Anda di halaman 1dari 34

ALERGI PADA MATA

Click to edit Master subtitle style

H.Awan Buana,dr.SpM.,M.Kes
4/11/12

KONJUNGTIVITIS ALERGI

4/11/12

Definisi
Merupakan reaksi antibodi humoral terhadap alergen. Biasanya dengan riwayat atopik.

4/11/12

Klasifikasi
1.

Konjungtivitis Demam Jerami (Hay Fever)

2. Konjungtivitis Vernalis 3. Konjungtivitis Atopik (Eczematous Conjunctivitis) 4. Phlyctenulosis 5. Konjungtivitis Ringan Sekunder Terhadap Blefaritis

Kontak

4/11/12

1. Konjungtivitis Demam Jerami (Hay Fever)


Radang konjungtiva non-spesifik ringan umumnya

menyertai demam jerami (rhinitis alergika). sari, rumput, bulu hewan, dan lainnya. mata merah

Biasanya ditemukan riwayat alergi terhadap tepung Pasien mengeluh tentang gatal-gatal, mata berair,

4/11/12

1. Konjungtivitis Demam Jerami (Hay Fever)


Terdapat sedikit penambahan pembuluh pada

palpebra dan konjungtiva bulbi dan selama serangan akut sering ditemukan kemosis berat.

Sulit ditemukan eosinofil dalam kerokan konjungtiva. Jika alergennya menetap timbul konjungtiva papiler.

4/11/12

Pengobatan
Dengan meneteskan vasokonstriktor lokal selama

tahap akut (epinephrine, larutan 1:1000 yang diberikan secara topical akan menghilangkan kemosis dan gejalanya dalam 30 menit). antihistamin per os hanya sedikit manfaatnya.

Kompres dingin membantu mengatasi gatal-gatal dan

4/11/12

2. Konjungtivitis Vernalis
Merupakan suatu peradangan pada konjungtiva bersifat kronik, rekuren, bilateral, atopi, mengandung sekret mukus sebagai reaksi hipersensitifitas tipe I.

4/11/12

Klasifikasi
Ada dua tipe konjungtivitis vernalis :
Bentuk Palpebra Bentuk Limbal

4/11/12

Patofisiologi
Perubahan struktur konjungtiva timbul radang

interstitial yang banyak didominasi oleh reaksi hipersensitivitas tipe I.


Konjungtiva hiperemis dan vasodilatasi difus

hiperplasia akibat proliferasi jaringan pembentukan jaringan ikat yang tidak terkendali hialinisasi deposit pada konjungtiva gambaran coble stone.

4/11/12

Patofisiologi
Jaringan ikat yang berlebihan warna putih susu

kebiruan konjungtiva tampak buram dan berkilau.


Proliferasi yang spesifik pada konjungtiva tarsal, oleh

Van Graefe disebut pavement like granulation. kadang mengakibatkan ptosis mekanik.

Hipertrofi papil pada konjungtiva tarsal kadang-

4/11/12

Patofisiologi
Vasodilatasi dan hipertrofi perubahan limbus

konjungtiva lesi fokal.


Kekeruhan limbus pada tingkat berat gambaran

distrofi gangguan dalam kualitas maupun kuantitas stem cells.


Tahap awal konjungtivitis vernalis ini ditandai dengan

prehipertrofi.

4/11/12

Patofisiologi
Dalam kaitan ini, akan tampak pembentukan

neovaskularisasi dan pembentukan papil yang ditutup oleh satu lapis sel epitel dengan degenerasi mukoid dalam kripta diantara papil serta pseudo-membran milky white. stroma oleh sel PMN, eosinofil, basofil, dan sel mast.

Pembentukan papil ini berhubungan dengan infiltrasi

4/11/12

Patofisiologi
Tahap berikutnya akan dijumpai sel-sel mononuklear

serta limfosit makrofag.

Sel mast dan eosinofil yang dijumpai dalam jumlah

besar dan terletak superfisial. terdegranulasi.

Dalam hai ini hampir 80% sel mast dalam kondisi

4/11/12

Patofisiologi
Fase vaskular dan selular dini deposisi kolagen

hialuronidase peningkatan vaskularisasi yang lebih mencolok reduksi sel radang


Deposisi kolagen dan subtansi dasar maupun seluler

deposit stone terlihat secara nyata

4/11/12

Patofisiologi
Hiperplasia jaringan ikat Giant Papil bertangkai

dengan dasar perlekatan yang luas.


Horners Trantas Dot yang terdapat di daerah ini

sebagian besar terdiri dari eosinofil, debris selular yang terdeskuamasi, namun masih ada sel PMN dan limfosit.

4/11/12

4/11/12

4/11/12

4/11/12

Diagnosis
Diagnosis konjungtivitis vernalis ditegakan berdasarkan :
Gejala klinis Pemeriksaan laboratorium

4/11/12

Diagnosis banding
Konjungtivitis atopik Giant papillary conjunctivitis

4/11/12

Penatalaksanaan
1. Tindakan umum 2. Terapi medikasi 3. Pembedahan.

4/11/12

3. Konjungtivitis Atopik (Eczematous Conjunctivitis)


Pasien dermatitis atopik (eczema) sering juga

menderita kerato-konjungtivitis atopik.

4/11/12

Tanda dan gejala


Sensasi terbakar Bertahi mata berlendir Merah Fotofobia. Tepian palpebra eritematosa Konjungtiva tampak putih seperti susu. Terdapat papila halus, namun papila raksasa tidak

berkembang seperti pada konjungtivitis vernal, dan lebih sering terdapat di tarsus inferior. Berbeda dengan papila raksasa pada konjungtivitis vernal, 4/11/12 yang terdapat di tarsus superior.

Tanda dan gejala


Tanda-tanda kornea yang berat muncul pada

perjalanan lanjut penyakit setelah eksaserbasi konjungtivitis terjadi berulang kali. dengan vaskularisasi.

Timbul keratitis perifer superfisial yang diikuti Pada kasus berat, seluruh kornea tampak kabur dan

bervaskularisasi, dan ketajaman penglihatan menurun.

4/11/12

Tanda dan gejala


Biasanya ada riwayat alergi (demam jerami, asma

atau eczema)

Kerokan konjungtiva menampakkan eosinofil, meski

tidak sebanyak yang terlihat pada konjungtivitis vernal.

4/11/12

Tanda dan gejala


Sering timbul parut pada konjungtiva maupun kornea Terbentuk katarak atopik, plak subkapsular posterior,

atau katarak mirip tameng anterior.


Keratokonus, ablasio retina dan keratitis herpes

simpleks cukup banyak dijumpai

4/11/12

Penatalaksanaan
Antihistamin oral termasuk terfenadine (60-120 mg,

2x/hari), astemizole (10 mg, 4x/hari), hydroxyzine (50 mg waktu tidur, dinaikkan sampai 200 mg) seperti ketorolac dan iodoxamide, ternyata dapat mengatasi gejala pada pasien ini. tambahan.

Obat-abat anti radang non steroid yang lebih baru,

Pada kasus berat, plasmaferesis merupakan terapi Pada kasus lanjut dengan komplikasi kornea berat,

mungkin diperlukan transplantasi kornea untuk mengembalikan ketajaman penglihatannya.


4/11/12

4. Phlyctenulosis

merupakan respon hipersensitivitas lambat terhadap protein mikroba, termasuk protein dari basil tuberkel, staphylococcus ssp, candida albicans, coccidioidesimmitis, haemophylus aegyptius dan clamydia trachomatis serotype L1 L2 dan L3.

4/11/12

Tanda dan Gejala


berupa lesi kecil (umumnya berdiameter 1-3 mm)

yang keras, merah, menimbul, dan di sekelilingi zona hyperemia. limbus. hebat.

ada parut berbentuk segitiga dengan dasarnya di menimbulkan iritasi dan air mata disertai fotopobia Phlyctenulosis sering dipicu blefaritis aktif,

konjungtivitis bacterial akut, dan defisiensi diet.


4/11/12

Pengobatan
Antibiotik topical Parut kornea berat mungkin memerlukan

transplantasi.

4/11/12

5. Konjungtivitis Ringan Sekunder Terhadap Blefaritis Kontak


Blefaritis kontak yang disebabkan oleh atrophine,

neomisin, antibiotik spektrum luas, dan medikasi topikal lain sering diikuti oleh konjungtivitis infiltrative ringan yang menimbulkan hiperemia, hipertrofi papiler ringan, bertahi mata, mukoid ringan dan sedikit iritasi.

4/11/12

Pengobatan
Pengobatan diarahkan pada penemuan agen

penyebab dan menghilangkannya.

Blefaritis kontak membaik cepat dengan

kortikosteroid topical, namun pemakaiannya harus dibatasi. dapat menimbulkan glaucoma steroid dan atrofi kulit dengan telangiektasis yang jelek.

Penggunaan steroid jangka panjang pada palpebra

4/11/12

TERIMA KASIH

4/11/12