Anda di halaman 1dari 18

DIABETIC FOOT

Identitas pasien
Nama Umur Jenis kelamin Alamat Pekerjaan HMRS No. CM : Ny. S : 56 tahun : perempuan : Krajan, Bligo, Ngluwar : ibu rumah tangga : 30 Maret 2012 : 165744

Riwayat Penyakit Sekarang


Keluhan utama luka menghitam pada tumit kaki kanan yang meluas dan sukar sembuh. Riwayat penyakit sekarang nyeri pada kaki kanan tempat luka, kesemutan (+/+), bebal (+/+) lemas (+), keringat dingin (+), pusing (-) pandangan kabur (+/+), batuk (+), dahak (+), demam (-) sesak (-) BAB (+) N, BAK (+) sering dan banyak, sering terasa haus, nafsu makan baik

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat menderita DM sejak 5 tahun yll Riwayat mengalami keluhan yang sama (luka yang tak kunjung sembuh) pada digiti I pedis dextra dan digiti 3 manus sinistra Riwayat menderita Hipertensi sejak 7 tahun yll

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat DM disangkal Riwayat hipertensi (+) pada ibu, adik Riwayat kaki diabetik (-)

Perjalanan Penyakit Pasien menderita DM sejak 5 tahun yll sering merasa kesemutan serta bebal pada kakipasien tidak sengaja menginjak pecahan kaca sehingga terjadi luka pada tumit kaki sebelah kanan yang sulit sembuh 1 tahun yllLuka semakin melebar dan menghitam.

Pemeriksaan Fisik & Penunjang


Vital Sign TD : 144/80 S : 36C N : 92x/menit RR : 20x/menit kesadaran : CM keadaan umum : cukup GDS serial (02/04/2012) - pk 02.00 139 - pk 06.oo 239 - pk 10.00 262 - pk 14.00 153 - pk 16.00 327 AL HB AT NEU UR CR 31,79 7,6 544 87,1 112 1,3

Status Lokalis pedis dextra L: terdapat luka yang sangat lebar pada pedis dextra, meliputi bagian tumit, angkel, sampai hampir seluruh dorsum pedis dextra. Bengkak (+), kemerahan(), luka tertutup, dasar luka tidak terlihat, terdapat pus dan jaringan nekrosis, gangren (+) F : nyeri(+) rangsang nyeri < pulsasi dorsum pedis teraba (+) teraba hangat M: ROM bebas ke segala arah

asessment
Ulkus pada Penderita DM grade IV pada regio pedis dextra

Diabetes Melitus
Diabetes Melitus (DM) sering juga dikenal dengan nama kencing manis merupakan kumpulan gejala yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif.

Diabetes tipe I atau Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM) defisiensi insulin absolut yang disebabkan oleh autoimun atau idiopatik. Diabetes tipe II atau Non Insulin Dependent Diabetes melitus (NIDDM) defisiensi insulin bersifat relatif dengan kadar insulin serum kadang biasanya normal atau mungkin bahkan meningkat, yang disebabkan kelainan dalam pengikatan insulin pada reseptor. Kelainan ini dapat disebabkan oleh berkurangnya jumlah reseptor atau akibat ketidaknormalan reseptor insulin intrinsik.

A. Penyulit akut: ketoasidosis diabetik hiperosmolar non ketotik hipoglikemia

mikroangiopati:
retinopati diabetik nefropati diabetik

B. Penyulit menahun: makroangiopati:


pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner) pembuluh darah tepi pembuluh darah otak (stroke)

neuropati rentan infeksi, misalnya tuberkulosis paru, ginggivitis, dan infeksi saluran kemih kaki diabetik

Kriteria diagnosis DM
Diagnosis DM dapat ditegakkan dengan cara: Gejala klasik DM+glukosa plasma sewaktu 200 mg/dl (11,1 mmol/L). glukosa plasma sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir. Atau Gejala klasik DM+glukosa plasma puasa 126 mg/dl (7,0 mmol/L). Glukosa plasma 2 jam pada TTGO 200mg/dl (11,1 mmol/L)

Ulkus Kaki Diabetik (Diabetic Foot)


Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir yang menunjukkan kematian jaringan yang luas dan disertai invasif kuman saprofit. Adanya kuman saprofit tersebut menyebabkan ulkus berbau, ulkus diabetikum juga merupakan salah satu gejala klinik dan perjalanan penyakit DM dengan neuropati perifer. Ulkus kaki diabetes (UKD) merupakan komplikasi yang berkaitan dengan morbiditas akibat diabetes mellitus. Ulkus kaki diabetes merupakan komplikasi serius akibat diabetes.

Ulkus terjadi karena arteri menyempit dan gula berlebih pada jaringan yang merupakan medium yang baik bagi kuman. Ulkus timbul pada daerah yang sering mendapat tekanan ataupun trauma pada daerah telapak kaki ulkus berbentuk bulat biasa berdiameter lebih dari 1 cm berisi massa jaringan tanduk lemak, pus, serta krusta di atas.

Tiga proses yang berbeda berperan pada masalah kaki diabetik : 1) iskemia yang disebabkan oleh makroangiopati dan mikroangiopati 2) neuropati : sensorik, motorik, dan otonom 3) sepsis : jaringan yang mengandung glukosa tersaturasi menunjang pertumbuhan bakteri.

gambaran neuropatik gangguan sensorik perubahan trofik kulit ulkus plantar atropati degeneratif (sendi Charcot) pulsasi sering teraba sepsis (bakteri/jamur)

gambaran iskemia nyeri saat istirahat ulkus yang nyeri disekitar daerah yang tertekan riwayat klaudikasio intermiten pulsasi tidak teraba sepsis ( bakteri/jamur)

Grade ulkus diabetikum (Wagner)yaitu : 1). Grade 0 : tidak ada lesi terbuka,kulit masih utuh 2). Grade I : ulkus superfisial, terbatas pada permukaan kulit 3). Grade II : ulkus dalam dan menembus tendon dan tulang 4). Grade III : abses dalam, dengan atau tanpa osteomyelitis 5). Grade IV : gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa selulitis 6). Grade V : gangren pada seluruh kaki atau sebagian tungkai bawah.

Penatalaksanaan
Tindakan pengobatan atau pembedahan dilakukan berdasar derajat ulkus
1. Derajat 0 : tidak ada perawatan khusus

2.

Derajat I-IV : pengelolaan medik dan tindakan bedah minor - insisi abses atau selulitis yang luas - eksisi pada kaki diabetik derajat I dan II - debridemen/nekrotomi pada kaki diabetik derajat II-V - mutilasi pada kaki diabetik derajat IV-V - amputasi pada kaki diabetik derajat V
Derajat V : tindakan bedah minor, bila belum berhasil dilanjutkan tindakan bedah mayor seperti amputasi

3.

Anda mungkin juga menyukai