Anda di halaman 1dari 14

PUBERTAS TERLAMBAT

(Delayed Puberty)

Oleh:

Marifatul Mubin I1A006046


Pembimbing: Dr. Gladys Gunawan, Sp. A (K)

Definisi
1.
2.

3. 4.

Istilah pubertas (puberty) berasal dari bahasa Latin PUBERTAS, yang artinya usia kedewasaan. Pubertas merupakan suatu masa di mana individu telah mencapai kedewasaan secara biologis, yaitu ditandai denga berfungsinya organ reproduksi. Pubertas merupakan tanda secara biologis bahwa individu telah memasuki usia remaja. Pubertas merupakan suatu masa di mana individu mengalami perubahan dari aseksual menjadi seksual.

Berbeda dari pendapat umum bahwa masa remaja berlangung dengan cepat ternyata perubahan yang terjadi berlangung selama kurang lebih 3 atau 4 tahun

(1) Hereditas Pubertas bukanlah peristiwa lingkungan, melainkan sesuatu yang telah diprogram ke dalam gen setiap orang sehingga akan menjadi timing kemunculan pubertas. (2) Hormones Di balik tumbuhnya bulu-bulu/rambut, terdapat hormon yang melimpah. Hormon adalah substansi kimia yang sangat kuat , dihasilkan oleh kelenjar endokrin dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh pembuluh darah. Androgen adalah hormon seks utama pada pria; estrogen adalah hormon seks utama pada perempuan. Androgen dan estrogen diproduksi pada pria maupun perempuan, akan tetapi memiliki kekuatan fungsi yang berbeda pada masing-masing gender.

(3) Sistem Endokrin

Peran sistem endokrin melibatkan interaksi antara hypothalamus, the pituitary gland, dan the gonads. Hypothalamus adalah struktur otak bagian atas yang memantau makan, minum, dan seks. Pituitary gland adalah kelenjar endokrin yang mengontrol pertumbuhan dan mengatur kelenjar-kelenjar yang lain. The gonads adalah kelenjar seks.

Bagaimana sistem endokrin ini bekerja?

Kelenjar hormon.

pituitary mengirimkan sinyal melalui gonadotropins ke gonads untuk memproduksi

Kemudian berinteraksi dengan hypothalamus, kelenjar pituitary akan memantau apakah level optimal dari hormon tersebut sudah tercapai atau belum.

Gambar berikut akan menunjukkan bekerjanya sistem feedback.

Hypothalamus
GnRh

Pituitary gland
LH FSH

Gonads

Androgen Estrogen

Tatkala level testosteron terlalu tinggi, hypothalamus akan mengurangi produksi GnRH, sehingga produksi LH oleh kelenjar pituitary akan menurun. Bila akibatnya level testosteron menurun, maka hypothalamus akan kembali memproduksi GnRH dan siklus kembali akan berjalan. Negative feedback juga terjadi pada perempuan, kecuali LH dan GnRH yang akan meregulasi ovaria dan memproduksi estrogen.

PERUBAHAN-PERUBAHAN FISIK YG PADA MASA PUBERTAS


1. Perubahan dalam ukuran tubuh a. Pertambahan tinggi badan b. Pertambahan berat badan 2.Perubahan proporsi tubuh Proporsi pubertas berubah mendekati proporsi tubuh orang dewasa 3.Perkembangan ciri-ciri seks primer a. Ciri-ciri seks primer adalah organ tubuh yg berhubungan dg sistem reproduksi. b. Matangnya organ reproduksi ditandai dengan MENARCHE (pada wanita) dan WET DREAM (pada pria)

4. Perkembangan ciri-ciri seks sekunder. a. Ciri-ciri seks sekunder adalah ciriciri fisik yang membedakan jenis kelamin. b. Ciri-ciri seks sekunder pada pria adalah : kumis, jenggot, tubuh berotot, dst. c. Ciri-ciri seks sekunder pada wanita adalah : payudara dan pinggul membesar, dst.

DELAYED PUBERTY

Seorang anak dinyatakan mengalami delayed puberty atau pubertas yang terlambat jika: Belum menunjukkan perkembangan payudara menjelang usia 13 atau belum mengalami menarche menjelang usia 16 tahun, Belum mengalami pembesaran pada alat kelamin menjelang usia 14 tahun.

Pubertas terlambat terjadi karena faktor, kurang gizi, gangguan fungsi kelenjar pituitary, dsb

Pubertas yang terlambat juga dapat menimbulkan masalah biologis, psikologis, dan sosial bagi yg mengalaminya

Penelitian terkini menunjukkan, remaja yang earlypuberty lebih diuntungkan ketimbang remaja yang

delayed puberty. Milwauke study memperlihatkan hasil lebih kompleks dan mixed. Early-puberty girls lebih bermasalah di sekolah, lebih independent, dan lebih

populer di mata anak laki-laki, dibandingkan perempuan yang delayed-puberty. Hasil penelitian lebih kini menunjukkan peningkatan kerentanan early-delayed girls atas sejumlah masalah.

Remaja dengan delayed puberty harus mendapatkan perhatian dokter, terkecuali tidak teridentifikasi bermasalah secara medis. Bila peristiwa pubertas terjadi sangat ekstrim terlambat, dokter bisa merekomendasikan treatment hormonal.