Anda di halaman 1dari 48

KESEIMBANGAN ASAM BASA

Purwoko
Instalasi Perawatan Intensif
RSUD dr. Moewardi
Surakarta
PENDAHULUAN
Keseimbangan Asam Basa :
Kondisi dimana ion H yang diserap sel setara
dengan ion H yang dilepaskan oleh sel.
pH cairan tubuh dalam nilai normal
H
+
H
+
Sel
pH
4Paru & ginjal : merupakan sistem organ
utama yg berperan dalam
mempertahankan
keseimbangan pH.
4Paru : eliminasi CO
2

4Ginjal : - Sekresi H
+
ke urine
- Membentuk buffer yg
masuk dalam sirkulasi
Definisi I dikemukakan oleh Bronsted dan Lowry
(terpisah) tahun 1923.

- Asam : zat yg dapat memberikan H
+
ke
zat lain (Donor proton, H
+
)

- Basa : zat yg dapat menerima H
+
dari zat
lain (akseptor proton, H
+
)
1. HCl H
+
+ Cl
-

HCl asam dapat memberikan H
(+)

Cl
-
anion, bukan asam tdk bisa memberikan H
(+)

2. NaOH Na
+
+ OH
-
Jika Ditambah H
+
OH
-
+ H
+
H
2
O
NaOH Basa dapat menerima H
+

OH
-
- kation, bukan basa
- tidak dapat menerima H
+
HCO
3
Basa dapat menerima H
+
HCO
3
+H
+
H
2
CO
3
Contoh :
MEKANISME PERTAHANAN
Fungsi sel berlangsung optimal jika
pH dipertahankan 7,4 (7,35 7,45)
atau
ion H+ Sebesar 10
-7
mmol/L (40 nEq)
- Batas pH dimana hidup masih mungkin adalah
(6,7-7,9)
dibawah 7,2 atau diatas 7,55 hampir selalu
memerlukan terapi.

- INGAT Terapi BicNat

- Hasil metabolisme, orang dewasa/hari
+ 13.000 mEq CO
2
harus dikeluarkan oleh
paru-paru dan 30-50 mEq H
+
harus
dikeluarkan oleh ginjal
Teori
-Mekanisme pertahanan
+
Sistem buffer tubuh

1. Bicarbonate buffer system
2. Hemoglobin/Hb buffer system
3. Protein buffer system
4. Phospat buffer system
Buffer :
sistem yg berfungsi untuk mempertahankan
agar ion H
+
kurang lebih tetap (normal)
MACAM-MACAM
GANGGUAN ASAM BASA
Asidosis : kadar ion H
+
dalam darah
lebih tinggi dari (N) (pH rendah)

Alkalosis : kadar ion H
+
lebih rendah
dari (N) (pH tinggi)
- pH < 7,4

- HCO
3
turun (krn terpakai pada mekanisme
buffering)
HCO
3
adalah sebagian dari total buffer base
+
Total buffer base turun
+
terjadi base defisit (base excess negatif < -2)
q
- Ciri khas acidosis metabolik
1. ASIDOSIS METABOLIK
2. Alkalosis metabolik
- pH > 7,4
- HCO
3
naik
- Base excess positif, (>+2)
Proses : mula-mula hipoventilasi
+
CO
2
7, PACO
2
7
+
PaCO
2
7
- Tidak terjadi perubahan buffer base =
tidak terjadi base defisit.
- pH < 7,4
Kadar HCO
3
-
7

Nama lain acidosis respiratorik :
1. Arterial hypercapnia
2. Alveolar hypoventilasi

3. Asidosis respiratorik
Proses = mula-mula hiperventilasi
+
CO
2
+, PACO
2
+
+
PaCO
2
+

- Tidak terjadi base defisit
- PH > 7,4 - HCO
3
- +

Nama Lain Alkalosis Pespratorik
1. Arterial hypocapnia
2. Alveolar hyperventilasi
4. Alkalosis Respiratonik
Ciri Ciri pada acidosis dan alkalosis
I PaCO
2
Base Excess
Acidosis
Respiratorik
> 45 mmHg Normal
Alkalosis
Respiratorik
< 35 mmHg Normal
Acidosis Metabolik Normal < -2 mEq/ l
Alkalosis Metabolik Normal > +2 mEq / l
Base excess dengan tanda minus = base defisit
Hubungan kadar HCO
3
-

dengan acidosis dan alkalosis


I HCO
3
-
Acidosis Respiratorik Naik
Alkalosis Respiratorik Turun
Acidosis Metabolik Turun
Alkalosis Metabolik Naik
HCO
3
- sering kali dipakai sebagai patokan untuk
menetapkan adanya metabolik acidosis atau
alkalosis.
Hal ini tidak mutlak benar karena kadar HCO
3

Sebenarnya di pengaruhi faktor respiratorik
maupun metabolik
Base excess / deficit hanya dipengaruhi
faktor metabolik saja.

Bukti I
Pada acidosis Respiratory
1. Pa Co
2
Naik
2. CO
2
+H
2
0 H
2
CO
3

H
2
CO
3
H+ + HCO
3

3. Mekanisme Buffering :
H+ + Hb HHB. (Hb Buffer Base)
Yang menarik :

setiap 1 HHb digunakan akan terbentuk
1 buffer base yang lain HCO3
Standart Bicarbonat : kadar HCO
3
-
dalam darah
yang diseimbangkan (equilibrated) pada PaCO
2
40 mmHg & dengan O
2
pada suhu 38
o
C.
+
Dengan demikian Std Bicarbonat dapat digunakan
sebagai patokan untuk pengukuran gangguan
metabolik seperti pengukuran base excess atau
base defisit

Bicarbonat yang diukur tanpa menyeimbangkan
dengan PaCO
2
40 mmHg disebut Actual
Bicarbonate.


MEKANISME KOMPENSASI
Hubungan antara pH, kadar HCO
3
-
dan kadar H
2
CO
3
.
+

kadar H
2
CO
3
berbanding langsung dengan PaCO
2

+

HCO
3
-

pH = pK + Log --------
H
2
CO
3

Karena H
2
CO
3
berbanding langsung dengan PaCO
2
maka persamaan tersebut adalah :
pH = pK + log

Pk = 6,1
a = 0,03

Ph = 6,1 + Log
aPaCO
2
HCO
3
-


















0,03 x PaCO
2
HCO
3
-
Dari persamaan ini jelas bahwa pH tidak tergantung
mutlak pada harga HCO
3
- atau PaCO
2
TETAPI
Tergantung pada Ratio . HCO3- .
0,03 x PaCO
2
Pada Keadaan Normal :
HCO
3
-
= 24 mEq / L
PaCO
2
= 40 mmHg

Maka = pH = 6,1 + log 24 .
0,03 x 40
= 6,1 + log 24
1,2
= 6,1 + log 20
= 6,1 + 1,3
= 7,4
Contoh pada Acidosis Metabolik

NORMAL
ACIDOSIS METABOLIK
TANPA
KOMPENSASI
DENGAN
KOMPENSASI
HCO
3
24 mEq/L 15 mEq/L 15 mEq/L
PaCO
2
40 mHg 40 mHg 25 mHg
0,03 x PaCO
2
1,2 1,2 0,75

Ratio
HCO
3

20 : 1

12,5 : 1

20 : 1
0,03.PaCO
2
pH 7,4 7,2 7,4
MACAM-MACAM MEKANISME KOMPETENSI
Mula-mula PaCO
2

tetap 40 mHg
Ratio HCO
3
= 0,03 x PaCO
2
turun
harga pH juga turun
+
Mekanisme kompensasinya
1. Turunnya pH akan merangsang pusat napas
2. Terjadi alveolus Hiperventilasi
3. PaCO
2
40 mmHg turun jadi 25 mHg
4. Ratio HCO3 . Naik

0,03 PaCO
2
+

5. pH naik
Contoh lain pada acidosis Respiratorik

Normal
Acidosis respiratori
Tanpa kompensasi Dengan
Kompensasi
HCO
3

24
mEq/L
24 mEq/L 38 mEq/L
PaCO
2
40 mHg 90 mHg 90 mHg
0,03 x PaCO
2
1,2 2,7 2,7

Ratio
HCO
3

20 : 1

8,8 : 1

14 : 1
0,03.PaCO
2
pH 7,4 7,2 7,32
4 Mula-mula terjadi kanaikan PaCO
2

karena alveoler Hypoventilasi

4 Ratio . HCO3 Turun
0,03 PaCO
2

4 pH juga Turun

+
1. Naiknya PaCO
2
menyebabkan Reabsorbsi HCO
3
-
di
ginjal meningkat
+
2. Kadar HCO
3
-
akan naik
+
3. Terjadi metabolik alkalosis
4. Meskipun PaCO
2
tetap tinggi, rasio . HCO
3
naik
0,03 PaCO
2
+
5. pH naik
Mekanisme kompensasinya
Ringkasan Mekanisme Kompensasi
GANGGUAN PRIMER KOMPENSASI
1. Acidosis Metabolik Alkalosis Respiratorik
2. Acidosis Respiratorik Alkalosis Metabolik
Sebagai Patokan pH 7,4
Kurang 7,4 acidosis
Lebih 7,4 Alkalosis
Bila pH acidosis gangguan
primernya adalah acidosis
Bila pH alkalosis gangguan
primernya adalah alkalosis
PRINSIP

Contoh 1 :
pH 7,3 (acidosis, <7,4)
PaCO
2
60 mmHg (acidosis Respiratorik)
BE + 5 mEq /L (alkalosis metabolik)

Analisa
- pH didaerah acidosis
- Dx = Acidosis Respiratorik dengan
kompensasi alkalosis metabolik
Contoh 2
pH 7,45 (alkalosis, 7,4)
PaCO
2
47 mmHg (acidosis respiratorik)
BE
+
7 mEq/L (alkalosis metabolik)
Analisa
pH di daerah alkalosis
Dx : alkalosis metabolik dengan
kompensasi acidosis respiratorik
Nilai Normal AGD
pH 7,35 7,45
PaO
2
80 100 mmHg
PaCO
2
35 45 mmHg
BE
-
2 -
+
2
HCO
3
21 25 mmol / L
Harus dibaca berdasar normalitas tersebut diatas,
secara sendiri-sendiri tidak mempunyai arti klinis
Penyimpangan dari nilai normal dapat segera
didiagnosis (jenis dan penyebabnya)
Diagram E R - S
pH Acidosis < 7,35 -----7,45 > alkalosis
PaCO
2
Hipercarbia

> 45 ----- 34 < Hipocarbia
B E Negative < -2 ----- +2 Positive
NETRAL
BAHAYA
GANGGUAN ASAM BASA
1. ACIDOSIS
- Kadar K
+
naik
- Fungsi sel dan enzim menjadi buruk
- K> 6 mEq/L perubahan ECG
- Aritmia cardiac arrest
pH <7,20 dan BE <-5 (acidosis
metabolik), perlu koreksi Na-bicarbonat
Dosis :
0,3 X BB x selisih BE = mEq
Yang dimaksud selisih BE :
Misal = BE - 11
Selisih BE = -11 dg -2 = 9 unit
b. ALKALOSIS
4 Kadar K+ +
4 Hipokalemi aritmia +
intoksikasi digitalis
4 Affinitas O
2
Hb kuat
pelepasan O
2
ke jaringan
terganggu (sulit)
c. PaCO
2
tinggi (80-100 mmHg)
4 Coma
4 Aritmia
4 Vasodilatasi pembuluh
darah otak
4 CBF 7
4 TIK 7
d. PaCO
2
rendah ( < 25 mmHg )
4 Vasokonstriksi pembuluh
darah otak
4 Penurunan aliran darah ke
otak
4 Otak hipoksia
PENGAMBILAN SAMPLE
4 Darah Arteri : - a. Radialis
- a. Brakhialis
- a. Femoralis
4 + heparin
4 Dihindari gelembung udara
4 Segera diperiksa ( anaerob )
4 Darah arteri menggambarkan status oksigenasi
dan status ventilasi paru
Hasil : PO
2
BE
PCO
2
HCO
3
pH ( ttl CO
2
) (PCO
2
+ HCO
3
)
Kondisi klinis gangguan
Keseimbangan Asam Basa
1. Acidosis Respiratif
Retensi CO
2
dan gangguan nafas
Hipoventilasi
Obstruksi Jalan Nafas
Gagal Nafas Akut

2. Acidosis Metabolik
Shock
Hipoksia Jaringan
Gagal ginjal Akut

3. Alkalosis Respiratorik
Hiperventilasi

4. Alkalosis metabolik.
muntahmuntah banyak / hipertensi
drainase cairan lambung>1 liter

Contoh Kasus
Seorang wanita 30 th pasca operasi KET
masuk OK, Hb : 2,2 gr%
Pasca operasi masuk ICU dgn ventilator,
mode volume control, BB=45 Kg, MV 5,2
L/mnt,
Hemodinamik : T = 90/38 mmHg
HR = 140 x/mnt
Urine = oliguri
Data tersebut menunjukkan :
Acidosis metabolik dengan kompensasi
alkalosis Respiratorik

Tindakan
Bicnat 0,3 x selisih BE x BB IV
Data I
pH 7,15
PaCO
2
32,5 mmHg
PaO
2
183 mmHg
HCO
3
- 11 mEq/L
BE -14 mEq/L
Sa O
2
91%
Data II :
pH 7,37
PaCO
2
30 mmHg
PaO
2
154 mmHg
HCO
3
20 mEq / L
BE -7 mEq / L
SaO
2
91%

Masih ada acidosis metabolik dengan
kompensasi alkalosis respiratorik tapi pH
mendekati normal
Latihan
pH 7,25 7,25 7,50 7,50 7,25 7,48
PaCO
2
70 40 25 40 20 20
BE +2 -10 -2 +8 -17 -8
HCO
3
31 18 19 32 8 13
Total CO
2
33 19 20 33 9 15
A B C D E F
A. Acidosis (ph 7,25) respiratorik (PaCO
2
.70)
B Acidosis (pH 7,25) metabolik (BE-10)
C. Alkalosis (pH 7,50) respiratorik (PaCO
2
25)
D. Alkalosis (pH 7,50) metabolik (BE+8)
F. Alkalosis (pH 7,48) respiratorik (PaCO
2
20) + kompensasi BE-8
E. Acidosis (pH 7,25) metabolik (BE -17) + kompensasi PaCO
2
20
A. Acidosis (ph 7,25) respiratorik (PaCO
2
.70)
F. Alkalosis (pH 7,48) respiratorik (PaCO
2
20)
+ kompensasi BE-8
C. Alkalosis (pH 7,50) respiratorik (PaCO
2
25)
D. Alkalosis (pH 7,50) metabolik (BE+8)
E. Acidosis (pH 7,25) metabolik (BE -17) +
kompensasi PaCO
2
20
DIAGNOSIS
B Acidosis (pH 7,25) metabolik (BE-10)