Anda di halaman 1dari 20

ETNOMETODOLOGI

KELOMPOK 7 Agustiani Christina T Esti Purwopriyati Nidha Janari Nanel Widya

DEFINISI ETNOMETODOLOGI
Istilah etnometodologi (ethnomethodology), yang berakar pada bahasa yunani , berarti metode yang digunakan orang dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari. Etnometodologi adalah studi tentang praktik sehari-hari yang dikerjakan oleh anggota masyarakat biasa dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

DIVERSIFIKASI ETNOMETODOLOGI

Etnometodologi mencakup sejumlah penyelidikan yang kurang lebih berbeda dan adakalanya saling bertentangan (Zimmerman, 1978:6). Masalah pokok yang menjadi sasaran studi etnometodologi adalah berbagai jenis kehidupan sehari-hari yang terbatas. Maynard dan clayman (1991) melukiskan sejumlah karya variasi dalam etnometodologi, tetapi dari sudut pandang kita terdapat dua jenis studi etnometodologi yang menonjol.
1. 2.

Studi tentang institusional (kelembagaan) Analisis percakapan

Studi Etnometodologi tentang institusional

Studi etnometodologi awal yang dilakukan oleh Garfinkel dan rekannya berlangsung dalam setting biasa dan tidak diinstutisionalkan seperti di rumah, kemudian bergeser ke arah studi kebiasaan sehari-hari dalam setting institusional. Studi sosiologi tentang institusional seperti itu memusatkan perhatian pada strukturnya, aturan formalnya, dan prosedur resmi untuk menerangkan apa yang dilakukan orang didalamnya.

Studi Etnometodologi tentang Analisis Percakapan



1. 2. 3. 4. 5.

Tujuan untuk memahami secara rinci struktur fundamental interaksi melalui percakapan (Zimmerman,1988:429). Percakapan didefinisikan dalam arti yang sama dengan unsur dasar perspektif etnometodologi. Zimmerman merinci 5 prinsip dasar dalam menganalisis percakapan:
Analisis percakapan memerlukan pengumpulan dan analisis data yang sangat rinci tentang percakapan. Percakapan rinci yang yang paling baik sekalipun harus dianggap sebagai pencapaian yang teratur. Interaksi pada umumnya dan percakapan pada khususnya mempunyai sifat stabil dan teratur yang dicapai oleh aktor yang terlibat. Kerangka percakapan fundamental adalah organisasi yang teratur (Zimmerman, 1988:422). Rangkaian interaksi percakapan dikelola atas dasar tempat atau bergiliran (Zimmerman 1988:423).

Beberapa Contoh Awal


Eksperimen pelanggaran
Tujuan: untuk mengacaukan prosedur biasa sedemikian rupa sehingga proses pembangunan atau pembangunan ulang kehidupan manusia sehari-hari dapat diamati dan dipelajari. Contoh awal studi yang terkenal menurut Garfinkel tentang agnes dan cara agnes menyelesaikan praktiknya untuk menjadi seorang wanita (meski ia adalah seorang laki-laki) Anggapan umum adalah orang yang tak harus melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu agar kelihatan sebagai seorang lelaki atau wanita.

Prestasi menurut jenis kelamin

Analisis Percakapan

Tujuan analisis percakapan adalah untuk mempelajari cara menata percakapan yang dianggap benar. Analisis percakapan lebih memusatkan perhatian pada hubungan antara ucapan dalam percakapan ketimbang hubungan antara pembicara dan pendengar (Sharrock and Anderson, 1986:68).

Percakapan telepon: pengenalan dan pengakuan Membuat tertawa Merangsang tepuk tangan Ejekan (Booing) Munculnya interaksi dari kalimat dan kisah Formulasi Integrasi pembicaraan dan aktivitas non vokal Malu (dan percaya diri)

Percakapan Telepon (Perkenalan dan Pengakuan)


Dalam konteks ini Schegloff memperhatikan pembukaan percakapan telepon yang didefinisikan sebagai tempat dimana jenis percakapan yang dibuka dapat diajukan, ditunjukkan, diterima, ditolak, diubah, singkatnya percakapan baru dapat dimulai bila gagang telepon diangkat oleh kedua belah pihak.

Membuat Tertawa
Gail jefferson (1979; lihat juga Jefferson, 1984). Menyatakan bagaimana orang tahu kapan saatnya tertawa dalam percakapan.

Merangsang Tepuk Tangan


John Heritage dan Davia Greatbatch (1986) mempelajari kepandaian berpidato politisi inggris dan menemukan muslihat dasar yang digunakan pembicara untuk menimbulkan tepuk tangan pendengarnya, mereka menemukan tujuh muslihat berpidato:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Membandingkan Daftar Solusi yang membingungkan Pokok berita-bagian pokok Kombinasi Pengambilan posisi pengejaran

Ejekan (Booing)
Steven Clayman (1993) meneliti

ejekan sebagai pengungkapan celaan dalam suasana pidato di depan publik. Ejekan adalah tindakan dimana pendengar jadi memisahkan diri dari pembicara.

Munculnya Interaksi dari Kalimat dan Kisah


Pendapat penting Goodwin adalah bahwa pembicara ketika berbicara memberikan perhatian hanga kepada para pendengarnya. Pendengar pun membantu kelangsungan cerita dengan menunjukkan pemahaman mereka melalui ungkapan oh, hm, dll. Pendengar mungkin pula memperbaiki masalah tertentu dalam cerita, dan dengan cara demikian memungkinkan cerita makin lancar.

Formulasi
Formulasi

adalah sebuah contoh tentang bagaimana cara anggota menunjukkan pemahaman mereka mengenai apa yang terjadi. Perhatian khusus tertuju pada masalah kapan urutan percakapan itu sendiri menjadi pokok pembicaraan kedua belah pihak.

Integrasi Pembicaraan dan Aktivitas nonVokal


Pakar analisis percakapan

memusatkan perhatian pada percakapan dan pakar etnometodologi lain memusatka perhatian pada aktivitas nonvokal. Sikap tubuh dan tatapan hanyalah dua diantara banyak aktivitas nonvokal yang berkaitan erat dengan aktivitas vokal.

Malu (dan Percaya Diri)


Kita cenderung mengira perasaan malu dan kepercayaan diri sebagai ciri psikologis, tetapi Manning dan Ray (1993) mencoba menunjukkan bahwa keduanya adalh sesuatu yang kita lakukan ketika kita melaksanakan percakapan.

Studi Institusi
Interview kerja Negosiasi eksekutif Menelepon pusat gawat darurat Resolusi perselisihan dalam mediasi

KRITIK TERHADAP SOSIOLOGI TRADISIONAL


Sosiologi tradisional melihat cara aktor

dipaksa oleh aturan penjara, sedangkan pakar etnometodologi meneliti bagaimana cara narapidana menggunakan aturan penjara sebagai muslihat yang bersifat menjelaskan dan menyakinkan

Ketegangan dan Tekanan dalam Etnometodologi


Ada beberapa masalah yang patut diperhatikakan:
1. Selagi etnometodologi kini jauh lebih diterima ketimbang satu dekade yang lalu, namun oleh kebanyakan sosiolog, etnometodologi masih dipandang dengan penuh kecurigaan (Pollner, 1991) Ada orang (contohnya Atkinson, 1988) yang yakin bahwa etnometodologi telah melupakan akar fenomenologisnya dan mengurangi perhatiannya terhadapkesadara dan proses kognitif. Beberapa pakar etnometodologi telah memikirkan kaitan akar antara karya mereka (misalnya percakapan)dan struktur masional secara lebih luas. Dari lapangan Pollner (1991) mengkritik etnometodologi karena kehilangan refleksivitas radikal aslinya.

2.

3. 4.

Sintetis dan integrasi

Etnometodologi sebagai salah satu perspektif mikro yang paling mnentukan dalam sosiologi pun telah menunjukkan tanda-tanda keterbukaannya untuk bersintesis dan berintegrasi. Etnometodologi dan tatanan mikro-makro Menurut pakar etnometodologi tak perlu dibuat perbedaan antara struktur mikro dan makro karena keduanya muncul serentak. Cara menyelesaikan masalah makro dan mikro adalah dengan menolak pemisahan kedua tingkat analisis, dan sebagainya melihatnya sebagian dari proses umum yang sama.

The End

Thanks for your attention