Anda di halaman 1dari 21

DOKTER MUDA PH UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

DEFINISI

Dermatitis Paederus, bentuk reaksi alergi akibat kontak (dermatitis kontak iritan) dengan serangga paederus. Dikenal sebagai dermatitis linearis atau dermatitis melepuh ditandai dengan eritematosa dan lesi bulosa onset mendadak pada area terbuka dari tubuh.

PENYEBAB
Tomcat (Indonesia), Charlee (Malaysia), semut semai atau semut kayap, Rove beetle (Inggris), atau Kumbang jelajah atau kumbang pengembara Predator aktif beberapa serangga pengganggu tanaman padi : wereng batang coklat;punggung putih; zigzag; hijau dan hama kedelai yang banyak terdapat di iklim tropis

PERILAKU
Kumbang ini tidak menggigit atau menyengat, tapi jika disengaja menyapu atau menghancurkan kumbang maka akan memprovokasi pelepasan cairan yang berisi paederin yg menyebabkan seseorang bengkak dan melepuh. Senang pada tempat-tempat yang lembab, dan lokasi barang-barang bekas atau tempat sampah.

Paederus sp
Genus Paederus, family Staphyllinidae, ordo Coleoptae, kelas Insecta dan terdiri dari lebih dari 622 spesies yang terdistribusikan di seluruh dunia. ukuran panjang 7-10 mm dan lebar 0,5 mm Di Indonesia Paederus fuscipes

1 mm

Kepala

Dada

Elytra

Perut

7 10 mm

Tubuh kumbang Paederus berbentuk memanjang, terbagi menjadi tiga yaitu kepala, toraks, dan abdomen. Bagian kepala, perut bagian bawah, dan elitera (struktur sayap pelindung) berwarna hitam, dan bagian dada serta perut atas berwarna merah oranye.

Kakinya terdiri atas tiga pasang dengan jumlah ruas tarsi kaki depan, tengah, dan belakang adalah 5-5-5, serta tidak berkuku. Sayapnya dua pasang, tetapi tidak menutupi seluruh abdomen, hanya menutupi ruas abdomen kesatu sampai dengan ketiga. Sayap depan mengeras disebut elitera, dan berfungsi sebagai perisai, sedangkan sayap yang kedua membranus atau bening digunakan untuk terbang

Siklus Hidup

Telur diletakkan secara tunggal terhadap substansi yang lembab dan biasanya berkembang dalam 3-19 hari untuk larva dan dewasa. Stadium telur = 4 hari, larva = 9,2 hari, prepupa = 1 hari, dan pupa = 3,8 hari. Lama hidup serangga betina adalah 113,8 hari dan serangga jantan adalah 109,2 hari. Kemampuan bertelur 106 butir per betina. Masa inkubasi telur selama 4 hari. Persentase penetasan 90,20 persen. Persentase menjadi dewasa adalah 77,60 persen.

Populasi kumbang meningkat pesat pada akhir bulan musim hujan (bulan Maret dan April) dan kemudian dengan cepat berkurang dengan timbulnya cuaca kering pada bulan-bulan berikutnya. Aktif pada malam hari dan menyukai tempat yang terang (cahaya lampu)

Etiopathogenesis

Kumbang ini tidak menggigit atau menyengat, tapi secara tidak disengaja tersapu atau tergaruk tangan sehingga bagian tubuhnya hancur di atas kulit. Ketika itu ia akan mengeluarkan cairan hemolimfe, yang berisi pederin/latigaza (C25H45O9N), adalah amida dengan dua cincin tetrahydropyran dan terbuat sekitar 0,025% dari berat serangga

Zat kimia ini merupakan iritan kuat, yang akan menimbulkan reaksi gatal-gatal, rasa terbakar, eritema dan mengalir keluar 12-48 jam kemudian. Lesi-lesi kulit biasanya linear, dan kulit melepuh (vesiko-vitiliginous), bisa juga terjadi konjungtivitis pada mata atau bungkul-bungkul kemerahan. Racun tersebut tidak mematikan meskipun konsentrasi yang dikeluarkan cukup tinggi.

Beratnya dermatitis tergantung

Kontak dengan beberapa jenis species yang berbeda Kontak berulang dengan jangka waktu yang pendek Terdapat riwayat alergi
Klasifikasi dermatitis menurut tanda dan gejalanya : Ringan : kemerahan, timbul dalam 24 jam dan sembuh dalam 48 jam Sedang : bercak merah, berair, kulit terkelupas, sembuh 8 hari Berat : gejala diatas disertai demam, rasa panas & nyeri lokal, nyeri sendi, muntah dan kemerahan menetap dalam beberapa bulan.

Cairan dari radang kulit yang timbul tidak menular ke orang lain

Contoh kulit yang terkena cairan serangga

Contoh kulit yang terkena cairan serangga

DIAGNOSA BANDING
herpes simpleks, herpes zoster, luka bakar cair, dermatitis kontak alergi akut atau iritasi, dermatitis kaki seribu dan phytophotodermatitis.

PENATALAKSANAAN
Menghilangkan zat irritan dengan mencuci daerah kontak dengan sabun dan bilas dengan air Kompres dengan air dingin Segera hubungi tenaga medis Pertimbangkan untuk menggunakan topikal steroid atau antiobotik(sesuai petunjuk dokter)

PENCEGAHAN

Hindari kontak dengan serangga

Kenali bentuk,sifat dari serangga dan hindari kontak untuk membunuh secara langsung dengan tangan.
Jika serangga hinggap pada tubuh anda, usahakan memindahkan dengan hati-hati (jangan memukul, memencet) lepaskan dengan memakai sehelai kertas. ( biarkan berjalan diatas kertas)

Jika kontak dengan serangga :

Cuci

daerah kontak dengan sabun dan air selama 5 10 menit. Jika sudah mematikan serangga yang hinggap pada tubuh, cuci tangan dan daerah kontak serta pakaian. Jika mencurigai telah kontak dengan serangga ini, tetapi tidak yakin kapan waktu terjadinya (misalnya saat tidur), segera mandi, ganti sprei tempat tidur dan pakaian.

Karena

kumbang tertarik pada cahaya, lampu harus dimatikan ketika orang tidur. Serangga dapat dikendalikan menggunakan insektisida rumah tangga atau bila populasi menyebar ke wilayah yang luas maka dapat dilakukan penyemprotan insektisida

Lingkungan

yang menjadi tempat perkembangbiakan pradewasa serangga seperti timbunan sampah vegetasi yang busuk, dan sejenisnya dibakar, dibersihkan dan disingkirkan dari sekitar permukiman.