Anda di halaman 1dari 12

Konsep global governance berkembang dalam studi Hubungan Internasional pada awal tahun 1990-an.

Global governance jelas diasumsikan akan mengambil alih peran regulasi yang tidak lagi bisa dimainkan oleh negara/pemerintah mengingat konsep global governance yang telah dipahami sebagai respons terhadap masalahmasalah global yang lebih luas.

Pendapat para ahli mengenai definisi global governance

Non-governmental Organizations (NGOs) Transgovernmental Coalitions Transnational Communities of Experts International Regimes

The state (negara atau pemerintah) private sector (sektor swasta dan dunia usaha) serta citizen yang lebih lekatnya dikenal dengan organisasi lokal/kemasyarakatan

Private Supranational National Subnational

Governmental

Third Sector

TNCs Firms Local

IGOs Central Local

NGOs Nonprofits Local

Hilangnya polarisasi kekuatan adidaya politik global pasca perang dingin Fenomena globalisasi ekonomi, sosial, dan budaya, serta proses demokrasi Memudarnya nilai-nilai lokal dan kebangsaan Persoalan-persoalan regional dan/atau global yang tidak mampu diatasi sendirian oleh kapasitas Negara seperti resesi ekonomi, pemanasan global, terorisme, bencana kelaparan, pandemic penyakit HIV, flu burung, flu babi, rasisme, pelanggaran HAM, migrasi, dll.

Messner: global governance bersifat normatik dan jelas diasumsikan akan mengambil alih peran regulasi yang tidak lagi bisa dimainkan oleh negara-negara teritorial Gramsci: global governance terkait dengan hegemoni yaitu sebuah jenis kekuasaan tertentu, yakni kemampuan untuk mendefinisikan dan menjadikan sebuah kepentingan sebagai kepentingan masyarakat secara keseluruhan

Henk Overbeek: melihat global governance sebagai sebuah proyek ideologis, yang sangat terkait dengan kepentingan kelas, yakni neoliberal David Held: melihat global governance sebagai bentuk kerjasama nation state dengan ketergantungan yang komplek dalam berbagai permasalahan dunia seperti AIDS, imigrasi, HAM, trade, environmental polution dan tantangan baru lainnya dalam perdamaian kemanan dan kesehjateraan ekonomi yang melampui batas-batas negara.

Efektivitas konsep Global Governance tersebut sangat berkaitan dengan aktor atau institusi internasional yang terlibat dalam upaya penyelesaian berbagai permasalahan global, antara lain: Dalam hal keamanan Dalam persoalan ekonomi: WTO, IMF, dan Bank Dunia (World Bank)

Efektivitas bergantung pada komitmen tiap aktor yang terlibat untuk menjalankan ketentuan-ketentuan yang disepakati bersama. Efektivitas juga bergantung pada komitmen dari lembaga governance global untuk mengusahakan pembangunan global yang adil dan tidak eksploitatif.