Anda di halaman 1dari 177

INTI ATOM

Partikel Penyusun Inti Atom


Muatan positif atom terkungkung
dalam daerah kecil dipusat atom
(Rutherford, Bohr,dll)
Elektron bukan termasuk partikel inti
karena tidak memenuhi beberapa
kriteria yang ditinjau dari : ukuran
inti, spin, momen magnetik dan
interaksi elektron dalam inti
Tahun 1932 ditemukan neutron
(tidak bermuatan dan massanya
proton).
Jadi sebuah inti atom terdiri atas Z
proton dan (A-Z) neutron.


Kelompok inti atom
Isotop : inti memiliki
nilai Z(proton) sama.
Isoton : inti memiliki
nilai N (neutron) sama.
Isobar : inti yang nilai A
(nomor massa) sama.

Ukuran dan bentuk inti atom
Jumlah proton dan neutron
menentukan besar/ukuran
inti.
Inti atom diasumsikan
seperti sebuah bola.




r = 1,2 fm






3
1
3
3
3
4
3
4
A r R
A r R
A nukleon Volume nukleus Volume
o
o
=
=
=
t t
Gaya Kuat Inti
Proton-proton dalam inti
tidak tolak menolak?
Di dalam inti terdapat gaya
kuat (strong force) yang
mengimbangi tolakan
Coulumb proton-proton.
Salah satu ciri gaya kuat ini
adalah jangkauan gayanya
yang sangat pendek 10
-15
m.

Massa dan energi ikat inti atom
Atom hidrogen yang terdiri dari 1 proton dan 1 elektron. Energi diam
proton dan elektron diam yang terpisah jauh adalah

Jika ke-2 partikel didekatkan dan membentuk atom hidrogen akan ada
foton yang dipancarkan 13,6 eV.

Jadi energi massa gabungan sistem lebih kecil daripada ketika partikel
penyusunnya terpisah. Perbedaan ini disebut energi ikat.
Pada inti atom energi ikat dihitung menggunakan rumus




2 2
c m c m
p e
+
eV c m c m c m
H p e
6 , 13
2 2 2
+ = +
2 2 2
) ( ) ( c M c Zm c Nm B
Inti p n
+ =
eV c m c m c m
H p e
6 , 13
2 2 2
= +
Hubungan energi ikat dan massa inti ditunjukan pada
gambar berikut.
Latihan Soal
Terdapat suatu atom X dengan jari-jari inti 2
kali jari-jari inti atom
9
Be. Tentukan jumlah
nukleon dalam Atom X
Model-model inti
Tidak ada teori dasar yang dapat menjelaskan
sifat-sifat inti atom. Beberapa model
dikembangkan
Dua dari beberapa model inti yaitu, model
tetes cairan dan model kulit.
Model tetes cairan
Kerapatan tetesan cairan adalah konstan, ukurannya
sebanding dengan jumlah partikel atau molekul di
dalam cairan, energi ikatnya berbanding lurus
dengan massa atau jumlah partikel yang membentuk
tetesan.
Sifat-sifat inti
Berkaitan
Ukuran
Massa
Energi ikat
Seperti
tetes cairan
Model tetes cairan (lanjutan)
Massa inti atom yang tersusun dari proton Z dan neutron
N= (A Z) adalah Zm
p
+ (A - Z)m
n

Estimasi massa tersebut belum sesuai dengan hasil
eksperimen Ada koreksi dan penambahan suku sehingga
menjadi,

Nilai b1, b2, b3, b4, dan b5 diperoleh dari eksperimen dan
persamaan diatas disebut formula massa semiempirik
4
3
5
1
4
3
1
2
3
3
2
2 1
2 ) 2 ( ) (

+ + + + + = A b A Z A b A Z b A b A b m Z A Zm M
n p
b
1
= 14,0 MeV
b
2
= 13,0 MeV
b
3
= 0,58 MeV
b
4
= 19,3 MeV
A Z b
5

Genap Genap -33,5 MeV
Ganjil 0
Genap Ganjil +33,5 MeV
Model tetes cairan (lanjutan)
Rata-rata energi ikat per nukleon



4
7
5
2 2
4
3
4
2
3
3
1
2 1
2
) 2 (
] ) ( [


=
+
= A b A Z A b A Z b A b b
A
c M M Z A Zm
A
EI
Inti n p
Koreksi Akibat Energi Ikat Inti
Dalam inti terdapat gaya ikat (energi ikat +), sehingga
massa inti seharusnya lebih kecil daripada ketika
nukleon-nukleon inti terpisah. Energi ikat sebanding
dengan jumlah nukleon inti, oleh karena itu akibat
energi ikat ini diperoleh koreksi sebesar

( ) 0
1 1
> b A b
Efek Permukaan
Pengaruh gaya ikat
inti bagi nukleon di
permukaan lebih
lemah daripada
nukleon inti yang
lebih dalam.

Inti atom dianggap seperti bola sempurna
yang luasnya 4R
2
, dan setara dengan


Jadi koreksi massa akibat efek permukaan
adalah
3
2
2
4 A r
o
t
3
2
2
A b
Efek Interaksi Coulumb
Dialam inti terdapat proton-proton yang
bermuatan positif. Menurut hukum Coulumb,
gaya Coulumb antar muatan yang sejenis akan
tolak-menolak. Oleh karena itu, tolakan
Coulumb ini akan mengakibatkan
penambahan massa inti.

+ +
r
3
1
2
3

A Z b
3
1
2
3
1
2 1
) (
;
A r
Ze
k
A r R
R
q q
k E
o
o p
=
= =
3
1
2
2

= A Z
r
ke
E
o
p
Koreksinya
adalah
Efek Kelebihan Neutron Atau Proton
Proton dan neutron merupakan kategori fermion
(taat asas pauli dan tidak mau berkeadaan sama),
jadi masing-masing menempati kulit berbeda dalam
deretan kulit terpisah.
Adanya kelebihan neutron ataupun proton dalam
suatu isobar dapat meningkatkan massa inti menurut
prinsip larangan pauli.

Dari gambar disamping,
pengurangan Z sebesar v
diikuti juga dengan
penambahan N sebesar v.
Jika selisih antar tingkat
energi nukleon adalah ,
maka pengurangan Z
memberikan selisih energi
ikat pada isobar sebesar
|
.
|

\
|
A = A
2
v
v E
ikat
|
.
|

\
|

=
2
Z N
v

( ) Z A N Z N
Z N Z N
v
v E
ikat
=
A
=
|
.
|

\
|
A
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|

=
|
.
|

\
|
A = A
;
8
2 2 2
2
2
( )
2
2
8
Z A E
ikat

A
= A
Makin besar jumlah nukleon penyusun inti A,
selisih antar tingkat energi nukleon semakin
kecil .

Jadi koreksi yang dihasilkan pada kelebihan
neutron atau proton adalah sebesar

1
= A A
( )
1
2
4
2

A Z A b
Seperti halnya elektron yang cenderung berpasangan untuk
membentuk suatu ikatan yang stabil, demikian pula nukleon
sejenis (neutron dengan neutron, proton dengan proton)
cenderung berpasangan untuk mencapai inti yang lebih stabil.
Dari sisi ini memberikan koreksi senilai


4
3
5

A b
Latihan Soal
Bandingkan energi-energi minimum yang
dibutuhkan untuk melepaskan netron dari
Ca Ca Ca
42
20
42
20
41
20
, ,
Model Kulit
Berbagai persoalan yang terdapat dalam inti
memiliki beberapa persmaan dengan persoalan
elektron-elektron dalam atom. Salah satu
persamaan ini yaitu elektron dan nukleon
memiliki tingkat-tingkat energi tertentu.
Letak perbedaan antara persoalan yang terdapat
pada elektron dalam atom dan inti atom adalah
potensial yang ditimbulkan dan sifat orbitnya.

Fakta eksperimen
Perubahan sifat-sifat inti secara menonjol
terjadi di dalam inti dengan N dan Z sebesar

Dalam persoalan atom juga ditemukan
bilangan ajaib, yaitu nomor atom yang
terdapat pada gas mulia.
2, 8, 28, 50, 82, 126 bilangan ajaib inti
Perubahan radius inti (N=2)

Bilangan ajaib inti pada akhir deret radioakatif





Hasil akhir dari peluruhan timbal dan bismuth
memiliki jumlah proton berturut-turut 82 dan
126 bilangan ajaib

Energi Ikat Neutron
Adanya energi yang bervariasi untuk melepas neutron terluar
adalah bukti bahwa inti memiliki kulit-kulit.
Inti yang memiliki bilangan ajaib, kulit terluarnya akan penuh,
dan memerlukan energi lebih besar untuk melepas neutron
dari inti.
Asumsi Dalam Model Kulit
Proton dan neutron
terjebak dalam
sebuah potensial.
Beberapa bentuk
potensial yang dipakai
yaitu potensial kotak
dan osilator harmonik.
Bentuk osilator
harmonik lebih
mendekati hasil yang
diinginkan.

Fungsi potensial V ditulis dalam bentuk
persamaan schroodinger. Pemecahan
persamaan ini memberikan informasi tentang
perilaku gelombang dari partikel.
Persamaan Schroodinger ??
Bayangkan diri anda seperti Erwin Schroodinger!
Kekekalan energi
K+V=E
Taat asas deBroglie (partikel
dengan momentum p
memiliki panjang gel )
Jadi K=p
2
/2m=
2
k
2
/2m
Bentuk gel deBroglienya
dapat bersuperposisi (linier)
(x) = A sin kx
Persamaan harus
mengandung potensial V.
d
2
/dx
2
= -k
2
x
-2m/
2
(E-V) = -2m/
2
K

E V
dx
d
m
= +
2
2 2
2

Persamaan
schroodinger
bebas waktu 1D
Persamaan schroodinger merupakan bentuk
persamaan differensial parsial. Untuk
memecahakan bentuk persamaan ini ada
beberapa metode yang digunakan,
diantaranya adalah metode fungsi, legendere,
hermite dan laguerre
Rumus tingkat energi yang diperoleh dari
pemecahan persamaan schroodinger untuk
osilator harmonik.
|
.
|

\
|
+ =
2
3
e
o n
E
....... , 3 , 2 , 1 , 0
.... , 4 , 3 , 2 , 1
) 1 ( 2
=
=
+ =
l
n
l n
Sehingga dapat diasumsikan nilai-nilai adalah 0, 1, 2, 3, 4,
Beberapa energi paling rendah dan
probabilitas fungsi gelombangnya pada
osilator harmonik
Kemungkinan nilai dari kombinasi n dan l
n l 0 1 2 3 4 5
1
0 1 2 3 4 5
2
2 3 4 5 6 7
3
4 5 6 7 8 9
4
6 7 8 9 10 11
5
8 9 10 11 12 13
6
10 11 12 13 14 15

(n,l) Notasi spektroskopik
0 (1,0)
1s
1 (1,1)
1p
2 (1,2) (2,0)
1d, 2s
3 (1,3) (2,1)
1f, 2p
4 (1,4) (2,2) (3,0)
1g, 2d, 3s
5 (1,5) (2,3) (3,1)
1h, 2f, 3p
6 (1,6) (2,4) (3,2) (4,0
1i, 2g, 3d, 4s
Urutan Penempatan Nukleon Dalam Inti
1h 2g 3f 4d 5p
1g 2f 3d 4p 5s
1f 2d 3p 4s
1d 2p 3s
1p 2s
1s

Struktur kulit yang
dihasilkan oleh model
potensial osilator harmonik
Bentuk potensial yang
lebih realistis diberikan
oleh Woods dan Saxon
1954 yaitu




Interaksi Spin Dan Orbit Dalam Inti
Selain berada dalam
potensial, juga terdapat
interaksi spin-orbit dalam
inti sehingga diperoleh
bilangan-bilangan ajaib yang
sesuai ( 2, 8, 20, 28, 50, 82,
dan 126).

Bilangan Kuantum Orbital
Seperti halnya elektron, gerak orbital nukleon adalah
terkuantisasi, yakni gerakan mengorbit tersebut
menghasilkan momentum sudut nukleon yang hanya
memiliki nilai tertentu yang bersifat diskrit. Nilai
tersebut dinyatakan dengan


Nilai-nilai l diberikan sebagai berikut
) 1 ( + = l l L
Nilai l : 0 1 2 3 4 5 ..
Simbol huruf : s p d f g h ..
Bilangan Kuantum Spin
Di samping melakukan gerak orbit, setiap
nukleon berputar pada porosnya. Gerakan
berputar pada porosnya juga terkuantisasi,
nilai momentum sudutnya diungkapkan
sebagai

dimana s = 1/2, baik untuk proton maupun
neutron.
) 1 ( + = s s S
Momentum Sudut Total
Jumlah momentum sudut orbital dan
momentum sudut spin suatu nukleon adalah
momentum sudut total j yang dinyatakan
sebagai :

j adalah bilangan kuantum momentum sudut
total. Nilai j yang mungkin adalah
) 1 ( + = j j J
s l j =
Bilagnan Kuantum Magnetik
Untuk setiap bilangan kuantum l,s,j terdapat
bilangan kuantum magnetik m
l
, m
s
, m
j
yang
merupakan komponen dari bilangan kuantum
tersebut pada arah medan magnet terapan.
Untuk setiap harga l, terdapat 2l+1 harga m
l
,
berkisar dari +l,0,-l.
Bilangan kuantum magnetik spin m
s
hanya dapat
bernilai -1/2 atau1/2
Bilangan kuantum total magnetik, m
j
,dapat
memiliki (2j+1) nilai yang mungkin. Nilai-nilai m
j
=
j, (j-1),...1/2,-1/2-(j-1),-j.
Kaitan antara l,j,dan m
j

L j=l1/2 m
j
=2j+1 Total
s=0 1/2 1/2,-1/2 2
p=1 3/2
1/2
3/2, 1/2,-1/2, -3/2
1/2,-1/2
6
d=2 5/2
3/2
5/2, 3/2, 1/2,-1/2, -3/2, -5/2
3/2, 1/2,-1/2, -3/2
10
f=3 7/2
5/2
7/2, 5/2, . -5/2, -7/2
5/2, , , , -5/2
14
g=4 9/2
7/2
9/2, 7/2, . -7/2, -9/2
7/2, 5/2, . -5/2, -7/2
18
Bilangan Kuantum Utama Dan Radial
Keadaan elektron dalam atom mengalami gaya
Coulumb terpusat, sehingga tingkat energi elektron
ditentukan oleh bilangan kuantum utama. Sedangkan
situasi nuklida dalam inti tidak mengalami gaya
terpusat dan bukan hanya gaya Coulumb, maka, n,
hanya sebagai jumlah bilangan kuantum untuk
bilangan kuantum l dan bilangan kuantum radial
,... 4 , 3 , 2 , 1 ; = + = n l n u
Bilangan Kuantum Utama Dan Radial (lanjutan)
Bilangan kuantum radial hanya dapat
bernilai integer positif, yakni = 1,2,3,4,.
Nilai seringkali digunakan sebagai bilangan
kuantum yang menentukan tingkat energi
nukleon dikaitkan dengan nilai-nilai l dan j.
Misalnya, jika nukleon memiliki bilangan
kuantum n=4, l=f, j=l-s, akan memiliki
=(n-l)=1 dan dinyatakan sebagai : 1f
5/2
.
Paritas Dalam Inti Atom
Proton (dan neutron) di orbit yang sama akan
cenderung berpasangan untuk membentuk
keadaan momentum sudut nol. Oleh karena itu,
nukleus-nukleus genap-genap akan memiliki
total momentum sudut J=j, sebesar nol.
Sedangkan jika suatu nukleus memiliki proton
atau neutron ganjil, total momentum angulernya
adalah momentum anguler nukelon terakhir
(ganjil).
soal
Berapakah nilai-nilai momentum anguler
keadaan dasar yang mungkin untuk ?.
Tentukan juga kemungkinanan nilai-nilai m
J





P
32
15
Momentum anguler yang
tidak bernilai nol terdapat
pada nukleon yang tidak
berpasangan, yaitu pada
tingkat 2s
1/2
untuk proton
dan pada tingkat 1d
3/2

untuk neutron
Total momentum
angulernya adalah jumlah
aljabar vektor momentum-
momentum anguler j=1/2
dan j=3/2.

Untuk proton kemungkinan nilai m
J
adalah

Dan untuk neutron

Selanjutnya

Garis teratas dari nilai-nilai M
J
berkorespondensi
dengan J=2; sedangkan garis terendah dengan J=1.
2
1
,
2
1
2 / 1
= m
2
3
,
2
1
,
2
1
,
2
3
2 / 1
= m
2 , { , { , { , 2
1
1
0
0
1
1
=

J
M
Radioaktivitas
Definisi : Hasil dari
peluruhan inti atom
yang tidak stabil
Inti atom yang tidak
stabil dipengaruhi
oleh rasio neutron
dan proton

Radioaktivitas (lanjutan)
Radiasi alfa akan diemisikan untuk
mengurangi massa inti yang tidak stabil (hanya
jika nomor massa inti diatas 209)
Elektron akan dipancarkan dalam transformasi
neutron menjadi proton, hal ini terjadi ketika
terdapat terlalu banyak neutron dalam inti
Positron akan dipancarkan (atau terjadi
penangkapan elektron) pada perubahan
proton menjadi neutron, hal ini terjadi ketika
terdapat neutron dalam jumlah yang terlalau
sedikit
Pada beberapa inti, radiasi gamma akan
dipancarkan setelah terjadinya peluruhan alfa
dan beta.

Radiasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda
dan termasuk dalam kategori radiasi pengion
Radioaktivitas (lanjutan)
Bahan yang mengandung inti tidak stabil (bahan
radioaktif) ada yang alami dan buatan. Bahan
radioaktif meluruh sambil melepaskan radiasi
Radiasi
Pengion
Peluruhan Zat Radioaktif
Peluruhan : proses keluarnya partikel dari inti
Secara matematis, peluruhan per satuan waktu
dilukiskan oleh persamaan


Dimana adalah konstanta yang nilainya
tergantung pada isotop tertentu, N adalah
jumlah isotop radioaktif yang tersedia, dan
tanda minus berasal dari kenyataan bahwa
dN/dt selalu mengalami penurunan
N
dt
dN
~
Peluruhan Zat Radioaktif
Selanjutnya kita dapat memecahkan
persamaan diferensial tersebut untuk
mendapatkan N(t) yaitu
dN/dt = -N
dN/N = - dt
log (N/N
o
) = - t
N(t) = N
o
e
-t


Aktivitas
Aktivitas (A) adalah banyaknya peluruhan yang
terjadi di dalam inti persatuan waktu
Karena A = -dN/dt maka A = N = N
o
e
-t
= A
o
e
-t
;
yang berarti bahwa aktivitas juga menurun secara
eksponensial terhadap waktu.
Aktivitas memiliki satuan becquerel (Bq) dan curie
(Ci) untuk aktivitas tinggi


1Ci=3,7x10
10
Bq
Waktu paruh (t
1/2
)
Waktu paruh (t
1/2
) didefinisikan sebagai
interval waktu sehingga jumlah inti yang
meluruh tinggal 50%.
2 1
2
1
ln
2
1
2 1
t
e N N
t
o o

=
=

2 ln
2 1
= t
Tetapan peluruhan ()
Nilai dihitung melalui waktu paruh t
1/2
.
Setelah meluruh selama t
1/2
, Jumlah inti
menjadi jumlah semula.
2 1
2 ln
t
=
Review (I)



Kita dapat menemukan waktu paruh t
1/2
jika kita
bisa menunggu jumlah inti radioaktif (atau A)
berkurang menjadi 50%.
Kita dapata mendapatkan nilai melalui N dan A.
Jika kita mengetahui nilai atau waktu paruh T
1/2
,
kita dapat menemukan nilai besaran lainnya.
N(t) = N
o
e
-t

A = N = A
o
e
-t

t (waktu paro) = ln(2) /
Review (II)
Jika waktu paruh besar, nilai menjadi
kecil. Ini berarti bahwa jika isotop
radioaktif habis dalam jangka waktu
yang lama, aktivitasnya akan menjadi
kecil; jika waktu paruh kecil, aktivitas
akan bernilai tinggi tetapi hanya dalam
waktu yang pendek !.
Penentuan Umur Radiometrik
Peluruhan nuklida radioaktif dengan waktu
paruh yang diketahui memungkinkan
seseorang untuk mengukur umur benda-
benda yang berasal dari zaman dahulu kala
(zaman purba) seperti bebatuan, fosil, artefak
dll.
Salah satu nuklida radioaktif yang digunakan
adalah
14
C.
Neutron yang berasal dari reaksi nuklir oleh radiasi kosmik
berbenturan dengan inti
14
N

Reaksi diatas menghasilkan
14
C yang memiliki waktu paruh
5730 tahun.
14
C yang masuk ke bumi bercampur dengan
12
C
yang stabil sebagai H
14
CO
3
-
yang terlarut di samudra, sebagai
14
CO
2
di atmosfer, dan dalam jaringan tumbuhan dan hewan.
Ketika tumbuhan dan hewan mati aktivitas spesifik
14
C adalah
0,225 Bq g
-1
.

H C n N
1
1
14
6
1
0
14
7
+ +
Contoh soal :
Sebuah sampel perkakas kayu menunjukan aktivitas spesifik
14
C sebesar 0,195 Bq g
-1
. Perkirakan umur perkakas tersebut!
(diketahui aktivitas awal
14
C adalah 0,225 Bq g
-1
).




Jadi perkakas kayu berasal dari pohon yang ditebang pada
sekitar 2.200 tahun lalu
1 4
10 21 , 1
5730
6931 , 0

= = th
th

th t
t th
e g Bq g Bq
t
2200
) 10 21 , 1 (
225 , 0
195 , 0
ln
225 , 0 195 , 0
1 4
) 10 21 , 1 ( 1 1
4
=
= |
.
|

\
|
=



t
o
e A A

=
Peluruhan zat radioaktif
Peluruhan alpha


Peluruhan beta


Peluruhan gamma
Peluruhan Alpha
Gaya kuat dari inti yang mengandung 210 nukleon
hampir tidak dapat mengimbangi gaya tolak-menolak
protonnya partikel (inti Helium) lepas dari inti


Reaksi diatas harus memenuhi hukum kekekalan
energi sehingga
He D P
A
Z
A
Z
4
2
4
2
+

o o
K K c M c M c M
D D p
+ + + =
2 2 2
Peluruhan Alpha
Total energi yang dilepaskan dalam reaksi adalah



Jika inti induk mula-mula dalam keadaan diam maka
energi kinetik (K

) dapat ditulis dalam hubungan


Q
A
A
K
|
.
|

\
|

=
4
o
2
) ( c M M M Q
D p o
=
o
K K Q
D
+ =
Peluruhan Alpha
Peluruhan alfa
meruapakan salah satu
dari peristiwa efek
penerowongan
(tunneling).
Teori peluruhan alfa
tidak bisa dijelaskan
melalui fisika klasik.

Peluruhan Beta
Terdapat dua jenis peluruhan , yaitu peluruhan
-
dan peluruhan
+
.
Partikel
-
dan
+
tidak lain adalah elektron dan positron.
Pada peluruhan
-
, neutron dapat menjadi proton.


Pada peluruhan
+
, proton dikonversi menjadi neutron.


Reaksi yang menyaingi peluruhan
+
adalah proses tangkapan elektron.


u + +

+
e D P
A
Z
A
Z 1
u + +
+

e D P
A
Z
A
Z 1
u + +

e p n
u + +
+
e n p
u + +

n e p
Dalam peluruhan
beta negatif
terjadi perubahan
neutron menjadi
proton dan
sebaliknya.
Spektrum yang
dipancarkan pada
peluruhan
Peluruhan Beta
Jika hukum kekekalan energi diterapkan pada
reaksi peluruhan beta, dan inti induk dianggap
diam, maka akan diperoleh persamaan

total e D p
K c m c M c M + + =
2 2 2
2
) ( c m M M K Q
e D p total
= =
Peluruhan Gamma
Akibat peluruhan alfa
dan beta, inti dapat
berada pada suatu
keadaan eksitasi dan
mencapai keadaan
dasar setelah
memancarkan sinar
gamma inti

Pemancaran beta yang diikuti pemancaran gamma
dalam peluruhan menjadi
Mg
27
12
Al
27
13
Peluruhan Berantai
A
B A +
* *
B
Radioaktif
Radiasi yang
dipancarkan memiliki
energi berbeda
b a
=
b b
b
b
a a
a
a
b a total
N
dt
dN
A
N
dt
dN
A
A A A

= =
= =
+ =
Nilai N
b
tergantung
dari peluruhan N
a

(hasil peluruhan N
a
)
* * *
int B peluruhan Laju A peluruhan Laju B i peluruhan Laju =
dt
dN
N N
t
N
N N
B
B
b a a
B
B
b a a
*
*
*
*
=
A
A
=


t
o a
B
b
B a
e N N
dt
dN



= +
*
*
( )
t t
a
a b
a
B
b a
e e N N



|
|
.
|

\
|

=
*
Latihan Soal
a) Suatu unsur radioaktif
22
Na dengan
t
1/2
=3hari. Hitung cuplikan atom Na jika
diinginkan aktivitasnya 100 Ci.
b) Diberikan suatu reaksi peluruhan A B C,
A radiaktif dengan t
1/2
= 2,1 tahun, B
radioaktif dengan t
1/2
= 4,6 tahun dan C
stabil. Jika atom A jumlah awalnya adalah
A=1mol, tentukan banyaknya atom C setelah
3 jam.
Hukum-hukum Kekekalan
Kajian tentang berbagai
peluruhan radioaktif dan reaksi
inti memperlihatkan bahwa
alam tidak memilih secara
sembarang hasil peluruhan dan
reaksi yang terjadi, melainkan
terdapat beberapa hukum
tertentu (hukum kekekalan)
yang membatasi suatu hasil
yang mungkin terjadi.
Hukum-hukum kekekalan
dalam peluruhan yaitu :
Kekekalan energi
Kekekalan nomor massa
Kekekalan muatan listrik
Kekekalan momentum linear
Kekekalan momentum sudut
Hukum Kekekalan Energi
Sebelum sampai pada pernyataan mengenai
hukum ini, terlebih dahulu akan dibahas
tentang gaya-gaya konservatif dan
nonkonservatif yang bekerja pada partikel.
Gaya Konservatif
Gaya disebut konservatif
apabila usaha yang
dilakukan sebuah partikel
untuk memindahkannya
dari satu tempat ke tempat
lain tidak bergantung pada
lintasannya.
Usaha total yang dilakukan
oleh gaya konservatif adalah
nol apabila partikel
bergerak sepanjang lintasan
tertutup dan kembali lagi ke
posisinya semula.


P
1
2
P
Q
1
2
P
Contoh gaya-gaya yang bersifat konservatif
yaitu gaya pada pegas dan gaya gravitasi
Kekekalan Energi Mekanik
Energi mekanik suatu
sistem akan selalu
konstan jika gaya yang
melakukan usaha adanya
adalah gaya konservatif.
Penambahan
(pengurangan) energi
kinetik suatu sistem
konservatif diimbangi
dengan pengurangan
(penambahan) energi
potensialnya


tetap U K E
U K
= + =
= A + A 0
Gaya nonkonservatif
Gaya disebut tak-konservatif apabila usaha
yang dilakukan sebuah partikel untuk
memindahkannya dari satu tempat ke tempat
lain bergantung pada lintasannya.

W
AB
(sepanjang d)
= W
AB
(sepanjang s)
energi usaha Teorema K W W W
n
A = + + + ...
2 1

+ + = A
atif nonkonserv gesek f konservati
W W W K
Dapat dikelompokan kembali sebagai
dalam atif nonkonserv
U U K W + A + A =

( ) lain bentuk energi perubahan U U K
dalam
+ + A + A =

0
Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain, tetapi tidak
dapat diciptakan dan dimusnahkan; energi total selalu konstan
Kekekalan energi
Ada banyak bentuk energi.

Dalam hal ini, kita hanya fokus pada dua jenis energi :
1. Energi kinetik (K)
KE = mv
2
jika v jauh lebih kecil dari c (v << c)
2. Energi massa
E = mc
2
m = massa
c = kecepatan cahaya
= 3x10
8
[m/s]
Jadi, massa juga merupakan suatu bentuk energi, dan
Faktor konversi massa ke energi adalah c
2

Kekekalan Energi
A B
v
A v
B
E
total
setelah meluruh
= E
A
+ E
B

= (KE
A
+m
A
c
2
) + (KE
B
+m
B
c
2
)
Misalkan inti D meluruh menjadi 2 partikel A and B, lalu berapa
energi sistem setelah peluruhan?
D
Total Energy (initially)
= E
D

= m
D
c
2
Karena energi harus kekal pada saat peluruhan
m
D
c
2
=

(KE
A
+m
A
c
2
) + (KE
B
+m
B
c
2
)
Kekekalan Energi
m
D
c
2
=

(KE
A
+m
A
c
2
) + (KE
B
+m
B
c
2
)
E
A
E
B
E
D
Sebelum meluruh
Setelah peluruhan
Kekekalan Energi
Jika massa diam inti X lebih besar daripada massa
diam total X + x, kelebihan energi massa ini
dilambangkan dengan Q.
2
int int int
2
int
2
int
2
int
)] ( ) ' ( ) ( [
) ( ) ' ( ) (
c x M X M X M Q
Q c x M c X M c X M
i i i
i i i
+ =
+ + =
x X
K K Q =
'
Kelebihan energi Q muncul sebagai energi kinetik
partikel-partikel hasil peluruhan (dianggap X mula-
mula diam).
Kekekalan Momentum Linear
Dari hukum kedua Newton :





Jadi hukum kedua Newton juga mengatakan bahwa gaya total
F yang bekerja sebuah partikel sama dengan laju waktu dari
perubahan kombinasi massa dan kecepatan (mv). Kombinasi
ini disebut dengan momentum linear dan diberi simbol p.

dt
d
m
dt
d
II Newton Hk
dt
d
m
p
F
v F
v
a a F
=
=
= =

) (
. ;
Momentum (p)
Kekekalan Momentum Linear
Catatan :
Momentum memiliki arah, yang diberikan oleh arah kecepatan.
Partikel-partikel yang bergerak dalam arah berlawanan memiliki
momentum dengan tanda yang berbeda.
m
1
v
1
p
1
= m
1
v
1
m
2
v
2
p
2
= -m
2
v
2
Kekekalan Momentum Linear
Partikel yang bergerak memiliki momentum
p=mv dan energi kinetik E
k
= mv
2
. keduanya
tergantung pada massa dan kecepatan
partikel. Dimana letak perbedaan mendasar
keduanya?
Kekekalan Momentum Linear
Impulse dari gaya total, dilambangkan sebagai
J, didefinisikan sebagai hasil kali gaya total
dengan selang waktu.

Hubungan impuls dan momentum dapat dicari
melalui hukum kedua Newton dan diperoleh
t t t A = =

F F J ) (
1 2
1 2
1 2 1 2
) (
p p J
p p F
=
=

t t
Kekekalan Momentum Linear
Misalkan anda mempunyai pilihan antara
menangkap bola 0,50 kg yang bergerak pada
4,0 m/s atau bola 0,10 kg yang bergerak pada
20 m/s. yang mana yang lebih mudah
ditangkap?
Cari momentum dan energi kinetik masing-
masing bola!
Kekekalan Momentum Linear
Jika terdapat n partikel bermassa m
1
,
m
2
,,m
n
, yang masing-masing memiliki
kecepatan dan momentum, maka momentum
totalnya
massa pusat
n n
n
M
m m m
v P
v v v
p p p P
=
+ + + =
+ + + =
...
...
2 2 1 1
2 1
massa pusat
massa pusat
massa pusat luar
M
dt
d
M
dt
d
maka M a
v
P
a F = = =
dt
d
luar
P
F Jadi =
Kekekalan Momentum Linear
Jika gaya luar resultan yang bekerja pada
sistem sama dengan nol (dP/dt = 0;
P=konstan), maka vektor momentum total
sistem akan konstan.


Momentum masing-masing partikel dapat
berubah, tetapi jumlahnya tetap konstan jika
tidak ada gaya luar.


tetap
n
= + + + p p p ...
2 1
Tumbukan elastik
Energi kinetik setelah tumbukan lebih besar
daripada sebelum tumbukan
Tumbukan nonelastik

Momentum Sudut
Untuk suatu partikel dengan massa konstan m,
kecepatan v, momentum p, dan posisi vektor r
relatif terhadap titik asal O dari kerangka
inersia, kita definisikan momentum sudut L
sebagai
v r p r L m = =
Ketika gaya total F bekerja pada suatu partikel,
kecepatan dan momentumnya berubah, sehingga
momentum sudutnya bisa juga berubah.
Laju perubahan momentum sudut dari suatu partikel
sama dengan torsi dari gaya total yang bekerja
terhadapnya.
) ( ) ( a r v v
v
r v
r L
m m
dt
d
m m
dt
d
dt
d
+ =
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
=
t =
dt
dL
partikel sistem untuk
dt
d
=

L
t
Vektor kecepatan sudut
juga berada
disepanjang sumbu
putar, oleh sebab itu,
untuk benda tegar yang
berputar mengelilingi
sumbu simetri, L dan
mempunyai arah yang
sama. Maka kita
mempunyai hubungan
vektor

e

I L =
Ketika torsi luar
total yang
bekerja pada
sistem sama
dengan nol,
momentum
sudut total dari
sistem adalah
konstan (kekal)
0 =
dt
dL
Kekekalan Momentum Sudut
Dalam kajian mengenati inti atom, seringkali
ditemukan momentum sudut spin s dan
orbital l.
Pada fenomena peluruhan, dalam kerangka
diam dari inti atom X, ketika inti X mengalami
peluruhan, maka kekekalan momentum sudut
mensyaratkan bahwa :
x X x X
l l s s s
X
+ + + =
' '
Kekekalan Muatan Listrik
Ketika sejumlah muatan tertentu dihasilkan
dalam sebuah objek, sejumlah mutan yang
sama namun berlawanan juga akan dihasilkan.
Net charge produced is zero
Kekekalan Muatan Listrik
Hukum kekekalan muatan listrik mensyaratkan
bahwa muatan listrik total sebelum dan
setelah peluruhan harus tidak berubah atau
sama besar.
Contoh peluruhan yang memenuhi hukum ini :
u
u
u
+ +
+ +
+ +

n e p
e n p
e p n
Kekekalan Nomor Massa
Dalam proses peluruhan, jumlah nomor massa
A tidak berubah sebelum atau sesudah reaksi,
meskipun dalam beberapa proses peluruhan,
neutron dapat berubah menjadi proton atau
sebaliknya.

Kekekalan Nomor Massa
Contoh

Sebuah neutron meluruh menjadi proton
disertai dengan pemancaran elektron;
walaupun pada reaksi tersebut, satu partikel
(neutron) digantikan oleh dua partikel (proton
dan elektron), namun nomor massa sebelum
dan sesudah reaksi kekal.

u |
0
0
0
1
14
7
14
6
+ +

N C
Interaksi Radiasi Terhadap Materi
Radiasi alfa dan beta
merupakan partikel
bermuatan. Radiasi alfa
tidak lain adalah partikel
Helium-4 sedangkan
radiasi beta merupakan.
Ketika mengenai
materi mungkin
akan terjadi proses
Ionisasi
Eksitasi
Absorbsi
Interaksi Radiasi Terhadap Materi
Ketika radiasi gamma (radiasi EM) mengenai
materi kemungkinan yang terjadi adalah

Efek fotolistrik
Efek compton
Produksi pasangan
Ionisasi
Proses fisis yang
mengubah suatu atom
atau molekul menjadi
ion melalui
penambahan atau
pelepasan partikel
bermuatan seperti
elektron atau lainnya.
Eksitasi
Menurut teori atom Bohr,
elektron-elektron mengelilingi inti
atom (seperti planet-planet
mengitari matahari) tanpa
mengeluarkan radiasi EM
(keadaan stasioner)
Keadaan energi elektron
terkuantisasi : energi bersifat
diskrit dan tidak boleh bernilai
sembarang
2
1
2 2 2
0
4
1
8 n
E
n h
me
E
n
=
|
.
|

\
|
=
c
n = 1, 2, 3, 4,.
Jika elektron mendapat energi dari luar, elektron
berpindah dari tingkat energi lebih rendah ke yang
lebih tinggi (eksitasi). Dalam waktu singkat kembali
lagi ke tingkat energi lebih rendah (deeksitasi) sambil
memancarkan foton.
Jika elektron mengalami deeksitasi dari n2 ke n1,
maka energi foton yang dipancarkan dapat dihitung
dengan mencari selisihny yaitu

1 2 n n foton
E E E = A
Absorbsi
Peristiwa absorbsi
adalah peristiwa
terserapnya partikel
radiasi oleh suatu
bahan yang terkena
radiasi
Proses penyerapan
mengikuti persamaan
t
e I I

=
0

I
o
I
Radiasi
mula-mula
Radiasi
akhir
Efek fotolistrik
Interaksi radiasi EM dengan
sebuah elektron yang terikat
kuat dalam atom dan elektron
menyerap seluruh energi
radiasi tersebut.
Jika energi yang diserap
elektron lebih besar dari
frekuensi ambang, elektron
akan lepas dan selisihnya
merupakan energi kinetik E
k

elektron.
b k
E h E = u
Eksperimen Efek Fotolistrik
Hubungan
potensial
penghenti dan
frekuensi ambang?
Hubungan
intensitas dengan
potensial
penghenti?
Selang waktu
terjadinya arus
fotolistrik ?
Hubungan
intensitas terhadap
kuat arus
fotolistrik?
V
A
elektron
emitter
+ -
kolektor
foton
No Bahan Fungsi kerja (eV)
1 Tungsten 4,5
2 Litium 2,3
3 Aluminium 4,2
4 Barium 2,5
Efek compton
Jika radiasi EM (foton)
mengenai elektron terluar
dari suatu atom, elektron
akan menyerap sebagian
energi dan terhambur
sebesar sudut terhadap arah
gerak radiasi datang.
Perbedaan panjang
gelombang () radiasi EM
sebelum dan sesudah
tumbukan dengan elektron
dilukiskan oleh persamaan
) cos 1 ( '
2
u =
c m
h
e
Produksi pasangan
Produksi pasangan terjadi
karena interaksi antara
foton dengan medan
listrik dalam inti atom
berat.
Foton akan lenyap dan
digantikan oleh sepasang
elektron-positron
Berdasarkan hukum
kekekalan energi
diperoleh persamaan

2
0
2 2
2 c m K K c m c m hv + + = + =
+ +
Kebalikan proses produksi pasangan dapat juga terjadi dan
dinamakan pemisahan pasangan
Kekekalan energi mensyaratkan bahwa, dengan mengabaikan
energi kinetik elektron dan positron, masing-masing foton yang
dipancarkan harus memiliki energi yang sama dengan energi diam
kedua partikel tersebut.
Persamaan yang diperoleh dari peristiwa ini berdasarkan hukum
kekekalan energi dan momentumyaitu:


2 1
2
0
2 hv hv K K c m + = + +
+ 2 1
2 2
k k v v
t t
h h
m m + = +
+ +
Lintasan radiasi gamma dalam bahan
Lintasan radiasi gamma dalam bahan
Koefisien atenuasi () radiasi gamma
Total koefisien atenuasi () adalah jumlah koefisien
untuk masing-masing mode interaksi foton dengan
materi.


Dimana , , berturut-turut adalah koefisiean
karena efek fotolistrik, efek compton dan produksi
pasangan.

k o t + + =
Pengaruh energi koefisien
atenuasi/absorbsi foton
Pengaruh nomor atom
(Z) koefisien
atenuasi/absorbsi
foton
Latihan Soal
Dalam suatu proses hamburan Compton
didapat energi kinetik elektron sebesar 75 keV
dan energi foton terhambur sebesar 200 keV.
Tentukan besar energi foton datang serta
sudut-sudut hamburan dari elektron dan
foton terhambur.
Pengukuran Radiasi
Detektor dibutuhkan untuk mendeteksi radiasi
Jenis detektor yang sering digunakan yaitu, isian gas, sintilasi,
dan semikonduktor
Alat ukur radiasi detektor + perangkat elektronik
Interaksi radiasi terhadap materi detektor sedemikian rupa
sehingga respon alat sebanding dengan efek radiasi atau sifat
radiasi yang diukur
Detektor Isian Gas
Detektor kamar ionisasi
Detektor proporsional
Detektor geiger-mueller

Detektor Sintilasi
Radiasi nuklir yang mengenai materi detektor ini akan
menimbulkan pendar cahaya. Pendar cahaya menghasilkan
elektron setelah menabrak fotokatoda. Elektron diproses
dalam dinoda Output
Detektor Semikonduktor
Bahan semikonduktor pertengahan bahan konduktor dan isolator
Semikonduktor tipe-p pembawa mayoritas adalah lubang
Semikonduktor tipe-n pembawa mayoritas adalah elektron
Pertemuan semikonduktor tipe-p dan tipe-n menimbulkan suatu
sambungan p-n (p-n junction)

Detektor Semikonduktor (lanjutan)
Sambungan p-n diberi
tegangan bias balik dan
menimbulkan daerah
deplesi (depletion region)
Radiasi yang mengenai
detektor menghasilkan
pasangan lubang-elektron
Medan listrik akibat bias
balik menggiring muatan
keluar sambungan p-n
Terbentuk pulsa listrik
Dosimetri Radiasi
Metode pengukuran dosis radiasi dikena
dengan sebutan dosimeteri radiasi.
Radiasi mempunyai satuan karena radiasi
membawa atau mentransfer energi dari
sumber radiasi yang diteruskan kepada
medium yang menerima radiasi.
Besaran-besaran dosimetri yang sering
digunakan yaitu, dosis serap, dosis ekuivalen,
dan dosis efektif.
Dosis serap
Dosis serap didefinisikan sebagai jumlah
energi radiasi yang diserap per satua massa
bahan yang menerima penyinaran.
dm
dE
D =
D = Dosis serap (joule/kg=Gray ; 1 Gray = 100 Rad)
E = Energi yang diserap oleh medium (joule)
m = massa medium (kg)
Dosis ekuivalen
Harga dosis serap yang berlainan yang berasal dari beberapa jenis radiasi,
namun mengakibatkan kerusakan sistem biologis yang sama perlu
diperhatikan.
Misalnya kerusakan biologis yang disebabkan oleh radiasi neutron cepat
sebesar 0,01 Gy (atau 1 Rad) akan sama akibatnya dengan yang
disebabkan oleh radiasi gamma sebesar 0,1 Gy (atau 10 Rad).
Tingkat kerusakan pada sistem biologis yang mungkin ditimbulkan oleh
radiasi tidak hanya tergantung pada dosis serapnya saja, akan tetapi
tergantung juga pada jenis radiasinya.
Persoalan ini dihitung menggunakan besaran yang disebut dosis ekuivalen.
Satuan dosis ekuivalen adalah Sievert (Sv) dan Rem. 1 Sv= 100 rem

Dosis ekuvalen = Dosis serap x faktor bobot radiasi
Nilai faktor bobot radiasi tergantung pada jenis radiasi. Nilai
faktor bobot untuk beberapa radiasi yaitu sebagai berikut :
Jenis dan rentang energi radiasi
Faktor bobot
radiasi (w
R
)
Foton semua energi 1
Elektron dan muon, semua energi 2
Neutron dengan energi (E
n
) :
E
n
10 keV 5
10 keV < E
n
100 keV 10
100 keV < E
n
2 MeV 20
2 MeV < E
n
20 MeV 10
E
n
> 20 MeV 5
Proton selain proton terpental (recoil), energi > 2 MeV 5
Partikel-, hasil belah inti berat 20
Dosis efektif
Hubungan antara peluang timbulnya efek biologi tertentu
akibat penerimaan dosis ekuivalen pada suatu jaringan juga
bergantung pada organ atau jaringan yang terkena radiasi.
Untuk menunjukan keefektifan radiasi dalam menimbulkan
efek tertentu pada suatu jaringan biologis diperlukan besaran
baru Dosis efektif
Dosis efektif = Dosis ekuivalen x faktor bobot organ
Nilai faktor bobot untuk berbagai jaringan yaitu
sebagai berikut :
Jenis jaringan/organ
W
T
(faktor bobot
jaringan
Gonad 0,20
Sumsum merah tulang 0,12
Usus besar 0,12
Parau-paru 0,12
Lambung 0,12
Bladder 0,05
Payudara 0,05
Hati 0,05
Esophagus 0,05
Tiroid 0,05
Kulit 0,01
Permukaan tulang 0,01
Organ sisa 0,05
Kerusakan Sel Akibat Radiasi
Kerusakan sel manusia
dapat disebabkan oleh
terpapar atau terkena
senyawa kimia tertentu,
terpapar oleh panas,
terpapar oleh sinar
tertentu, terpapar oleh
radiasi nuklir dsb.

Kerusakan sel
Kerusakan Sel Akibat Radiasi Nuklir
Tahap-tahap kerusakan sel yang dilalui berupa :
kerusakan karena ionisasi
kerusakan karena proses kimia fisika
kerusakan karena proses biokimia, dan
kerusakan karena proses biologis.

Kerusakan karena ionisasi
Sel sebagian besar terdiri atas air, maka ketika radiasi pengion
mengenai sel akan terjadi ionisasi.
Air dalam sel akan terurai menjadi ion positif H
2
O
+
dan e
-
yang
bermuatan negatif. Ion-ion yang terjadi bersifat reaktif dan
menyerang molekul air lainnya dan akan terjadi proses
ionisasis sekunder
H
2
O + radiasi H
2
O
+
+ e
-

Kerusakan karena proses kimia fisika
Selain terbentuk ion-ion, pada proses kimia fisika terbentuk
radikal bebas, yaitu OH
*
dan H
*
.



Radikal bebas ini akan saling bereaksi membentuk H
2
O
2
.

H
2
O
2
adalah peroksida yang bersifat oksidator kuat sehingga
akan mudah menyerang molekul lain.






H
2
O
+
H
+
+ OH
*

H
2
O + e
-
H
2
O
-

H
2
O + OH
-
+ H
*

OH
*
+ OH
*
H
2
O
2

Kerusakan Karena Proses Biokimia
Dalam tahap kerusakan ini, radikal bebas dan
peroksida akan menyerang molekul organik sel,
selain itu juga akan menyerang inti sel yang terdiri
atas kromosom-kromosom.
Molekul-molekul penting yang diserang oleh radikal
bebas dan peroksida antara lain adalah molekul
protein, enzim, lemak, karbohidrat, DNA, dan
kromosom.
Kerusakan Karena Proses Biologis
Kerusakan karena proses biologis dapat berorde dalam
beberapa puluh menit sampai yang berorde beberapa puluh
tahun. Hal ini tergantung pada tingkat kerusakan sel akibat
proses-proses sebelumnya. Kerusakan sel dapat
mengakibatkan :
1. Kematian sel secara langsung karena radiasi yang
sangat kuat.
2. Pembelahan sel jadi terhambat atau tertunda.
3. Terjadi perubahan permanen pada sel anak setelah
terjadi pembelahan sel induk.
Efek Biologi Dari Radiasi
Efek biologis yang merugikan dari radiasi dapat dibagi
menjadi dua jenis, yaitu efek stokastik dan efek
deterministik.
Efek stokastik adalah apabila peluang terjadinya suatu
akibat tidak memerlukan dosis ambang. Efek stokastik
muncul stelah melalui masa tenang yang lama.
Efek deterministik adalah efek yang tingkat keparahannya
bergantung pada dosis dan pemunculan pertamanya
memerlukan dosis ambang. Efek deterministik umumnya
timbul tidak begitu lama setelah radiasi.
Untuk mengurangi akibat deterministik diperlukan adanya nilai batas dosis
bagi setiap jaringan tubuh. Ingat juga pedoman ALARA !












Jaringan dan akibatnya
Dosis ambang
Penyinaran
tunggal
a
(Sv)
Penyinaran
berulang
b
(Sv)
Penyinaran berulang
pertahun
c
(Sv/tahun)
Testis :
Mandul sementara
Mandul permanen
0,15
3,5-6,0
*
)
*
)
0,4
2,0
Ovarium :
Kemandulan
2,5-6,0 6,0 > 0,2
Lensa mata :
Penglihatan kabur
Kerusakan penglihatan
0,5-2,0
5,0
5,0
> 8,0
> 0,1
> 0,15
Sumsum tulang:
Penekanan produksi sel-sel darah
0,5
*
) >0,4
Keterangan :
a
dosis tara total yang diterima pada penyinaran tunggal singkat
b
dosis ekuivalen total yang diterima pada penyinaran berulang atau kronik
c
laju dosis tahunan apabila penyinaran berulang diterima stiap tahun, atau penyinaran kronik berlangsung
selama beberapa tahun
*
) tidak berlaku karena dosis ambang untuk efek tersebut lebih bergantung pada laju dosis daripada dosis total.
Latihan Soal
Sebuah tumor terdapat di dalam tubuh di
bawah otot dengan berat 100 gr, berada di
ketebalan 8 cm, dosis serapnya 250 Rad = 2,5
Gy. Berapakah sinar gamma yang harus
menumbuk tumor tersebut, jika dosis
diberikan 1 menit dan berapa aktivitasnya?
REAKSI-REAKSI INTI
Reaksi-reaksi inti ditunjukan dalam bentuk persamaan :


Partikel penembak inti target (proyektil) dapat berupa partikel
bermuatan yang dipasok oleh akselerator, partikel neutron
yang bersumber dari reaktor inti, atau berupa partikel afa dan
lain sebagainya.

Proyektil + Inti target Inti residu+ Partikel terdeteksi
Klasifikasi Reaksi Inti
Ketika mengenai sasaran, proyektil dapat
memperoleh nukleon dari atau melepas elektron ke,
inti sasaran Reaksi pengambilan dan reaksi
pelepasan
Contoh :
Reaksi pengambilan
Reaksi pelepasan
Reaksi Yang Dipengaruhi Partikel Alfa
Hasil reaksi inti menggunakan proyektil tertentu
tergantun pada energi proyektil yang digunakan.
Begitu pula proyektil berupa partikel alfa yang
berenergi kinetik tinggi (0,5 < E < 10 MeV) dapat
terjadi rekasi (,n), (,p), (, ) dan (,).
Sedangkan energi yang sangat tinggi (E >10
MeV) menghasilkan reaksi berupa (,2n), (,p),
(,np), (,2p), (,d), (,5n) bahkan (,p2n).
Reaksi Yang Dipengaruhi Deutrium
Reaksi inti dengan deutron pada umumny adalah
jenis reaksi pelucutan, yaitu salah satu nukelon
penyusun proyektil masuk kedalam inti sasaran
dan nukleon sisanya akan lepas sebagai ejektil.
Deutron berenergi rendah menghasilkan rekasi
(d,p) dan deutron berenergi tinggi (0,5 < E
d
< 10
MeV) dapat memberikan reaksi berupa (d,2n),
(d,).
Adapun deutron berenergi sangat tinggi, selain
rekasi-reaksi diatas terjadi pula reaksi (d,pn),
(d,3n), (d,p6n), dsb.
Diberikan suatu reaksi nuklir sebagai berikut :

a. Hitung Q dari reaksi tersebut
b. Hitung energi kinetik
64
Zn
Zn n Cu H
64 63 2
+ +
Reaksi Yang Dipengaruhi Neutron
Interaksi neutron dengan inti, dapat menghasilkan hamburan
elastik, hamburan takelastik atau penangkapan neutron,
tergantung pada energi neutron proyektil.
Reaksi yang terjadi dengan neutron termal, dapat
meningkatkan energi sasaran sekitar 8 MeV dan secara umum
tidak cukup untuk melepaskan partikel dalam inti reaksi
sehingga terjadi penangkapan neutron.
X n X
A
Z
A
Z
1
) , (
+

Reaksi dengan neutron sedang menghasilkan inti


majemuk yang memiliki energi cukup untuk
mengatasi energi pengikat nukleon dalam inti
sasaran, sehingga dapat terjadi pelepasan suatu
partikel (proton, deutron atau partikel alfa).
Reaksi ini menghasilkan perubahan nomor atom
dari unsur sasaran menjadi unsur hasil reaksi dan
disebut sebagai reaksi transmutasi.
Contoh :
14
N(n,p)
14
C
Pada reaksi dengan neutron cepat, neutron berenergi
kinetik sampai 10 MeV dapat memberikan energi
tambahan pada inti sasaran samapai 18 MeV. Maka
dapat dilepaskan lebih dari satu partikel. Contohnya
adalah
238
U(n,2n)
237
U.
Reaksi dengan neutron berenergi > 20 MeV (neutron
relativitas) menyebabkan semakin banyak nukleon
yang dilepaskan dari inti sasaran, sehingga
memungkinkan terjadinya reaksi (n,3n), reaksi (n,2n)
dan sebagainya yang disebut sebagai reaksi spallasi.
Reaksi Yang Dipengaruhi Sinar Gamma
Disintegrasi inti yang dipengaruhi oleh sinar
gamma terjadi ketika foton yang diserap
memiliki energi hf lebih besar daripada energi
yang dibutuhkan untuk memisahkan partikel
(proton, neutron, partikel alfa).
Ketika kondisi tersebut dipenuhi, suatu reaksi
(,p), (,n), atau (,) bisa diamati.
Proses tersebut juga dinamakan
photodisintegration.
Contoh reaksi fotodisintegrasi yang paling
sederhana adalah reaksi deutron yang
diinduksi oleh sinar gamma


Contoh reaksi lainnya yaitu :
n p d + +
n He He Be + + +
4
2
4
2
9
4

Sistem Laboratorium Dan Pusat Massa


Reaksi-reaksi nuklir dalam suatu eksperimen
biasanya dianalisis menggunakan sistem pusat
massa.
Sistem ini bergerak pada kecepatan konstan
terhadap sistem laboratorium sedemikian
rupa sehingga dalam sistem ini partikel yang
menumbuk dalamnya (dan partikel-partikel
akhir) memiliki total momentum nol.
Konsep Pusat Massa Sistem Partikel
Ketika benda berotasi dan
bergetar, ada satu titik pada
benda yang bergerak serupa
dengan gerak sebuah
partikel bila dikenai gaya
luar yang sama; titik itu
adalah pusat massa.

}

= = dm
M
m
M
pm i i pm
r r r r
1 1
Gerak Pusat Massa
Tinjaulah gerak sekumpulan partikel yang
massanya m
1
, m
2
, m
3
,m
n
.
n n pm
m m m M r r r r + + + = ...
2 2 1 1
Diturunkan
terhadap waktu
n n pm
m m m M v v v v + + + = ...
2 2 1 1
Massa total kelompok
partikel dikalikan dengan
percepatan pusat-massanya
sama dengan jumlah vektor
semua gaya yang bekerja
pada kelompok partikel
tersebut.
Pusat massa suatu sistem
partikel bergerak seolah-
olah dengan seluruh massa
sistem dipusatkan di pusat
massa itu dan semua gaya
luar bekerja dititik itu.

n pm
n n pm
M
m m m M
F F F a
a a a a
......
...
2 1
2 2 1 1
+ + =
+ + + =
eks pm
M F a =
Transmutasi inti
Transmutasi inti adalah tranformasi inti atom
yang satu menjadi inti yang lain dengan
membombardir inti oleh partikel. Contohnya
adalah plutonium dihasilkan melalui
penembakan neutron pada uranium

Reaksi-reaksi nuklir energik
Dalam reaksi nuklir energi dapat diserap dan dilepaskan
Reaksi dikatakan melepaskan energi K
sesudah
> K
sebelum
.
Jumlah energi yang dilepaskan diukur dengan nilai Q

Karena E = Eo + K, maka


Q K
sesudah
- K
sebelum

Q Eo
sebelum
- Eo
sesudah

Jika Q > 0 eksotermis
Jika Q < 0 endotermis
Jika Q=0 tumbukan elastis
Penampang Melintang Nuklir
Penampang melintang , adalah besaran yang
mengukur probabilitas terjadinya reaksi inti di
suatu area material target.
Nilai ditentukan melalui rumus :

Satuan yang diberikan untuk adalah barn. 1
barn = 10
-28
m
2
.

=
Jumlah reaksi per detik per nukleus
Jumlah proyektil yang datang per detik per area
Jika sejumlah inti sasaran per satuan volume di dalam
material adalah n, jumlah N
sc
partikel yang terhambur ketika
berkas proyektil N
o
datang pada material dengan ketebalan T
adalah


Penampang melintang akan berlainan untuk jenis reaksi yang
berbeda, dan untuk reaksi tertentu penampang akan
bervariasi terhadap energi partikel yang diberondongkan.
Untuk reaksi endotermis, penampang melintang akan nol jika
energinya berada di bawah nilai ambang.
) 1 (
T n
o sc
e N N
o
=
Pembentukan Radioisotop
Berapa aktivitas isotop Y yang dihasilkan dari
penyinaran inti X oleh proyektil x untuk selang waktu
tertentu t?
Y y X x atau Y y x X + + ) , (
A
N
M
m
R |o =
| |
) ( ) (
...) 1 ( 1 ) (
2 1
t t t R t A
t R t A
<< ~
+ =


Laju jumlah proyektikl per
satuan luas dan waktu
Aktivitas isotop
yang dihasilkan
Tiga puluh miligram emas disinari dengan
fluks neutron 3,0 x 10
12
neutron/cm
2
/s selama
satu menit. Penampang penangkapan
neuturon dari emas adalah 99 barn. Hitung
aktivitas
198
Au yang dihasilkan!
Alat-alat Untuk Penelitian Reaksi Nuklir
Partikel penembak (proyektil) dipasok oleh
suatu akselerator inti yang memadai. Ada
banyak jenis akselerator yang digunakan
dalam reaksi nuklir, salah satunya adalah
siklotron (Cyclotron).
Siklotron

Reaksi Fisi
Inti atom berat, seperti Uranium dipecah
melalui penembakan neutron sehingga
dihasilkan fragmen inti yg lebih kecil, &
dibebaskan energi yg sangat besar.
Massa total hasil pembelahan lebih kecil dari
massa original inti berat.
Fisi Uranium
Reaksi fisi Uranium melalui penembakan
neutron berenergi rendah diberikan sebagai
berikut:


neutrons Y X U U n + + +
* 236
92
235
92
1
0
Waktu hidup
10
-12
s
Fragmen
Fisi Uranium
Sekitar 90 inti anakan dihasilkan.
Beberapa neutron juga dihasilkan selama
proses fisi
Contoh:

Fragmen fisi dan semua neutron yang
dihasilkan memiliki energi kinetik yang besar
selama terjadi reaksi.

n Kr Ba U n
1
0
92
36
141
56
235
92
1
0
3 + + +
Reaksi Berantai
Beberapa neutron dihasilkan ketika fisi
235
U
berlangsung.
Neutron-neutron tersebut selanjutnya dapat memicu
terjadinya fisi pada inti yang lain.
Proses seperti itu disebut reaksi berantai
Reaksi berantai yang tidak terkontrol menyebabkan
terjadinya ledakan dahsyat.
Bom Nuklir, dimana 1 kg of U bisa mengeluarkan energi
yang besarnya setara dengan energi sekitar 20 000 ton TNT

Reaksi Berantai

Distribusi massa pecahan
235
U

Berapa energi 1 gram Uranium?
Reaktor Fisi

Reaksi Fusi
Fusi merupakan reaksi
penggabungan dua atom
hidrogen membentuk
atom helium. Contohnya
adalah penggabungan
deutrium dan tritium
menghasilkan atom
helium dan neutron.
Dari proses fusi ini akan
dibebaskan sejumlah
energi.


Dalam reaksi fusi atom
hidrogen dipanaskan pada
suhu yang sangat tinggi
sehingga terionisasi dan
memiliki cukup energi untuk
bergabung.
Wadah reaksi fusi yang
dapat menahan tekanan
dan suhu sangat tinggi ??
tantangan ilmuwan.

Proses Fisi Di Matahari