Anda di halaman 1dari 14

THEO VINESSA 05081002043 JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

WALANG SANGIT (Leptocorisa spp)

Walang sangit adalah golangan serangga yang bertipe mulut pencucuk dan penghisap. Serangga ini termasuk family Corcidae, ordo Hemiptera. Makan dengan cara menusukkan alat mulutnya yang berupa stylet dan kemudian menghisap cairan dari tanaman yang dicucuknya. Hama ini menyerang tanaman padi sejak berbunga sampai stadia masak susu. Serangan pada awal berbunga akan menyebabkab butir padi menjadi hampa, sedangkan serangan pada masak susu atau setelahnya mengakibatkan pengisian bulir baru padi tidak penuh dan terjadinya gran discolorat

Morfologi dan spesies Leptocorisa oratorius (Fabricius). Spesies ini banyak diketemukan si Asia Tenggara, sangat mirip dengan L. acuta dan L. chinensisi, sehingga sering menimbulkan salah identifiki. Panjang badan berkisar 18,0-18,5 mm. Perbedaan tampak jelas pada adanya titik berwarna coklat pada abdomen bagian ventral-lateral. Leptocorisa acuta (Thumberg) = L. varicornis F. spesies ini juga banyak ditemukan dan merupakan hama yang cukup penting di Asia Timur jauh. Ukuran badan relative kecil dibandingkan dengan spesies pertama. Panjang badan berkisar antara 15 16 mm.

Biologi dan Ekologi Telur Serangga dewasa walang sangit meletakan telur pada bagian atas daun tanaman, namun disukai. Telur berbentuk oval dan pipih berwarna coklat kehitaman, diletakkan satu per satu dalam 1-2 baris sebanyak 1-21 bulir. Lama stadia telur tergantung pada keadaan suhu, di pantura lama periode telur berkisar 5-7 hari. Nimfa Nimfa yang baru menetas berwarna hijau dan segera memencar mencari bulir padi sebagai makanannya. . Selama periode nimfa terjadi empat kali pergantian kulit sebelum menjadi dewasa. Lama periode nimfa berkisar 17 hari pada suhu 21-320C. pada daerah yang lebih dingin, lama periode telur dan nimfa akan lebih panjang. Imago Imago berbentuk seperti kepik, bertubuh ramping, antena dan tungkai relatif panjang. Warna tubuh hijau kuning kecoklatan dan panjangnya berkisar antara 15 30 mm. Serangga dewasa berbentuk ramping dan berwarna coklat, berukuran panjang sekitar 14-17 mm dan lebar 3-4 mm dengan tungkai dan antenna yang panjang. Perbandingan antara jantan dan betina adalah 1:1. Setelah menjadi imago serangga ini baru dapat kawin setelah 4-6 hari, dengan masa pra peneluran 8,1 dan daur hidup walang sangit antara 32-43 hari.

Tanaman Inang Tanaman inang utama adalah padi, pada beberapa tanaman rerumputan hama ini dapat berkembang biak walaupun keperidiannya sangat rendah. Beberapa rerumputan yang dapat berfungsi sebagai tanaman inang adalah Panicum crusgalli L. Scop. Dan Paspalum dilatatum Poir, Echinocloa crusgalli dan E. colonum.

Status sebagai Hama Padi Pada masa tidak ada pertanaman padi atau tanaman padi masih stadia vegetatif, dewasa walang sangit bertahan hidup/berlindung pada barbagai tanaman yang terdapat pada sekitar sawah. Setelah tanaman padi berbunga dewasa walang sangit pindah ke pertanaman padi dan berkembang biak satu generasi sebelum tanaman padi tersebut dipanen. Banyaknya generasi dalam satu hamparan pertanaman padi tergantung dari lamanya dan banyaknya interval tanam padi pada hamparan tersebut. Makin serempak tanam makin sedikit jumlah generasi perkembangan hama walang sangit

Gejala serangan dan Kerusakan Kerusakan yang hebat disebabkan oleh imago yang menyerang tepat pada masa berbunga, sedangkan nimpa terlihat merusak secara nyata setelah pada instar ketiga dan seterusnya (Kalshoven, 1981). Menurut Willis (2001), tingkat serangan dan menurunnya hasil akibat serangga dewasa lebih besar dibandingkan nimfa. Nimfa dan imago mengisap bulir padi pada fase masak susu, selain itu dapat juga mengisap cairan batang padi. Malai yang diisap menjadi hampa dan berwarna coklat kehitaman.

Musuh Alami dari walang sangit antara lain : Gryon nixoni Oencyrtus malayensispakai jamur Beauveria bassiana

Pengendalian walang sangit dapat dilakukan sebagai berikut :

Pengendalian secara kultur teknik pengendalian kultur teknis lebih menekankan aspek preventif, sanitasi, dan kuratif. Menanam lebih awal varietas genjah dan tanam serempak denag perbedaan kurang dari 15 hari dalam satu hamparan sangat dianjurkan untuk mengendalikan hama walang sangit, sehingga poppulasi migran dari semak semak sekitar pertanaman padi tersebar dengan luas.

Pengendalian secara biologis Potensi agens hayati pengendali hama walang sangit masih sangat sedikit diteliti. Beberapa penelitian telah dilakukan terutama pemanfaatan parasitoid dan jamur masih skala rumah kasa atau semi lapang. Parasitoid yang mulai diteliti adalah O. malayensis sedangkan jenis jamurnya adalan Beauveria sp dan Metharizum sp. Pengendalian dengan menggunakan perilaku serangga Walang sangit tertarik oleh senyawa (bebauan) yang dikandung tanaman Lycopodium sp dan Ceratophylum sp. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menarik hama walang sangit dan kemudian secara fisik dimatikan. Bau bangkai binatang terutama bangkai kepiting juga efektif untuk menarik hama walang sangit.

Pengendalian kimiawi Pengendalian kimiawi dilakukan pada padi setelah berbunga sampai masak susu, ambang kendali untuk walang sangit adalah enam ekor /m2. Banyak insektisida yang cukup efektif terutama yang berbentuk cair atau tepung sedangkan yang berbentuk granula tidak dapat dianjurkan untuk mengendalikan walang sangit. Insektida anjuran untuk tanaman padi yang cukup efektif terhadap walang sangit adalah BPMC dan MIPC.

Pengendalian Penggunaan Perangkap Di lahan rawa lebak petani dalam mengendalikan hama khususnya walang sangit menggunaan perangkap yaitu dari bahan keong yang dibusukkan. Dengan cara pengendalian tersebut intensitas kerusakan walang sangit dapat ditekan. Hasil pengamatan dilapang menunjukkan bahwa pengendalian dengan menggunakan perangkap bau busuk (keong) tersebut cukup efektif dibandingkan pengendalian lainnya dalam mengendalikan hama walang sangit. Pengendalian Pemanfaatan Asap Taktik pengandalian dengan menggunaan asap sudah seringkali dilakukan oleh petani rawa lebak maupun tadah hujan, tetapi hasilnya kurang memuaskan. Tetapi dengan mengganti bahan pengasapan tersebut dengan menggunaan bahan galian batubara menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, karena bahan galian batubara tersebut kalau dibakar dapat bertahan lama dan menimbulkan bau yang menusuk sehingga dapat mempengaruhi aktivitas dari hama walang sangit. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan asap dari bahan galian batubara intensitas kerusakan oleh walang sangit dapat ditekan.

Pengendalian Penggunaan Kapur Barus Adapun taktik lain yang sering digunakan petani dalam mengendalikan walang sangit adalah dengan menggunakan kapur barus. Cara ini juga cukup efektif dalam mengendalikan hama walang sangit. Aplikasi taktik pengendalian ini dilakukan pada saat fase vegetatif atau saat padi bunting sampai bulir-bulir padi mulai mengeras yaitu dengan cara menggantungkan kapur barus tersebut yang sudah dimasukkan kedalam pembungkus dari kain bekas. Pengendalian Penggunaan tumbuhan ribu-ribu Pengendalian hama pada saat fase generatif yaitu serangan hama penggerek batang (beluk), walang sangit dan hama lainnya, yaitu menggunakan tumbuhan liar riburibu yang aplikasinya dengan cara menaburkan daun ribu-ribu tersebut pada lahan pertanaman padi pada saat fase bunting. Melalui cara tersebut hama penggerek batang dan khususnya walang sangit dapat dihindari, karena pengaruh bau yang ditimbulkan dari daun gulma ribu-ribu yang terendam air tersebut mengeluarkan bau yang dapat mempengaruhi dari kunjungan hama-hama tersebut. Dengan demikian gulma atau tumbuhan liar tersebut mempunyai daya penolak terhadap hama pengrerek dan walang sangit