Anda di halaman 1dari 8

Hukum Islam dan Kontribusinya dalam Penegakan Hukum di Indonesia

Dosen : Muhammad Wahyuddin, M.Ag Disusun oleh :

Fitri Kurniawati Windasari Putri Septarina Okky Dwi Prawiratama

3311100018 1511100023 2411100060

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2012

Pengertian dan Tujuan Hukum Islam


Menurut bahasa, hukum Islam dapat diartikan sebagai hukum yang bersumber dari agama Islam, dimana konsepsi, dasar, dan hukumnya berasal dari Allah. Sedangkan menurut istilah, hukum Islam disebut juga syariat, yakni segala sesuatu yang ditetapkan Allah, dibawa para Nabi termasuk nabi Muhammad, yang berkaitan dengan teknik amal perbuatan (ilmu fiqh), keimanan (ilmu kalam) Secara global, tujuan dalam menetapkan hukum Islam adalah untuk kemaslahatan manusia seluruhnya, baik kemaslahatan di dunia, maupun kemaslahatan di akhirat kelak

Ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 107 Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam

Ruang Lingkup Hukum Islam


Hukum Islam baik dalam pengertian syariat, maupun fikih dapat dibagi dalam dua bagian yaitu Ibadah dan Muamalah Ibadah adalah aktivitas seorang mukmin yang bersifat vertikal (hubungan manusia dengan Tuhannya) secara ritual yang tata cara dan pelaksanaannya telah diatur secara rinci oleh Allah dan Rasulnya, yaitu shalat, zakat, dan haji. Muamalat adalah ketetapan-ketetapan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan lainnya yang terbatas pada aturan-aturan pokok, dan tidak seluruhnya diatur secara rinci sebagai ibadah. Oleh karena itu, sifatnya terbuka untuk dikembangkan melalui ijtihad manusia yang memenuhi syarat untuk melakukan usaha itu

Sumber-Sumber Hukum Islam


Hukum Islam bersumber pada tiga hal, yaitu Al-Quran dan Al-Hadist (dalil naqli), serta Ijtihad (dalil aqli). Kedudukan dan fungsi Al-Quran dalam hukum Islam. Al-Quran sebagai sumber hukum Islam memiliki tiga inti atau komponen dasar hukum, yaitu mengatur hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan sesama manusia, serta manusia dengan mahluk lain Allah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 9 Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar

Kedudukan dan fungsi Al-Hadist dalam hukum Islam Para Ulama berpendapat bahwa kedudukan Al-Hadits adalah sebagai sumber hukum islam kedua setelah Al- Quran. Sebagaimana firman Allah pada surat Ali-Imron ayat 32 Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. Ijtihad dalam hukum Islam. Ijtihad adalah berusaha sungguh-sungguh untuk memecahkan suatu masalah yang tidak ada ketetapannya, baik dalam Al-Quran maupun Hadits, dengan menggunakan akal pikiran yang jernih serta berpedoman kepada cara-cara menetapkan hukum yang telah ditentukan

Pembagian Hukum Islam


Aqidah Aqidah berasal dari kata aqdu yang berarti ikatan, sehingga definisi akidah ialah ikatan antara hati hamba dengan Allah SWT yang terjalin melalui keyakinan terhadap hal-hal yang sudah digariskan dalam Islam. Syariat Secara bahasa, syariat bermakna sumber yang selalu berlimpah (tidak pernah kering), dan jalan (menempuh suatu jalan). Seiring berjalannya waktu, istilah syariat lebih identik sebagai aturan-aturan yang mengatur perbuatan manusia sehingga ruang lingkupnya ialah amalan fisik baik yang sifatnya individu maupun hubungan antar individu Akhlak Akhlak berarti watak dasar. Akhlak merupakan sifat yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang

Hukum Islam di Indonesia


Hukum Islam masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya Islam ke Indonesia, yang menurut sebagian kalangan, telah berlangsung sejak abad VII atau VIII Masehi. Dengan diraihnya kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 tumbuh harapan besar dari umat Islam bagi berlakunya hukum Islam secara lebih baik.

Pengaruh Hukum Islam dalam Pembangunan Nasional


Dalam melihat peranan hukum Islam dalam pembangunan hukum nasional, ada beberapa fenomena yang bisa dijumpai. Pertama, hukum Islam berperan dalam mengisi kekosongan hukum dalam hukum positif. Dalam hal ini hukum Islam diberlakukan oleh negara sebagai hukum positif bagi umat Islam. Kedua, hukum Islam berperan sebagai sumber nilai yang memberikan kontribusi terhadap aturan hukum yang dibuat. Oleh karena aturan hukum tersebut bersifat umum, tidak memandang perbedaan agama, maka nilai-nilai hukum Islam dapat