Anda di halaman 1dari 11

UJI C.R.

P C-Reactive Protein

Kelompok 5
1. Ai Dini Swastika 2. Ika karlina 3. Istianatun 4. Novit Fitrah Sabanda 5. Sri Kartini 6. Yusman Nurmansyah

Pendahuluan
Peradangan (pembengkakan) dari arteri-arteri adalah faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular. Ia telah dihubungkan pada peningkatan risiko penyakit jantung, serangan jantung, stroke dan penyakit arteri peripheral.

Untuk melihat apakah arteri-arteri anda meradang sebagai akibat dari atherosclerosis, dokter-dokter dapat menguji darah anda untuk C-reactive protein (CRP). Tubuh menghasilkan CRP sewaktu proses umum dari peradangan. Oleh karenanya, CRP adalah "penanda" untuk peradangan, yang berarti kehadirannya mengindikasikan keadaan peradangan yang meningkat didalam tubuh.

Pengertian CRP
CRP atau C-Reactive Protein adalah protein plasma yang diproduksi oleh hati sebagai reaksi dari adanya infeksi, luka pada jaringan, dan proses inflamasi. Proses inflamasi merupakan proses reaksi tubuh terhadap adanya luka atau infeksi. Proses ini sebenarnya bermanfaat untuk mencegah infeksi namun seringkali proses inflamasi terjadi secara berlanjut dan menyebabkan gangguan pada organ-organ tertentu, contohnya pada jaringan sendi dan tulang yang menyebabkan arthtritis atau pada pembuluh darah yang menyebabkanatherosclerosis. Kadar CRP di dalam tubuh akan meningkat dengan cepat bahkan hingga 1000 kali lipat, sekitar 6 jam setelah proses inflamasi terjadi. Inilah yang menyebabkan kadar CRP banyak digunakan sebagai indikator terjadinya proses inflamasi di dalam tubuh.

Metode Pengukuran CRP


Conventional CRP . Metode pengukuran ini digunakan untuk menganalisa adanya infeksi, kerusakan jaringan, dan gangguan-gangguan akibat proses inflamasi. Metode ini dapat mengukur kadar CRP secara tepat pada kadar 5 mg/l atau lebih. Orang yang sehat biasanya memiliki kadar CRP di bawah 5 mg/l, sedangkan adanya proses inflamasi ditunjukkan dengan kadar CRP sebesar 20-500 mg/l. High Sensitivity CRP ( hsCRP ). Metode pengukuran ini digunakan untuk menganalisa kondisi-kondisi yang mungkin berhubungan dengan proses inflamasi. Metode ini bersifat lebih sensitif sehingga dapat mengukur kadar CRP secara tepat hingga 1 mg/l. Cardiac CRP ( cCRP ). Metode pengukuran ini digunakan untuk menganalisis tingkat resiko penyakit jantung. Metode ini memiliki sensitivitas yang menyerupai dengan hsCRP , namun menggunakan metode analisa yang lebih sensitif sehingga hasil yang diperoleh lebih spesifik untuk menentukan resiko penyakit jantung

Hubungan C-CRP dan penyakit jantung


proses inflamasi pada pembuluh darah dapat menyebabkan penyakit atherosclerosis . Proses inflamasi pada pembuluh darah menyebabkan sel-sel imun menyerang lemak pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan lemak lepas dan saling menggumpal. Akibatnya, terbentuk plague yang menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung.
Kadar cCRP (mg/l) Tingkat Resiko Penyakit Jantung Rendah

1.0

1.0-3.0
3.1-10.0

Sedang
Tinggi

Pemeriksaan CRP
Metode : Aglutinasi pasif menggunakan lateks Prinsip : Direct aglutinasi dengan partikel antibody latex ( sebagai antigen) membentuk kompleks antigen antibody yang membentuk aglutinasi. alat dan bahan: Alat : 1. Slide test yang dasarnya hitam 2. Mikropipet 3. Rotator 4. Sentrifuge Bahan : 1. Reagen latex 2. Kontrol positif 3. Kontrol negatif

Cara kerja: a. Kualitatif


1.Dibiarkan sampel dan reagen dalam suhu kamar 2. Diambil sampel (serum) sebanyak 50 l dan ditaruh pada slide berlatar belakang hitam 3. Latex dihomogenkan terlebih dahulu, lalu ditaruh satu tetes kedalam sampel 4. Dicampur hingga homogen antara sampel dengan latex denganmenggunakan batang pengaduk 5. Dirotator pada kecepatan 100 rpm selama 2 menit 6. Diamati hasilnya, apakah terjadi aglutinasi atau tidak

b. Semi kuantitatif : 1. Bila hasil pemeriksaan sampel postif, maka dilanjutkan dengan pengeceran berseri 2. Diambil Nacl 0,85% sebanyak 50 l pada 6 tanda lingkaran slide 3. Pada lingkaran pertama ditambah 50 l serum, dicampur (2x) 4. Lalu diambil sebanyak 50 l, dan ditambahkan pada lingakaran kedua, dicampur (4x) 5. Lalu diambil sebanyak 50 l, ditambahkan pada lingkaran ketiga, dicampur (8x) 6. Lalu diambil sebanyak 50 l, ditambahkan pada lingkaran keempat,dicampur (16x) 7. Lalu diambil sebanyak 50 l, ditambahkan pada lingkaran kelima, dicampur (32x) 8. Ditambahkan masing- masing 1 tetes reagen latex, dirotator dengan kecepatan 100 rpm selama 2 menit 9. Hasil positif terakhir dikalikan 6 Iu/ ml dan dilaporkan sebagai titer CRP.

Siapa saja yang perlu melakukan tes CRP?


Pada dasarnya, tes ini dapat dilakukan oleh semua orang. Namun tes ini hanya dianjurkan pada orang-orang yang memiliki tingkat resiko tinggi terhadap penyakit jantung, yakni mereka yang pernah mengalami serangan jantung, memiliki keluarga dengan sejarah penyakit jantung, memiliki kadar kolesterol dan LDL yang tinggi, wanita yang sudah mengalami menopause, perokok, dan mereka yang menderta diabetes dan obesitas serta kurang melakukan aktivitas fisik.

Terimakasih