Anda di halaman 1dari 20

Adab berpakainan adalah cara menerapkan sopan santun dalam berpakaian sesuia dengan ajaran Islam.

Salah satu upaya peningkatan iman dan taqwa bagi kaum muslimin adalah menampilkan kepibadian dalam berbusana dan berhias yang harus sesuai dengan petunjuk dan tuntutan serta selaras dengan ketentuan agama. Tujuan berpakaian menurut ajaran Islam adalah: a. Mentup aurat. b. Untuk keindahan, penampilan sopan dihadapan Allah dan sesama manusia. c. Untuk perlindungan tubuh, rasa nyaman dan aman dari bahaya-bahaya lain.

26. Hai anak Adam [530], sesungguhnya Kami telah

menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa [531] itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
[530] Maksudnya ialah: umat manusia [531] Maksudnya ialah: selalu bertakwa kepada Allah.

81. Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung

dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-

anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Katakan kepada kaum mukminin hendaklah mereka

menjaga pandangan serta kemaluan mereka hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka .

Sebagai penutup aurat 2. Sebagai perhiasan 3. Fingsi taqwa 4. Sebagaai penunjuk identitas
1.

Dalam ajaran Islam pakaian wanita adalah menutup aurat yaitu seluruh badan hingga talapak kaki kecuali muka dan kedua telapak tangan. Jadi dalam ayat-ayat AlQuran tersebut jelaslah bahwa Allah menyuruh wanita-wanita beriman yang sudah baligh agar menutup auratnya.

Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan.

Diriwayatkan dari Umar, dia berkata, Rasulullah shallallahu alayhi wasalam pernah membuat cincin emas, dan ketika memakainya meletakkan matanya dibagian dalam telapak tangannya, maka orangorang jugamembuat cincin emas. Kemudian Rasulullah duduk diatas mimbar dan menaggalkan cincinnya sambil bersabda, Sungguh aku telah memakai cincin ini dan aku letakkan matanya di perut telapak tangan Lalau beliau membunag cincinitu sambil berkata, Demi Allah aku tidak akan memakainya lagi selama-lamanya maka orang-orang pun membuang cincin mereka(HR Bukhari dan Muslim). Nabi shallallahu alayhi wasalam pernah melihat sebuah cincin emas ditangan seorang lelaki, lalu beliau melepaskan cincin itu dan membuangnya, seraya bersabda, Salah seorang dari kalian sengaja mengambil bara api neraka dan meletakkannya ditangannya, Setelah itu Rasulullah pun pergi. Para sahabat berkata kepada lelaki itu Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah. Lelaki itu menjawab Tidak demi Allah, aku tidak akan mengambilnya setelah Rasulullah membuangnya. (HR Muslim) Diriwayatkan dari Abu Umamah, bahwa Nabi shallallahu alayhi wasalam pernah bersabda, Barangsiapa yang beriman kepada Allahdan hari akhir, maka janganlah mengenakan sutra dan (memakai perhiasan emas).(HR Ahmad, Hakim dan Ath-Thabrani) Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya. (HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih) Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al Ash bahwasanya Rasulullah saw bersabda,Barangsiapa dari umatku mengenakan emas kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya emas di surga. Dan barangsiapa dari umatku yang mengenakan sutera kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya sutera di surga. (HR. Ahmad)

Secara logika, jika emas halal Rasul akan memakai, sahabat akan memakai karena mengikuti Sunnah Rasulullah, ulama akan memakai karena Sunnah Rasulullah, kyai/syech akan memakai karena Sunnah Rasulullah, imam masjid akan memakai karena mendapat ilmu dari gurunya dan dalam rangka

1. Menutupi auratnya, yakni dari pusar hingga lutut.

1. Sebagai penutup aurat


2. Sebagai perhiasan 3. Fingsi taqwa

4. Sebagaai penunjuk identitas

Sebaiknya kaum laki-laki yang beriman tidaklah berpakaian yang berlebih-lebihan. Tidaklah mereka menyerupai wanita. Sehingga Rasulullah melarang seorang laki-laki menggunakan pakaian dari sutra dan perhiasan dari emas.

Setiap wanita senang berhias dan senang memakai

perhiasan, tetapi hendaknya selalu diingat untuk tidak memakai perhiasan yang berlebih-lebihan, sehingga tidak mengundang orang-orang jahat, seperti penodongan, dan penjambretan. Rasulullah pun telah bersabda pada kaum muslimin untuk tidak memakai perhiasan yang berlebihan. Banyak hadist yang menjelaskan tentang adab berhias diri yang baik dan benar sesuai kaidah Islam.

a.

Anjuran untuk memotong kuku, memendekkan kumis, menyisir rambut, dan merapihkan jenggot. Rasulullah bersabda: Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melarang salah seorang dari kami untuk menyisir setiap hari

Lebatkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis Rubahlah warna rambut ini dengan sesuatu dan jauhilah warna hitam

b. Anjuran untuk berharum-haruman dengan wewangian bagi laki-laki menyenangkan hati, melegakan dada, menyegarkan jiwa, serta membangkitkan tenaga dan gairah kerja. Dan lafazh pada riwayat Ad-Darimi : Dan tidak sekalipun saya pernah mencium bau wangi yang lebih wangi dari bau wangi misk beliau dan tidak pula bau wangi yang lainnya Tidak diterima shalat seorang wanita yang memakai wangiwangian untuk datang ke masjid ini sampai dia kembali dan mandi sebagaimana mandi janabah Dan juga-khusus bagi wanita larangan dari memakai wangiwangian pada dua keadaan, keadaan pertama : dalam keadaan muhaddah (ditinggal mati) suami maka wanita terhalang dari memakai wangi-wangian selama empat bulan sepuluh hari berdasarkan hadits Ummu Athiyyah Dan keadaan lainnya : Apabila seorang wanita mendatangi sebuah tempat yang padanya laki-laki asing, walaupun hanya lewat di jalan

c. Larangan mencukur botak sebagian kepala atau sebagian lainnya tidak dicukur/dibiarkan tumbuh. Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma : Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam : melarang dari perbuatan Al-Qaza) dan dalam riwayat Muslim : Saya berkata kepada Nafi : Apakah Al-Qaza itu? Dia berkata : Mencukur sebagian kepala anak kecil dan membiarkan sebagian lainnya[21]. Ibnul Qayyim berkata : Al-Qaza ada beberapa macam : salah satunya : mencukur satu bagian dari kepala dari sini dan sini. Diambil dari gumpalan awan, yaitu yang bergumpal-gumpal. Kedua : mencukur tengahnya dan membiarkan sisi-sisinya, sebagaimana penjaga geraja kaum nashara lakukan. Ketiga : mencukur sisi-sisinya dan membiarkan tengahnya. Sebagaimana kebanyakan dari rakyat jelata dan rendahan lakukan. Keempat : mencukur bagian depan kepala dan membiarkan bagian akhir, dan semua macam tadi masuk bagian dari Al-Qaza wallahu alam.

d. Larangan berhias dengan mengubah apa yang telah diciptakan Allah SWT, misalnya mengeriting rambut, mencukur alis mata, membuat tahi lalat palsu, dan bertato. Allah melaknat Al-Wasyimah, Al-Mustausyimah, AnNamishaat, Al-Mutanammishaat, dan Al-Mutafallijaat agar terlihat bagus dengan merubah ciptaan Allahalhadits Tidaklah laknat ini khusus untuk wanita, bahkan masuk padanya laki-laki apabila mereka menyambung rambut, mentato, menyambung rambut dan mengukir gigi untuk terlihat bagus!

e. Laki-laki dilarang berhias diri menyerupai wanita, maupun sebaliknya.

Bertamu adalah berkunjung ke tempat kediaman orang

lain. Bertamu denagn maksud yang baik dan dilandasi denfgan niat yang ikhlas karena Allah SWT serta untuk memperoleh ridha-Nya dan rahmat-Nya termasuk dalam silahturahmi.Silahturahmi dianjurakan dalam agama Islam.

Artinya: Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS An Nisaa 4:1)

Berniat dengan ikhlas. b. Mengetahui waktu yang tepat untuk bertyamu. c. Menggunakan pakaian yang menutup aurat, sioopan dan berpenampilan islami. d. Mengetuk pintu tiga kali (membunyikan bel tiga kali) e. Berjabat tangan dengan tuan rumah apabila berjenis kelamin sama, bila beda cukup menunjukan sikap hormat. f. Kalau memang harus menginap, usahakan jangan sampai tiga hari, karena hal ini dapat menggagu dan menyulitkan tuan rumah.
a.

Bila kita menerima tamu,hendaknya berusaha untuk menjaga keselamatan tamunya dan juga berusaha Agar tamunya merasa senang dan nyaman selama bertamu.