Anda di halaman 1dari 35

PRASARANA PERSAMPAHAN

Kuliah 3 Selasa, 02 April 2010 Di Ruang Kuliah I

Pengertian

Sampah perkotaan adalah sampah non B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Sistem pengolahan sampah adalah suatu kegiatan penanganan sampah yang ditinjau dari beberapa aspek terkait seperti : institusi, teknik operasional, pembiayaan, pengaturan dan peran serta masyarakat. Ungkup program peningkatan pengelolaan sampah adalah peningkatan manajemen, peningkatan pengelolaan sampah (3 R : Reduce, Reuse, Recycle) dan peningkatan kualitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kriteria Penentuan Penanganan Sampah


Data Sampah Timbunan Sampah : - 2,5 % 3,5 Liter/orang/hari + 75% sampah domestik + 25% sampah non domestik

Komposisi Sampah : - Organik 70 - 80% - Kertas 5 - 19% - Plastik 5 - 10% - Logam 3 - 5%


Karakteristik Sampah : - Nilai kalor 900 - 1200 kcal/kg - Kadar air 60% Sumber Sampah : - Perumahan (mewah, menengah, rendah/kumuh - Fasilitas komersial (toko, hotel, pasar, bioskop, restoran dll) - Fasilitas umum (perkantoran, sekolah fasilitas kesehatan dll) - Fasilitas sosial

Kriteria Penanganan Sampah


Tingkat pelayanan 60 - 80% Penanganan sampah dilakukan sedekat mungkin dengan sumber Mengembangkan pola penanganan sampah yang bertumpu pada pola cost recovery Mengembangkan pola penanganan sampah yang bertumpu pada masyarakat (CBD) Menggali potensi peran serta swasta

Kriteria Skala Penanganan Sampah


Skala individu Skala lingkungan/kawasan Skala kota

Kriteria Penentuan Lokasi

Kriteria Kota

Kota-kota dikawasan andalan Kota-kota di luar kawasan andalan yang mempunyai potensi: Kota-kota strategi, Kota-kota peraih Adipura Kota-kota yang belum berhasil maraih Adipura Kota-kota prokasih

Kriteria Kawasan

Kawasan permukiman baru, Kawasan permukiman kumuh, Kawasan prokasihKawasan strategis (industri, pariwisata, dll)

KOMPONEN PENANGANAN SAMPAH DIDASARKAN PADA STANDAR YANG ADA STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI), DIKAITKAN DENGAN LINGKUP PENANGANNYA

Skala Individual
Pewadahan (bin plastik 40 liter, kantong plastik), Pemisahan sampah disumber. Pengolahan setempat (comoster, vermi compost)

Skala Lingkungan/Kawasan
Pewadahan, Pengumpulan (gerobak/TPS) Pemindahan (Transfer depo) UDKP (kompos & daur ulang, kapasitas 15 m3/hari) Incenerator (kapasitas 250 kg/jam) Vermi compost

Skala Kota
Pengangkutan (dump truck, arm roll truck, compactor), Tranfers station (jarak ke TPA > 30 km), TAP (control landfill/sanitary landfill) dengan 3 fasUitas utama :

Fasilitas umum (jalan masuk, dos jaga saluran drainase, pagar dll), Fasilitas perlindungan (lapisan kedap air, pengumpul & pengolah leachate, ventilasi gas, penutupan tanah, alat berat, barier, dll), Fasilitas pendukung (air bersih, jembatan timbang, dll)

Incenerator (kapasitas minimal 100 ton/hari, dilengkapi dengan pemanfaatan energi panas), Biogas digester Daur ulang skala besar (dilengkapi magnetik separator) Composting skala besar (aerobic composting, kapasitas 100 ton/hari)

Transfer station (kapasitas > 1.000 ton/hari) Sebagai contoh penempatan alokasi prasarana persampahan pada skala kota (city wide)

Penyelesaian Kegiatan

Rencana Pendahuluan dan Penyiapan Masyarakat


Pemantapan Manajemen Penyusunan konsep peraturan pemerintah

Penyusunan SPJ (Standar, Pedoman, dan Juknis) Training Desiminasi

Penyiapan Masyarakat:

Penyuluhan materi penyuluhan Penyuluhan insentif Kerjasama denga LKMD/PKK dalam menentukan pola penanganan sampah yang bertumpu pada masyarakat Evaluasi pilot project UDKP, incenerator, uermi compost dengan rekomendasi peningkatan

Perencanaan Detail
Pembuatan perencanaan detail perlu didahului dengan pemilihan lokasi, survei & pengukuran khusus untuk : TPA (disesuaikan dengan lahan yang tersedia dan kemampu-an daerah) Incenerator skala kota Biogas digester Tranfers station Composing/daur ulang skala kota

Perencanaan detail ini juga perlu dilengkapi dengan gambar teknis, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk pengoprasian (Standard Operasional Prosedure (SOP).

Pelaksanaan Konstruksi/Pengadaan Peralatan

Pelaksanaan konstruksi sarana/prasarana persampahan perlu dipisahkan sebagai berikut:


Skala individu (Masyarakat) Skala lingkungan (Masyarakat,PEMDA, Swasta) Skala kota ( Pemda, Swasta)

HIRARKI SAMPAH

hirarki limbah merujuk kepada " 3 M " mengurangi sampah, menggunakan kembali sampah dan daur ulang, yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan dari segi minimalisasi sampah. Hirarki limbah yang tetap menjadi dasar dari sebagian besar strategi minimalisasi sampah. Tujuan limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan maksimum dari produk-produk praktis dan untuk menghasilkan jumlah minimum limbah.

Pengoperasian dan Pemeliharaan


Untuk melaksanakan operasi dan pemeliharaan sarana/ prasarana persampahan, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Perlu koordinasi dengan instansi terkait, yaitu antara masyarakat, swasta dan Pemda (instansi pengelola kebersihan) Pola operasi penanganan sampah dari sumber sampai TPA. Perlunya workshop/bengkel untuk pemeliharaan truck maupun alat berat, Perlu dialokasikan biaya operasi dan pemeliharaan yang memadai utuk setiap komponen peralatan

PENGELOLAAN SAMPAH
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.

PRAKTEK PENGELOLAAN SAMPAH

Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang , berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.

Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan:

mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.

Pembuangan sampah

Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg ditinggalkan , lubang bekas pertambangan , atau lubang lubang dalam. Sebuah situs penimbunan darat yg di desain dan di kelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah. Sedangkan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan , diantaranya angin berbau sampah , menarik berkumpulnya Hama , dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah)

PROSES DAUR ULANG

Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang , pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah.

PENGKOMPOSAN

Material sampah organik , seperti zat tanaman , sisa makanan atau kertas , bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.

PEMULIHAN ENERGI

Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain. Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan , dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat , gas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.

Komponen pencernaan Anaerobik di pabrik

Metode penghindaran dan pengurangan

Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk , atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai , memperbaiki barang yang rusak , mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) ,dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh, pengurangan bobot kaleng minuman).

PENDIDIKAN DAN KESADARAN

Pendidikan dan kesadaran di bidang pengelolaan limbah dan sampah yang semakin penting dari perspektif global dari manajemen sumber daya. Pernyataan yang Talloires merupakan deklarasi untuk kesinambungan khawatir dengan skala dan belum pernah terjadi sebelumnya kecepatan dan degradasi lingkungan, dan penipisan sumber daya alam. Lokal, regional, dan global polusi udara; akumulasi dan distribusi limbah beracun, penipisan dan kerusakan hutan, tanah, dan air; dari penipisan lapisan ozon dan emisi dari "rumah hijau" gas mengancam kelangsungan hidup manusia dan ribuan lainnya hidup spesies, integritas bumi dan keanekaragaman hayati, keamanan negara, dan warisan dari generasi masa depan.

Manfaat pengelolaan sampah


Penghematan sumber daya alam Penghematan energi Penghematan lahan TPA Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)

Bencana sampah yang tidak dikelola dengan baik


Longsor tumpukan sampah: Longsor sampah Leuwigajah Sumber penyakit Pencemaran lingkungan

Resiko Longsor Akibat Salah Perencanaan Tapak


Istanbul, Turki
39 tewas, 1993

O Portino, Spanyol
1 tewas, 250

dievakuasi, 1994 Manila, Filipina > 200 tewas, 2000 Leuwigajah, Indonesia > 100 tewas, 2005
Tashkent, Uzbekistan,

NILAI EKONOMIS

Komposisi Gas TPA


Jenis gas 1 Metana (CH4) Persen (%) 40 56

2 3
4 5

Karbon dioksida (CO2) Nitrogen (N2)


Oksigen (O2) Trace element

31 10
1 1

Uap Air

Major Regional Population Centers in Indonesia

Medan Pakanbaru Padang Jambi Palembang Pontianak Balikpapan Palu Samarinda

Manado

Tanjungkarang Jakarta
Bandung Yogyakarta

Banjarmasin
Semarang Surabaya Denpasar Makassar

Source:

THE WORLD BANK

What could this amount of waste do? Methane emissions (million m3/yr)

27 11 16 7 23 15 7 6 9

7
140 21 32 5 33 9 19

404 million m3 methane per year


Source:
THE WORLD BANK

What could this amount of waste do?


Revenues from carbon finance (Rp billion/yr)

11 4 7 3 4 2 9 6 57 13 9 2 13 4 3 8

Rp148 billion/yr
Source:
THE WORLD BANK

Anda mungkin juga menyukai