa
diterapkan dikawasan Asia
Pasific

Mengapa?
Perbedaan Budaya dan Pola Konsumsi
antara Pembeli USA, Eropa dengan Asia
 Masyarakat Asia belum terbiasa berbelanja
online dengan menggunakan kartu kredit.
 Tingkat pengetahuan tentang komputer
yang masih rendah.
 Kebiasaan Masyarakat Asia melihat
barang/produk, harga sebelum mengambil
keputusan untuk membeli.
Hal ini mengakibatkan
penjualan di Asia jauh
dibawah kompetitor
Dell akhirnya merubah tradisi
yang telah berjalan selama 23
tahun, dengan menjual produk
secara retail di Asia.
Audit Eksternal
Faktor Lingkungan - 1
1. Faktor Demografis
 Populasi Benua Asia adalah terbesar di
dunia.
 Peluang utama terdapat di kota-kota besar
dimana pendapatan masyakatnya tinggi.
2. Faktor Sosial
 Ekspektasi Pembeli dengan mencoba
produk sebelum membeli.
Audit Eksternal
Faktor Lingkungan - 2
3. Faktor Ekonomi
 Pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan di Asia,
terutama India, China, Jepang dan Indonesia
 Market Komputer akan terus menaik di masa yang akan
datang.
 Pendapatan perkapita yang rendah dan tidak merata

4. Faktor Teknologi
 Masih sedikit masyarakat Asia yang memiliki komputer.
 Akses dan penggunaan internet yang semakin
meningkat.
Audit Eksternal
Faktor Lingkungan - 3
5. Faktor Politik dan Hukum
 Hukum dan Peraturan yang tidak konsisten,
 Bisnis berdasarkan hubungan relasi.
 Hak Intelektual yang beresiko tinggi.

6. Faktor Global
 Peluang dalam penjualan karena market share
Dell masih rendah.
 Kemampuan China untuk memproduksi produk
murah (low cost product)
Audit Eksternal
Lima Kekuatan Porter - 1
1. Ancaman Terhadap pendatang baru TINGGI.
 Kompetitor Lokal maupun Luar
 IBM, Acer, Hp dan Toshiba sudah mempunyai
pasarnya masing-masing.
 Hambatan dari kebijakan pemerintah dan
birokrasi.
 Hambatan potesial juga berupa:
 Sulit untuk memperoleh access ke distribusi chanel
 Skala Ekonomi (Pabrik Lokal)
Audit Eksternal
Lima Kekuatan Porter - 2
2. Posisi Tawar Supplier RENDAH
Kebanyakan kompetitor menerapkan integrasi vertikal
3. Posisi Tawar Customer TERBATAS
Merek ternama dan difrensiasi produk tidak menjadi acuan.
4. Subtitusi TIDAK ADA
5. Persaingan Komptetif SANGAT KETAT
 Potensi pertumbuhan laba yang tinggi sejalan dengan
pertumbuhan industri.
 Adanya tekanan harga dari produk lokal.
 Tingginya biaya tetap dari kapasitas produksi
 Strategi kepentingan (Stakesholder) yang tinggi.
 Respon kompetitif yang agresif
Audit Internal
Analisa Value Chain
 Aktivitas Primer
 Operasi – Proses Pabrikasi yang berbiaya rendah.
 Outbond Logistic – Model Penjualan Langsung
 Service – Respon yang tinggi terhadapa kebutuhan
customer.
 Aktivitas Pendukung
 Pengembangan IT - Inovasi penggunaan website dan
Infrastruktur IT.
 Infrastruktur Perusahaan – komitmen pada visi dan team
manajemen.
ANALISA SWOT
 Strengths:  Oppurtunities:
2. Reputasi yang tinggi 2. Jumlah populasi Asia yang besar.
3. Kemampuan build to order dan 3. Potesi penjualan di kota-kota
JIT besar.
4. Penghasil keuntungan terbesar 4. Pertumbuhan ekonomi yang
5. Performance produk yang tinggi menjanjikan.
 Weaknesses 5. Pertumbuhan pemakai komputer
yang terus bertambah dari tahun
7. Merek yang belum dikenal luas. ke tahun.
8. Model direct sales yang masih  Threats:
awam
9. Harga lebih mahal 7. Pendapatan per kapita rendah.
8. Proteksi property intektual yang
rendah dari pemerintah.
9. Persaingan yang ketat antar
kompetitor.
10. Lenovo – IBM bergabung.
Kesimpulan Masalah
 Dell berhadapan dengan rival dari
Perusahaan PC Asia seperti Acer, Toshiba
dan Lenovo.
 Pasar Dell yang mendominasi High end
customer tidak menjangkau Low end
 Pasar Asia tidak berpatokan pada merek
tetapi lebih kepada harga dan fisik produk.
Strategi Alternatif

Lupakan low end customer, lebih


menekankan pada High end
(pasar corporate) yang menjadi
andalan Dell
Rekomendasi
 Tetap mempertahankan strategi lama, selain
menjalankan strategi baru.
 Explorasi alternatif chanel penjualan untuk model
penjualan tidak langsung.
 Menciptakan produk low end.
 Bangun image merek agar lebih dikenal masyarakat
Asia.
 Ciptakan trend mobile teknologi untuk menaikkan minat
terhadap internet.
 Membangun infrastruktur untuk service, pendukung dan
penjualan di kota-kota Asia.
Daftar Pustaka

 www.dell.com
 www.mhe.com
 www.sba.pdx.edu/faculty/m.davis
 Bahan-bahan lain yang berkaitan dengan
Dell Company.
Terima Kasih

Medan, 2008