Anda di halaman 1dari 26

PEMODELAN DAN SIMULASI PROSES HANDOVER PADA GSM MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2

SEMINAR PROPOSAL

OLEH : MUCHAMAD WAHYUDIN 0715031059

Latar Belakang
Pada jaringan seluler terdapat suatu proses atau kejadian ketika mobile station bergerak dari satu sel ke sel yang lainnya dinamakan dengan proses handover. Handover yaitu jika satu unit mobile station bergerak keluar dari range Cell base station satu ke range Cell base station yang lainnya terkadang ketika terjadi proses perpindahan terjadi Drop call atau putusnya sambungan sementara. Sering kita tidak menyadari akan proses

tersebut oleh karena itu tujuan tugas akhir ini adalah untuk melakukan pemodelan dan
simulasi dari proses sistem komunikasi GSM saat handover dengan perhitungan beberapa parameter Quality of Service (QoS)

Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini antara lain:

Memodelkan dan mensimulasikan GSM saat handover dengan menggunakan NS- 2 untuk mendapatkan gambaran nyata dari keadaan yang sebenarnya Mengetahui kinerja dari GSM saat handover berdasarkan pemodelan dan simulasi yang telah dibuat dengan perhitungan nilai throughput, delay, jitter dan packet loss

Rumusan Masalah

Untuk mengetahui proses pertukaran data pada satu BTS ke BTS lain dibutuhkan suatu pengukuran trafik.Kita bisa melihat sebuah model dari proses handover tersebut dengan menggunakan network simulator 2.Adapun pengukuran yang dilakukan adalah untuk mengukur throughput, delay, jitter dan packet loss

Batasan Masalah
Adapun batasan masalahnya yaitu : hanya membahas peristiwa handover GSM antara satu BTS atau Cell ke BTS lain dalam satu BSC atau disebut Intra BSC. Analisa QoS dibatasi hanya pada throughput, delay, jitter dan packet loss. Perangkat lunak yang digunakan untuk pemodelan adalah NS-2. Tipe handover yang digunakan adalah hard handover, kecepatan dari MS adalah 20 dan 40 km/jam,

Manfaat Penelitian

Dapat mengetahui kinerja dari GSM saat handover berdasarkan simulasi yang telah dibuat. Mengetahui cara penggunaan perangkat lunak NS-2 dalam mensimulasikan suatu Quality of Service dan sebagai pembelajaran pada penelitian selanjutnya. Nilai throughput, delay, jitter dan packet loss yang diperoleh dari simulasi dapat dijadikan acuan dalam pengembangan ke depannya.

Hipotesis

Hipotesa awal terhadap penelitian yang akan dilakukan yaitu ketika pergerakan MS (Mobile Station) semakin cepat maka nilai throughput akan semakin kecil dibandingkan dengan pergerakan MS yang lambat.Kemungkinan sinyal dapat diterima dengan baik ketika MS melakukan pergerakan dengan Lambat.Nilai Delay,Packet Loss, dan jitter berkebalikan dengan througput,nilainya akan semakin kecil ketika pergerakan MS Lambat dibandingkan pergerakan MS yang lebih cepat.

Tinjauan Pustaka

GSM (Global System for Mobile Comunication) BTS (Base Transceiver Station ) Handover QOS (Quality Of Services) Network Simulator

GSM

GSM merupakan jaringan seluler yang berarti mobilephone akan berhubungan dengan teknologi tersebut dan akan mencari cari cells yang hilang mengcovernya. Jaringan GSM beroperasi pada empat radio frekuensi yang berbeda.Sebagian jaringan GSM beroperasi pada band 900 MHz atau 1800MHz. Pada band 900 MHz, untuk uplink band frekuensi dialokasikan 890 MHz 915 MHz dan untuk downlink band frekuensi dialokasikan 935 MHz 960 MHz Didalam Jaringan GSM terdapat empat ukuran cells yang berbeda yaitu macro cell, micro cell, pico cell dan umbrella cell. Coverage area dari tiap cell bervariasi disesuaikan dengan keadaan di lingkungan sekitar. Jangkauan yang terpanjang dari jaringan GSM adalah 35 km atau 22 miles.

Jaringan GSM dibagi menjadi tiga sistem utama diantaranya sistem switching (SS), sistem base station (BSS) dan sistem operasi dan support (OSS).

BTS ( Base Transceiver Station)

BTS berfungsi menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan menuju jaringan lain. Satu cakupan pancaran BTS dapat disebut Cell. Cara kerja dari sebuah BTS adalah suatu BTS mampu menjangkau suatu area dengan batas batas tertentu dan dibatasi dengan BTS lain. Di karenakan jika suatu BTS ada suatu daerah yang kosong dari jangkauan, maka akan terjadi drop (hilang) daripada sinyal komunikasi. Hal itu akan mengakibatkan daerah tersebut tidak dapa. Sedangkan jika ada daerah yang sama sama di jangkau oleh BTS, maka akan terjadi penanganan antar BTS. Sehingga sinyal tidak sampai terputust dipakai untuk berkomunikasi. Adapun jangkauan BTS pada umumnya di daerah perkotaan sebesar 1.5 sampai 3 km. Antara BTS dengan MSC dihubungkan dengan microwave atau kabel dengan saluran ber kecepatan 2 mbps. BTS hanya menyalurkan informasi dari MS ke MSC atau sebaliknya.

HANDOVER

Handover merupakan proses pengalihan kanal trafik secara otomatis pada Mobile Station (MS) yang sedang digunakan untuk berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan. Handover pada jaringan komunikasi bergerak generasi pertama dan generasi kedua disebut hard handover.

Tipe-tipe handover

Make Before Break, Break Before Make,

Hard Handover Tipe ini menggunakan metode break-before-make yang berarti harus terjadi pemutusan hubungan dengan kanal trafik lama sebelum terjadi hubungan dengan kanal trafik yang baru. Soft handover Soft handover/intercell merupakan handover yang terjadi antar sel dengan frekuensi pembawa yang sama, dimana MS memulai komunikasi dan membentuk hubungan dengan BTS yang baru terlebih dahulu sebelum memutuskan hubungan dengan BTS asal.

Perbedaan antara Hard Handover dan Soft Handover

QOS (QUALITY OF SERVICE)

QOS didefinisikan sebagai suatu pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari suatu layanan. Tujuan dari QoS adalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan layanan yang berbeda, yang menggunakan infrastruktur yang sama Metrik-metrik yang diukur adalah:

Throughput,Di dalam jaringan telekomunikasi throughput adalah jumlah data persatuan waktu yang dikirim dari suatu titik jaringan ke titik jaringan yang lain. Delay adalah waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari suatu titik ke titik yang lain yang menjadi tujuan. Jitter berkaitan dengan delay karena jitter merupakan nilai maksimum variasi delay. Packet loss merupakan suatu nilai yang menyatakan jumlah paket yang gagal disampaikan kepada tujuannya melalui media transmisi tertentu

NETWORK SIMULATOR
Network Simulator versi kedua atau disebut juga NS-2 merupakan sebuah perangkat lunak yang berbasis open-source. Perangkat lunak ini berfungsi untuk memberikan simulasi dari perilaku jaringan yang sebenarnya baik jaringan kabel maupun jaringan nirkabel.

ARSITEKTUR NS-2
Skrip Simulasi Tcl Objek Simulasi
TclCL

Objek Simulasi

Trace file Simulasi

C++

OTcl

NS-2 Shell Executable Command (ns)

NAM (Animasi)

Xgraph (Plotting)

Metode Penelitian
Waktu penelitian

Kegiatan I

Bulan I II III IV I

Bulan II II III IV I

Bulan III II III IV

Studi literatur
Seminar usul Perancangan simulasi

Analisis dan Pembahasan


Seminar Hasil komprehensif

ALAT DAN BAHAN


Perangkat Komputer dual Core dengan RAM 1 GB Sistem Operasi Ubuntu 10.10 Perangkat lunak ns-allinone-2.34

Tahapan Penelitian
Mulai Studi Literatur Simulasi Dengan Perangkat Lunak Penentuan dan Pembelajaran Perangkat Lunak
tidak tidak

Simulasi Berhasil Bahan Tersedia


ya ya

Pemodelan Handover pada GSM

Trace File

Perhitungan Parameter QoS

Pengolahan dan Analisis Data

Selesai

PERANCANGAN MODEL DAN SIMULASI

Ket: 0 : MSC 1 : BSC 2 : BS 1 3 : BS 2 4 : MS

BAGAN ALIR SIMULASI NS-2


Mulai

Perancangan

Input parameter dan Konfigurasi Simulasi (Tcl)


tidak

Jalankan Simulasi

ya

Trace File

Analisa Trace File

Selesai

Tahapan pengonfigurasian simulasi


Pengaturan Dasar Inisialisasi Objek Simulator $ set ns [new Simulator].

Pembuatan node jaringan Perekaman jejak simulasi Menghubungkan node jaringan Deklarasi prosedur finish

Pengaturan Pengiriman Data FTP Traffic FTP traffic berperan sebagai pembangkit data yang akan disematkan pada TCP Agent. TCPSink Agent dapat dibuat dengan menggunakan perintah, Agent/TCP set TCPSink Agent

Penjadwalan simulasi Setelah parameter pengiriman data dibuat, langkah selanjutnya adalah penjadwalan simulasi. hal ini dilakukan untuk menentukan waktu berakhirnya simulasi.Pada penelitian ini,simulasi akan berlangsung selam 20 detik. Eksekusi / menjalankan simulasi Tahap akhir yang terjadi pada simulator adalah mengakhiri konfigurasi dan memulai eksekusi simulasi. Untuk menjalankan simulasi dapat dilakukan dengan menggunakan perintah, $ns_ run Penganalisaan Hasil Simulasi Pada tahapan ini akan dilakukan penganalisaan terhadap file jejak (trace file) hasil simulasi. Penganalisaan dimulai dengan perancangan program penganalisa keluaran dengan menggunakan pemrograman bahasa Awk. Adapun parameter QoS yang akan dianalisa adalah throughput, delay, jitter, dan packet loss