Askeb II Persalinan

Memberikan Asuhan pada Ibu Bersalin Kala III Oleh : Liana Devi Oktavia, SST

Pendahuluan
Setelah bayi lahir, peristiwa selanjutnya adalah pengeluaran plasenta (ari-ari).  Kala III berlangsung kurang dari 30 menit ( sekitar 2-3 menit)

 .MEKANISME PELEPASAN PLASENTA Otot uterus berkontraksi mengikuti ukuran rongga uterus.  Penyusutan berkurang ukuran tempat implantasi plasenta Ukuran tempat mengecil & ukuran plasenta tetap menekuk menebal kemudian lepas dari dinding uterus.

 Perdarahan sekonyong-konyong.Tanda.  Fundus Uteri naik.Tanda Lepasnya Plasenta Uterus menjadi bundar .  Tali pusat yang lahir memanjang.  .

Jadi perdarahan sudah ada sejak sebagian plasenta lepas sampai seluruhnya. darah mengalir keluar antara selaput ketuban. Perdarahan biasanya tidak terjadi sebelum uri lahir & banyak setelah uri lahir.  .CARA PELEPASAN PLASENTA Schulze : 80% cara ini yg sering terjadi lepas terlebih dahulu adalah bagian tengah.  Duncan : Lepasnya mulai dari pinggir.

Prasat untuk megetahui pelepasan Plasenta Kustner  Klein  Strassman  Manuaba  Crede  .

.Pengeluaran Plasenta  Plasenta yg sdh lepas SBR kedalam bagian vagina mengejan plasenta terdorong keluar (20% scr spontan. selebihnya memerlukan pertolongan.

PEGAWASAN PERDARAHAN  Dikatan patologis bila perdarahan melebihi 500cc. .

Plasenta yang telah lahir dipegang selanjutnya selaput ditarik & dipilin seperti tali. . .Ditarik dg klem perlahan-lahan.Dikeluarkan dg manual/digital.PEMERIKSAAN PLASENTA & SELAPUTNYA  Cara pengeluaran selaput janin . .

 . Insersi sentralis : tali pusat berhubungan dg placenta di bagian tengah.Permukaan placenta janin.Setelah selaput & plasenta lahir maka dilakukan pemeriksaan cermat terhadap : .Kotiledon yg berjumlah 20 buah. 2. Insersi Parasentralis : Berhubungan dg plasenta sedikit kesamping. Jenis insersi tali pusat 1. .

3. Insersi lateralis : berhubungan dg plasenta pada bagian samping 4. Insersi Felamentosa : Berhubungan dengan tali pusat berinsersi tidak pada plasenta tapi pada selaput janin. . Insersi Marginalis : Berhubungan dengan bagian pinggir plasenta. 5.

 .  Degenerasi ganas menjadi kariokarsinoma.  Bahaya infeksi.Tertinggalnya sebagian jaringan placenta dapat menyebabkan : Perdarahan puerperium yg berkepanjangan.  Terjadi polip plasenta.

MANAJEMEN AKTIF KALA III (MAK III)  Pengertian Upaya mengurangi kehilangan darah saat pengeluaran plasenta seperti yg terjadi pada penanganan fisiologis (menunggu placenta lahir secara alamiah dg cara segera memberikan oksitosin 10 IU segera setelah BBL dan melakukan traksi terkendali pada tali pusat. agar plasenta segera diinsisi. .

 Tujuan Untuk menghasilkan kontraksi uterus yg lebih efektif & efisiensi sehingga dapat memperpendek waktu kala III persalinan & mengurangi kehilangan darah dibandingkan dengan penatalaksanaan fisiologis. .

 Hati. Hipotonia uteri Placenta (inversio Uteri) . 2.Hati : 1. Dugaan kehamilan ganda. Riwayat retinsio plasenta 3.

Keuntungan MAK III Kala III persalinan yg lebih singkat.  Mengurangi jumlah kehilangan darah.  Mengurangi kejadian retensio plasenta.  .

Manajemen aktif kala III terdiri dari tiga langkah utama  Pemberian suntikan oksitosis 1. Segera berikan bayi yg telah terbungkus kain pada ibu untuk diberikan ASI. Memberitahu pd ibu bahwa ia akan disuntik 5. 4. Letakkan kain bersih diatas perut ibu 3. Periksa uterus utk memastikan tidak ada bayi yg lain. Selambat-lambat dlm wkt 1 menit setelah bayi lahir segera suntikkan oksitosin 10 unit IM . 2.

3. Letakkan satu tangan diatas abdomen o-cranial. Pindahkan klem ke II sekitar 5-10 cm dr vulva mencegah terjadinya avulsi.Peregangan Tali Pusat Terkendali 1. 4.  . Berdiri disamping ibu 2. Bila blm lepas tgg hingga ada kontraksi yg kuat.

Bila placenta tdk turun setelh 30-40 dtk dimulainya penegang tali pusat. tegangkan kembali tali pusat kearah bawah. . bersamaan dg itu lakukan penekanana pd korpus uteri. 7. 6. Tgg sampai kongtraksi berikutnya. Ulangi peregangan saat kontraksi kembali. Bila ada kontraksi. jgn teruskan penegangan.5.

Jika terjadi selaput robek. teruskan kelahiran plasenta dg kedua tangan. sgg placenta terdorong ke introitus vagina. Setelah placeta lepas.8. 9. anjurkan ibu meneran. gunakan jari-jari tangan anda/klem/cunamDTT/steril untuk keluarkan selaput ketuban yg dapat . Pada saat placenta terlihat diitroitus vagina. periksa vagina & serviks dg seksama. 10.

Beri oksitosin dosis pertama.Periksa adanya pelepasan plasenta .Hal-hal yg Harus diperhatikan dalam PTT 1.Siapkan rujukan jika tdk ada tanda pelepasan plasenta . 30 mnt plsenta blm lahir: . . berikan oksitosin 10 unit IM dosis ke dua.Periksa kandung kemih . Jika plasenta blm lahir dlm wkt 15 mnt. Jika menggunakan MA. 2.

4. Jangan melakukan penegangan tanpa diikuti dg tekanan yg berlawanan arah pd bagian uterus. 5. . Jika uterus bergerak kebawah wk menarik tali pusat “ Hentikan” Plasenta mungkin blm lepas & terjadi inversio uteri.3. Jika ibu mengatakan nyeri/uterus lembek/tidak berkontraksi hentikan “ BAHAYA PERDARAHAN”.

 Periksa kontraksi uterus setiap 15menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama 1 jam kedua pasca persalinan. .

Pemeriksaan plasenta & selaput Ketuban Periksa sisi maternal plasenta/yg menempel dlm dinding uterus utk memastikan bahwa semuanya lengkap & utuh.  Periksa plasenta bagian foetal.  Pasangkan bagian yg robek/terpisah utk memastikan tidak ada bagian yg hilang.  Evaluasi selaput utk memastikan kelengkapan  .

Deteksi Dini Patologi Kala III Retensio Plasenta : Terhambatnya kelahiran plasenta selama ½ jam setelah persalinan bayi.  Inversio Uteri : Fundus uteri masuk kedalam kavum uteri.  Perlukaan jalan lahir  Atonia Uteri  . dapat secara mendadak/perlahan.

Pendokumentasian kala III  Catatan persalinan adalah terdiri dari unsur-unsur berikut :       Data atau informasi umum Kala I Kala II Kala III Bayi baru lahir Kala IV. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful