Anatomi

1.Alat Genetalia Eksterna Wanita a.Tundun (monsveneris): bagian yang menonjol meliputi simfisis yang terdiri dari jaringan dan lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu pada masa pubertas. b.Labiya mayora (bibir besar): dua lipatan dari kulit diantara kedua paha bagian atas labiya mayora,banyak mengandung urat saraf. c.Labiya minora (bibir kecil) :berada disebelah

dalam labiya mayora.
d.Klitoris (klentit): sebuah jaringan ikat erektil kecil kira-kira sebesar kacang hijau dimana dapat mengeras dan tegang (erektil) yang

mengandung urat saraf.

2. Alat Genetalia Interna Wanita
a.Vagina Tabung yang dilapisi membrane dari jenis epithelium bergaris khusus dialiri banyak pembuluh darah dan serabut syaraf. Bentuk vagina sebelah dalam berlipat-lipat seperti rugae. Panjangnya ± 8 cm.
b.Uterus (Rahim) Organ yang tebal, berotot berbentuk buah pir, terletak didalam pelvis antara rectum di belakang dan kandung kemih di depan, ototnya disebut miometrium. Fungsi uterus untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perlembangan, sebutir ovum yang telah keluar dari ovarium dihantarkan melalui tuba uterine ke uterus. Uterus terbagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu: Fundus uteri (dasar rahim) Corpus uteri Cervik uteri

c.Ovarium Merupakan kelenjar berbentuk buah kenari terletak di kiri dan kanan uterus di bawah tuba uterine dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uterus. Fungsi dari ovarium antara lain : Memproduksi ovum Memproduksi hormon estrogen Memproduksi progesterone. d.Saluran fallopian (Tuba Fallopi) Tempat bertemunya sperma dengan telur matang. Panjang saluran sekitar 10 cm dan berbentuk seperti keranjang terbalik.

Selain itu vulva dan vagina juga berfungsi sebagai jalan lahir. alat reproduksi wanita mempunyai 3 fungsi.Fungsi Seksual Alat yang berperan adalah vulva dan vagina. Fungsi seksual 2. yaitu: 1. berguna sebagai pelumas pada saat sanggama. Kelenjar pada vulva yang dapat mengeluarkan cairan. . Fungsi Reproduksi ( melanjutkan keturunan ) 1.Fisiologi Berdasarkan fungsinya ( fisiologinya ). Fungsi hormonal 3.

Bila keadaan ini berlangsung 1 tahun. saat ini disebut masa pubertas. Akibatnya terjadilah perubahan-perubahan fisik pada Wanita. berkeringat.Indung telur mulai berfungsi dengan baik pada usia kurang lebih 9 tahun yang secara produktif menghasilkan hormon Hormon-hormon ini mengadakan interaksi dengan hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di otak. Perubahan-perubahan fisik dan psikis yang terjadi sepanjang kehidupan seorang wanita erat hubungannya dengan fungsi indung telur Yang menghasilkan hormon-harmon wanita yaitu estrogen dan progesteron. kemudian datang 1-2 bulan sekali atau tidak teratur dan akhirnya berhenti sama sekali. Setelah masa reproduksi wanita masuk kedalam masa klimakterium yaitu masa yang menunjukan fungsi indung telur yang mulai berkurang. "la-mula haid menjadi sedikit. jantung berdebar. Pertumbuhan badan menjelang menarche dan 1 sampai 3 tahun setelah menarche berlangsung dengan cepat. . disebut menarche. Selanjutnya terjadilah haid yang pertama kali. Antara lain terjadi pertumbuhan payudara. kemudian terjadi pertumbuhan rambut kemaluan disusul rambut-rambut di ketiak. Ivlula-mula haid datang tidak teratur. gangguan psikhis yaitu emosi yang labil. Sejak saat inilah seorang wanita masuk kedalam masa reproduksinya yang berlangsung kurang lebih 30 tahun.2. yaitu sekitar usia 10-16 tahun. Pada saat ini terjadi pengecilan alat-alat reproduksi dan kerapuhan tulang. Fungsi Hormonal Yang disebut fungsi hormonal ialah peran indung telur dan rahim didalam mempertahankan ciri kewanitaan dan pengaturan haid. maka dikatakan wanita mengalami menopouse. Menurunnya fungsi indung telur ini sering disertai gejala-gejala panas.

nafsu makan berkurang. 24-36 had sekali. buah dada tegang. Bila kehamilan tidak terjadi. mual dan sakit perut bagian bawah. paling tebal terjadi pada saat menstruasi Endometrium dipersiapkan untuk kehamilan. lapisan ini mengelupas dan terbuang berupa darah haid. Biasanya haid berlangsung 2. Lapisan tersebut berbeda ketebalannya dari hari kehari. timbul karena pengaruh-pengaruh hormon yang berinteraksi terhadap selaput lendir rahim (endometrium).mula-mula tipis kemudian bertambah tebal untuk kemudian mengelupas lagi berupa darah haid. Menjelang haid dan beberapa hari saat haid wanita mudah tersinggung.8 hari dan jumlahnya kurang lebih 30-80 cc.Menstruasi atau haid yang terjadi secara siklus. pusing. Setelah darah haid habis. lapisan tersebut mulai tumbuh kembali. .

Biasanya pada bagian atas rahim zygote akan menanamkan diri dan berkembang menjadi janin .3. saluran telur dan rahim. Selanjutrrya zygote akan terus berjalan sepanjang saluran telur dan masuk kedalam rahim. pada saat inilah ditentukan jenis kelamin janin dan sifat -sifat genetiknya. Sel telur yang setiap bulannya dikeluarkan dari kantung telur pada saat masa subur akan masuk kedalam saluran telur untuk kemudian bertemu dan menyatu dengan sel benih pria ( spermatozoa ) untuk membentuk organisme baru yang disebut Zygote. Fungsi reproduksi Tugas reproduksi dilakukan oleh indung telur.

PATOFISIOLOGI GANGGUAN HAID .

.

Pembagian • Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya pendarahan – Hipermenorea / menoragia – Hipomenorea • Kelainan siklus – Polimenorea – Oligomenorea – amenorea • Pendarahan di luar haid – metroragia • Gangguan lain yang ada hubungan dg haid – – – – Premenstrual tension (ketegangan pra haid) Mastodinia Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) dismenorea .

Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya pendarahan Hipermenorea (menoragia) Pendarahan haid yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (>8 hari) Penyebab Mioma uteri (permukaan endometrium lebih luas. kontraktilitas terganggu) Polip endometrium Gangguan pelepasan endometrium waktu haid (irreguler endometrial shedding) Hipomenorea • Pendarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasanya • Tidak mengganggu fertilitas • • • • • Penyebab Pada uterus (sudah miomektomi) Gangguan endokrin .

tumor. fertilitas cukup baik •>>> masa proliferasi . metabolisme. inf • = polimenoragia = epimenoragia • Siklus haid lebih pendek dari biasanya (<21 hari) • Pendarahan kurang lebih sama / lebih banyak Penyebab • Gangguan hormonal  ggg ovulasi. genetik Amenorea sekunder • Pernah mendapat haid. kemudian tidak dapat lagi • Ggg gizi.Kelainan siklus Polimenorea Oligomenorea Amenorea Keadaan tidak adanya haid sedikitnya 3 bulan berturut2 Jenis Amenorea primer • Wanita berumur 18 tahun ke atas belum pernah mendapatkan haid • Kelainan kongenital. << masa luteal • Kongesti ovarium karena peradangan • endometriosis •Siklus haid ang lebih panjang (>35 hari) •Pendarahan biasanya berkurang •Kesehatan tidak tergg.

trauma • Kelainan kejiwaan :Psikosis. Feminisasi testikuler • Menopause prematur • S. Ovarium yg tdk peka (the insensitive ovary syndrome) • Tumor ovarium • Penghentian fungsi ovarium (operasi. tumor.Amenorea Kriptomenorea • Tidak tampak adanya haid karena darah tidak dapat keluar berhubung ada yang menghalangi • Ginetrasia himenalis. Androgenital • S. penutupan kanalis servikalis Amenorea fisiologik • Masa sebelum pubertas • Masa kehamilan • Masa laktasi • Sesudah menopause Penyakit yang dapat disertai amenorea • Kelainan organik : Radang. Anoreksi nervosa. radang) G3 glandula suprarenalis • S. Endometriotitis tuberkulosa) Penyakit umum: •Malnutrisi. Cushing • Penyakit Addison G3 glandula tiroidea G3 pankreas G3 uterus dan vagina: •(S. Asherman. Amenorea iatrogenik . T4) •Laparoskopi •Pemeriksaan kromatin sex •Pembuatan kariogram •Pemeriksaan kadar hormon Penatalaksanaan •Perbaikan gizi •Kehidupan dalam lingk yg sehat dan tenang •↓ BB (obes) •Tiroid (hipotiroid) •Kortikosteroid (ggg fungsi glandula suprarenalis) •Pemberian hormon gonadotropin •Klomifen G3 poros hipotalamus hipofisis • Sindrom amenorea-galaktorea • Sindrom Stein-Leventhal • Amenorea hipotalamik G3 hipofisis • Insufisiensi hipofisis (sindrom Sheehan & penyakit Simmonds) • Tumor hipofisis • Kelainan kongenital hipofisis G3 gonad • Disgensis/agenesis ovarii (sindrom Turner) • S. pseudosiesis Px amenorea •Foto rontgen dari thorax •Sitologi vagina •Tes toleransi glukosa •Pemeriksaan mata •Kerokan uterus •Pemeriksaan met basal (T3.

ulkus. karsinoma • Korpus uteri :Polip. mola hidatidosa. dll • Tuba fallopi : KET. tumor • Ovarium : Radang tumor Penanganan Parah  istirahat baring & transfusi darah Diberikan • Estrogen : Kadar dalam darah meningkat  pendarahan berhenti • Progesteron : Mengimbangi pegaruh estrogen terhadap endometrium . abortus.Pendarahan di luar haid Pendarahan terjadi dalam masa antara 2 haid Atau 2 jenis pendarahan menjadi 1: •Pertama  metroragia •Kedua  menometroragia Gambaran Klinik : Pendarahan ovulatoar • Pendarahan disfungsional dengan siklus pendek (polimenorea) / panjang (oligomenorea) • Perlu dilakukan kerokan menjelang haid Pendarahan anovulatoar • Turun kadar estrogen  pendarahan bersifat siklis. radang. erosio. kadang tidak teratur sama sekali Etiologi • Serviks uteri : Polip.

ggg konsentrasi Penanganan • << retensi Na dan cairan • Pemakaian garam dibatasi • Obat diuretik • Hidroklorotiazid • Progesteron sinetik dosis kcl • Mengimbangi kelebihan E • Testosteron • Mengurangi kelebihan E Etiologi • Ketidakseimbangan estrogen dan progesteron • Retensi cairan dan Na • Penambahan BB • Kadang edema • Faktor kejiwaan Vicarious menstruation Pendarahan ekstragenital dengan interval periodik yang sesuai dengan siklus haid P↑ kadar estrogen  edema dan kongesti alat lain di luar alat genital • Hidung (epistaksis) • Lambung • Usus • Paru2 • Mamae • Kulit . gelisah. pembesaran dan rasa nyeri mama • Depresi. mual.Gangguan lain yang ada hubungan dg haid Premenstrual tension • Keluhan2 yang biasanya mulai 1 mgu sampai beberapa hari sebelum haid dan menghilang saat haid datang (kadang2 berlangsung sampai haid berhenti) • 30-45 tahun Gejala • Iritabilitas. nyeri kepala. perut kembung. rasa takut. insomnia.

Mittelschmerz dan pendarahan ovulasi
•Kira2 sekitar pertengahan siklus haid (ovulasi) •Nyeri beberapa jam / 2-3 hari •Rasa nyeri dapat disertai/tidak disertai pendarahan –sedikit (getah warna coklat) –Banyak (haid biasa) Gejala Tidak mengejang, tidak menjalar, tidak disertai mual dan muntah

Mastalgia
Rasa nyeri dan pembesaran mamae sebelum haid Etiologi •↑ estrogen  edema dan hiperemi Terapi •Diuretikum •Metiltestosteron •Bromokriptin  pengurangan penderitaan Etiologi •Faktor kejiwaan : Emosional tidak stabil •Faktor konstitusi : Anemia, penyakit menahun •Faktor obstruksi kanalis servikalis : Stenosis kanalis servikalis •Faktor endokrin : >>> pelepasan prostaglandin •Faktor alergi

Dismenorea
Nyeri hebat haid di perut bawah sebelum dan selama haid sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan sehari2

Dismenorea primer
•Nyeri haid yg dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata •Timbul beberapa waktu setelah menarche (≥12 bln) •Gejala : Kejang berjangkit2 (perut bawah menyebar sampai pinggang dan paha), Mual,muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas
Penanganan •Penerangan dan nasihat •Pemberian obat analgesik : Aspirin, fenasetin, kafein •Terapi hormonal : Pil kombinasi kontrasepsi •Terapi obat nonsteroid antiprostaglandin : Ibuprofen, naproksen, indometasin •Dilatasi kanalis servikalis : Neurektomi prasakral,Neurektomi ovarial

Endometriosis
• Jaringan endometrium ditemukan di luar kavum uteri dan di luar miometrium. • Paling sering ditemukan di:
– Ovarium – Peritoneum dan ligamentum sakrouterinum, kavum Douglasi; dinding belakang uterus, tuba Fallopi, plika vesikouterina, ligamentum rotondum dan sigmoid – – – – – Septum rektovaginal Kanalis inguinalis Apendiks Umbilikus Serviks uteri, vagina, kandung kemih, vulva, perineum – Parut laparotomi – Kelenjar limfe – Jarang ditemukan di lengan, paha, pleura dan perikardium

Histogenesis
Endometriosis
Endometriosis
Sel – sel endometrium mengadakan implantasi
Terbentuk jaringan endometrium

Darah haid mengalir kembali melalui tuba ke dalam rongga plevis

Menyebabkan metaplasi dari sel – sel epitel

Teori Sampson

Rangsangan pada sel – sel epitel berasal dari selom yang mempertahankan hidupnya di daerah pelvis

Teori Robert Meyer ( Sudah tidak digunakan lagi)

• Lebih sering terjadi pada wanita yang belum kawin pada umur muda dan tidak mempunyai banyak anak. • Rupanya fungsi ovarium secara siklis yang terusmenerus tanpa diselingi oleh kehamilan  endometriosis . • Sekitar 5-15% dapat ditemukan di antara semua operasi pelvik.Angka Kejadian • ± 30 tahun terakhir angka kejadian meningkat. • Lebih sering pada wanitawanita dari golongan sosioekonomi kuat.

sigmoid dan dinding pelvis. – Ada benjolan kecil berwarna kebiruan ditemukan pada kedua ligamentum sakrouterinum. permukaan uterus sebelah belakang. . – Mudah terjadi perlekatan antara alat-alat di sekitar kavum Douglasi. – Tuba normal. – Kista coklat mengalir  dalam rongga peritoneum  acute abdomen. pada kavum Douglasi. sigmoid dan rektum.Patologi • Gambaran mikroskopik – Darah tua keluar sedikitsedikit dan menyebabkan perlekatan antara permukaan ovarium dengan uterus.

• Gambaran Klinik : – Nyeri perut bawah yang progresif dan dekat paha yang terjadi pada dan selama haid (dismenorea) – Dispareunia – Nyeri waktu defekasi – Poli – dan hipermenorea – Infertilitas • Diagnosis biasanya berdasarkan: – Anamnesa – Pemeriksaan fisik dan dipastikan dengan laparoskopi. – Biopsi – Sigmoidoskopi dan sistoskopi – Foto Rontgen .

– Endometriosis dari rektosigmoid vs karsinoma.• Diagnosis diferensial: – Adenomiosis uteri. radang pelvik dengan tumor adneks  sukar diagnosis. . – Kombinasi adenomiosis uteri atau mioma uteri dengan endometriosis. – Endometriosis ovarii vs kista ovarium. – Jangan menunda kehamilan terlalu lama. • Pencegahan: – Gejala endometriosis memang berkurang atau hilang pada waktu dan sesudah kehamilan  regresi endometrium dalam sarang-sarang endometriosis.

breakthrough bleeding 3. breakthrough bleeding. hirsutisme.Pengobatan hormonal Cara terapi 1. bloating Mual. Noretisteron 4. GnRH agonis Ooforektomi 2. Atrofi ciri seks sekunder. Danazol Metiltestosteron Efek Asiklik Estrogen rendah Asiklik Estrogen rendah Efek samping Keluhan vasomotor. perubahan suara Peningkatan berat badan. acne. osteoporosis Peningkatan berat badan. depresi. kulit berminyak. Medroksipogesteron asetat Gestrinon. Kontrasepsi oral nonsiklik Asiklik Estrogen rendah Asiklik Estrogen  sedang Progesteron  tinggi . breakthrough bleeding.

untuk membantu diagnosis. untuk terapi endometriosis stadium dini dengan gejala menonjol  nyeri atau dispareuni. – Kedua.Pengobatan hormonal • Androgen – Preparat: metiltestosteron sublingual – Keberatan pemakaian androgen: maskulinisasi. masih mungkin terjadi ovulasi atau kehamilan selama terapi  harus hentikan terapi  cacat bawaan. – Pertama. Jika rasa nyeri karena endometriosis  nyeri akan berkurang atau hilang setelah pengobatan dengan androgen selama 1 bulan. .

Estrogen-progesteron
• Penggunaan kombinasi  pseudopregnancy. • Estrogen rendah dan progesteron kuat. • 30% keluhan berkurang, 18% secara obyektif mengalami kesembuhan, 41% penderita tidak menyelesaikan terapinya karena mengalami efek samping seperti mual, muntah, dan perdarahan.

Progesteron
• Progesteron atau progestin adalah nama umum untuk semua senyawa progesteron sintetik. • 3 golongan:
– Pregnan (turunan 17 alfa-hidroksiprogesteron) – Estran turunan 19 nor-testosteron – Gonan

Pembedahan
• Saat pembedahan kita harus dapat menentukan apakah fungsi ovarium harus dipertahankan dan bila fungsi ovarium dapat dihentikan. • Pada kista coklat ovarium  hendaknya jangan seluruh ovarium diangkat. • Pada operasi konservatif  perlu lakukan suspensi uterus dan pengangkatan kelainan-kelainan patplogik pelvis. • Pembedahan konservatif dapat dilakukan dengan dua cara pendekatan: – Laparotomi – Laparoskopi operatif

GANGGUAN FERTILITAS .

akan tetapi kemudian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersenggama teratur selama 12bulan .Infertilitas Fertilitas adalah kemampuan seorang istri untuk menjadi hamil dan melhirkan anak hidup oleh suami yang mampu menghamilinya • Infertilitas primer kalau istri belum pernah hamil dengan riwayat sanggama teratur selama 12 bulan. • Infertilitas sekunder kalau istri pernah hamil.

Pemeriksaan pasangan infertil
1. Istri berumur 20-30 tahun baru akan diperiksa setelah berusaha untuk mendapat anak selama 12 bulan. Bisa dilakukan secara dini apabila • Pernah keguguran berulang • Diketahui mengidap kelainan endokrin • Pernah mengalami peradangan rongga panggul atau rongga perut • Pernah mengalami bedah ginekologi 2. Istri berumur 31-35 tahun dapat diperiksa pada kesempatan pertama pasangan itu datang ke dokter 3. Istri usia 36-40 tahun hanya dilakukan pemeriksaan kalau belum mempunyai anak dari perkawinan sekarang. 4. Tidak dilakukan pemeriksaan pada pasangan yang salah satu anggotanya mengidap penyakit yang dapat membahayakan kesehatan istri atau anaknya.

Masalah air mani
Karakteristik air mani
•Koagulasi dan likuefaksi •Viskositas •Rupa dan bau  setelah terlikuefaksi air mani akan menjadi keruh atau jernih tergantung jumlah spermatozoa di dalamnya. •Volume  volume terbaik untuk melakukan inseminasi adalah 1.5 ml •pH  normalnya pH berkisar 7.3-7.7 •Fruktosa  terdapat d semua air mani kecuali pada keadaan tertentu seperti –Azoospermia –Kedua duktus ejakulatorius tertutup

Px. Mikroskopik :
Konsentrasi spermatozoa •Menghitung konsentrasi spermatoxoa dalam air mani dengan larutan NaCL 0.9%. Semakin rendah Jumlah konsentrasi spermatozoa (<10juta/ml) semakin susah untuk menghamili namun tidak mustahil •Motilitas •Morfologi spermatozoa

Masalah vagina
• Kemampuan menyampaikan air mani ke dalam vagina sekitar serviks perlu untuk fertilitas • Masalah yang dapat menghambat penyampaian ini adalah adanya sumbatan atau peradangan. • Sumbatan psikogen disebut vaginismus atau disparenia • Sumbatan anatomik dapat karena kongenital atau perolehan • Vaginitis karena candida albikans atau trikomonas vaginalis hebat dapat merupakan masalah (anti-sanggama)
Masalah serviks Masalah serviks

• Infertilitas yang berhubungan dengan faktor serviks dapat disebabkan oleh sumbatan kanalis servikalis, lendir yang abnormal, malposisi dari serviks, atau kombinasinya. • Kelainan anatomi yaitu cacat bawaan (atresia), polip serviks, stenosis akobat trauma, peradangan (servisitis menahun)

Pengujian-pengujian Uji pasca-sanggama –Dilakukan secepatnya setelah sanggama. Dengan spekulum kering vagina ditampakkan dan lendir dibersihkan dengan kapas kering. kemudia disemprotkan keluar pada gelas objek. Lendir diambil dengan isapan semprit tuberkulin. lalu ditutup dengan gelas penutup Uji in vitro –Uji gelas objek  setetes mani dan setetes lendir serviks ditemukan di gelas objek dan dilihat kemampuan spermatozoa menembus lendir serviks –Uji kontak air mani dengan lendir serviks .

•Masalah lain yang dapat menganggu transportasi spermatozoa memlalui uterus ialah distorsi kavum uteri karena mioma atau polip Pemeriksaan : • Biopsi endometrium • Histerosalphingografi • Histeroskopi . namun prostaglandin dalam air mani dapat membuat uterus berkontraksi secara ritmik •Prostaglandin ini yang berperan penting dalam transportasi spermatozoa ke dalam uterus dan melewati penyempitan pada batas uterus dengan tuba itu.Masalah uterus •Pada manusia oksitosin pada wanita tidak hamil tidak berpengaruh. •Kurangnya prostaglandin ini dapat merupakan masalah.

Masalah tuba Pertubasi • Pertubasi bertujuan untuk memeriksa patensi tuba dengan jalan meniupkan gas CO2 melalui kanula atau kateter Foley yang dipasangpada kanalis servikalis. • Saat terbaik untuk melakukan pertubasi adalah setelah haid bersih dan sebelum ovulasi atau pada hari ke-10 siklus haid .

Masalah Ovarium • Spermatozoa dapat hidup 8 hari dalam lendir serviks  tidak perlu deteksi tepat ovulasi. kecuali akan melakukan inseminasi buatan. menentukan saat senggama yang jarang dilakukan atau siklus haid sangat panjang • Pasangan infertil dengan senggama teratur  senggama 2 hr sekali pada waktu dimana ovulasi diharapkan terjadi Perubahan lendir serviks Pemeriksaan lendir serviks dan usap vagina serial  perubahan saat ovulasi: • Pembukaan os eksternum serviks tambah besar • Lendir serviks bertambah jumlahnya. rendah viskositas • Daya serbu spermatozoa bertambah tinggi • Presentasi sel kariopoknotik dan eosinofilik pada usap vagina meningkat Catatan suhu basal badan • Kenaikan suhu basal badan mendahului saat ovulasi • Suhu basal  dipengaruhi progesteron  ovulasi stlh permulaan pe↑an suhu badan . jernih. panjangnya daya membenang.

• Menyelidiki sel-sel yang terlepas dari slaput lendir vagina sbg pengaruh hormon ovarium • Dapat dilakukan berkala pada seluruh siklus • Pemeriksaan dipersulit jika ada perdarahan atau peradangan tr. dpriksa dlm. 24 jam sblm px – Dgn spekulum liat fornises lateralis – Usap lendir vagina pada fornises dengan spatel  oleskan pd gelas obyek – Fiksasi dgn alkohol 95% – Warnai dgn pulasan Harris-Shorr • FSH  kenaikan tidak nyata • Fx ovarium tidak aktif • FSH rendah – normal  kelainan hipotalamus-hipofisis • FSH tinggi  kelainan ovarium • LH  puncak LH  ovulasi • Interpretasi = FSH • Estrogen  semgg/x (tidak deteksi tepat) • Estrogen urin <10μg/24jam ≠ aktivitas ovarium • Estrogen urin >15μg/24jam ada aktivitas ovarium • Progesteron plasma atau pregnandiol urin • Peningkatan progesteron mulai dr 2 hr sblm • Progesteron >10ng/ml atau pregnandiol >2mg/24jam  ovulasi Sitologi vagina normal Pemeriksaan hormonal . 24 siklus haid – Ps dilarang bersenggama. 12. 18. membilas vagina.genitalis • Cara pemeriksaan – Mskan tablet nimorazol dlm vagina 2 hr sblm px – Px pada hari ke 8.

uterus ganda) – Endometriosis – Kelainan tuba (hidrosalping. perlekatan.dll) .Masalah Peritoneum Laparoskopik diagnostik • Dianjurkan 6-8 bln setelah pemeriksaan dasar • Indikasi – Stlh 1 thn pengobatan blum hamil – Siklus haid tdk teratur atau suhu basal monofasik – Istri ps >28thn atau infertilitas >3thn – Ada riwayat laparotomi – Pernah dilakukan histerosalpingografi dgn media kontras larut minyak – Ada riwayat apendisitis – Pertubasi berkali-kali abnormal – Disangka endometriosis – Akan dilakukan inseminasi buatan • Saat terbaik  segera setelah ovulasi (antara hari 18-21) • Dapat mengetahui – Cacat bawaan uterus (uterus septus.

Prognosis • Fertilitas max wanita : 24 thn  menurun perlahan sampai 30 thn  setelah itu menurun tajam • Makin lama pasangan menikah tanpa hasil  prognosis makin turun • Istri yang tidak dapat hamil selama 3thn  prognosis baik • Istri tidak hamil >5thn  prognosis buruk .

me↓kan kualitas sperma)  antibiotik (eritromisin. rusak jar testis. torsi oleh mioma bertangkai • Th/ miomektomi (kehamilan stlh + 18 bulan) . testis kecil)  dopamin agonis 2bromo-alfa-ergo-kriptin Mioma uteri • Mekanisme penghambatan infertilitas  tekanan pada tuba. iritasi miometrium. trimetoprimsulfametoksazol) • Defisiensi gonadotropin  LH dan FSH • Hiperprolaktinemia (impoten.Penanggulangan Air mani abnormal Beri nasehat untuk bersenggama pada saat subur istri Berdasarkan etiologi • Varikokel (motilitas sperma ↓) varikokelektomi • Sumbatan vas (azoospermia)  vasoepididimostomi • Infeksi (menyumbat vas. distorsi cavum uteri. dimetilklortetrasiklin.

dll)  Interpretasi hasil • Uji pascasenggama abN + uji penetrasi in vitro baik  kurang kontak air mani dan lendir serviks (kelainan alat genital.1-0. penetrasi penis krg dlm) • Uji penetrasi abN + normospermia + lendir serviks normal  faktor imunologi (uji kontak spermatozoa dgn lendir serviks)  Jika etiologi adl kualitas dan jml lendir serviks kurang  dietil stillbestrol (0.Uji pascasenggama abnormal  Umumnya disebabkan saat pengambilan tidak tepat  hanya 2 hr pada pertengahan siklus haid  Penyebab lain : Air mani abnormal (azoospermia. oligospermia ringan.2 mg/hr  hr ke5-20 siklus haid)  Klomifen sitrat  perbaiki perkembangan folikular dan lendir serviks  Inseminasi buatan  utk ps normospermia volum rendah. lendir serviks kurang ramah . oligospermia.

Tuba tersumbat  Ada riwayat infeksi pelvic berulang  antibiotik jangka panjang (selang 1 bln selama 6-12 bln)  Endometriosis tuba  pil KB. progesteron atau danazol  menimbulkan jar parut  bedah  Pembedahan tuba • Pertimbangkan kemgknan keberhasilan dan kegagalan • Jika adopsi dapat diterima  tunda pembedahan • Indikasi – Tersumbatnya seluruh atau sebagian tuba yg tlah diperiksa lwt laparoskopi atau histerosalphingografi – Tekukan tuba patologis – Sakulasi tuba – Perlekatan tuba • KI – Analisis air mani suami abN – Penyakit pada istri yang tidak boleh hamil • Saat paling tepat  tengah fase proliferasi (jgn pada fase sekresi) .

hebat • Dispareunia (jk menjalar ke lig sakrouterina dan cavum douglasi) • Menunggu hamil sendiri (endometriosis ringan tanpa keluhan berarti  liat umur dan lama infertil) • Pengobatan hormonal – perlu wkt lama  jgn utk ps tua dan lama infertil – Macam2: pil KB (noretinodrel 5mg+mestranol 75μg) + estrogen.Endometriosis  Tumbuhnya kelenjar dan stroma endometrium yang masih berfungsi di luar tmpnya yang biasa  Gejala dan tanda  Th/ • Nyeri panggul ringan ----. danazol • Pembedahan konservatif (utk ps tua dan sdh lama infertil) .

bromokriptin. gonadotropin  Banyak pasien oligomenorea atau amenorea < 12 bln  berovulasi sendiri  beri plasebo  Ps siklus haid tidak berovulasi.Induksi ovulasi dengan klomifen sitrat  Th/:Klomifen sitrat.LH. prolaktin normal  klomifen sitrat (DOC) • Ada haid  beri hari ke5-9 @50mg • Tidak ada haid  beri noretisteron (2x/hr selama 5 hr) lalu beri klomifen hari ke5 stlh perdarahan  Kemungkian hasil pengobatan • Terjadi ovulasi Pengobatan diulangi dengan dosis yang sama • Hanya terjadi pematangan folikel (ovulasi lambat) Ulangi dgn dosis sama  tetap  naikkan dosis • Terjadi pematangan folikel tanpa ovulasi Ulangi dgn dosis sama + suntikan HCG (3000-5000UI) 5-7 hr stlh dosis klomifen terakhir dimakan • Tidak ada reaksi sama sekali Dosis ditingkatkan tiap siklus (max 200mg/hr) . oligomenorea. amenorea sekunder dgn kadar FSH.

INFEKSI .

bayi dalam kandungan EPIDEMIOLOGI : • Banyak kasus yang tidak dilaporkan • Fasilitas diagnostik belum sempurna  salah diagnosis & penanganan • Asimptomatik terutama pada wanita • Pengontrolan belum berjalan baik .PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)/ HUBUNGAN SEKSUAL (PHS)/ SEXUIALLY TRANSMITTED INFECTION (STI)/ SEXUIALLY TRANSMITTED DISEASE (STD) • Penyakit kelamin yang penularannya melalui hubungan seksual. kontak langsung dengan alat”. handuk.

serviktis. serviktis.S Bakteri Neisseria gonorrhoeae Chlamydia trachomatis Nycoplasma hominis Ureaplasma urealyticum Uretritir. limfogranuloma venereum (c. uretritis. Hominis . epididimitis. balanitis. balanopostitis Pedikulosis pubis Skabies HIV Protozoa : Tricomonas vaginalis Fungus : Candida albicans Ektoparasit Phthirus pubis Sarcoptes scabei var. papiloma laring pada bayi Moluskum contangiosum AIDS Vaginitis. proktitis. balanitis Vulvovaginbitis. bartholonitis Uretritir. salpingitis. Trachomatis) Treponoma pallidum Gardnerella vaguinalis Donovania granulomatosis Virus Herpes simplek virus Herpes B birus HPV Moluscum contagiosum virus Sifilis Vaginitis Granuloma inguinale Herpes genitalis Hepatitis fulminan akut & kronik Kondiloma akuminatum. epididimitis.HUBUNGAN ANTARA PENYEBAB & P. proksitis. faringitis. konjungtivitis.M.

Faktor Resiko • Perubahan demografik – > jumlah penduduk – Pergerakkan masyarakat (pekerjaan. pariwisata) – Kemajuan sosial ekonomi • Perubahan sikap dan tindakan (agama dan moral) • Kelalaian negara dalam pemberian pendidikan kesehatan & seks • Pemakaian antibiotik & kontrasepsi tanpa petunjuk/ cara yang tepat • Fasilitas kesehatan < memeadai • Asimptomatik (menular) Penatalaksanaan • Segi medis – Diagnosis tepat – Pengobatan efektif – Konseling kepada pasien  K. pencegahan penularan – Penanganan pasangan seksualnya Segi epidemiologik Segi sosial ekonomi & budaya • • . pengobatan. liburan.E mengenai penyakit.I.

Kelenjar bartolin membesar.  Infeksi alat kelamin wanita bagian atas : Virus : klamidia trakomatis dan parotitis epidemika.Adlh Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita BARTHOLINITIS Penatalaksanaan • Pada usia lanjut. Isi di dalam berupa nanah dapat keluar melalui duktus / bila tersumbat ( biasanya akibat infeksi). Bakteri : neiseria gonore. harus dikeluarkan dengan sayatan • Pembedahan Patofisiologi Sumbatan duktus utama kelenjar bartolin  retensi sekresi dan dilatasi kistik. yang disebut sanger point • Nyeri unilateral • Lebih panas dari sekitarnya • Dispareunia • Benjolan . Jamur : asinomises. Bakteri : neiseria gonore. mengumpul di dalam menjadi abses Etiologi  Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh : Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks. stafilokokus dan E. Jamur : kandida albikan. adanya benjolan harus dicurigai sebagai keganasan meskipun jarang • Biopsi • Diberikan antibiotik yang sesuai bila belum terjadi abses • Jika sudah bernanah. nyeri. dan lebih panas dari daerah sekitarnya. Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.coli Tanda n gejala • Keterbatasan aktivitas • Ostium berwarna merah seperti gigitan kutu. merah.

Flour Albus Pemeriksaan Warna sekret Kejernihan sekret Bau sekret Fisiologis bening jernih Tidak berbau Patologis Kuning hingga hijau Agak keruh Bau amis Leukosit sekret Tidak ada / sedikit Ada / banyak .

k pengeluaran transudasi dari dinding vagina. Waktu sekitar menarche  o. mengandung banyak epitel dgn leukosit jarang.k pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin.k pengaruh estrogen & dan akan hilang sendiri. Wanita dewasa jika dirangsang sebelum atau saat koitus  o. Waktu sekitar ovulasi  o. pengeluaran kelenjar serviks juga bertambah Etiologi  karena infeksi : Secara langsung Trichomonas Vaginalis Candida albicans Gradnella vaginalis + vaginal anaerob (vaginosis bakterial) Secara tdk langsung mll duh tubuh serviks dan servisitis: Hal-hal lain : Vaginitis karena bahan2 kimiawi Pengobatan sendiri dgn obat2 topikal atau pembersih vagina berulang2 yg bersifat abrasif Pada neoplasma jinak maupun ganas Gambaran fisik : Berwarna kekuningan sampai hijau Lebih kental berbau .Fluor Albus Fisiologis vs Patologis Fluor albus Fisiologis Fluor albus Patologis cairan yg kadang2 berupa mukus yg banyak mengandung leukosit.k sekret dari kelenjar2 serviks uteri menjadi lebih encer Pada wanita dgn penyakit menahun. Ditemukan pada kondisi : Bayi baru lahir (smpai 10hr)  o. neurosis dan penderita ektropion porsionis uteri.

Clinical Elements Vaginal Odor Symptoms Vaginal Discharge Vulvar Irritation Dyspareunia Bacterial Vaginosis + Tipis.5 >4. abu-abu +/- Trichomoniasis +/Hijau/kuning + + Vaginal Candidiasis Putih + - Vulvar erythema Signs Bubbles in vaginal fluid Strawberry Cervix Clue cells Motile Protozoa + - +/+/+/+ +/- +/+ - Saline Wet Mount + - Microscopic Pseudohyphae Whiff test KOH Test + pH >4.5 <4.5 .

Penatalaksanaan – Pengobatan • Obat oral (minum) • Tablet vagina • Cairan pembasuh vagina – Cegah “Pingpong phenomen” • Pemeriksaan dan pengobatan partner • “Puasa seksual” selama pengobatan – Jaga kebersihan • Cara cebok yang benar • Jangan gunakan pakaian yang ketat. tidak menyerap keringat dan mengiritasi kemaluan • Jaga kebersihan pakaian dalam • Gunakan pembalut wanita yang baik • Amubisid – Metronidazol – Tinidazol • Antimikotik (anti-jamur) – Ketokonazole – Mikonazole – Klotrimazole • Air daun sirih (desinfektan) – Atasi penyakit sistemik • Kencing manis • kegemukan – Ganti alat kontrasepsi – Atasi stress .

•Penyakit tersebut dapat mempengaruhi endometrium saluran tuba. konsistensi dan bau yang abnormal •Demam •Spotting (bercak-bercak kemerahan di celana dalam) •Kram perut saat menstruasi •Rasa nyeri – coitus •Perdarahan pasca coitus •Nyeri punggung bagian bawah •Merasa lelah •Nafsu makan << •Sering berkemih + rasa nyeri . indung telur. miometrium. parametrium dan rongga panggul •Penyakit radang panggul merupakan komplikasi umum dari PMS Gejala Etiologi •klamidia •gonore •mikoplasma •stafilokokus •streptokokus •Rasa nyeri pada perut bagian bawah perut •Perdarahan hebat saat menstruasi •Menstruasi tidak teratur •Keluar cairan dari vagina dengan warna.PID •Infeksi saluran reproduksi bagian atas.

keguguran. aborsi dan biopsi endometrium yang tidak steril. • Prosedur kebidanan/ kandungan seperti pemasangan IUD. persalinan. Komplikasi • Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan • Infertilitas • Bayi lahir cacat atau meninggal • • • • • Px Penunjang Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksan cairan dari serviks Kuldosentesis Laparoskopi USG panggul . yaitu di bawah 16 tahun • Sering berganti-ganti pasangan seksual • Pernah menderita penyakit menular seksual sebelumnya • Pernah menderita penyakit radang panggaul sebelumnya • Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang Penularan • Hubungan seksual.Faktor Resiko • Aktivitas seksual yang dilakukan pada usia yang terlalu muda.

.

TUMOR JINAK ALAT GENITAL .

Tumor Pada Vulva Tumor Kistik Kista inklusi •Asal: perlukaan. isi cairan kental •Tidak bergejala Kista sisa jaringan embrio Kista gartner Asal: sisa duktus Wolffi Ciri: Isi cairan jernih tanpa musin dengan dinding epitel torak. kecil. konsistensi keras. lunak dan multipel Kista saluran Nuck Asal: sisa prosesus vaginalis peritoneum Ciri: isi cairan jernih dengan dinding selaput peritoneum Kista kelenjar Kista Bartholini • Akibat infeksi kel Bartholini berulang terutama disebabkan GO • Ciri: Isi nanah bahkan menjadi abses • Tak bergejala. di mana suatu segmen epitel terpendam dan kemudian menjadi kista •Ciri: warna kekuningan atau abu-abu. batas jelas. dinding epitel kelenjar dengan isi sebum mengandung kristal kolesterol Kista sebasea . terutama pada persalinan. tapi kadang mengganggu koitus • Terapi: tidak bergejala→ observasi. bergejala→ beda • Asal: penyumbatan kelenjar sebasea kulit di vagina • Ciri: warna kuning keabuan. <1 cm. kecil dan multipel.

multipel. • Gejala: gatal.Kista kelenjar Hidradenoma Asal: mungkin sumbatan kelenjar keringat Penyakit Fox-Forduce • Asal: sumbatan kelenjar keringat • Ciri: membentuk kristal kecil. diameter 1-3 mm. timbul bila ada rangsang seksual atau emosi Kista Paraurethra Asal: saluran paraurethra tersumbat akibat infeksi Kista endometriosis .

bengkak » Karunkula urethrae granulamatosa Mikro: reaksi granulomatosa terhadap infeksi kronik urethra Makro: mirip karunkula urethra neoplasma tapi tak bertangkai. bersamaan Trichomonas vaginalis Nevus pigmentosus • Asal: melanosit epidermis atau sel schwann saraf • Makroskopik: lesi kecil kehitamann pada vulva • Mikroskopik: sel nevus dengan inti biru tua. perdarahan. terpapar arsenik . warna merah kusam Gejala: tidak nyeri. letak di bawah epitel Hiperkeratosis • Asal: penebalan stratum korneosum kulit • Penyebab: def vit A. wanita pasca menopause. disuria.Tumor solid Tumor epitel Kondiloma akuminta – Penyebab: virus HPV tipe 6 dan 11 – Mikroskopik: gambaran papiloma – Makroskopik: jengger ayam Karunkula urethra – Dibedakan menjadi: » Karunkula urethra neoplasma Mikro: papiloma dengan epitel transisional. mirip ca Makro: polip merah muda bertangkai Gejala: nyeri waktu berjalan dan duduk. dispareunia.

jarang. besar. warna seperti daging Hemangioma: dari pembuluh darah. lunak. bertangkai Leiomioa: dari otot polos. tersusun seperti pusaran air Neurofibroma: dari ujung serabut saraf. lunak. lunak dan putih keabuan Lipoma: dari jaringan lemak. tak bewarna . kecil. akibat varises Limfangioma: dari pebuluh limfe.Tumor mesodermal • • • • • • Fibroma: dari jaringan fibrosa.

Tumor Pada Vagina Klasifikasi a) Tumor kistik b) Tumor solid: mirip pada vulva kecuali • Granuloma • Tumor miksoid vagina • Adenosis vagina Granuloma – Asal: jaringan granulasi bersekat bekas operasi Tumor miksoid vagina – Isi: jaringan miksomatosa. jaringan ikat dan lemak Adenosis vagina – Asal: sisa duktus Muller – Mikro: epitel torak penghasil mukus – Etiologi: pemberian dietilstilbestrol saat hamil – Dapat menjadi adenokarsinoma .

Tumor pada Uterus • Kista sisa jaringan embrional: dari saluran Wolfii • Kista endometriosis • Kista Nitabuch – Asal: retensi kelenjar endoserviks – Ciri: putih mengkilap. membesar saat hamil Ektoserviks Endometrium  Adenomaadenofibroma • Merupakan hiperplasia epitel endometrium yang tumbuh sesuai siklus haid • Gejala: metroragi sampai menometroragi. infertilitas  Mioma submukosum • Merupakan mioma yang mampu menembus keluar sampai vagina  Polip plasenta • Asal: plasenta yang tertinggal • Mikroskopik: degenerasi vili korialis • Terapi: kuretase Endoserviks Polip: • Asal: selaput lendir endoserviks • Ciri: bertangkai hingga bisa keluar dari vulva. isi cairan mukus. bila membesar membuat nyeri • Papiloma: dari sisa epitel pada trauma bedah • Hemangioma: jarang. mudah berdarah • Etiologi: radang atau virus . ujungnya bisa nekrosis.

menekan ostium uteri eksternum hingga tampak seperti bulan sabit – Mioma intramural: di dinding uterus – Mioma subserosum: menonjol ke permukaan luar uterus. bisa tumbuh bertangkai menjadi polip lalu keluar melalui serviks (myomgeburt). bisa lepas dari uterus (wandering fibroid) • Bila mioma ini dibelah akan tampak jaringan ikat seperti konde /pusaran air (whorl like pattern) .Miometrium • Asal: otot uterus • Patogenesis: pada orang dengan mioma didapatkan reseptor estrogen yang lebih banyak dari orang normal • Faktor resiko: – Usia subur – Nulipara – Keturunan • Klasifikasi: – Mioma submukosum: menonjol ke rongga uterus.

fungsi miometrium. tumor terlihat seperti daging mentah merah akibat pigmen hemosiderin dan hemofusin – Degenerasi lemak: jarang. plasenta→risiko abortus meningkat . lanjutan degenerasi hialin Komplikasi: Degenerasi ganas: hati-hati bila mioma uteri cepat membesar dan masih membesar pada menopause Torsi→gangguan sirkulasi →nekrosis →sindrom abdomen akut Menekan tuba→infertilitas Menggangu perkembangan janin.Perubahan sekunder: – Atrofi setelah menopause atau sesudah hamil – Degenerasi hialin: tumor kehilangan struktur aslinya menjadi homogen. pada usia lanjut – Degenerasi kistik: tumor mencair. seperti agar-agar – Degenerasi membatu (calcireous degeneration): karena adanya pengendapan kapur sehingga tumor mengeras – Degenerasi merah (carneous degeneration): pada kehamilan dan nifas.

hidroureter • Rektum: obstipasi • Pembuluh darah dan limfe: edema tungkai Penatalaksanaan • Observasi • Medikamentosa: GnRH agonis • Operasi: – Miomektomi: pengangkatan mioma tanpa pengambilan uterus. hanya bisa pada mioma besar dan bertangkai – Histerektomi: pengangkatan uterus. tindakan terpilih • Radioterapi: hanya bila pasien KI operasi . ditemukan kebetulan • Bila ada gejala: – Perdarahan abnormal – Rasa nyeri – Gejala dan tanda penekanan: • VU: poliuri • Ureter: hidronefrosis.Manifestasi klinis • Jarang bergejala.

dan kista tuboovarial) .Tumor pada Tuba Falloppi Neoplastik – Kista parovarium (sisa dr epoophoron) • Terletak diantara tuba bag distal dan ovarium • ø < 4 cm • Dinding kista tipis trdpt epitel kuboid atau datar yg dikelilingi oleh jar. ppiosalping. Pengikat dan lemak • Berisi cairan jernih Non-neoplastik – Disebabkan oleh radang dan bbrp penyakit lain (hidrosalping.

fibroadenoma. limfangioma – Tumor Brenner – Tumor maskulinovo-blastoma .Ovarium TUMOR NON NEOPLASTIK • Tumor akibat radang • Tumor lain – – – – – – Kista folikel Kista korpus luteum Kista lutein Kista inklusi germinal Kista endometrium Kista Stein-Leventhal TUMOR NEOPLASTIK JINAK • Kistik – – – – – Kistoma ovarii simpleks Kistadenoma ovarii serosum Kistadenoma ovarii musinosum Kista endometroid Kista dermoid • Solid – Fibroma. leiomioma. angioma. papiloma.

Tumor ovarium Banyak yg tdk menunjukkan tanda dan gejala. arhenoblastoma -. kecuali jika tumor tsb mengeluarkan hormon – Co: tumor sel granulosa -.> amenorea • Komplikasi – – – – – Perdarahan Putaran tangkai Infeksi Robekan dinding kista Perubahan keganasan .> menekan organ2 disekitarnya • Aktivitas hormonal – Pd umumnya tumor ovarium tdk mengubah pola kaid.> hipermenorea. Sebagian besar tanda dan gejala akibat : • Pertumbuhan – Menyebabkan penonjolan perut -.

sdngkn non-neoplasma tdk – Neoplasma jinak -.> pengangkatan tumor dgn reseksi – Jk tumornya besar/ada komplikasi -.• Diagnosis – – – – Laparoskopi USG Foto Roentgen Parasentesis • Penanganan – Neoplasma -.> histerektomi dan salpingo-ooforektomi bilateral .> operasi.> pengangkatan ovarium + tuba (salpingo-ooforektomi) – Neoplasma ganas -.

atau dr bbrp folikel primer yg stlh tumbuh di bwh pengaruh estrogen tdk mengalami proses atresia.> g3 haid – Kista lambat laun mengecil dan menghilang spontan atau bs tjd ruptur dan kista menghilang – jk ᴓ < 5cm -. melainkan mjd kista – ø 1-1½ cm – Cairan kista jernih n sering kali mengandung estrogen -. namun msh terus mjd kista folikel.Tumor ovarium non neoplastik • Kista folikel – Berasal dr folikel de Graaf yg tdk sampai berovulasi.> kista dlm 2 bln akan hilang .> ditunggu dahulu -.

> ruptur – DD : kehamilan ektopik – Penanganan : menunggu sampai kista hilang sendiri • Kista teka lutein – Trjd pd mola hidatidosa. korio Ca – Tumbuh kista -. kuning – Menimbulkan rasa berat diperut bag bwh dan g3 haid (amenorea yg diikuti prdrhn tdk teratur) – Prdrhn berulang -.• Kista korpus luteum – Perdarhan yg sering tjd di dlmnya -.> akibat pengaruh hCG >> dan dgn hilangnya mola atau korio Ca – ovarium mengecil spontan .> kista berisi cairan berwarna merah coklat – Dinding kista tdr atas lap.

Wedge resection . berisi cairan jernih dan serus • Kista Stein-Leventhal – Krn g3 keseimbangan hormonal -. perm.• Kista inklusi germinal – Krn invaginasi n isolasi bag2 kecil dr epitel germinativum pd perm. ᴓ < 1cm – Insiden : wanita lanjut usia – Dindingnya tdr atas satu lap epitel kubik atau torak rendah. Ovarium. Licin dan kapsul ovarium menebal – Sindrom ini tdk ada tanda2 fdefeminisasi n fs/ glandula suprarenalis normal – Diagnosis : laparoskopi – Terapi : klomifen. hiperplasia endometrii sering ditemukan – Ovarium tampak pucat.> g3 ovulasi – krn endometrium hanya dipengaruhi oleh estrogen. membesar 2-3x. polikistik.

bilateral – Dinding kista tipis dan tampak lap. salpingo-ooforektomi .> pseudomiksoma peritonei – Penanganan : pengangkatan tumor. epitel kubik. peritoneum parietale – Uni/bilateral. Rata. serus berwrna kuning – Th/ : pengangkatan kista dgn reseksi ovarium • Kistadenoma ovarii musinosum – Asal belum diketahui – Insiden : wanita usia 20-50 thn – Torsi -. halus. wrn kuningcoklat – Jk tjd sobekan -. dinding agak tebal dilapisi epitel torak tinggi berwarna purih keabu-abuan – Pd pembukaan: cairan lendir kental sprt gelatin.> prdrhn n perubahan degeneratif – memudahkan perlekatan kista dgn omentum.> g3 sirkulasi -. biasanya bertangkai. berisi cairan jernih.Tumor ovarium neoplastik jinak • Kistoma ovarii simpleks – Perm. usus. melekat.

berisi cairan kuning/coklat Ciri khas : potensi pertumbuhan papiler Pd jar papiler ditemukan pengendapan Ca dlm stromanya -. endometrium – Tdk ada hub dgn endomertriosis ovarii .proliferasi n stratifikasi epitek serta anaplasia n mitosis pd sel2 Th/ : pengangkatan tumor.> pertumbuhan papiler.> Psamoma Berubah ganas -.• Kistadenoma ovarii serosum – – – – – – – – Berasal dr germinal epithelium insiden : wanita usia 20-50 th Tdk bs mencapai ukuran besar Perm. licin – Dinding dlm tdpt satu lap sel2 yg menyerupai lap epite. perm. Licin. wrn kista putih keabu-abuan. salpingo-ooforektomi • Kista endometrioid – Unilateral.

gigi. agak tipis. Sempurna (epitel kulit. rambut. konsistensi kenyal n padat – Dpt tjd torsi tangkai. konsistensi keras. fibroma molle (lunak) Tdr atas jar ikat dgn sel2 ditengah2 jar.• Kista dermoid – Satu teratoma kistik jinak dmn struktur2 ektodermal dgn dif. biasanya sluruh ovarium • Fibroma ovarii – – – – Unilateral. sesudah operasi. asites n hidrothoraks menghilang . wrna pink keabu-abuan Fibroma durum (keras). Tdk rata. ᴓ 2-30 cm. n produk glandula sebasea berwarna putih kuning menyerupai lemak nampak lbh menonjol drpd elemen2 endodermn mesoderm – Insiden : wanita muda – Dinding kista berwarna putih keabu-abuan.hialin – Fibroma yg besar punya tangkai -. kadang2 mengalami deg. berat 20 kg Perm.kolagen. sobekan dinding kista – Th/: pengangkatan.> torsi – Tumor ini sering ditemukan sind Meigs – Th/: ooforektomi.

pbesaran klitoris. n perubahan suara) – Th/: pengangkatan tumor bersama ovarium .> degenerasi -.> terbentuk ruangan yg terisi sitoplasma. kadang2 ditemukan sind.• Tumor Brenner – Insiden : wanita dekat atau sesudah menopause – Unilateral – Pd pembelahan : wrna kuning muda mnyerupai fibroma dgn multikistik. ᴓ ½ .Meigs – Mik : sarang2 yg tdr atas sel2 epitel yg dikelilingi oleh jar. Ikat yg luas n padat -. sgla sesuatu mirip folikel dlm ovarium – Th/: pengankatan ovarium. atrofi mamma.16 cm – 2 teori : Berasal dr sel2 mesenkhimfolikel primordial atau sel adrenal ektopik dl ovarium – Pd pembelahan : wrn perm tumor kuning – Pem histologik : sel2 disusun oleh stroma – Bbrp dpt menyebabkan gejala maskulinisasi (hirsutisme. salpingo-ooforektomia bilateral n histerektomi totalis (bl ganas) • Maskulinovoblastoma – Unilateral.

TUMOR GANAS ALAT GENITAL .

dari 1000 servix uterus: • Hanya 48 yang benar2 normal • 950 mengandung kelainan jinak & 2 tumor ganas . 45-50 tahun >> • Insiden ↑ pada yg sudah menikah Menurut Martin & Dajoux.Servix Uterus • Epidemiologi • Peringkat I di Indonesia • Umur antara 30-60 tahun.

apalagi jika jarak p’salinan terlampau dekat – Sosial ekonomi rendah (higiene seksuali jelek) – Promikuisitas – Sering: ♀ yg mengalami infeksi HPV tipe 16. 18 – Merokok .• Faktor risiko: – Insinden ↑ pada yg sudah menikah. terutama coitus pertama < 16 tahun – Multiparitas.

uteri eksternum – ♀ 35 tahun: di dalam canalis servix • Histologi: – Antara epitel berlapis gepeng (porsio) – epitel selapis kuboid / silindris bersilia (endoservix kanalis servix) .• Patologi – Ca servix timbul di batas antara epitel yg melapisi ektoservix (porsio) & endoservix (canalis servix)  squamo-columnar junction (SCJ) – ♀ muda SCJ : di luar ost.

Penyebaran • Secara limfogen menuju 3 arah: – Fornix & dinding vagina – Korpus uterus – Parametrium. tingkat lanjut infiltrasi septum rekto vaginal & VU .

.

.

terutama pada eksofitik) • Perdarahan spontan pervaginam sehabis defekasi (tingkat lanjut) • Anemia akibat perdarahan berulang • Gejala2 metastasis jauh – Gagal faal ginjal (akibat infiltrasi tumor ke utreter obstruksi) .Gambaran Klinik • Keputihan (makin lama makin berbau busuk akibat infeksi & nekrosis jaringan) • Perdarahan segera sehabis koitus (tingkat II. III.

Penanganan Tingkat KIS • Pasien masih muda & belum memiliki anak: – Elektrokoagulasi / elektrofulgerasi – Bedah krio – Sinar laser • Pasien cukup tua atau memiliki anak: – Histerektomi sederhana .

– Paska bedah: penyinaran • IIb. IVb – Penyinaran: paliatif – kemoterapi . IV – Radioterapi – KI: bedah • Iva. Ib occ. IIa – Histerektomi radikal dgn limfadenektomi panggul.Penanganan Tingkat Klinik • Ia = KIS • Ib. III.

II.Penanganan pada kehamilan • Tingkat 0: teruskan sampai partus & umur kehamilan • Pada tingkat klinik I. dilanjutkan histerektomi radikal & limfadenektomi panggul – Trimester III: SC klasik/ korporal dilanjutkan histerektomi radikal & limfadenektomi panggul – Pasca persalinan: histerektomi radikal & limfadenektomi panggul . ke atas: – Trimester I – awal trimester II: histerektomi radikal dgn limfadenektomi panggul dgn janin in utero – Trimester II lanjut: tunggu janin sampai viable lalu dikerjakan SC klasik/ korporal .

Karsinoma Corpus Uterus • Karsinoma primer: – Berasal dari endometrium atau miometrium – Ca endomterium histologik jenis adenokarsinoma • Faktor Risiko: – – – – DM Hipertensi esensial / menahun Obesitas P’darahan disfungsional pada ♀ infertil akibat hiperestrogenisme (siklus an-ovulatri) – ♀ dgn tumor ovarium yg produksi estrogen – Usia perimenopause (50-60 tahun) .

diferensiasi buruk .Patologi 1. Adenokarsinoma endometrium (90%) G1 G2 G3 Diferensiasi sel masih baik T’dapat bagian2 solid Sebagian besar sel solid.

Gejala Klinik • Getah vagina kemerahan (kaitan menopause) • Rasa sakit & perasaan rahim b’kontraksi • Pbesaran korpus uterus • Penanganan – TAH (Total Abdominal Histerectomy) + BSO (Bilateral Salpingo Oophorectomy) .

Adneksa – Tuba Fallopi • Sangat jarang (< 0.1%) • Insidens: – Semua umur (19-80 tahun). puncak 52 tahun – Kejadian paling sering = kelompok umur pada Ca endometrium .

gambaran kelenjar – Jenis meduler: mitosis atipik & t’lhat invasi sel ganas ke dalam saluran limfa tuba .• Patologi: – Jenis papiler: tumor bleum m’capai otot tuba & diferensiasi sel baik – Jenis papilo-alveolar (adenmatosa): tumor telah memasuki otot tuba.

Gambaran Klinik • Awal: tidak ada gejala • Karsinoma diketahui saat laparatomi & pemeriksaan histopatologik • Tumor adneksa pada ♀ 45-55 tahun + rasa nyeri & adanya getah vagina yg semula kekuning2an lalu b’campur darah  curiga tumor ganas adneksa .

Penanganan • TAH + BSO + OM + APP • (Total Abdominal Histerectomy + Bilateral Salpingo Oophorectomy + Omentectomy + Appendectomy) .

Karsinoma Vulva • Epidemiologi – 80-85% pada wanita baki – Puncak insidensi dekade ke-7 – Jarang pada gol. Sosial ekonomi rendah dengan higiene seksual kurang baik dan pada obesitas serta hipertensi >50% .umur <45thn – Lebih jarang lagi pada wanita hamil – Umumnya pada gol.

klitoris. • Lesi bilateral  ke2 labia mayora simetris terkena(kissing) .Etiologi dan Patologi • Idiopatik • Dikaitkan dengan keterlambatan menarche (1517thn) dan awalnya menopause (40thn) • Lesi primer  ulkus tepi induratif(ulcero granulating) / tumbuhan eksofiting (wart/kutil)  predileksi utama (labia mayora-minora. dan komisura posterior.

Histologik • 80% – epidermoid • 10% – basoselulare – adenokarsinoma – Fibrosarkoma – miosarkoma • 1-2% tumor campuran : silindroma dan melanoblastoma .

Gambaran klinik dan diagnosis • • • • • • • • Patients and pshysicians delay Iritasi vulva Pruritus vulva Benjolan. ulkus/ lesi yang berdarah Nyeri Superinfeksi  pd keputihan terus.menerus Pembesaran kel. Lipat paha Abses .

agak meninggi. lanjut  luka yg dalam.Diagnosis dini • Gatal / rasa terbakar di vulva  area yg dicurigai keganasan • Dapat berupa wart. atau ulkus datar yg mudah berdarah tepi induratif. cunam biopsi keyes (ideal). • Area yg dicurigai  target biopsi (bila memungkinkan). . • Std. benjolan kecil berwarna kemerahan. keputihan atau berpigmen. infeksi dan nekrotik yg tampak sbg bunga kobis.

aijn) 1%  pencucian • Warna biru akan hilang pada jar. Normal • Untuk menilai perluasan proses metastatik ke KGB  limfografi. .Cunam biopsi keyes • Larutan toluidin biru 1%  mewarnai vulva • Larutan acidum aceticum glacial (ijs.

Faktor resiko • • • • • DM Obesitas Hygiene seksual yg tdk baik Lichen sclerosus atrophicus Leukoplakia & kraurosis vulva .

endoxan. sinar laser  Klinik I & II  Vulvektomi  Limfadenektomi bilateral kel. elektrokoagulasi. bleosin. 5FU. bedah krio.Penanganan  Klinik 0  Vulvektomi  Rekonstruksi  skin. doxorubisin)  Radioterapi bila kel.graft  Pengobatan sitostatika.inguinal + mengandung tumor (adjuvans : meningkatkan AKH & menurunkan rekurens) .inguinal luar dan dalam dalam 1tahap (en bloc)  Klinik III & IV  Sitostatika (MMC.

Komplikasi • Vulvektomi dan limfadenektomi  infeksi luka – – – – – – – – – Limfoedema Parestesi sraf femoralis Perdarahan sekunder Kista getah bening Nyeri >> Trombo-embolik Disfungsi seksual Anorgasme Dispareunia .

.

kombinasi immunoterapi BCG. MeCCNU (semustine). – Regresi spontan tumor primer sedangkan anak sebarnya terus berkembang (<0. . hati dan jantung.• Melanoma vulva – Predileksi utama : labia minora & klitoris – Penyebaran tersering  vagina & urethra dengan nodul hitam kebiruan – Menyebar secara limfogen  nodul satelit pd sekeliling tumor primer  metastase ke kel.08% kasus). otak. – Predisposisi : wanita kulit putih bermata biru – Penanganan = karsinoma vulva – Pd std.limfa regional – Hematogen  (tersering) paru-paru. lanjut  DTIC (dacarbazine).

• Basalioma – Pada daerah yg berambut. sgb makula kemerahan/ kecoklatan. atau sbg nodul rodens (ulser di tengah) • Penyakit Paget – Lesi intraepitelial vulva • Karsinma verukosa – Tumor eksofitik spt papil pd kondiloma akuminata / spt bunga kol. • Sarkoma vulva – Sangat jarang. – Histologik leiomiosarkoma (paling sering) – Penyebaran sangat cepat  hematogen  prognosis sgt buruk – Radioterapi dan atau kemoterapi . Bartholin.• Adenokarsinoma – Jarang dan umumnya berasal dr kel. metastasis berjarak jauh.

• Tumor ganas sekunder vulva – Berasal dr jar. – Penanganan kemoterapi tunggal dgn MTX atau kombinasi sesuai faktor resikonya. – Metastasis koriokarsinoma  khas biru kehitaman  paling sering. limfogen atau emboli pemb. . Dekat vulva – Penyebaran dengan merembet ecara langsung. Darah balik.

Vagina • Epidemiologi : – biasa terjadi pd wanita pasca baki (>50thn) – Insiden <1 kasus/ 100.000 populasi wanita /tahun. • Etiologi : – Pengobatan DES  Trim. – Pada bayi dan anak  sarkoma botrioides.1  adenosis vagina pd saat remaja  clearcell adeno Ca (mesonphroid Ca) – Pasca histerektomi .

Karsinoma vagina • Patologi – Tersering  squamous cell Ca (epidermoid Ca) – Primer lebih jarang dr sekunder krn penyebaran jar. Sekitar – Lesi ulseratif tepi induratif mudah berdarah dengan sentuhan. • Tingkatan pra-maligna – NIV (neoplasia intraepitelial vagina) – I (displasia ringan) II (sedang) III (berat) – KIS (karsinoma in situ) – Lesi pra.maligna : leukoplakia .

Penyebaran • Tergantung lokasi – Bagian atas vagina • Penyebaran seperti Ca servix – Bagian bawah vagina • Penyebaran seperti Ca vulva .

Gambaran klinik dan diagnosis • Karsinoma in situ lebih sering  multifokal  ditemukan bersama.lanjut disertai fluor albus dan foetor • Ulkus induratif mudah berdarah dengan sentuhan / gambaran spt bunga kol. • Dinding vagina sangat tipis  biasanya br ditemukan pd tingkat II  dispareunia dan berdarah • Pd std. .sama dengan tumor sejenis di bagian lain dr traktus genitalis atau setelah pembedahan / pasca radiasi.

Diagnosis dini • Pap smear  dinding vagina. ekto. .dan endoservix • Pemeriksaan kolposkopik • Biopsi terarah • Untuk koriokarsinoma  perdarahan masif  tidak dapat dilakukan biopsi  tumor marker beta-HCG.

actinomisin-d. .Penanganan • Klinik 0 – – – – – Vaginektomi Elektrokoterisasi Bedah cryo Sitostatika topikal Sinar laser • I & II – Operasi dan penyinaran – Radioterapi eksternal : cobalt 60/ linac (linear accelerator) – Internal : brakiterapi : radium / cesium • Kemoterapi VAC (vincristin. cytoxan/endoxan) hanya untuk pengobatan embrional.

Ovarium • – – – – – EPIDEMIOLOGI 20% dr semua keganasan alat reproduksi Insidens 15kasus/ 100.000 wanita per-tahun 60%perimenopausal 30% dlm masa reproduksi 10% usia muda • PATOLOGI – Tersembunyi dlm rongga perut  sangat berbahaya  menjadi besar  infiltrasi ke jar. Sekitar  keluhan GIT  implantasi abdo0men  khas : asites – Histogenesis beraneka ragam .

Klasifikasi • Tumor jinak (benigna) • Tumor tidak jelas jinak maupun ganas (borderline malignancy / Ca of low-malignant potential) • Tumor ganas (true malignant) Tingkat I II III IV Kriteria Tumor epitelial umum Sex-cord stromal tumours Tumor lipid cell Tumor germ cell .

TUMOR STROMA SEX-CORD • Berasal dr mesenkim gonad • Androblastoma  berdiferensiasi ke gonad laki.laki : – Arrhenoblastoma. • Hiperplasia endometrium .Tumor epitelial ovarium • 2jenis : serosa(mengarah ke ganas) dan musinosa • Tumbuh bilateral dan implantasi di rongga peritoneum • Kistadenokarsinoma papiliferum pseudo-musinosa  jenis paling tinggi penyebarannya. granulosa dan theca. tumor sertoli sell.

umumnya pada wanita muda. Embrional yg pluripoten.Tumor sel germinal • Disgerminoma  paling umum – Homolog dengan seminoma testis.lebih tua • Tumor sinus endodermal – Berasal dr jolk sac / saccus vitellinus. • Khoriokarsinoma • Gonadoblastoma . Sangat ganas. biasa terjadi pd wanita gol. pada wanita muda yg radiosensitif • Teratoma – Berasal dr jar.

Tumor stroma ovarium • Sarkoma ovarium : – Sarkoma teratoid : elemen tanpa diferensi • Prognosis buruk – Stromal sarkoma : terdapat 2jenis : stroma cell dan leiomiosarkoma. prognosis baik. – Sarkoma paramesonefrik  mixed mesodermal tumor .

hati dan otak. dan supraklavikular dan pada organ2 jauh. KOMPLIKASI • Obstruksi usus • Penanganan dengan reseksi usus  by pass . mediastinal. Para aorta. terutama paru-paru.Penyebaran • Limfogen  kel.

.Diagnosis • Berdasarkan 3 gejala : – Desakan – Diseminasi – Hormonal • Pemeriksaan ginekologi dan palpasi abdominal – USG – CT-scan – Laparotomi eksploratif dengan frozen section  paling berguna.

Penanganan • Pembedahan  pilihan utama  debulking (total) • Konservatif  oophorektomi (hanya mengangkat ovarium) • Conditio sine quo non • Radioterapi • Khemoterapi • Second look laparotomi .

Prognosis • Tergantung usia dan luas proses keganasan serta gambaran histologiknya. PENGAMATAN LANJUT • follow up control : – Sampai 1tahun  @2bulan – 3tahun  @4bulan – 5tahun @6bulan – Seterusnya setiap tahun sekali .

MENOPAUSE .

takut. pusing. palpitasi. incontinentia urine •Kulit : Kulit kering. psikis. sedikit wanita Indonesia symptomatik : • Kesuburan menurun • Pramenopause : kelainan perdarahan • Pascamenopause : gangguan vegetatif. keringat banyak. Gonadotropin ↑) Pascamenopause  6-7 tahun sesudah menopause (Estrogen ↓) Klimakterium Keluhan Tanda & gejala 25% wanita eropa.(Yunani = tangga) masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium (pra-menopause dan pascamenopause) Patofisiologi ↓ produksi estrogen  ≠ negative feedback hormon gonadotropin Pramenopause  6 tahun sebelum menopause (Estrogen ↓. sukar tidur. libido menurun •Urogenital : Dispareuni. dan organis • Atrofi alat-alat genital Etiologi ↓sensitivitas ovarium terhadap hormon gonadotropin  ovarium tua ↓ sensitivitas folikel terhadap hormon gonadotropin •Vasomotor : Hot flush. •Psikologis : Perasaan gelisah. elastisitas berkurang •Mata : Keratitis sicca .

Diagnosis amenorea sekurangkurangnya satu tahun TSH Pemberian Estrogen (+ progesteron) atau yg mempunyai khasiat sama untuk wanita perimenopause-pasca. LNG •Androgen •Tibolon •SERM Estrogenik. osteoporosis. 17 B estradiol •Progesteron: 19 Norestisteron. colorectal •Semua wanita dengan keluhan klimakterik Keuntungan TSH Menopause Cara Pemberian TSH : •Estrogen Saja Pada wanita yang sudah di histerektomi •Kombinasi siklik Pada wanita perimenopause  perdarahan lucut •Kombinasi kontinyu Pada wanita menopause > 2th Jenis TSH •Estrogen :CEE. Ca. Valerat. sebagai pengganti hormon estrogen yang telah hilang akibat menurunnya fungsi ovarium Faktor resiko Keturunan Kesehatan umum Pola kehidupan Wanita yang direkomendasikan untuk mendapatkan TSH • Semua wanita (tanpa kecuali) yg ingin pencegahan • Semua wanita dengan risiko PJK.Anti estrogenik •Mencegah atrofi epitel urogenital •Menghilangkan keluhan klimakterik •Mencegah osteoporosis •Mempunyai efek langsung thd profil lipid Kerugian TSH •Efek samping metabolik Perdarahan •Risiko Kanker Payudara  •Risiko Kanker Endometrium  (dpt ditambahkan progesteron) . Es. MPA.

Ca endometrium •Melanoma •Penyakit hodgkin •Semua tumor yg berhubungan dengan kadar estrogen •dll . sel Leydig Kontraindikasi relatif penggunaan estrogen/progesteron •Penyakit hati akut/kronik •Penyakit saluran empedu •Pankreatitis •Edema •DM berat •Hipertrigliseridemia •Mastopati •Hiperplasia endometrium •Varises •Mioma uteri •Aterosklerosis •Hiperkoagulopati •dll Indikasi penghentian segera terapi estrogen (atau estrogen + progesteron) •Kehamilan •Pendarahan per vaginam yang banyak •Sakit kepala hebat dan mendadak •Penglihatan kabur tiba-tiba •Cerebral attack •Ikterus •Sakit perut mendadak •TD naik •Mioma •Alergi •Timbul varises •Mual/muntah hebat •6 minggu sebelum perencanaan tindakan operasi Kontraindikasi absolut penggunaan estrogen •Kehamilan •Tromboemboli.tromboflebitis •Riwayat apopleksi serebral •G3 sirkulasi darah perifer •G3 fungsi hati berat •Sindrom Dubin Johnson •Sindrom Rotor •Anemia hemolitik kronik •Anemia sel sabit •TD > 160/95mmHg •DM laten •Ca mammae. E3= estriol • Dibentuk di fase folikuler.Terapi hormon • Estrogen :E1 = estron. SSP. E2= Estradiol. plasenta. di jaringan lemak perifer. sel-sel di dinding folikel. kelenjar adrenal.

Terapi gestagen • Senyawa turunan testosteron(nortestosteronas etat. etinoldioldiaseta) biasanya harus diaktifkan di hati menjadi noretisteron  memperberat kerja hati •M↓HDL  meningkatkan resiko serangan jantung Yang cukup aman adalah MPA Androgen • Biasanya untuk wanita klimakterik dengan gangguan libido + menghilangkan rasa cemas. perasaan lelah dan meningkatkan konsentrasi berpikir • Biasanya DHEAS  aktivitas androgen androgenik minimal  Maskulinisasi - Kontraindikasi absolut gestagen • • • • • • • • Kehamilan Hemolisis darah Tumor yang dipengaruhi oleh progesteron Melanoma Perdarahan per vaginam yang belum jelas sumbernya Gangguan fungsi hati Anemia kronik Penyakit hodgkin . linestrenol.

TEKNIK RADIOGRAFI REPRODUKSI WANITA .

yang bertujuan untuk memastikan bahwa pasien tidak hamil . 2001) Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi. (Bontrager.TEKNIK PEMERIKSAAN HISTERO SALPHINGOGRAFI (HSG) Histerosalpingografi adalah teknik radiografi yang digunakan untuk melihat saluran reproduksi wanita dengan menggunakan MK positif.

Neoplasma 3.Hydrosalphinx KONTRA INDIKASI •Alergi terhadap media kontras •Menstruasi •Pendarahan pada vagina •Proses-proses inflamasi yang akut pada abdomen •Dilatasi kanalis servisis •Penyakit ginjal dan jantung yang sudah lanjut KOMPLIKASI •Rasa nyeri pada waktu pemeriksaan dilakukan •Timbul keadaan pra-renjatan (pre-shock) karena pasien sensitif terhadap kontras . malformation uterus.Salfingitis 4. atau malformation ovarium. malformation tuba. Infertilitas ada dua yaitu : •Infertilitas Primer •Infertilitas Sekunder 2. endokrinal problem.Infertilitas disebabkan karena malformation vagina.INDIKASI 1.

. •Beritahu pasien untuk tidak melakukan hubungan badan sebelum melakukan pemeriksaan. •Pasien buang air kecil untuk mengkosongkan blass.PERSIAPAN PASIEN •Tanyakan bagaimana siklus menstruasi pasien. •Melepaskan benda-benda logam yang dapat menggangu gambaran pada daerah yang akan diperiksa. •Penandatanganan Informed Consent.

PERSIAPAN ALAT Steril •Speculum •Portubator •Portio tang •Uterus sonde •Conus •kanula •Spuit •kapas steril •kassa steril •Media kontras •Aquadest /NaCl Non Steril •Lampu sorot •Bengkok •Pesawat sinar-x •Keranjang sampah •Kaset dan film 24x30 •Grid •Marker .

Plan Foto untuk melihat ada tidaknya massa. . •Tangan berada di samping tubuh.TEHNIK PEMERIKSAAN 1. Posisi Pasien Supine Posisi Obyek : •MSP pada pertengahan kaset. •Tidak ada rotasi pada pelvis. kalsifikasi di cavum dauglas. CR : Vertikal tegak lurus terhadapa kaset.

• Sebelum dilakukan pemasangan alat HSG. • Bagian genetalia eksterna dibersihkan dengan betadine menggunakan kassa steril.Pemasangan Alat dan Pemasukan Bahan Kontras • Pasien tidur supine di atas meja pemeriksaan. . • Lampu sorot diarahkan kebagian genetalia untuk membantu penerangan.2. bagian bokong pasien diberi alas • Posisi pasien litotomi lutut fleksi. pasien diberitahukan tentang pemasangan alat dengan maksud agar pasien mengerti dan tidak takut.

• Speculum dimasukkan ke liang vagina secara perlahan-lahan. • Cervix dibersihkan dengan betadine menggunakan kassa steril • Untuk mengetahui arah dan dalamnya cavum uteri digunakan sonde uterus. •Conus dipasang pada alat canulla injection yang telah dihubungkan dengan syiringe yang berisi bahan kontras kemudian dimasukkan melalui liang vegina sehingga conus masuk ke dalam osteum uteri oksterna (ke dalam cervix). • Portio dijepit dengan menggunakan tenaculum agar bagian dalam cervix dapat terbuka. .

. •Kemudian fluoroscopy pada bagian pelvis dan bahan kontras disuntikkan hingga terlihat spill pada kedua belah sisi. •Speculum dilepas perlahan-lahan •Pasien dalam keadaan supine digeser ketengah meja pemeriksaan.•Tenaculum dan alat salphingograf di fixasi. agar MK yang akan dimasukkan tidak bocor. kedua tungkai bawah pasien diposisikan lurus.

• Proyeksi AP • Posisi pasien : supine diatas meja pemeriksaan dengan kedua tungkai lurus. meja pemeriksaan diposisikan trendelenberg. . • Ukuran kaset : 18×24 cm dipasang melintang • Bahan kontras : disuntikkan 2-5 cc • Central ray : pada symphisis pubis • Kriteria gambar : gambar yang tampak adalahpengisian bahan kontras ke dalam tube fallopi. pelvis rapat pada meja pemeriksaan. tampak gambaran corpus uteri dan spill pada peritoneal cavity (rongga peritoneal). kedua tangan diatas kepala.

dan spill pada rongga peritoneum . • Kriteria gambar : gambar yang tampak adalah tampak pada pengisian bahan kontras pada cavum uteri. tube uterine. Proyeksi Oblique Kanan • Posisi pasien : supine. meja dalam keadaan trendenberg.panggul bagian kiri diangkat kira-kira 45º.• 4. lalu di eksposi. tungkai kanan lurus. • Ukuran kaset : 18×24 cm dipasang melintang • Central ray : diarahkan pada pertengahan antara SIAS dan sympisis pubis bagian kanan. kedua tangan diatas kepala. panggul bagian kanan merapat ke meja pemeriksaan.

Proyeksi Oblique Kiri • Posisi pasien : supine. kedua tangan diatas kepala. panggul bagian kiri merapat ke meja pemeriksaan . • Kriteria gambar : gambar yang tampak adalah pengisian bahan kontras pada cavum uteri. posisi meja trendelenberg. tungkai bawah kiri lurus. .• 5. panggul bagian kanan diangkat kira-kira 45º. tube uterus bagian kanan dan kiri serta spill di sekitar fimbrae. • Ukuran kaset : 18×24 cm diletakkan melintang • Central ray : diarahkan pada pertengahan antara SIAS dengan sympisis pubis.

• Kriteria gambar • · Daerah pelvis mencakup vesica urinaria • · Daerah uterus (pintu panggul atas terlihat di pertengahan film) • · Tampak sisa kontras. setelah pasien loncat-loncat di toilet. sebagian telah kosong . posisi sama dengan plan foto. Post Void • Pembersihan bahan kontras.• 6.

aqubid 3. ditambah desinfektan (betadin 1.Perawatan pasien setelah pemeriksaan : • Untuk klinis infertil maupun untuk klinis infeksi. agar bakteri tidak mudah masuk • Diberi antibiotik. . selama antibiotik belum habis pasien puasa hubungan.menjaga pH canalis cervicalis 6-7 2. dll) 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful