Anda di halaman 1dari 20

Oleh: Salsabila Firdausia Najiha binti Abdul Jalil

Pendahuluan
Kematian mendadak yang disebabkan oleh penyakit

seringkali mendatangkan kecurigaan Kecurigaa akan adanya unsur criminal pada kasus kematian mendadak, terutama disebabkan masalah TKP nya yang bukan di rumah korban atau di rumah sakit, melainkan di tempat umum.

Pendahuluan
Penyebab kematian mendadak bisa diklasifikasikan

menurut sistem tubuh : Sistem saraf pusat Sistem kardiovaskuler Sistem pernapasan Sistem gastrointestinal Sistem urogenital Dari sistem tersebut yang paling banyak menyebabkan kematian adalah sistem kardiovaskular.

Sistem saraf pusat


Pada penderita hipertensi, pecahnya arteri lenticulostriata

adalah penyebab kematian tersering. Biasanya didahului rasa sakit kepala, pusing, mual, dan kemudian jatuh. Pada lansia atau penderita kolesterol tinggi, penyempitan pembuluh darah otak bisa menjadi penyebab kematian. Pada dewasa muda penyebab kematian adalah pecahnya aneurysma cerebri (bisa dilihat pada circle of willis) dengan ditandai adanya pendarahan subarachnoid. Penyebab kematian lain adalah tumor di otak, dan peradangan (meningitis, meningoensepatitis) yang biasanya terjadi pada anak-anak.

Sistem kardiovaskuler
Mati mendadak yang disebabkan oleh gagalnya system

kardiovaskuler terbahagi kepada dua penyebab iaitu: - Kelainan pada jantung - Kelainan pada arteri Orang yang meninggal karena penyakit kardiovaskular bisa diprediksi sebelumnya, bila ia melakukan aktivitas fisik berlebihan, setelah olahraga, atau setelah bersetubuh.

Kelainan pada jantung


PENYAKIT PEMBULUH KORONER Penyempitan lumen oleh atheroma menyebabkan terjadinya coronary stenosis dimana ischemia yang kronis akan terjadi pada otot-otot myocard. Ini menyebabkan myocardium menjadi tidak stabil secara elektrikal lalu membentuk arrhythmia

Penyakit pembuluh darah koroner adalah penyebab

terbanyak. Untuk menyebabkan kematian tidak harus ada penyumbatan, bisa hanya penyempitan atau penebalan pada ramus desenden a. coronaria sinistra, yang mensuplai pace maker jantung. Pada saat beraktivitas lebih berat, terjadi hipoksia otot jantung, diikuti fibrilasi atrium, dan berakhir dengan kematian.

Bila ada sumbatan atau penebalan yang hebat, bisa

terjadi infark, dapat dilihat dari histopatologiknya. Sumbatan bisa terjadi di : - ramus desenden a. coronaria sinistra (45-64%) - a. coronaria dextra (24-46%) - a. circumflexa coronaria sinistra (3-10%) - pangkal a. coronaria sinistra (0-10%)

HYPERTENSIVE HEART DISEASE Kondisi ini akan menyebabkan kematian mendadak bila terjadinya hypertrophy ventrikel kiri. Darah hanya dapat melalui coronary arterioles sewaktu diastole kerana dikompres sewaktu systole. Sewaktu rehat, apabila waktu diastole lebih panjang, seluruh otot myocardium dapat dialiri darah dengan secukupnya, tetapi jika kadar detak jantung meningkat diastolic akan berkurang dan perfusi myocardium turut berkurang. Selsel myocardium akan menjadi tidak stabil dan irritable sehingga menghasilkan arrhythmia dan fibrillasi.

Pecahnya aneurysma aorta, endokarditis, dan kelainan pada katup jantung bisa menjadi penyebab kematian mendadak.
AORTIC STENOSIS Merupakan penyakit yang selalunya dihadapi oleh lelaki berusia 60 tahun ke atas. Myocardial hypertrophy yang membentuk left ventricle hypertrophy

SENILE MYOCARDIAC DEGENERATION Dapat ditemukan pada manusia berusia 90 tahun ke atas. Jantung yang senile adalah kecil, pembuluh di permukaan jantung bercabang, myocardium yang lembut dan berwarna coklat kerna pengumpulan lipofuscin di dalam sel

PRIMARY MYOCARDIAL DISEASE Myocarditis terjadi dalam pelbagai infeksi, tetapi kematian mendadak disebabkan oleh myocarditis dapat berlaku setelah beberapa hari atau minggu setelah bermulanya symptom. Cardiomyopathies terjadi kerna disordered myocardial fibres.

KELAINAN PADA ARTERI


ATHEROMATOUS ANEURYSM OF THE AORTA Aneurysm yang sering ditemukan pada lelaki tua adalah pada aorta abdominal. Ia terbentuk apabila komponen elastis di dalam dinding aorta dibawah plak atheromatous merusak dan tekanan darah dapat mengembangkan dinding yang lemah itu.

DISSECTING ANEURYSM OF THE AORTA Kerusakan yang disebabkan oleh plak atheromatous dapat menyebabkan lemahnya media aorta dan rusaknya intima, ini menyebabkan darah dari lumen masuk kedalam area media yang lemah. Apabila dissection berlaku, tekanan darah akan menyebabkan dissection ini berlaku sepanjang dinding aorta. Tempat yang sering terjadi permulaan dissection ini adalah di thoracic aorta dan kemudian bergerak secara distal ke bagian abdominal dan kadang-kadang mencapai femoral artery.

SISTEM RESPIRATORI
Pulmonari embolisme sangat sering menyebabkan

kematian dan jarang didiagnosa sebagai penyebab kematian. Hampir disemua kasus, emboli berasal dari vena kaki. Hampir 80 peratus dari kematian kerana pulmonary embolisme ada factor pendukungnya seperti fraktur, trauma pada jaringan, operasi, istirahat total, forced immobility dan sebagainya.

SISTEM RESPIRATORI
Pendarahan akibat tbc yang menyumbat saluran

pernapasan merupakan penyebab kematian yang paling sering di Negara belum berkembang. Infeksi paru-paru yang mendadak juga bisa menyebabkan kematian mendadak. Asma bronkiale, bronkiektasis, dan difteri juga bisa menyebabkan kematian mendadak.

SISTEM GASTROINTESTINAL
Kelainan pada vaskularisasi di system gastrointestinal

juga menjadi penyebab kematian mendadak dimana terjadinya pendarahan hebat dari gastric atau pepetic duodenal ulcer yang bias menyebabkan kematian dalam masa yang singkat

SISTEM GASTROINTESTINAL
Pada penderita sirosis hepatis, pecahnya varises

esophagus merupakan penyebab kematian tersering. Setelah seseorang meminum alkohol atau menelan obat yang mengiritasi lambung seperti aspirin, akan langsung terjadi perforasi ulkus ventriculli, yang bisa menyebabkan kematian.

Sistem urogenital dan kondisi gynaecology


Peradangan ginjal dan gagal ginjal akut merupakan

penyebab kematian mendadak. Tiga penyebab utama dari kematian mendadak pada wanita usia produktif adalah:

Komplikasi natural dari kehamilan seperti rupturnya kehamilan luar Rahim atau komplikasi yang diinduksi seperti aborsi. Pulmonary embolisme dari thrombosis pada vena kaki. Rupturnya cerebral aneurysme.

Referensi :
Ilmu kedokteran kehakiman ed.4. mediadika.2000
Idries, abdul munim.dr,.Pedoman ilmu kedokteran

forensik.ed 1. binarupa aksara. 1997 Shepherd. 2003. Simpsons Forensic Medicine. United States : Arnold. 12th Ed.