Prinsip deteksi dini terhadap kelainan, komplikasi dan penyakit yang lazim terjadi pada masa kehamilan. By.

Erika Yulita

PEMERIKSAAN KEHAMILAN DINI
 Pengertian

pemeriksaan kehamilan dini yaitu: Pemeriksaan kehamilan segera setelah setelah seorang wanita merasakan dirinya hamil  Tujuan umum asuhan antenatal: melakukan pemeriksaan kehamilan dan konseling kepada ibu hamil serta keluarganya agar ibu hamil dapat melalui kehamilannya dengan sehat dan selamat.

Tujuan khusus
Tujuan utama asuhan antenatal adalah untuk memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara: Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik,mental,dan sosial ibu dan bayi. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan.

Mempersiapkan ibu agar masa nifas bejalan normal dan pemberian asi eksklusif. Memberikan konseling dan pendidikan. . melahirkan dengan selamat baik ibu dan bayinya. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.    Mempersiapkan persalinan cukup bulan. dengan trauma seminimal mungkin.

Anamnese Tujuan dari anamnese adalah mendeteksi komplikasikomplikasi dan menyiapkan kelahiran dengan mempelajari keadaan kehamilan dan kelahiran terdahulu. kesehatan umum dan kondisi sosial ekonomi. dan nifas yang Lalu 4) Riwayat kesehatan /penyakit yang diderita sekarang dan dulu 5) Riwayat sosial ekonomi.KONTAK DINI PELAYANAN TRIMESTER PERTAMA 1. . Pengkajian Data a. 1) Identitas ibu dan suami 2) Riwayat kehamilan sekarang 3) Riwayat Kehamilan. persalinan.

Tujuan dari pemeriksaan fisik dan tes laboratorium adalah untuk mendeteksi komplikasi komplikasi kehamilan . . Dengan kata lain bidan harus melakukan pemeriksaan yang nyata dapat menurunkan angka kematian ibu dan neonatus.Bukti di seluruh dunia menujukkan bahwa pemeriksaan fisik dan tes laboratorium selama kunjungan antenatal harus difokuskan pada pemeriksaanpemeriksaan yang didukung oleh riset ilmiah.  Pemeriksaan fisik dan tes Laboratorium.

Pemeriksaan Fisik Umum b. Pemeriksaan fisik: a.1. Tangan dan kaki f. Abdoeman e. Genitalia Luar (externa) g. Payudara d. Kepala dan leher c. Genitalia dalam ( interna ) .

Darah  HIV  Rubela  Tinja untuk Ova/telur cacing dan parasit .Tes laboratorium  Haemoglobin  Protein Urin  Glukosa dalam urin  VDRL/RPL  Faktor Rhesus  Gol.

Diagnosa Kategori Kehamilan Sehat Gambaran Ibu sehat Tidak ada riwayat obstetri buruk Ukuran uterus sesuai usia kehamilan Denyut jantung janin dalam batas normal (120 sampai 160 x/menit Gerakan janin (+) setelah usia 18-20 mgg hingga melahirkan Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalm batas normal .

kekerasan dalam tanggadan kebutuhan finansial rumah tanggadan kebutuhan finansial Kehamilan dengan masalah kesehatan yang membutuhkan rujukan untuk konsultasi atau kerjasama penangananya Disertai dengan hipertensi. PJT . anemia berat. kekerasan dalam rumah psikososial. Kehamilan dengan masalah kesehatan yang membutuhkan rujukan untuk konsultasi atau kerjasama penangananyaDisertai dengan hipertensi. infeksi saluran kemih. PJT. anemia berat. penyakit kelamin dll yang dapat memperburuk kehamilannya. infeksi saluran kemih. . preeklamsi. penyakit kelamin dll yang dapat memperburuk kehamilannya.Kategori Gambaran Kehamilan dengan masalah Kehamilan dengan masalah khususDisertai dengan khususDisertai dengan masalah keluarga masalah keluarga atau atau psikososial. preeklamsi.

KPD atau kondisi kegawatdaruratan lain. dengan perdarahan.Kategori Gambaran Kehamilan dengan Kehamilan dengan kondisi kegawat kondisi kegawat daruratan obstetri dan dengan masalah daruratan obstetri khususDisertai dengan perdarahan. dan dengan masalah eklamsi. KPD atau kondisi khususDisertai kegawatdaruratan lain. eklamsi. .

tanda bahaya. atau jika merasa kawatir dapatsewaktu-waktu melakukan kunjungan.Perencanaan dan pelaksanaan Setiap wanita hamil sedikitnya 4 kali kunjungan selama periode antenatal Satu kali Selama trimester I (sebelum 14 minggu) Satu kali selama trimester II (antara 14-28 minggu) Dua kali selama trimester III (28-36 dan sesudah minggu ke 36) Bila ibu hamil mengalami masalah.      .

Tindakan yang dapat dilakukan pada saat ibu datang pertama kali pada trimester I  Membina hubungan saling percaya  Mendeteksi masalah dan mengatasinya  Memberitahukan hasil pemeriksaan dan usia kehamilan  Mengajari ibu mengatasi ketidaknyamanan  Mengajari dan mendorong perilaku hidup sehat  Menimbang BB. ukur TD. imunisasi TT dan tablet besi  Jadwal kunjungan berikutnya  Mendokumentasikan pemeriksaaan dan asuhan .

ASUHAN ANTENATAL YG DAPAT DIBERIKAN KEHAMILAN NORMAL  Menyapa ibu ( dan juga keluarga yang mendampingi) dan membuatnya merasa nyaman  Melakukan upaya untuk pencegahan infeksi  Mendapatkan riwayat kehamilan. kesehatan ibu dan mendengarkan dengan cermat hal-hal yang diceritakan oleh ibu  Melakukan pemeriksaan fisik  Melakukan/memintakan pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan .

 Menganalisa hasil-hasil pemeriksaan untuk menilai kondisi kehamilan  Melakukan pendidikan kesehatan dan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu  Melakukan promosi kesehatanMempersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratanMendokumentasikan hasil pemerikasaan dan asuhan pada dokumen SOAP .

Kehamilan normal dengan masalah/kebutuhan khusus    Memberikan seluruh asuhan antenatal seperti di atas Memberikan konseling khusus untuk mengatasi masalah/kebutuhan ibu Melanjutkan pemantauan kondisi ibu dan janin selama masa kehamilan .

Kehamilan dengan masalah kesehatan/komplikasi    Memberikan asuhan antenatal seperti pada kehamilan normal dengan masalah/ kebutuhan khusus Merujuk kedokter untuk konsultasi/kolaborasi/rujukan Menindaklanjuti hasil konsultasi/kolaborasi/rujukan .

Kehamilan dengan kegawatdaruratan     Memberikan pertolongan awal sesuai dengan masalah kegawatdaruratan kehamilan Merujuk ke DSOG Mendampingi ibu terus menerus Memantau kondisi ibu dan janinMenindaklanjuti hasil konsultasi/kolaborasi/rujukan .

PELAYANAN ANC SESUAI DENGAN KEBUTUHAN .

protein.Kehamilan muda   Tubuh berubah Rahim dan payudara akan membesar Mual ibu perlu makan-makanan bergizi seimbang dalam jumlah cukup selama kehamilannya: Makan makanan yang mengandung karbohidrat. misalnya ayam. vitamin dan mineral Setiap hari makan lebih banyak makanan yang mengandung dua jenis mineral yang penting untuk kehamilan. ikan. . kacang. Minum 6-8 gelas cairan perhari. dan biji-bijian. lemak. Makan-makanan yang mengandung zat besi. yaitu kalsium dan zat besi.

mual. atau diare bila ibu minum zat besi-folat.  Ibu hamil perlu menjaga agar tubuhnya bersih. dan tidak boleh diminum dengan susu. the. . merawat giginya dan berolah raga ringan setiap hari. dan kopi karena akan mengganggu penyerapannya. Bila gangguan menetap ibu perlu berkonsultasi dengan dokter. • • • Ibu hamil perlu minum tablet zat besi-folat untuk mencegah anemia: Anemia menimbulkan rasa lelah dan tidak mampu bekerja keras. Kadang-kadang terdapat gangguan seperti sembelit. Tablet zat besi-folat perlu diminum tiap hari paling sedikit selama 90 hari.

debu dan zat kimia beracun. Minum obat tanpa advis dokter dan tanpa alasan dengan tepat. Gas yang mengganggu. • • • • Ibu hamil perlu menghindari beberapa hal berikut selama hamil dan menyusui: Berada dekat orang yang sedang sakit. Masak dan menyimpan makanan dalam wadah yang mengandung zat kimia didalamnya . asap rokok.

Menjalani masa kehamilan dengan rasa bahagia dengan cukup makanan bergizi seimbang. . Mempersiapkan diri untuk menyusui bayi dengan ASI. Mempersiapkan kedatangan bayi.Selama Masa Kehamilan      Ibu hamil perlu istirahat paling sedikit satu jam siang hari dengan kaki ditempatkan lebih tinggi dari yubuhnya. misalnya dengan mempersiapkan baju dan perlengkapan tidurnya. serta berunding dengan keluarganya mengenai bantuan yang diperlukan setelah bayi lahir. walaupun ibu merasa sehat. istirahat. dukungan moril dan tidak khawatir dalam menyambut kedatangan bayinya Minum tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan.

serta kemana mencari perolongan bila hal itu terjadi.keluarganya dapat mempersiapkan perlengkapan yang dipakai pada waktu persalinan. serta pertumbuhan janinnya. • Jelaskan hasil pemeriksaan kehamilan. • Ibu yang baru melahirkan juga perlu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih. serta perlunya banyak minum dan buang air kecil • Mempersiapkan persalinan.Ibu.• Cara meneran yang baik dan benar pada kala I dan II. suami-istri perlu merencanakan kehamilan berikutnya. . agar ibu mengetahui keadaan kesehatan diri dan janinnya. dan membuat rencana transportasi bila terjadi keadaan darurat pada ibu dan bayinya. • Sejak masa kehamilan. • Jelaskan agar ibu dan keluarganya mengetahui tandatanda bahaya yang perlu diwaspadai dan munkin terjadi pada masa kehamilan atau persalinan/nifas.

SKRINING DETEKSI DINI .

Masalah pasca penyakit dan pasca bedah.  Risiko kehamilan ialah setiap factor yang berhubungan dengan meningkatnya kesakitan dan kematian maternal (kematian ibu hamil sampai dengan 42 hari setelah kehamilan berakhir) Pada kunjungan pertama. khususnya yang menyertai kehamilan sebelumnya harus dicatat. fakto-faktor resiko yang nyata dan potensial untuk terjadinya penyakit kehamilan di kemudian hari harus diperiksa. .

penglihatan berkunang-kunang. perdarahan). Ibu hamil mengidap pebnyakit menahun seperti TBC. Hipertensi: tensi lebih dari 140/90 mmHg. Mual berlebihan. ginjal. . mata kaki dan kelopak mata. – – – – – – – – – – – – Perdarahan pervaginam. pada tungkai. anemia berat (Hb < 8 g %). Kenaikan BB lebih dari 13. Usia kehamilan lebih dari 42 minggu. jantung.5 kg atau kurang dari 9 kg. Ibu pusing. Kehamilan ganda. SC. penyakit kelainan metabolisme. Riwayat kehamilan.selama kehamilan atau BB lebih dari ½ kg/minggu pada triwulan akhir kehamilan Oedema.Faktor yang berhubungan dengan kehamilan saat ini. mastitis. Kematian janin dalam kandungan. persalinan dan nifas lalu banyak penyulit (Hyperemesis. Proteinuria.

Faktor diluar kehamilan – – – – – – – – – Usia ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. jantung. Riwayat kematian janin/ bayi/anak lebih dari satu. . Pendidikan ibu rendah khususnya pengetahuan tentang kesehatan kurang. Persalinan preterm. TBC. Tinggi badan ibu kurang dari 145 cm. penyakit kelamin. Ibu mengidap penyakit seperti ginjal. Jarak waktu antara dua kehamilan kurang dari 2 tahun. Paritas lebih dari 5. Sosial ekonomi rendah. hypertensi.

DJJ. . Berat Badan. • • • • • Anamnese: dikumpulkan secara lengkap terutama keluhan-keluhan utama. Pemeriksaan Umum : Tinggi badan. Rontgen.Suhu Pemeriksaan Obstetrik : Tinggi Fundus Uteri. Usia kehamilan Laboratorium: HB. Nadi. Pernapasan. gerak janin. Urine ( protein dan reduksi) Pemeriksaan penunjang lainnya: USG.Beberapa pemeriksaan untuk deteksi dini resiko kehamilan. TD. Letak janin.

dengan tujuan agar ibu hamil dapat melalui kehamilannya dengan sehat dan selamat.Kesimpulan • Pemeriksaan kehamilan dini dilakukan setelah seorang wanita merasakan dirinya hamil. supaya tenaga kesehatan mempunyai waktu yang cukup banyak untuk memperbaiki atau mengobati keadaan-keaadaan yang kurang memuaskan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful