Anda di halaman 1dari 16

Tes Kepribadian

Pertemuan ke-8

Pengantar
Dlm pengukuran kepribadian, metode dominan yg digunakan klinisi adlh tes terstruktur & tdk terstruktur Tes terstruktur mementingkan respon klien thd aitem spesifik & bergantung pd analisa empiris dr data & kurang spesifiknya teori kepribadian yg digunakan Tes tdk terstruktur (disebut jg pengukuran proyektif) : menggunakan stimulus yg ambigu shg diharapkan klien akan memproyeksikan diri thd materi tes tsb

Pengukuran proyektif
Berkembang dr perspektif psikodinamika Menyediakan stimulus yg ambigu semakin bebas klien merespon mk respon yg muncul akan semakin personal & penuh makna bg dirinya Defense mechanism akan diungkap olh klien dmn klinisi akan memberikan instruksi bhw tdk ada jawaban benar atau salah

Rorschach inkblot test


Terdiri dr 1o kartu : 5 akromatis & 5 kromatis Dibuat pertama olh Herman Rorschach, seorang psikiater pd th 1921

Thematic Apperception Test


Dibuat pertama olh Murray th 1943 Mengukur needs & press klien Beda dg rorschach : variasi kontruksi (klien diminta mengkonstruk sebuah cerita utk setiap kartu, apa yg mendahului kejadian tsb, apa yg sdg tjd saat itu, & apa yg akan tjd kmdn. Klien jg diminta utk menambahkan pikiran & perasaan karakter di dlm cerita) Jawaban dicatat scr verbatim

Sentence completion
Salah satunya adlh Sack Sentence Completion Test Dibuat by : Joseph M, Sacks and Sidney Levy terdiri dari 60 aitem Asumsi Dasar : Kalimat-kalimat tidak sempurna (incomplete sentences) dapat merangsang seseorang untuk memproyeksikan keadaan/isi psikisnya sesuai dengan rangsang yang terdapat/berkaitan dengan isi kalimat tersebut

Draw a Person
Penggunaan utk keperluan klinis dilakukan olh Goodenough (1926) Kemampuan artistik tdk dipentingkan tp ketebalan garis, ukuran, penempatan gambar pd kertas, simetris utk mengetahui dinamika kepribadian Variasi instruksi : menggambar jenis kelamin yg berbeda; menggambar keluarga yg sdg melakukan sst (Kinetik Family Drawing); menggambar rumah, pohon, orang (HTP)

Pengukuran objektif
Persamaan dg pengukuran proyektif : memprediksi perilaku di masa depan Perbedaan (Butcher, 1971) : 1. proyektif mementingkan dinamika intrapiskis vs objektif menggambarkan karakteristik/trait 2. proyektif krn stimulus ambigu mk respon bebas vs objektif stimulus jelas dg respon terbatas 3. konten proyektif tdk dpt dibandingkan dg norma kelompok vs objektif yg dpt dibandingkan dg norma kelompok

Minnesota Multiphasic Personality Inventory


Dikembangkan olh Hathaway & McKinley (1942) Terdiri dr 550 aitem Pilihan jawaban T/F Skala validitas : ? (cannot say), L (lie scale), F (fake bad scale), K (subtle defensiveness) Skala klinis : Hs (hypochondriasis), D (depression), Hy (hysteria), Pd (Psychopathic deviant), Mf (masculinity-femininity), Pa (paranoia), Pt (psychasthenia), Sc (schizophrenia), Ma (mania), Si (social introversion)

California Psychological Inventory


480 aitem yg dibagi ke dlm 18 skala 178 pertanyaan sama dg MMPI beda : bukan simptom-oriented aitem krn pelaporan pola perilaku tipikal & perasaan/opini/sikap umum ttg etika sosial & hal2 terkait keluarga Hasil : karakteristik kepribadian, bkn gambaran diagnosa

16 Personality Factor (16PF)


Menghasilkan 16 skor utk 16 dimensi kepribadian yg independen Dikembangkan utk keperluan faktor analisa penelitian Dibuat olh Cattell Kelebihan : cross-cultural stability & profile-prediction validity

Referensi :
Kendall, P.C. & Norton-Ford, J.D. 1982. Clinical Psychology : Scinetific and Professional Dimensions. Toronto : John Wiley and Sons, Inc.