Anda di halaman 1dari 9

PSIKOTIK

Prof. DR. dr. H. Soewadi, MPH, SpKJ

SELALU INGAT
1. GEJALA PSIKOTIK (Waham, Halusinasi, Inkoherensi, Katatonia) 2. GEJALA NON PSIKOTIK (Cemas, Depresi, Keluhan fisik) 3. GANGGUAN FUNGSI (>1 minggu) (Gangguan fungsi sosial, pekerjaan dan penderitaan dini)

Catatan Waham : keyakinan menetap yang tidak sesuai dengan kenyataan dan selalu dipertahankan Halusinasi : Persepsi pancaindra tanpa sumber rangsangan sensorik eksternal Inkoherensi : pembicaraan atau tulisan yang tidak dapat dimengerti dan bukan karena kelainan organik Katatonia : gangguan psikomotor tanpa kelainan organik

SKEMA DIAGNOSIS PSIKOSIS


Gejala Psikotik (waham, halusinasi, Inkoherensi, Katatonia)
Tanda Organik (kesadaran turun, disorientasi, gangg. Daya ingat, gangg. Intelektual) GANGGUAN MENTAL ORGANIK GANGGUAN JIWA AKIBAT PENYAKIT UMUM PSIKOSIS FUNGSIONAL

>6 bulan onset < 45 tahun deteriorasi Ya Skizofrenia Tidak Non Skizofrenia

Penggunaan Praktis Obat Antipsikosis


Tentukan gejala yang akan dihilangkan Gunakan yang pernah digunakan dan berhasil baik Hanya menggunakan 1 jenis obat Terapi maintenance dengan dosis terendah yang masih efektif Penggantian obat jika setelah 1 jenis obat digunakan selama 1 bulan

Fungsi antipsikosis :
Mengurangi atau menghilangkan gejala psikosis (waham, halusinasi, inkoherensi dan katatonia) Menormalkan fungsi psikomotor Mengurangi rasa permusuhan Mengurangi insomnia Sebagai anti emetik

Obat di Puskesmas
1. Chlorpromazin - tablet 25 mg dan 100 mg - Inj 25 mg 2. Haloperidol - tablet 0,5 mg, 1,5 mg dan 5 mg 3. Flufenazin - injeksi 25 mg/cc (Modecate

Cara pemilihan
Kasus gawat darurat dengan injeksi Penderita menolak obat dengan tetes (di Puskesmas tidak tersedia) Kasus penderita kooperatif/kronik dengan tablet

Cara Pemakaian
Beri dosis awal Khlorpromazin 3x100mg selama 1 minggu Bila gejala menghilang pertahankan sampai 3 bulan, bila perlu 2 tahun Bila gejala masih ada naikkan 3x200 mg Bila gejala menghilang, pertahankan dosis 1 bulan kemudian dikembalikan menjadi 3x100 mg Bila 3x200 gejala tetap ada rujuk ke RS