Anda di halaman 1dari 31

Sistem Koloid

Oleh: Novita Sari Gusti Madella Fitri Nuning Pratiwi


Kelas: XI.IPA1
1

Sistem Dispersi
Dispersi adalah penyebaran yang merata dari dua buah fasa. Kedua fasa tersebut adalah :
Fasa zat yang didispersikan (zat terlarut), dikenal juga dengan istilah fasa terdispersi atau fasa dalam Fasa pendispersi (zat pelarut), dikenal juga dengan istilah medium pendispersi atau fasa luar 2

Terdapat tiga jenis sistem dispersi, yaitu :


Larutan sejati Suspensi Koloid
3

Perbedaan Larutan, koloid dan suspensi

Larutan
Bentuk campuran Kestabilan Pengamatan mikroskop Jumlah fasa Sistem dispersi Penyaringan Homogen Stabil Homogen Satu Fasa Molekuler Tidak dapat disaring

Koloid
Tampak Homogen Stabil Heterogen Dua Fasa

Suspensi
heterogen Tidak Stabil Heterogen Dua Fasa

Padatan Halus Padatan Kasar Tidak dapat Di saring dengan kertas saring biasa, kecuali dengan kertas saring ultra Dapat disaring

Ukuran partikel

< 10-7 cm

10-7 cm s.d 10- > 10-5 cm

Pengelompokan sistem koloid


Terdispersi
Medium

Padat

Cair

Gas Busa Padat Buih


Larutan Sejati

Padat Cair

Gas

Emulsi Sol Padat Padat Emulsi Sol Cair Cair Aerosol Aerosol Padat Cair

Kombinasi antara zat terdispersi gas dan medium pendispersi gas, selalu dan pasti 6 akan membentuk larutan sejati, bukan koloid.

Sol padat (padat-padat)


Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa padatan.

Emulsi Padat (cair-padat)


Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa padatan.

Busa padat (gaspadat)

Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa padatan.
9

Sol (padat-cair)
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa cairan.

10

Emulsi (cair-cair)
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa cairan.

11

Buih / Busa (gas-cair)

Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa cairan.
12

Arosol Padat (padat-gas)


Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa gas.
13

Areosol (cair-gas)

Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa gas.
14

Sifat Koloid

15

Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak atau gerak zig zag dari partikel koloid. Gerakan ini merupakan gerakan tidak beraturan. Terjadi karena adanya tumbukan antara partikel medium pendispersi dan partikel zat terdispersi
16

Efek Tyndall
Efek tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid

17

Adsopsi

Partikel koloid mampu menyerap molekul netral atau ion pada permukaannya.

Contoh : Pemutihan gula tebu, Norit, Penjernihan air 18

Elektroforesis
Suatu proses pemisahan koloid bermuatan dengan menggunakan beda potensial yang cukup tinggi

19

Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid karena rusaknya stabilitas sistem
Penyebab koagulasi : pemanasan atau pendinginan penambahan elektrolit penggabungan koloid yang berbeda muatan proses elektroforesis
20

Koagulasi dalam kehidupan sehari-hari

Pembentukan Delta sungai

Pembuatan Tahu
21

Koloid liofil dan liofob


Koloid liofil adalah koloid yang di dalamnya terdapat gaya tarik menarik cukup kuat antara zat terdispersi dengan mediumnya Conton : agar agar, sol kanji

Koloid liofob adalah koloid yang di dalamnya terdapat gaya tarik menarik lemah antara zat terdispersi dengan mediumnya Contoh : susu, sol belerang, sol Fe(OH)3

22

Dialisis
Dialisis adalah proses penyaringan partikel koloid dari ion-ion yang teradsorpsi.

Koloid Membran semipermeabel Fasa pendispersi

23

PEMBUATAN KOLOID
24

Dua cara pembuatan koloid


Larutan

Koloid

Dispersi

Kondensasi

Suspensi

25

Cara kondensasi
Reaksi redoks Pembuatan sol belerang 2H2S (g) + SO2 (aq) 3S (s) + 2H2O (l) Pembuatan sol emas AuCl3 (aq) + 3FeSO4 (aq) Au (s) + Fe2(SO4)3 (aq) + FeCl3 (aq)
Reaksi hidrolisis Pembuatan sol Al(OH)3 AlCl3 (aq) + 3H2O (l) Al(OH)3 (s) + 3HCl (aq) Pembuatan sol Fe(OH)3 FeCl3 (aq) + 3H2O (l) Fe(OH)3 (s) + 3HCl (aq) 26

Cara kondensasi
Reaksi penggaraman AgNO3 (aq) + NaCl (aq) AgCl (s) + NaNO3 (aq) Na2SO4 (aq) + Ba(NO3)2 (aq) BaSO4 (s) + 2NaNO3 (aq) Proses penjenuhan larutan Ke dalam larutan jenuh kalium asetat dalam air ditambahkan alkohol, maka akan terbentuk koloid berupa gel

27

Cara dispersi
Cara mekanik Koloid dibuat dengan cara penggerusan partikel yang akan dibuat koloid Busur bredig Digunakan untuk pembuatan sol logam
28

Cara dispersi
Peptisasi Endapan diubah menjadi partikel koloid dengan bantuan zat pempeptisasi (zat pemecah) Homogenisasi Mirip dengan cara mekanik, pada homogenesasi elmulsi yang terbentuk dimasukkan ke dalam alat homogenizer.
29

Baca Buku
Untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak

30

Alhamdulillah.

Terima kasih untuk kebersamaan yang indah ini.

31