Anda di halaman 1dari 24

PRINSIP GIZI PADA USIA MENOPAUSE

Kelompok 9

Kiki maria ulfa Amalia Afifi Lailatul oktasia G. Septi Ari

11022000 1102200062 11022000 11022000

Pengertian Menopause Kata menopause sendiri berasal dari bahasa yunani yang berarti bulan dan berhenti sementara. Kemudian di perjelas dengan arti masa istirahat. Akhirnya secara medis dapat dikatakan bahwa menopause adalah wanita telah berhenti masa menstruasi. Menopause adalah berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi antra usia 45-50 tahun, atau masa berhentinya haid sama sekali.

Fase akhir dalam kehidupan wanita setelah masa reproduksi berakhir disebut klimakterium yang berlangsung bertahap. a. Premenopause Premenopause yaitu fungsi reproduksinya menurun, sampai timbul keluhan atau tanda-tanda menopause. b. Perimenopause Perimenopause yaitu periode dengan keluhan memuncak dengan rentangan 1-2 tahun sebelum dan 1-2 tahun sesudah menopause. Pada masa ini menopause masih berlangsung. c. Postmenopause Postmenopause yaitu masa setelah perimenopause sampai senilis.

Ciri-ciri Menopause (Akibat Hilangnya Estrogen) a. Rasa panas ditandai dengan kemunduran kulit yang ekstrem. b. Gelisah, letih, dan ansietas. c. Penurunan kekuatan pada tulang seluruh tubuh. d. Peningkatan tekanaan darah.

Perubahan Menjelang Menopause Perubahaan psikologis menjelang menopause a. Merasa tua. b. Merasa tidak menarik lagi. c. Merasa tertekan karena takut menjadi tua. d. Mudah tersinggung. e. Mudah kaget sehingga jantung berdebar. f. Takut tidak dapat memenuhi kebutuhan sexual suami. g. Rasa takut bahwa suami akan menyeleweng. h. Keinginan sexual menurun dan sulit mencapai orgasme. i. Merasa sudah tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu. j. Merasa memberatkan keluarga dan orang lain.

Perubahan fisik menjelang menopause a. Kulit menjadi kendor (lemak bawah kulit mengendor). b. Kulit mudah terbakar sinar matahari (timbul pigmentasi dan menjadi hitam). c. Timbul bintik hitam pada kulit. d. Kulit kering dan keriput (kelenjar kulit kurang berfungsi). e. Metabolisme tubuh menurun (menurunya pengeluaran hormon tiroksin dan insulin, pembakaran dan keperluan tubuh). f. Kemampuan mereabsorpsi sari makanan semakin berkurang (sering terjadi obstipasi). g. Liang senggama terasa kering. h. Kepuasan berkemih dan buang air besar semakin berkurang. i. Tulang mengalami deklasifikasi (pengapuran).

Macam-macam gejala yang terjadi pada menopause, antara lain : Keluhan vasomotor (yang berhubungan dengan pembuluh darah) Hot Hushes (semburan panas tiba-tiba di wajah, leher dan dada). Night Sweats (keringat berlebihan pada malam hari). Atrofi urogenital (penipisan mukosa vagina). Hal ini menimbulkan akibat lanjut berupa kekeringan liang vagina, sehingga saat berhubungan suami istri terasa sakit dan terjadi penurunan libido. Perubahan pola haid. Biasanya haid menjadi tidak teratur. Hanya 10% wanita yang langsung tidak mendapat haid sama sekali. Gejala lain (dianggap sebagai gejala psikis dan sosio budaya), misalnya depresi, sakit kepala.

Gejala lain yang timbul merupakan manifestasi dari rendahnya hormon estrogen, berupa kulit kering dan mulai keriput, payudara kendur, timbunan lemak (terutama di pinggul), gangguaan mood, penurunan libido, dan sebagainya. Dalam jangka panjang, menopause meningkatkan resiko osteoporosis dan penyakit jantung koroner.

Beberapa Upaya dalam Menghadapi Menopause Dengan persiapan diri yang prima akan menopause (dengan cara mengkonsumsima makanan yang bergizi), diet seimbang dengan gizi cukup serta menjaga pikiran tetap positif. Pemenuhan gizi yang memadai akan sangat membantu dalam menghambat berbagai dampak negative menopause terhadap kinerja otak, mencegah kulit kering serta berbagai penyakit lainnya, persiapan diri yang prima akan menopause (dengan cara mengkonsumsi suplemen yang kaya fitoestrogen, olahraga teratur, diet seimbang dengan gizi cukup. Gizi seimbang adalah memenuhi kebutuhan gizi per harinya dengan asupan zat-zat gizi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pada dasarnya, kecukupan gizi pada usia menopause sama seperti kecukupan gizi pada kelompok usia yang lebih muda. Satu-satunya pengecualian adalah penurunan kebutuhan akan energi yang mengikuti penambahan usia.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan:

Konsumsi sumber fitoestrogen Kulit halus, rambut indah, dan payudara kencang, tidak hadir dengan sendirinya. Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi keadaan tersebut, yaitu hormon estrogen. Fitoestrogen merupakan hormon estrogen, terdapat dalam polong-polongan (kacang kedelai), padi-padian, sebagian besar sayuran dan buahan, fitoesttrogen dapat meredakan keluhan-keluhan menopause secara bermakna, jika dikonsumsi sesuai dengan dosis rekomendasi dan dalam jangka lama.

Fitoestrogen yang terdapat dalam kedelai, yakni dianjurkan untuk dikonsumsi sebesar 30-50 mg/hari. Yang pasti jumlah ini diperoleh dari asupan kedelai yang dikonsumsi dengan segala produk olahanya seperti. Tempe, pelu dikonsumsi sebab tempe mengandung superolsida destumase yang dapat menghambat kerusakan sel dan proses penuaan.

Khasiat tempe bagi perempuan menopause sangat tergantung kepada proses memasaknya. Dianjurkan agar tempe dimasak dengan menu seperti: Sup Semur Bacem Pepes Dengan menu masakan seperti itu khasiat tempe sedikit sekali mengalami penurunan dibandingkan jika dimasak dengan cara digoreng.

Disamping tempe, perempuan menopause sebaiknya juga memakan: Tahu termasuk salah satu bahan pangan yang kaya akan fitoesterogen yang cocok digunakan untuk dessert yaitu tahu sutra bahan yang terbuat dari kacang kedelai ini memiliki tekstur yang sangat lembut seperti krim kental, yang dapat menjadi pengganti aneka produk dari daging sapi dan minyak hewani. Tauco susu kedelai, susu yang sehat dari kacang kedelai ini kaya akan fitoesterogen sangat fleksibel yang menggugah selera. kacang tunggak bengkuang biji-bijian, seperti: gandum, wijen maupun biji bunga matahari.

Pola makan yang dianjurkan adalah gizi seimbang dengan frekuensi makan 3 kali makan utama/besar dan 2-3 kalau makan selingan/kecil. Frekuensi yang sering mempunyai tujuan agar tidak terjadi kelaparan pada saat tertentu dan kekenyangan disaat lain. Makan yang tidak teratur juga akan memicu keluhan sakit lambung yang dikenal dengan sakit maag.Porsi makan atau jumlah makanan yang dimakan untuk masing-masing orang tidak bisa disamakan karena kebutuhan kalori seseorang dipengaruhi hal-hal seperti: tinggi badan berat badan Aktivitas penyakit yang diderita.

Selain masalah menopause, terjadi juga perubahan pada fungsi organ lain, termasuk pada otak.Kepikunan mungkin mulai muncul pada masa-masa ini. Sebelum terjadi pikun, fungsi otak melalui suatu tahap kemunduran yang disebut Mild Cognitif Impairment (MCI). Proses perjalanan penyakit secara alami akan berlangsung terus. Namun dengan gizi yang baik, menghindari rokok, alkohol dan stres, serta berolahraga teratur dan cukup berekreasi peoses ini dapat dihambat. Dalam menjaga kesehatan otak, perlu diwaspadai juga jangan sampai terkena penyakit yang menyerang fungsi otak, misalnya stroke dan diabetesmelitus.Kesehatan otak sangat dipengaruhi suplai darah ke otak. Buruknya suplai darah ke otak dapat berakibat penurunan daya ingat. Penyebab hambatan suplai darah bisa karena gangguan pembuluh darah (vaskuler).

Olah raga Olahraga yang teratur mempertinggi kesanggupan untuk menghadapi stres dan depresi. Hal itu menambah energi dan membantu agar berat badan tidak bertambah. Tingkat kecepatan basal metabolisme lambat laun akan menurun seraya usia bertambah, dan jika metabolisme tidak ditingkatkan dengan olahraga, kecenderungannya adalah lambat laun berat badan bertambah.Yang paling penting untuk diketahui para wanita bahwa olahraga yang digabung dengan penambahan kalsium dapat meperlambat timbulnya osteoporosis, yaitu keadaan tulang yang mengakibatkan keropos dan kerapuhan.Olah raga akan meningkatkan kebugaran dan kesehatan seseorang.

Adapun olah raga yang sesuai untuk wanita menopause sebagai berikut : Jalan cepat lakukan secara bertahap dan meningkat seiring dengan intensitas latihan lain. Senam bagi wanita di atas usia 40 tahun, dilanjutkan untuk melakukan senam aerobik (tidak termasuk high impact) atau senam osteoporosis. Berenang Renang adalah olah raga yang cepat membakar lemak serta mengurangi cedera otot.

Menu Diet pada Usia Menopause Jenis zat gizi yang harus diperhatikan adalah : Karbohidrat Karbohidrat merupakan zat gizi yang dikonsumsi dalam presentase paling besar dalam menu makanan sehari-hari yaitu mencapai 55%, bahkan lebih dari keseluruhan kalori, jenis karbohidrat yang dianjurkan adalah karbohidrat komplek, seperti biji-bijian utuh (wholegrain), roti dan pasta (macaroni dan spageti), kacang-kacangan, nasi, sayuran, dan buah-buahan. Kurangi makanan yang banyak mengandung gula serta batasi karbohidrat sederhana. Perbanyak makanan berserat. Protein Kurangi konsumsi protein anda hingga tidak lebih dari 15% dari jumlah kalori anda. Dapatkan lebih banyak protein dari sumber nabati dan kurangi sumber hewani.

Lemak Jumlah lemak yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah berkisar 20%-30% dari seluruh jumlah kalori. Hindari/batasi penggunaan lemak asal hewani yang tinggi kandungan asam lemak jenuh dan gunakan lemak asal kacang-kacangan serta biji-bijian yang lebih banyak kandungan asam lemak tak jenuh serta kurangi lemak hewani yang mengandung asam lemak jenuh. Vitamin dan mineral Terdapat beberapa vitamin dan mineral yang perlu diperhatikan secara khusus asupannya setiap hari karena berperan penting pada masa menopause. Vitamin D, Vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin E, vitamin K, dan kalsium

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Nutrisi pada Menopause Ada beberapa faktor yang mempengaruhi status nutrisi pada wanita menopause diantaranya : Penurunan hormon Menurunya estrogen dapat menimbulkan perubahan kerja usus menjadi lambat, sehingga menimbulkan gangguan buang air besar misalnya sembelit. Redahnya hormon estrogen dan hormon paratiroid menyebabkan pengaapuran pada tulang (dekalsifikasi), artinya tulang kekurangan kalium sehingga keropos dan mudah patah.

Terapi yang Dapat Dilakukan oleh Wanita Menopause Olah raga teratur dan hindari strees : Untuk mencegah gejala lebih awal dan meningkatkan kekuatan tulaag dengan jalan kaki, jogging, medetasi dan yoga. Konsumsi makanan kaya kalsium : Untuk mengurangi pengeroposan dan patah tulang dengan asupan susu, keju, kacang-kacangaan, serta roti. Terapi Sulih Hormone (TSH) : Tujuan dasar terapi ini untuk menggantikan estrogen yang hilang agar jangka panjang dan pendek dapat teratasi.

Makan buah-buahan dan sayuran : Pepaya, kedelai, bengkoang dan terong yang banyak mengandung zat antioksidan pencegah penuaan dan serangan radikal bebas. Mengandung vitamin B1, B6, B12, asam Folat, serta vitamin E dan A. Ada juga selenium pada golongan mineral, isofalvon, dan karetonoid. Kurangi asupan kafein : Untuk mempercepat penyerapan kalsium dengan menghindari kopi, teh, minuman soda, dan alkohol. Jauhi rokok : Menyebabkan terjadinya menopause lebih awal dan rentan osteoporosis.

TERIMAKASIH