Anda di halaman 1dari 17

SINTESIS BIOETANOL

Nanda Septia Eka Putri Sigit Ridho Saputro

09/281748/PA/12432 09/284199/PA/12837

PENDAHULUAN
Etanol atau etil alkohol merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H5OH. Dalam kondisi kamar, etanol berwujud cairan yang tidak berwarna, mudah menguap, mudah terbakar, mudah larut dalam air dan tembus cahaya. Etanol adalah senyawa organik golongan alkohol primer. Sifat fisik dan kimia etanol bergantung pada gugus hidroksil. Reaksi yang dapat terjadi pada etanol antara lain dehidrasi, dehidrogenasi, oksidasi, dan esterifikasi

etanol dihasilkan melalui proses fermentasi dari bahan berpati, bergula dan berselulosa dengan bantuan mikro organisme. Mikro organisme tersebut contohnya khamir (Saccharomyces cerevisiae) adalah fungi uniseluler yang digunakan untuk fermentasi tapai, minuman beralkohol, roti, dll. Proses fermentasi berarti pemecahan senyawa organik oleh mikroba yang berlangsung dalam suasana anaerob dengan menghasilkan energi.

Bahan Baku
Nira bergula (sukrosa): nira tebu, nira sorgum manis, nira kelapa, nira aren, nira siwalan, sari-buah mete Bahan berpati: tepung-tepung sorgum biji (jagung cantel), sagu, singkong/gaplek, ubi jalar, ganyong, garut, umbi dahlia. Bahan berselulosa (lignoselulosa):kayu, jerami, batang pisang, bagas, dll.

Pemanfaatan Bioetanol
Sebagai bahan bakar substitusi BBM pada motor berbahan bakar bensin; digunakan dalam bentuk diblending dengan premium Gasohol bisa digunakan langsung pada mobil bensin biasa (tanpa mengharuskan mesin dimodifikasi).

PROSES DASAR PEMBUATAN ETANOL


Glukosa Ragi / enzim nC6H12O6

Panas Fermentasi CO2

etanol (C2H5OH)

SKEMA PROSES PRODUKSI ETANOL SECARA UMUM


Bhn Berpati : Ubi Kayu , Ubi Jalar, Jagung , Biji Sorghum dll

Bhn Bergula : Molases , Nira Tebu , Nira Aren , Batang Sorghum dll

Enzim

Destruksi

bubur

Proses Fermentasi
Etanol (8%)

Proses Distilasi
Etanol (95-96 %)

Teknologi Pengolahan Bioetanol


Secara umum, produksi bioetanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses, yaitu:
1. Persiapan Bahan baku, 2. Fermentasi, dan 3. Pemurnian.

Persiapan Bahan Baku


Persiapan bahan baku beragam bergantung pada bahan bakunya, tetapi secara umum terbagi menjadi beberapa proses, yaitu:
1. Bahan baku awal harus digiling untuk mengektrak gula 2. Tepung dan material selulosa harus dihancurkan untuk memecahkan susunan tepungnya agar bisa berinteraksi dengan air secara baik (bubur). 3. Pemanasan akan merubah tepung menjadi gula sederhana melalui proses pemecahan gula kompleks (sakarifikasi).

Tahap sakarifikasi (pemecahan gula kompleks menjadi gula sederhana) melibatkan proses sebagai berikut:
1. Pengaturan suhu dan pH optimum enzim 2. Penambahan enzim amilase secara tepat 3. Mempertahankan pH dan temperature pada rentang 50 sd 60 C sampai proses sakarifikasi selesai (dilakukan dengan pengetesan gula sederhana yang dihasilkan)

Fermentasi
Proses fermentasi ini akan menghasilkan etanol dan CO2. Terjadi dalam kondisi anaerob Reaksi : C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP Katalis : enzim pada Saccharomyces cerevisiae (ragi).

Pemurnian
Titik didih etanol murni adalah 78 C sedangkan air adalah 100 C (Kondisi standar). Sehingga etanol dapat dipisahkan. dihasilkan etanol dengan konsentrasi 9596 % volume.

MASALAH
Bahan baku utama dalam pembuatan etanol adalah glukosa, dimana gglukosa ini diperoleh dari bahan pangan sehari-hari. Sekarang ini pembuatan bioetanol dari bahan pangan sudah mulai dilarang karena lama kelamaan akan menghabiskan persediaan pangan dunia. Tidak hanya itu juga, sekarang banyak sekali kelaparan yang terjadi di dunia, sebagian besar terjadi di benua afrika. Jika bahan pangan digunakan untuk membuat etanol, maka tingkat kelaparan akan meningkat. Oleh karena itu, pembuatan etanol dari bahan pangan dilarang.

Untuk mengatasi pembuatan etanol dari bahan pangan, maka digunakanya bahan non pangan untuk bahan bakunya, Seperti kayu. Seperti yang diketahui bahwa kayu bukanlah untuk pangan. Kelebihan dari kayu antara lain : Non-Edible Bahan Baku Lebih Murah Mudah Diperoleh Memanfaatkan Semua Komponen Kayu Termasuk Limbah Kayu.

Tetapi lama kelamaan pembuatan bioetanol dari kayu menimbulkan masalah yang serius, seperti yang terjadi di mexico. Pembuatan etanol di mexico sangatlah berlebihan. Sehingga menghabiskan hutan di sana. Banyak hutan yang ditebang dan lahan menjadi tandus. Banyak negara yang mengecam tindakan negara tersebut hingga akirnya pembuatan etanol dihentikan. Dari semua permasalahan tersebut, dapat diartikan bahwa sintesis bioetanol tidak dapat dibuat dari bahan yang masih berguna bagi kehidupan manusia. Jika ingin mensintesis etanol, maka bahan bakunya haruslah yang tidak lagi berguna bagi manusia, seperti sampah, limbah industri, limbah pertanian dll, sehingga tidak mengganggu ekosistem yang ada.

Kesimpulan
Bioetanol dapat disintesis melalui proses fermentasi dari bahan berpati, bergula dan berselulosa dengan bantuan mikro organisme. Proses sintesis bioetanol memerlukan katalis/enzim amilase.