Anda di halaman 1dari 35

TRIKOMONIASIS

Oleh Ni Luh Efin, S.ked Pembimbing Dr. Myrna Safrida, Sp.KK

DEFINISI

Trikomoniasis merupakan infeksi saluran urogenital bagian bawah pada wanita maupun pria bersifat akut maupun kronik disebabkan oleh trikomonas vaginalis dan penularan biasanya melalui hubungan seksual

EPIDEMIOLOGI
lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Pernah dilaporkan terjadi pada bayi dan wanita menopause. Penularan melalui hubungan seksual selain itu bisa melalui alat yang terkontaminasi (handuk, spon mandi, kolam renang, toilet) 2-3 juta wanita di amerika serikat menderita trikomoniasis dan diseluruh dunia sekitar 180 juta. WHO memperkirakan 173 juta kasus baru ditemukan setiap tahun.

Infeksi trikomoniasis dipengaruhi oleh beberapa faktor :

jumlah pasangan seksual (multiple sex partners) umur, hubungan seksual tanpa alat pelindung social ekonomi rendah ras hitam adanya infeksi dengan neisseria gonorhoeae atau vaginosis bacterial

Prevalensi meningkat pada :

Wanita yang melakukan hubungan seksual tanpa pelindung dengan bukan pasangan resminya Memiliki dua atau lebih pasangan seksual.

ETIOLOGI Trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trikomonas Vaginalis merupakan protozoa berflagellata mempunyai 4 flagella suatu anaerob aerotoleran, pertumbuhannya dihambat oleh oksigen bertekanan tinggi. berbentuk oval atau filiformis berukuran 15-18 mikron (sebesar leukosit) tumbuh pada media yang optimum, pH dan antimikroba yang menekan organisme lain. dapat hidup 4 6 jam tetapi ada yang mampu hidup lebih dari 150 jam.

PATOGENESIS Trikomonas vaginalis masuk saluran urogenital melekat pada saluran urogenital peradangan pada dinding saluran urogenital dengan cara invasi sampai mencapai jaringan epitel dan subepitel. Masa tunas rata-rata 4 hari sampai 3 minggu Patogenitas pada wanita dipengaruhi oleh :

pH vagina Kemampuan mengadakan reaksi oksidasi reduksi Hormonal Adanya infeksi oleh mikroba lain

GEJALA KLINIS Pada Wanita (asimptomatis simptomatis)


Trikomoniasis ringan : Pruritus Dispareunia Sekret vagina sedikit dan bercampur dengan mukus
Trikomoniasis Akut : Pruritus lebih berat Vaginitis Vulvitis Sekret vagina warna seropurulen kekuning-kuningan sampai kuning kehijauan. Colpitis makularis (strawberry cervix)

Trikomoniasis kronik : gejalanya lebih ringan

sekret vagina biasanya tidak berbusa

Pada Laki - Laki Gambaran klinis umumnya asimptomatis

Bentuk akut gejalnya mirip uretritis non gonore, disuria, poliuria dan sekret uretra mukoid atau mukopurulen, nyeri saat koitus dan nyeri abdomen.
Pada bentuk kronis gejalanya tidak khas, gatal pada uretra, disuria, urin keruh pada pagi hari

bersifat self limited disease

Pada Neonatus Neonatus dapat terinfeksi trikomonas vaginalis melalui jalan lahir ibunya yang menderita trikomoniasis

Pada neonatus dapat timbul duh tubuh vagina dalam minggu pertama kehidupan tetapi biasanya asimptomatis resolusi (3-4 minggu)

KOMPLIKASI Komplikasi pada penderita wanita :


sistitis, skenitis abses bartholin limfadenopati, endometritis, salpingitis Infertilitas neoplasia atau kanker servik dan merupakan faktor pendukung penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus)

http://wikiimages.enotes.com/thumb/b/b8/S kenes_gland.jpg/250px-Skenes_gland.jpg

Komplikasi pada kehamilan : Berat Badan Lahir Rendah Lahir premature Ketuban pecah dini Komplikasi pada laki-laki Prostatitis Epididimitis Balanitis Phimosis Infertilitas

PEMERIKSAAN PENUNJANG

PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK PEWARNAAN SEROLOGI Polymerase Chain Reaction (PCR)

DIAGNOSIS BANDING
Bakterial vaginosis Kandidiasis vulvovaginalis Cervisitis gonore Infeksi genitalia nonspesifik

Gejala/tanda

T.vaginalis

Bakterial vaginosis

Kandidiasis
vulvovaginalis

Cervicitis gonore

Infeksi genitalia nonspesifik Kuning


abuan

Duh tubuh

Kuning kehijauan Putih

keabu Cairan

putih Kunung

keabusering

dan berbusa serta abuan, bau amis seperti susu dan kehijauan malodorous seperti ikan. menggumpal

meninggalkan bercak di celana dalam

Vagina dan vulva

Ditemukan tanda- Tidak ditemukan Ditemukan tanda Ditemukan tanda Tampak tanda gatal radang, tanda-tanda radang radang dan gatal radang serviks, eksterna pada dan uretra disertai gatal

eritema oedem, gatal-

mikroskopis

Ditemukan Trichomonas vaginalis

Clue cell

Yeast, pseudohifa, blastospora

Diplokokus gram Leukosit > 10 plp negative berbentuk kopi pada sediaan

biji basah dan > 5 plp pada pewarnaangram.

PENATALAKSANAAN
Pengobatan dapat diberikan secara topikal dan sistemik Pengobatan topikal, dapat berupa

Bahan cairan berupa irigasi, misalnya hydrogen peroksida 1 2 % dan larutan asam laktat 4 %. Bahan berupa supositoria, bubuk yang bersifat trikomoniasidal. Klotrimazole 100 mg vaginal tablet Selma 7 hari, malam hari. Jel dan krim yang berisi zat trikomoniasidal.

Pengobatan sistemik (oral),

Obat yang sering digunakan tergolong derivat nitroimidazol seperti :


Metronidazol : dosis tunggal 2 gram[1,2,3,4] atau 3 x 250 mg selama 7 hari[1,4] atau 3 x 500 mg selama 7 hari[1,2,3,4]. Nimorazol : dosis tunggal 2 gram[3,4]. Tinidazol : dosis tunggal 2 gram [3,4] Ornidazol : dosis tunggal 1,5 gram [3,4] Preparat nomidazol 2 x 250 mg selama 6 hari dikatakan lebih efektif, bila dijumpai adanya infeksi saluran kencing.

2006 CDC STD Treatment guidelines merekomendasikan terapi trikomoniasis hanya dengan menggunakan obat sediaan oral:

metronidazol 2 gram peroral dosis tunggal atau Tinidazol 2 gram peroral dosis tunggal. Alternatif lain : metronidazol 500 mg 2 x/hari selama 7 hari.

Pengobatan secara sistemik (intravena) :

Pengobatan secara sistemik (intravena) dapat diberikan dengan dosis 500 mg sampai 2 gram yang diberikan dalam waktu 20 menit Angka kesembuhan pada pemberian secara oral dan intravena sama sekitar 85 95 % dan akan lebih baik lagi jika pasangan seksualnya juga diobati secara simultan

Pengobatan pada wanita hamil dan anak : Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan memberikan metronidazol 2 gram dosis tunggal pada semua trimester kehamilan. pilihan lain dengan clotrimazol 100 mg pervaginam selama 6 hari pada trimester pertama untuk terapi sementara, kemudian diikuti dengan terapi standar metronidazol pada trimester kedua

untuk ibu menyusui : metronidazol 2 gram dosis tunggal dan selama 24 jam dilarang menyusui untuk menghindari neonatus terekspos obat kontroversi
Trikomoniasis pada neonatus : Jika setelah 6 minggu infeksi menetap dan memberikan gejala diterapi dengan metronidazol dosis tunggal 50 mg/kg berat badan/hari, atau 10 -30 mg/kg berat badan/hari selama 5 sampai 8 hari

Bayi berumur lebih > 4 bulan yang menderita trikomoniasis diberikan metronidazol 5mg/kg/hari

Canadian guidelines merekomendasikan terapi untuk anak sebelum memasuki masa puber yang terinfeksi T.vaginalis dengan metronidazol dosis 15 -20 mg/kg berat badan diberikan 3 kali perhari selama 7 hari atau dengan dosis tunggal 40 mg/kg berat badan sampai maksimum 2 gram

Pengobatan trikomoniasis yang resisten terhadap metronidazol :

dosis pemberian metronidazol ditingkatkan dan durasi pemberian metronidazol diperpanjang tapi pasien sering mengalami toleransi (tidak memberi efek terapi),sebaiknya diberikan secara intravena atau kombinasi oral dengan topikal (intravagina) .

tinidazol diberikan dengan dosis tinggi yaitu 2-3 gram/hari diberikan peroral dan 1 1,5 gram intravagina.

The Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan Furazolidin suatu nitrofuran yang efektif pada percobaan in vitro di laboratorium dan klinis, dan topikal paromomycin.

Pengobatan trikomoniasis yang hipersensitif terhadap metronidazol :

Reaksi alergi tipe I (flushing, urtikaria, fever, angioedem, syok anafilaktik)

Memberikan metronidazol dengan cara desensitisasi yang dapat diberikan secara intravena atau peroral Beberapa alternatif lain meliputi sediaan kombinasi nitroimidazole, termasuk furazolidone, paromomycin sulfat, dan betadine douche atau betadine supositoria efektivitas rendah.

Table 1. Intravenous and oral incremental dosing protocols[6]. INTRAVENOUSa step Dose (mg) Metronidazol concetration 1 2 3 4 5 0,005c 0,015 0,05 0,15 0,5 0,005 mg/mL 0,005 mg/mL 0,05 mg/mL 0,05 mg/mL 0,5 mg/mL 1,0 3,0 1,0 3,0 1,0 Volume (ml)

6
7 8 9 10 11 12

1,5
5.0 15,0 30,0 60,0 125,0 250,0d

0,5 mg/mL
5,0 mg.mL 5,0 mg/mL 5,0 mg/mL 5,0 mg/mL 5,0 mg/mL 250 mg orally

3,0
1,0 3,0 6,0 12,0 25,0 Tablet

13
14

500
2000,0

500 mg orally
2000 mg orally

Tablets
Tablets

ORALb

step

Dose (mg)

Metronidazole
concetration

Volume (mL)

1 2 3 4 5 6 7 8

0,0025 0,025 0,25 2,5 25,0 250,0 750,0 1000,0

0,025 mg/mL 0,025 mg/mL 0,25 mg/mL 2,5 mg/mL 25 mg/mL 250 mg/mL 750 mg/mL 1000 mg/mL

0,1 1,0 0,1 1,0 10,0 Tablet Tablets Tablets

a Pearlman et al.13 b Kurohara et al.14 Doses are given over the course of 1 day. c Intravenous increments are administered in 15-20 minute intervals. d Oral doses are given 1 hour apart. Helms. Management of Trichomonas vaginalis in metronidazole hypersensitivity. Am J Obstet Gynecol 2008.

IMUNISASI

Menurut beberapa penulis , vaksin solco trichovac yang merupakan campuran dari aberrant lactobacillus acidophilus mempunyai kemampuan untuk mengadakan reaksi silang dengan Trichomonas vaginalis yang pathogen pada manusia. Tetapi Alderete dkk. melaporkan bahwa ternyata tidak terdapat reaksi silang antara Trichomonas vaginalis dengan lactobacillus acidophilus [4].

PENCEGAHAN

Komunikasi melalui konseling dan edukasi yaitu


Mengobati pasien dan pasangan seksualnya Tidak melakukan hubungan seksual selama masa pengobatan sampai pasien dan pasangan seksualnya dinyatakan sembuh dinyatakan sembuh. mutual monogamy menggunakan kondom Hindari pemakaian barang barang yang memudahkan transmisi Webster, menganjurkan untuk menggunakan spermisidal dalam bentuk jeli yang mengandung Nonoxynol-9 yang dapat menghambat pertumbuhan Trichomonas vaginalis

TERIMA KASIH