Anda di halaman 1dari 32

Clinical Science Sessions

Ulkus Kornea
Oleh : Febrina sintari caniago 1102006098

Preceptor : dr. Aryanti Ibrahim, Sp.M SMF ILMU PENYAKIT MATA RSUD Dr.Hi.ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG FEBRUARI 2012

PENDAHULUAN

Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea. Insiden ulkus kornea tahun 1993 adalah 5,3 juta per 100.000 penduduk di Indonesia. Predisposisi terjadinya ulkus kornea antara lain karena trauma, pemakaian lensa kontak, dan kadang-kadang tidak diketahui penyebabnya. Ulkus kornea yang luas memerlukan penanganan yang tepat dan cepat untuk mencegah perluasan ulkus dan timbulnya komplikasi berupa descematokel, perforasi, endoftalmitis, bahkan kebutaan.

ANATOMI DAN FISIOLOGI KORNEA

Kornea adalah jaringan transparan. Kornea dewasa rata-rata mempunyai tebal 0,54 mm di tengah, sekitar 0,65 di tepi, dan diameternya sekitar 11,5 mm dari anterior ke posterior. Batas antara sclera dan kornea disebut limbus. Kornea merupakan lensa cembung dengan kekuatan refraksi sebesar + 40 dioptri.

Anatomi kornea

Kornea terdiri dari 5 lapisan : 1. lapisan epitel 2. Membran bowman 3. Jaringan Stroma 4. Membran descement 5. Endotel

DEFINISI

Ulkus Kornea adalah keadaan patologik kornea yang ditandai oleh adanya infiltrate supuratif disertai defek kornea bergaung, diskontinuitas jaringan kornea dapat terjadi dari epitel sampai stroma.

ETIOLOGI

1. Infeksi
Bakteri: P. aeraginosa, Streptococcus pneumonia dan spesies Moraxella (paling sering) Jamur: Candida, Fusarium, Aspergilus, Cephalosporium, dan spesies mikosis fungoides. Virus: Herpes simplex, varicella-zoster, variola, vacinia (jarang) Acanthamoeba

2. Non infeksi Bahan kimia, bersifat asam atau basa tergantung PH. Radiasi atau suhu Sindrom sjorgen Defisiensi vitamin A Obat-obatan Kelainan dari membran basal, misalnya karena trauma. Pajanan (exposure) Neurotropik 3. Sistem Imun (Reaksi Hipersensitivitas) Granulomatosa wagener Rheumathoid arthritis

Klasifikasi

Berdasarkan lokasi : 1. Ulkus kornea sentral Ulkus kornea bakterialis Ulkus kornea fungi Ulkus kornea virus Ulkus kornea acanthamoeba 2. Ulkus kornea perifer Ulkus marginal Ulkus mooren (ulkus serpinginosa kronik/ulkus roden) Ulkus cincin (ring ulcer)

Patofisiologi

Ulkus kornea sentralis


Ulkus Kornea Bakterialis 1. Ulkus Streptokokus
Tanda Khas: ulcus menjalar dari tepi ke tengah kornea (serpinginous). Berwarna kuning keabu-abuan bentuk cakram dengan tepi menggaung. Cepat menjalar ke dalam dan menyebabkan perforasi kornea, karena eksotoksin dari Streptokokus pneumonia.

2. Ulkus Stafilokokus Awalnya: ulkus yang bewarna putih kekuningan disertai infiltrat berbatas tegas tepat dibawah defek epitel. Bila tidak diobati secara adekuat, terjadi abses kornea yang disertai edema stroma dan infiltrasi sel leukosit. Walaupun terdapat hipopion ulkus seringkali indolen yaitu reaksi radangnya minimal.

3. Ulkus Pseudomonas Lesi dari sentral dapat ke samping dan dalam kornea. Penyerbukan ke dalam mengakibatkan perforasi kornea dalam 48 jam. Gambaran: ulkus berwarna abu-abu dengan kotoran yang dikeluarkan berwarna kehijauan. Dalam bilik mata depan dapat terlihat hipopion yang banyak.

Ulkus Kornea Bakterialis

Ulkus Kornea Pseudomonas

4. Ulkus Pneumokokus : Ulkus kornea sentral yang dalam. Tepi ulkus terlihat menyebar ke arah satu jurusan sehingga disebut Ulkus Serpen. Ulkus terlihat dengan infiltrasi sel yang penuh dan berwarna kekuning-kuningan. Penyebaran ulkus sangat cepat dan sering terlihat ulkus yang menggaung dan di daerah ini terdapat banyak kuman. Ulkus ini selalu di temukan hipopion yang tidak selamanya sebanding dengan beratnya ulkus yang terlihat. Diagnosa lebih pasti bila ditemukan dakriosistitis.

Ulkus Kornea Fungi


Pada permukaan terlihat bercak putih dengan warna keabuabuan yang agak kering. Tepi lesi berbatas tegas, irregular dan terlihat penyebaran seperti bulu pada bagian epitel yang baik. Terlihat suatu daerah tempat asal penyebaran di bagian sentral sehingga terdapat satelit-satelit disekitarnya. Pada infeksi kandida bentuk tukak lonjong dengan permukaan naik. Dapat terjadi neovaskularisasi akibat rangsangan radang. Terdapat injeksi siliar disertai hipopion.

Ulkus Kornea Virus


1. Ulkus Kornea Herpes Zoster Biasanya diawali dengan perasaan lesu, timbul 1-3 hari sebelum timbul gejala kulit. Pada mata: vesikel dan edem palpebra, konjungtiva hiperemis, kornea keruh. Infiltrat berbentuk dendrit berwarna abu-abu kotor dengan fluoresin yang lemah. Kornea hipestesi tapi dengan rasa sakit.

2.

Ulkus Kornea Herpes simplex Awalnya dimulai injeksi siliar disertai terdapatnya dataran sel di permukaan epitel kornea bentuk dendrit atau bintang infiltrasi. Terdapat hipertesi kornea Terdapat pembesaran kelenjar preaurikel. Bentuk dendrit kecil, ulceratif, jelas diwarnai dengan fluoresin dengan benjolan diujungnya

Ulkus Kornea Acanthamoeba


Awal: sakit yang tidak sebanding dengan temuan kliniknya, kemerahan dan fotofobia. Tanda khas: ulkus kornea indolen, cincin stroma, dan infiltrat perineural.

Ulkus kornea perifer


Ulkus Marginal
Bentuk simpel: ulkus superfisial yang berwarna abu-abu terdapat pada infeksi stafilococcus, toksik atau alergi dan gangguan sistemik pada influenza disentri basilar gonokok arteritis nodosa, dan lain-lain. Bentuk cincin atau multiple dan lateral pada leukemia akut, sistemik lupus eritromatosis dan lain-lain.

Ulkus Mooren
berjalan progresif dari perifer kornea ke sentral. T.u pada usia lanjut. Penyebabnya belum diketahui diduga hipersensitivitas tuberculosis, virus, alergi, autoimun. Sering menyerang seluruh permukaan kornea dan kadang meninggalkan satu pulau yang sehat pada bagian yang sentral.

Ring Ulcer
Terlihat injeksi perikorneal sekitar limbus. Di kornea terdapat ulkus yang berbentuk melingkar dipinggir kornea, di dalam limbus, bisa dangkal atau dalam, kadangkadang perforasi. Ulkus marginal yang banyak kadang-kadang dapat menjadi satu menyerupai ring ulcer. Tetapi pada ring ulcer yang sebetulnya tak ada hubungan dengan konjungtivitis kataral. Perjalanan penyakitnya menahun.

Manifestasi klinis
Gejala Subjektif
Eritema kelopak mata dan konjungtiva Sekret mukopurulen Merasa ada benda asing di mata Pandangan kabur Mata berair Bintik putih pada kornea Silau Nyeri Infiltat dapat menimbulkan sedikit nyeri.

Gejala Objektif
Injeksi siliar Hilangnya sebagian jaringan kornea, dan adanya infiltrat Hipopion

Perjalanan ulkus kornea dibagi menjadi 4 stadium, yaitu : 1.Stadium infiltrasi progresif 2.Stadium ulserasi aktif 3.Stadium regresif 4.Stadium penyembuhan/sikatrisasi

Diagnosis banding ulkus kornea


Kondisi Sakit Fotofobia Infeksi bakteri / jamur Tak ada sampai hebat Bervariasi Infeksi virus Rasa benda asing Sedang

Visus
Infeksi okular

Biasanya menurun
mencolok Difus

Menurun ringan
Ringan-sedang

Diagnosis Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan klinis dengan menggunakan slit lamp dan pemeriksaan laboratorium. Disamping itu perlu juga dilakukan pemeriksaan diagnostik seperti : Ketajaman penglihatan Tes refraksi Tes air mata Pemeriksaan slit-lamp Keratometri (pengukuran kornea) Respon reflek pupil Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi. Goresan ulkus untuk analisa atau kultur

Kornea ulcer dengan fluoresensi

Pewarnaan gram ulkus kornea fungi

Pewarnaan gram ulkus kornea herpes simplex

Pewarnaan gram ulkus kornea herpes zoster

Cara pengobatan ulkus kornea bakterialis

Bila tidak didapat kuman dengan Gram: topikal Basitrasin atau Sefalosporin dan Aminoglikosida, ditambah dengan subkonjungtiva Metisilin atau Gentamisin tiap 24 jam selama 3 hari. Basil Gram negatif: sama dengan bila tidak didapat kuman, hanya suntikan subkonjungtiva diberikan setiap 12 jam selama 3 hari. kokus atau batang Gram positif: topikal Basitrasin atau Sefalosporin, dan subkonjungtiva metisilin atau Gentamisin. kokus Gram negatif: topikal Basitrasin atau Eritromisin dan subkonjungtiva atau intravena Penisilin G.

Pengobatan tambahan, yaitu : 1. Sikloplegik, mengurangi spasme siliar dan mencegah sinekhia, diberikan bila terdapat reaksi radang pada bilik mata depan. 2. Inhibitor kolagenase diberikan pada infeksi akibat Pseudomonas. 3. Kortikosteroid, penggunaannya pada ulkus masih kontroversi.

Cara pengobatan ulkus kornea oleh jamur Pengobatan stadium awal diberikan Natamycin+ Amphotericin B. Bila terapi tidak efektif, terapi dihentikan selama 24 jam, ambil spesimen untuk dilakukan kultur. Jika tidak respon, infiltrasi kornea dan ulkus meluas, timbul descemetokel atau perforasi, maka keratoplasti diindikasikan untuk ulkus kornea.

Cara pengobatan ulkus kornea oleh virus


Debridemen Debridemen dilakukan dengan aplikator berujung kapas khusus. Obat sikloplegik seperti atropin 1% atau homatropin 5% di teteskan ke sakus konjungtiva, ditutup dengan sedikit tekanan. Terapi obat Antivirus topikal yang dipakai adalah Idoxuridine, Trifluridine, Vidarabin dan Acyclovir. Trifluridine dan Acyclovir jauh lebih efektif untuk penyakit stroma. Umumnya sembuh sendiri dan pembentukan parut minimal. Kortikosteroid topikal tidak perlu.

Pencegahan
Lindungi mata dari segala benda yang mungkin bisa masuk kedalam mata Jika mata sering kering, atau pada keadaan kelopak mata tidak bisa menutup sempurna, gunakan tetes mata agar mata selalu dalam keadaan basah Jika memakai lensa kontak harus sangat diperhatikan cara memakai dan merawat lensa tersebut.

Komplikasi
Kebutaan parsial atau komplit dalam waktu sangat singkat Kornea perforasi dapat berlanjut endoptalmitis dan panopthalmitis Prolaps iris Sikatrik kornea Katarak Glaukoma sekunder

Prognosis
Prognosis ulkus kornea tergantung pada tingkat keparahan dan cepat lambatnya mendapat pertolongan, jenis mikroorganisme penyebabnya, dan ada tidaknya komplikasi yang timbul. Semakin tinggi tingkat keparahan dan lambatnya mendapat pertolongan serta timbulnya komplikasi, maka prognosisnya menjadi lebih buruk. Penyembuhan yang lama mungkin juga dipengaruhi ketaatan penggunaan obat.