Anda di halaman 1dari 18

KETUBAN PECAH DINI

Oleh : Dr. Adhitya Maharani SpOG

DEFINISI
Adalah ketuban yang pecah tanpa diikuti dengan persalinan (PPROM) >< Ketuban pecah sebelum waktunya ketuban pecah kemudian di ikuti persalinan (PROM)

INSIDENSI DAN ETIOLOGI


Insidensi : 10 20 % Permasalahan obstetrik yang serius Bertanggung jawab pada kelahiran prematur : 30 % Morbiditas maternal meningkat Etiologi : sebagian besar terjadi spontan dan etiologi pasti tidak diketahui

PATOGENESIS
Menurunnya kekuatan dari membran amnion Kenaikan tekanan intrauterin Kedua-duanya Penurunkan kekuatan/elastisitas membran

- Infeksi : bakteri protease - Kontraksi uterus

DIAGNOSIS
1. 2. 3.

4.

5.
6. 7. 8.

Spekulum : Keluarnya air ketuban dari ostium uteri eksternum Nitrazine test Fern test USG : AFI Intraamniotic fluoresceinjarang, invasif Amnioscopy Diamine oxidase test Fetal fironectin

KOMPLIKASI
MATERNAL : KORIOAMNIONITIS (20 %) Tanda : - Febris ( > 37.8 C) - Takhikardia ibu - Takhikardia janin - Nyeri pada penekanan uterus - Air ketuban berbau busuk - Lekositosis, shift to the left

Bakteria yang berperan : - Ureaplasma urealyticum - Gardnerella vaginalis - Group B streptococcus - Fusobacterium sp - Enterococci - Mycoplasma hominis - E. Coli - Bactreroides bivius
-

Group B streptococcus dan E. Coli 20 % dari koraioamnionitis tapi bertanggung jawab sebesar 67% terjadinya bakteriemi pada maternal dan janin Morbiditas infeksi maternal meningkat 5 kali pada persalinan secara seksio sesaria Abrupsio plasenta meningkat

JANIN Prematuritas HMD Hipoplasia pulmonal Infeksi Malpresentasi Fetal distres Deformitas janin Prolaps tali pusat

PROGNOSIS JANIN
Maturitas paru Presentasi Infeksi intrauterin

MANAJEMEN
1.

Identifikasi pasien yang memerlukan persalinan segera:


a. b. c. d. Pasien sudah dalam persalinan Pasien dengan paru janin sudah matang Fetal distres Pasien dengan infeksi berat: persalinan pervaginam, kecuali ada indikasi obstetrik e. Pasien dengan amnionitis subklinis f. Pasien dengan risiko tinggi infeksi

Pasien dengan risiko tinggi infeksi

Pasien Pasien Pasien Pasien Pasien

mendapat obat imunosupresan dengan riwayat RHD dengan DM-insulin dependent dengan sickle cell disease dengan protease jantung

Menentukan umur kehamilan !!

KPD pada kehamilan > 36 minggu


Manajemen akif segera dilahirkan Induksi bila serviks sudah matang Bila belum matang, periode laten sampai 24 jam diijinkan sebelum dilakukan induksi, antibiotik

KPD pada kehamilan 32 - 36 minggu


Risiko korioamnionitis meningkat cenderung untuk dilahirkan Induksi bila serviks sudah matang > kasus serviks belum matang Manajemen ekspektan/konservatif + antibiotik

KPD pada kehamilan 26 - 32 minggu


Risiko Hyaline membrane disease (HMD) meningkat Ekspektan manajemen + antibiotik Pemberian kortikosteroid pematangan paru Awasi terhadap tanda2 korioamnionitis Pemberian tokolitik bila terdapat kontraksi sebelum pemberian kortikosteroid tidak terbukti dapat memperpanjang fase laten Monitoring janin: NST,WBC,CRP Terminasi bila terdapat persalinan progresif, fetal distress ( deselerasi variabel) Cara terminasi : keadaan serviks dan janin

KPD pada kehamilan < 26 minggu


Hasil luaran perinatal sangat buruk Mortalitas perinatal : 60 90 % Morbiditas maternal : 50 % 16 % bayi yang hiduphambatan pertumbuhan dan perkembangan Risiko deformitas muskuloskeletal dan hipoplasia pulmonal meningkat Tidak ada satu penatalaksanaan yang dapat meningkatkan hasil luaran kehamilan Tokolitik, glukokortikoid, phenobarbital, vitamin K, antibiotik, amnioinfusion hasil tidak memuaskan

Penatalaksanaan Konservatif

Tujuan: untuk membiarkan janin mencapai tahap maturitas sehingga dapat bertahan hidup di luar kandungan Prosedur :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Istirahat total/bedrest selama cairan ketuban masih mengalir keluar Pemeriksaan suhu dan denyut nadi setiap 4 jam sekali Hitung lekosit setiap hari Pengukuran kadar estriol setiap hari Pemeriksaan USG seminggu sekali Jangan melakukan pemeriksaan vaginal Pengambilan sekret vagina untuk kultur 2 minggu sekali Pemberian antibiotika profilaksis Jika ada infeksi, segera terminasi

Ancaman korioamnionitis pada janin

Pemeriksaan Profil Biofisik : NST nonreaktif persisten Gerakan pernafasan janin (-) NST reaktif non reaktif Deselerasi variabel