Anda di halaman 1dari 46

PENATALAKSANAAN KOMPLIKASI OMSK

Literature Reading

Endang Suherlan

Bagian THT KL Fakultas Kedokteran UNPAD RSHS Bandung - 2003

PENDAHULUAN

Kemajuan farmakoth/ komplikasi otogenik menjadi jarang tetapi dapat juga terjadi efek masking Pengetahuan tentang pola klinis komplikasi jadi penting D/ dini menjadikan Th/ lebih efektif. Pola komplikasi : - Sebelum Ab 52% ok OMA virulen - Setelah Ab 75% ok AMSK terutama berhubungan dengan kolesteatoma Komplikasi: Intrakranial dan Intratemporal
2

Penyebaran Infeksi Telinga Tengah

Frekuensi komplikasi Intrakranial : - Meningitis 34% - Abses otak 25% lobus temporal 15% serebelum 10% - Labirintitis 12% - Hidrosefalus otitik 12% - Trombosis sinus dura 10% - Abses ekstradural 3% - Petrositis 3% - Abses subdural 1%
5

Komplikasi intrakranial hampir selalu tjd

krn perluasan langsung dr telinga tengah atau mastoid (penyebaran scr hematogen kadang dilaporkan) Perjalanan komplikasi ke intrakranial hrs melalui proses :

Dari Telinga Tengah ke selaput otak Menembus selaput otak Masuk ke jaringan otak
6

ABSES EKSTRA DURAL


Merupakan proses awal terjadinya komplikasi sering sebelum era Ab Gejala:


tanda toksisitas demam ringan yang menetap infeksi menetap walaupun th/ adekuat Otalgia berdenyut / tidak Nyeri kepala Otore creamy, pulsatil

G/ tsb naik secara bertahap kemudian menghilang begitu abses teralirkan ke rongga mastoid otore meningkat.

10

Abses Extra Dural

Fossa media:

Apeks petrosus anterior Tegmen timpani Apeks petrosus posterior Tulang pada trautmann (sekitar sinus sigmoid) abses perisinus

Fossa Posterior

11

ABSES EKSTRA DURAL

12

ABSES EKSTRA DURAL


Terapi:

Operasi eksplorasi keluarkan pus Antibiotik

13

ABSES SUBDURAL

Merupakan stadium supurasi dari pakimeningitis Sekarang jarang ditemukan bila terjadi merupakan keadaan gawat darurat bedah saraf memerlukan penanganan segera u/ menghindari kematian Gejala:

sakit kepala dg onset cepat toksisitas, somnolen sp koma kejang-kejang paralisis fungsi motorik
14

Abses Subdural

Biasanya akibat dari abses epidural atau tromboflebitis vena2 kecil Terapi:

Operasi Antibiotik:
Penisilin Kloramfenikol Aminoglikosida

Antiepilepsi
15

MENINGITIS
Dpt terjadi disetiap Mempunyai 3

perjalanan komplikasi telinga Dpt menyebabkan labirintitis atau sebaliknya

stadium:
Serosa Seluler Bakterial Klinis: KK (+), headache, demam, letargi, TTIK

Penyebaran dari:

Hematogen >> Direk (transtemporal)

16

Meningitis

Terapi:

Antibiotik iv:
Ampisilin Kloramfenikol Rifampisin (bila resisten) Seftazidim Metronidazol

Kortikosteroid iv Mastoidektomi

17

ABSES OTAK

Merupakan komplikasi yang tersulit baik dr beratnya maupun kesukaran penatalaksanaannya merupakan lesi yg menyebabkan desak ruang & mengambil/merusak jaringan yg ditempati menyebabkan kelainan yg menetap walau th/ adekuat. Sering timbul bersama dg komplikasi yg lain G/ UMUM:

tanda TTIK kadang delusi dan halusinasi tanda infeksi


18

G/ FOKAL - Abses lobus temporal sisi dominan


1. 2. 3. Afasia (total/parsial) Hemianopsia homonim Paralisis fasial upper motor neuron kontra lateral 4. Kehilangan orientasi letak anggota tubuh

- Abses serebelum :(G/ minimal walau lesi besar)


1. 2. 3. 4. Nistagmus Inkoordinasi Hilangnya tonus otot Disdiadokokinesis

19

Jarang, dewasa >> Cerebrum >> Patogen:

Stafilokokus, streptokokus Gram (-): pseudomonas, proteus, E. coli anaerob

D/ dibuat berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan : - Pungsi lumbal, kecuali ada TTIK - EEG - Ro tengkorak - Arteriogafi - CT Scan
20

Abses Otak

4 stadium:

Cerebritis Lokalisasi (quiscent abcess) Enlargement (manifest) Termination (ruptur)

21

Abses Otak

Antibiotik:

Penisilin 4 x 4 jt U Kloramf 5 x500 mg Metronidazol 4 x 1 gr Sefalosporin g-III

Steroid (kontroversi) Manitol iv 0.5 mg/kg

22

TROMBOSIS SINUS

Jarang terjadi tapi berbahaya krn sering bersama dg kompliksi lain spt meningitis, abses serebelum, trombosis sinus multipel Gejala:

demam yang meningkat tajam (spiking fever) toksis berat,nadi cepat,berkeringat banyak, menggigil, kejang, syok kadang mual,sakit kepala

masa remisi tampak sehat, sedikit eforik G/ kembali berulang kadang tiap 4 jam.
23

Jika sinus petrosus superior terkena

rasa nyeri pada rahang bawah Jika bulbus jugulare terkena dpt terjadi paralisis N IX,X,XI berlanjut ke sinus kavernosus proptosis dan kemosis Jika sinus lateral terkena nyeri pada perabaan di daerah mastoid posterior (tempat keluarnya v.emisari mastoid) Griesinger sign
24

Teori Terjadinya Trombosis Sinus Sigmoid


Vena kecil Tulang Temporal Erosi Tulang Perisinus Inflamasi Inflamasi transmural Obstruksi o/ infected trombus Trombus mural

Sinus duramatris

TROMBOSIS SINUS SIGMOID


25

26

Trombosis Sinus Sigmoid

27

Tobey-Ayer Test

28

TROMBOSIS SINUS
Terapi:

Antibiotik:
Ampicillin, Kloramfenikol, sefalosporin, aminoglikosida

Bedah Antikoagulan (kontroversi) t.u. sinus kavernosus

29

OTITIC HYDROCEPHALUS

TTIK abses otak (-), LCS bersih, Otitis media (+) Khas timbul 10 20 hr setelah infeksi akut telinga Klinis: Nyeri kepala Muntah, letargi Ggn visual Patogenesis: sumbatan villi arachnoid o.k. tromboflebitis Penatalaksaan: Mengatasi TTIK
Steroid, diuretik, agen hiperosmolar Shunting

Pemeriksaan serial utk visual


30

Komplikasi Intratemporal
Telinga Kanan Anterior

Labirintitis
N. VII

Abses Subperiosteal

Mastoid
Mastoid tip

Posterior

Foramen Stylomastoideus

Abses Bezold
31

Mastoiditis

Peradangan pada mukosa selulae mastoid Etiologi: beta-strep grup A, H. influenzae Penyebaran infeksi Terapi:

Antibiotik Mastoidektomi

32

Mastoiditis

33

Abses Subperiosteal

34

Abses Subperiosteal Zigomatik

35

Abses Bezold

36

Petrositis

Posterior: occipital headache Anterior:


Retroorbital pain (Parese n. VI) (Otore persisten)

Sindrom Gradenigo

37

Petrositis

Penatalaksanaan:

Antibiotika Mastoidektomi

38

Labirintitis Bakterial

Jenis:

Serous Supuratif Otogenik (timpanogenik) meningogenik

L. supuratif:

39

Patogenesis Labirintitis Bakterial


TOXIN BAKTERI

Oval Window Round window Fistula labirin

# temporal Erosi tulang temporal Anomali kongenital

CAI Aquaduktus cohlearis

LABIRIN

LABIRINTITIS SEROSA

LABIRINTITIS SUPURATIF
40

Patogen Labirintitis

Serosa:

Supuratif:

S. pneumoniae H. influenzae M. catarrhalis

Spt serosa Proteus, Klebsiella, P. aeruginosa, Bacteroides, peptostreptokokus N. meningitidis

41

Gejala Labirintitis
Vertigo sangat berat Vomitus Nistagmus ke sisi yg sakit Tes fistula (+) SNHL ringan (serosa), berat (supuratif)

42

Penatalaksanaan:

Atasi infeksi Operasi (supurasi) Meningogenik

operasi (-)

43

Paralisis Nervus Fasialis


Kongenital Dehisensi Destruksi

Tulang Kanalis Fasialis

KOLESTEATOMA

INFEKSI

N. VII ter-ekspos

desakan

PARALISIS NERVUS FASIALIS


44

Penatalaksanaan Paralisis N. VII


Bedah Eksplorasi Telinga Tengah

ME

radikal (bila perlu) Terapi OMSK

45

Daftar Pustaka

Lee KJ. Infections of the Ear in: Lee KJ. Essential Otolaryngology Head & Neck Surgery. 8th ed. McGrawHill. New York. 2003 Lindsay KW, Bone I. Intracranial Abscess in: Lindsay KW, Bone I. Neurology and Neurosurgery Illustrated. 3rd ed. Churchill Livingstone. Great Britain. 1997. Ludman Harold. Complication of suppurative otitis media in: Scott-Browns Otolaryngology. 6th ed. London. 1996 Ballenger JJ. Komplikasi Otitis Media dalam: Ballenger JJ. Penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorok. Edisi 13. EGC. Jakarta. 1986.

46