Anda di halaman 1dari 28

Tumor Muskuloskeletal

Oleh : Siska Angraini 110.2006.251 Pembimbing : dr. H. Abidin, Sp.OT

Definisi
Tumor adalah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas, tidak terkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh. Tumor tulang kelainan pada sistem muskuloskletal yang bersifat neoplastik.

Klasifikasi

Insidensi tumor jinak (benigna)

Insidensi tumor ganas (maligna)

Patofisiologi

DIAGNOSIS TUMOR TULANG

Lanjutan.

Pemeriksaan klinik

Pemeriksaan Penunjang
Diagnosis didasarkan pada riwayat, pemeriksaan fisik, dan penunjang diagnosis seperti CT, mielogram, MRI, biopsi, dan pemeriksaan biokimia darah dan urine. Fosfatase alkali biasanya meningkat pada sarkoma osteogenik. Hiperkalsemia terjadi pada kanker tulang metastasis dari payudara, paru, dan ginjal. Gejala hiperkalsemia meliputi kelemahan otot, keletihan, anoreksia, mual, muntah, poliuria, kejang dan koma. Biopsi bedah dilakukan untuk identifikasi histologik. Biopsi harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran dan kekambuhan yang terjadi setelah eksesi tumor

Grading Tumor Maligna

Penanganan

Metode pengobatan
Operasi Radioterapi Kemoterapi

Klasifikasi
Tumor Tulang Benigna
Kondrogenik : 1. Osteokondroma Tumor tulang yang paling sering ditemukan Biasanya terjadi sebagai tonjolan tulang besar pada ujung tulang panjang (pada lutut dan bahu) Pada tampilan makro, tumor mempunyai tudung kartilagenus dengan tunas tulang menembus dari tulang. Lokasi biasanya pada daerah metafisis tulang panjang (femur distal, tibia proksimal). Pada radiologis ditemukan penonjolan tulang dengan batas yang tegas.

Osteokondroma.

2. Kondroma (endokondroma) Lokasi terutama pada tulang tangan,kaki,iga. Kondroma adalah lesi pada kartilago hialin matur yang terutama mengenai tangan dan kaki. Kondroma lambat berkembang dan sering mengakibatkan fraktur patologis setelah cedera ringan. Gejala biasanya penonjolan tulang yang tidak nyeri. Pemeriksaan radiologis adanya daerah radiolusen yg bersifat sentral antara metafisis dan diafisis.

Osteogenik 1. Osteoid osteoma Osteosid osteoma dibedakan melalui tampilannya yang bergranular bersemu merah jambu, yang dihasilkan dari proliferasi osteoblas. Setiap tulang dapat terkena, tapi femur dan tibia adalah yang paling sering. Gejala yang paling menonjol adalah nyeri pada daerah tertentu dan menghilang pada pemberian salisilat. Lesi terjadi pada anak dan dewasa muda dengan predominan pada pria. Pemeriksaan radiologis ditemukan daerah yang radiolusen didaerah diafisis dikelilingi oleh sklerosis yang padat.

2. Osteoblastoma Sering disebut juga osteoid osteoma raksasa, osteoblastoma yang menyerang vertebra dan tulang panjang. Tumor ini lebih besar dari pada osteoid osteoma dan terletak pada tulang berongga. Tumor ini berwarna kemerahan, dan tampakan yang granular memfasilitasi diagnosis. Lesi yang terjadi kurang dari 1% dan menyerang remaja pria serta dewasa muda pada kedua jenis kelamin.

Tumor tulang maligna


Kondrogenik 1. Kondrosarkoma Merupakan tumor yang besar yang tumbuhnya lambat dan mengenai orang dewasa (lebih sering pada pria) Tumor ini umumnya menyerang pelvis dan femur . Berawal dari jaringan kartilago dan lesi merusak tulang dan sering mengkalsifikasi tulang. Pemeriksaan radiologis terlihat bayangan tumor yang besar dan meluas ke luar dari korteks sampai ke dalam jaringan lunak.

2. Tumor Sel Raksasa (Giant Cell Tumor) Gejala utama nyeri serta pembengkakan. Pada pemeriksaan makro lesi tampak kelabu sampai coklat kemerahan dan mungkin melibatkan jaringan lunak sekitarnya. Gambaran radiologis terlihat daerah radiolusen dan dapat ditemukan adanya trabekulasi berbentuk seperti gelembungf.

Giant Cell Tumor.

Osteogenik Osteosarkoma Osteosarkoma atau osteogenik sarkoma adalah tipe tumor maligna primer yang paling banyak ditemukan. Lebih dari 50% terjadi pada femur distal dan disusul oleh tibia proksimal dan humerus. Osteosarkoma terjadi lebih sering pada pria dibandingkan wanita (2:1), antara usai 10-30 tahun. Osteosarkoma adalah lesi yang relatif besar, menyebabkan nyeri dan pembengkakan dalam durasi singkat. Area yang terkena biasanya hangat karena vaskularisasi pada area tersebut meningkat.terdapat massa yang dapat dipalpasi.

Fibrogenik Fibrosarkoma Muncul dari jaringan fibrosa, fibrosakoma dapat dibagi menjadi beberapa subtipe. Subtipe yang paling maligna adalah histiositoma fibrosa maligna (MFH). Nyeri lokal, dengan atau tanpa masa teraba, terjadi pada tulang panjang ekstremitas bawah. Meskipun MFH menyerang pada semua usia, umumnya terjadi pada pria usia paruh baya.

Ewings Sarcoma
Tumbuh cepat dari sel primitif sumsum tulang(neuroectodermal tumour)cavum medulari tulang panjang. 5% dari neoplasma maligna dari tulang. Anak-anak, remaja dan dewasa muda, femur, tibia, ulna dan metatarsal ( 60 % ) Prognosis : buruk. Gejala klinis : - Nyeri yang progresif bertambah pada malam hari - Fraktur patologis ( + ) - Massa difus , tenderness

Ewings Sarcoma.