Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS REAL II

Tujuan Mata Kuliah :


Mahasiswa memahami konsep dasar
analisis real.

BARISAN MONOTON
Kompetensi :
Memahami konsep barisan monoton dan
menerapkannya untuk memecahkan
masalah terkait.
Definisi :
Barisan bilangan real X = (x
n
) dikatakan
naik (turun) apabila x
n+1
x
n
(x
n+1
x
n
)
untuk setiap n bilangan asli.

Barisan X dikatakan monoton apabila
barisan tersebut naik / turun.
Barisan monoton naik :
(1,2,3,4,)
(1,1,2,2,3,3,)

Barisan monoton turun :
(1,,1/3,,...)
(-1,-1,-2,-2,-3,-3,)
Dari contoh tadi dapat kita lihat bahwa :
Jika barisan bilangan real X = (x
n
)
monoton naik (turun) maka barisan X =
(x
n
) monoton turun (naik).
Jika barisan bilangan positif X = (x
n
)
monoton naik (turun) maka barisan 1/X =
(1/x
n
) monoton turun (naik).
Barisan bilangan real yang monoton
akan konvergen jika dan hanya jika
barisan itu terbatas.

Lebih lanjut, jika barisan X = (x
n
)
monoton naik (turun) maka lim (x
n
) = sup
{x
n
} (lim(x
n
) = inf {x
n
}).

Tunjukkan bahwa barisan
konvergen dan tentukan limitnya.
( )
|
.
|

\
|
= =
n
x X
n
1
Karena untuk setiap n
bilangan asli maka X monoton turun.
Karena untuk setiap n
bilangan asli maka X terbatas.

Menurut Teorema Kekonvergenan
Monoton, X konvergen dengan

n n
x
n n
x = s
+
=
+
1
1
1
1
1
1
0 s s
n
)
`

=
n
X
1
inf lim
Akan ditunjukkan bahwa

Telah diketahui bahwa 0 adalah batas bawah

Ambil z > 0 sebarang. Menurut Sifat Archimedes,
terdapat bilangan asli n yang memenuhi n > 1/z
2
atau

Jadi z bukan batas bawah
Dengan demikian 0 adalah batas bawah terbesar
(infimum).
0
1
inf =
)
`

n
)
`

n
1
z
n
<
1
)
`

n
1

Tunjukkan bahwa barisan X = (x
n
) =
(2n/(n+1)) konvergen dan tentukan
limitnya.
Perhatikan bahwa



untuk setiap n bilangan asli.

Perhatikan juga bahwa



untuk setiap n bilangan asli. Jadi X monoton naik dan
terbatas.
( )
( )( )
0
1 2
2
1
2
2
1 2
1
>
+ +
=
+

+
+
=
+
n n n
n
n
n
x x
n n
( )
( )
2
1
2
2
1
2
1
1 2
1
2
0 s
+
=
+

+
+
=
+
s
n n n
n
n
n
Akan ditunjukkan bahwa sup {x
n
} = 2. Telah
diketahui bahwa 2 adalah batas atas {x
n
}. Ambil
y < 2 sebarang. Tulis y = 2 c dengan c > 0.
Kita lihat bahwa untuk bilangan asli m dengan m
> 2/c berlaku

sehingga

Jadi y bukan batas atas {x
n
} dan dengan
demikian 2 adalah batas atas terkecil
(supremum).
c
c
= s <
+ 2
2 2
1
2
m m
y
m m
m
= >
+
=
+
c 2
1
2
2
1
2

Tunjukkan bahwa jika 0 < r < 1 maka
barisan X = (x
n
) = r + r
2
+ ... + r
n

konvergen kemudian tentukan limit
barisan tersebut.
Mudah untuk melihat bahwa untuk setiap n
bilangan asli, x
n+1
x
n
0 dan
x
n
rx
n
= r + r
2
+ r
3
+ ... + r
n
(r
2
+ r
3
+ r
4
+ ... + r
n+1
)
atau x
n
(1 r) = r r
n+1
.

Jadi


Dengan demikian X monoton naik dan
terbatas.
1 1
1 1 1 1
n n
n
r r r r r
x
r r r r
+ +

= = s

Akan ditunjukkan bahwa sup {x
n
} = r/(1r).
Misal diberikan c > 0 sebarang. Kita ketahui
bahwa apabila 0 < r < 1 maka lim r
n
= 0. Jadi
terdapat bilangan asli m sehingga r
m+1
< c(1r).
Karena


maka


Jadi r/(1r) c bukan batas atas {x
n
} untuk
setiap c > 0. Dengan demikian r/(1r) adalah
batas atas terkecil (supremum).
( )
1
1
1 1
m
r r
r r
c
c
+

< =

1
1 1 1
m
m
r r r
x
r r r
c
+
= >