Anda di halaman 1dari 22

MASALAH SPESIFIK PASIEN LANSIA DALAM KAITANNYA DENGAN PERAWATAN PROSTODONSIA

EDDY DAHAR

TUJUAN PEMBUATAN GIGITIRUAN PADA PASIEN LANSIA


ADALAH SAMA DENGAN TUJUAN PEMBUATAN GIGITIRUAN UNTUK PASIEN LAINNYA, YAITU UNTUK MEMPERBAIKI FUNGSI PENGUNYAHAN, ESTETIS, DAN FUNGSI BICARA (FONETIK) SERTA UNTUK MENJAGA KESEHATAN JARINGAN DAN MENCEGAH KERUSAKAN LEBIH LANJUT DARI STRUKTUR RONGGA MULUT

PERBEDAANNYA ???
ADA MASALAH-MASALAH SPESIFIK YANG PERLU DIPERHATIKAN DAN DIPERTIMBANGKAN SEHUBUNGAN DENGAN PERUBAHAN KONDISI FISIK, PSIKOLOGIS, DAN SOSIAL YANG DIALAMINYA

PERUBAHAN KONDISI FISIK UMUM


BAGI LANSIA DENGAN KONDISI FISIK YANG LEMAH WAKTU PERAWATAN DIUPAYAKAN SESINGKAT MUNGKIN BAGI LANSIA YANG MENDERITA PENURUNAN KEMAMPUAN MENDENGAR, MELIHAT, MENGINGAT, DAN MENANGKAP INFORMASI AKAN MENYULITKAN KOMUNIKASI ANTARA DOKTER GIGI DAN PASIEN HARUS SABAR DALAM MENGHADAPI PASIEN BAGI LANSIA YANG KEHILANGAN REFLEKS BARORESEPTOR PADA LEHER DIIKUTI DENGAN PENUMPUKAN DARAH VENA DAPAT MENGAKIBATKAN POSTURAL HIPOTENSI. OLEH KARENA ITU MERUBAH POSISI DUDUK PASIEN DI KURSI GIGI DARI POSISI SANDAR KE TEGAK HENDAKLAH DILAKUKAN DENGAN PERLAHAN

FAKTOR AGING PADA LANSIA MEMPENGARUHI SISTEM SYARAF PUSAT. OLEH KARENA ITU PENJELASAN MENGENAI : - TEMUAN DIAGNOSTIK, - RENCANA PERAWATAN, - PROSEDUR KLINIS, - INSTRUKSI KEPADA PASIEN HENDAKNYA DISAMPAIKAN SECARA PERLAHAN DAN DENGAN JELAS JIKA SEANDAINYA PASIEN DIHARAPKAN MEMBERIKAN SUATU KEPUTUSAN BERKAITAN DENGAN RENCANA PERAWATAN YANG DITAWARKAN BERIKAN WAKTU YANG CUKUP BAGI PASIEN UNTUK MEMIKIRKANNYA
UNTUK PASIEN LANSIA YANG PELUPA INSTRUKSI, MISALNJIKA DALAM HAL CARA MERAWAT GIGITIRUAN SEBAIKNYA DIBERIKAN SECARA TERTULIS

PASIEN LANSIA YANG MENDERITA PENYAKIT KRONIS YANG SERIUS, SEPERTI MISALNYA PENYAKIT JANTUNG DAN SALURAN PERNAFASAN ADAPTABILITAS FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGISNYA MENURUN OLEH KARENA ITU, UNTUK PASIEN TERSEBUT SEBAIKNYA WAKTU PERAWATAN DIUSAHAKAN SESINGKAT MUNGKIN DAN HINDARI KUNJUNGAN PERAWATAN YANG BERULANG KALI

PERUBAHAN KONDISI FISIK RONGGA MULUT PADA LANSIA


1. Mukosa
Atropi

Mukosa tipis, mengkilap, dan kering

Vaskularisasi ke jaringan (-)


Lambatnya proses penyembuhan Elastisitas jaringan (-) Toleransi jaringan terhadap tekanan/ rangsangan (-)

OLEH KARENA ITU, HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN : a. PADA SAAT MELAKUKAN PENCETAKAN AKHIR RAHANG (PENCETAKAN FISIOLOGIS) HENDAKLAH DIGUNAKAN BAHAN CETAK YANG MUDAH MENGALIR DAN MENGURANGI TEKANAN

b. PEMILIHAN ANASIR GIGITIRUAN :


- SEBAIKNYA DIPILIH YANG BERBENTUK NON ANATOMIS ATAU YANG MEMILIKI TONJOL DATAR, AGAR TIDAK TERJADI BEBAN PENGUNYAHAN YANG TERLALU MEMBERATKAN LINGGIR ALVEOLUS YANG DAPAT MEMACU LEBIH CEPAT TERJADI RESORBSI TULANG ALVEOLARIS - UKURAN GIGI SEBAIKNYA DIPILIH YANG RELATIF LEBIH KECIL DARI UKURAN GIGI ASLI PASIEN - ANASIR GIGITIRUAN DISUSUN TEPAT BERADA DI ATAS LINGGIR ALVEOLARIS - MEMPERHATIKAN KESEIMBANGAN OKLUSI GTP

KARENA BERKURANGNYA RESISTENSI JARINGAN TERHADAP TRAUMA DAN WAKTU PENYEMBUHAN YANG LAMBAT :
c. SEBAIKNYA PASIEN DISURUH AGAR MELEPAS GIGITIRUANNYA PALING TIDAK 8 JAM DALAM SEHARI. d. JANGAN MEMBIASAKAN PENGGUNAAN GIGITIRUAN MENGGIGIT DI DEPAN SAJA, APALAGI KALAU GTP RAHANG ATAS BERHADAPAN DENGAN GIGI ASLI ANTERIOR RAHANG BAWAH e. APABILA TERJADI PERUBAHAN YANG TERJADI TERLALU CEPAT PADA LINGGIR ALVEOLARIS SETELAH PASIEN DIBUATKAN DAN MEMAKAI GTP HENDAKLAH DICURIGAI KEMUNGKINAN ADA PENGARUH LOKAL SEPERTI RETENSI DAN STABILISASI GTP YANG KURANG BAIK, PEMAKAIAN GTP SECARA TERUS MENERUS ATAU KARENA ADANYA KELAINAN SISTEMIK

2. Muskulus/ otot
Koordinasi dan kekuatan otot Pergerakan yang tidak terkontrol dari otot : Bibir Lidah Rahang

Perawatan Prostodontik menjadi sulit

MENURUNNYA SENSOR PROPRIOSEPTIK, MENURUNNYA KONTROL PERGERAKAN OTOT DAN KETEPATAN PERGERAKAN MANDIBULA : - MASALAH DIDALAM MENDAPATKAN GERAKAN MANDIBULA YANG BENAR PADA WAKTU MENENTUKAN RELASI RAHANG - KESUKARAN DALAM MENDAPATKAN CATATAN INTEROKLUSAL. PERLU LATIHAN PERGERAKAN MANDIBULA
PERUBAHAN NEUROMUSKULAR PADA LANSIA MEMERLUKAN WAKTU UNTUK ADAPTRASI GIGITIRUAN : - BAGI PASIEN YANG BARU PERTAMA KALI MEMAKAI GIGITIRUAN PERLU DIJELASKAN BAHWA PERLU WAKTU UNTUK MEMBIASAKANNYA DEMI KEPENTINGAN DIRINYA SENDIRI

3. Kelenjar liur
Degenerasi kelenjar liur Sekresi dan viskositas saliva Retensi gigitiruan (-) Terdapat flora kuman di dalam mulut kandida albikans

Penderita dgn GT

sering timbul kandidiasis kronis

BERKURANGNYA ALIRAN SALIVA XEROSTOMIA PADA LANSIA MENIMBULKAN RASA TIDAK NYAMAN DALAM MEMAKAI GTP : - MEMBATASI WAKTU PEMAKAIAN GIGITIRUAN - MEMBERI OBAT KUMUR YANG MENGANDUNG GLICERYN - MEMBUATKAN GIGITIRUAN YANG MEMAKAI RESERVOIR SALIVA TIRUAN

4. Lidah
1. Atropi papila lidah dan fissura Perubahan persepsi terhadap pengecapan

Sering mengeluh terhadap rasa


2. Dimensi lidah membesar Perlu motivasi pasien, bahwa perlu waktu adaptasi dengan GT

KONDISI PSIKOLOGIS PASIEN LANSIA


PADA UMUMNYA SIFAT PASIEN DAPAT DIKELOMPOKAN SEBAGAI BERIKUT :
TEMPERAMEN EMOSI PASIEN Pendiam Mildly Neurotic Anxious Suspicious Neurotic Severely Neurotic Indifferent

Aggressive

DOKTER GIGI HARUS MEMPERHATIKAN/ MEMPELAJARI TERLEBIH DAHULU TIPE TEMPERAMEN PASIEN SEBELUM MELAKUKAN PERAWATAN AGAR DAPAT MEMPERSIAPKAN TEKNIK PENDEKATAN YANG SESUAI SEHINGGA TERJALIN KERJASAMA YANG BAIK ANTARA DOKTER GIGI DAN PASIEN PASIEN USIA LANJUT SERING MEMPERBESAR KELUHAN. OLEH KARENA ITU JANGAN TERLALU BANYAK MEMBERI JANJI AGAR TIDAK MENGECEWAKAN PASIEN.

BANYAK PASIEN MENGAJUKAN KELUHAN TENTANG GIGITIRUANNYA YANG SEBENARNYA TIDAK ADA. OLEH KARENA ITU PEMERIKSAAN KLINIS YANG TELITI PERLU DILAKUKAN UNTUK MEMASTIKAN APAKAH KELUHAN TERSEBUT BENAR ADANYA. KOREKSI BARU DILAKUKAN APABILA HASIL PEMERIKSAAN KLINIS MENUNJUKAN INDIKASINYA

Merawat pasien lansia : Kesabaran Kasih sayang Perhatian Ketrampilan Hasil yang memuaskan

Kesukaran merawat pasien lansia


Kemunduran mental prognosa ? Penyakit kronis me(-) toleransi jaringan pendukung Gigitiruan Xerostomia retensi gigitiruan (-) Usia lebih tua lebih sulit untuk penyesuaian Nutrisi yang buruk toleransi jaringan terhadap gigitiruan Linggir RB resorbsi 1mm tiap tahun linggir datar retensi (-)

Kurangnya Kesadaran dan keinginan untuk memakai gigitiruan Gangguan fungsi motorik maupun sensorik gerakan-gerakan yang tidak terkontrol dari bibir, lidah dan mandibula, serta rasa sakit pada regio mio-fasial Osteoporosis resorbsi tulang pendukung gigitiruan >>

Thank you !